____ Baca Baca: SMK 10 Konstruksi Bangunan Gedung_Tamrin Html BSE_______welcome
Memuat...
Share |

Rabu, 03 Maret 2010

SMK 10 Konstruksi Bangunan Gedung_Tamrin Html














A. G. Tamrin
TEKNIK KONSTRUKSI
BANGUNAN GEDUNG
JILID 1
SMK
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang
TEKNIK KONSTRUKSI
BANGUNAN GEDUNG
JILID 1
Untuk SMK
Penulis : A. G Tamrin
Perancang Kulit : TIM
Ukuran Buku : 17,6 x 25 cm
Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
TAM TAMRIN, A. G.
t Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana Jilid 1
untuk SMK /oleh A. G. Tamrin ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
vii, 128 hlm
Daftar Pustaka : A1-A5
Glosarium : B1-B5
ISBN : 978-979-060-075-1
ISBN : 978-979-060-076-8
KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat
dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen
Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan
buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta
buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku
pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.
Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk
SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk
digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus
2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak
cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk
digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK.
Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh
masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial
harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan
oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan
akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para
pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun
sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses
dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.
Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan
semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami
menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya.
Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.
Jakarta, 17 Agustus 2008
Direktur Pembinaan SMK
ii
KATA PENGANTAR
Buku Teknik Konstruksi Bangunan Gedung disusun berdasarkan analisis
kebutuhan pada dunia pendidikan kejuruan, khususnya di Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) dan kebutuhan praktis para praktisi di dunia
usaha dan industri pada bidang bangunan sipil. Isi buku ini merupakan
tuntunan pengetahuan mendasar dari konstruksi bangunan gedung yang
merupakan gabungan dari konsep pengetahuan inti dan konsep inovasi
yang terjadi pada konstruksi bangunan gedung dewasa ini.
Materi yang tersaji diramu dari berbagai sumber, baik buku, majalah,
brosur, internet, dan diskusi sejawat. Secara khusus penulis
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Rekan sejawat dosen di Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan FKIP
Universitas Sebelas Maret; Drs. R. Widodo, Sutrisno, S.T., M.Pd.,
Suhardjono, M.Si., Chundakus Habsya, MSA., Drs. Guntur
Siamsono, Agus Efendi, M.Pd., Taufiq Lilo Adi Sucipto, M.T., Sri
Sumarni, M.T., Abdul Haris Setyawan, S.Pd., dan Eko Supri
Murtiono, M.T., yang secara total turut serta dalam mensuport
beberapa materi dalam buku ini.
2. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan FKIP Universitas
sebelas Maret; Anton Ginanjar dan Tommy Bagus Mahendra, yang
telah melakukan editing pada beberapa gambar dalam buku ini.
3. Rekan di SMK, Drs. Suteng Supriantoro guru SMKN 5 Surakarta,
Wiyono, S.Pd., guru SMKN 2 Surakarta, dan Surjanto Budiwalujo,
M.Pd., MMP., Kepala SMK YP 17-1 Madiun, yang telah memberikan
sumbang saran terhadap buku ini.
Tidak ada gading yang tak retak, demikian juga dengan buku Teknik
Konstruksi Bangunan ini, dengan segala daya dan upaya diusahakan
menjawab segala tuntunan terhadap konsep dan pengetahuan dalam
teknik konstruksi bangunan, namun dimungkinkan masih banyak terdapat
kekurangan. Segala saran dan kritik konstrukstif akan diterima dengan
tangan terbuka demi menuju suatu kesempurnaan terhadap isi dari buku
ini.
Semoga buku ini dapat dijadikan salah satu solusi terhadap informasi
yang dibutuhkan mengenai konstruksi bangunan.
Tim Penulis
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-I iii
DAFTAR ISI
KATA SAMBUTAN ..................................................................................... i
PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI.............................................................................................. iii
SINOPSIS................................................................................................viii
DESKRIPSI KONSEP PENULISAN ........................................................viii
BAB I..........................................................................................................1
MEMBUAT GAMBAR RENCANA..............................................................1
A. Menggambar Proyeksi Bangunan...................................................1
B. Menggambar Sketsa .......................................................................2
C. Membuat Gambar Kerja dan Daftar Komponen .............................3
D. Membaca Gambar Konstruksi.........................................................5
1. Gambar Denah ..........................................................................5
2. Gambar Potongan .....................................................................6
3. Gambar Tampak........................................................................7
4. Gambar Rencana ......................................................................8
BAB II.......................................................................................................11
MENYUSUN RAB DAB RKS...................................................................11
A. Pendahuluan .................................................................................11
B. Komponen RAB dan RKS .............................................................12
1. Menyusun Uraian Pekerjaan Beserta Spesifikasi Bahan dan
Persyaratannya.............................................................................12
2. Membuat Daftar Volume Pekerjaan, Harga Satuan, dan Upah
Pekerja...........................................................................................16
3. Membuat Daftar Analisis Satuan Pekerjaan ...........................22
4. Membuat Daftar Analisis Harga Satuan Pekerjaan ................36
5. Membuat Daftar Analisis Rencana Anggaran Biaya dan
Rekapitulasinya .............................................................................39
BAB III......................................................................................................45
MENYIAPKAN PEKERJAAN PASANGAN BATU ...................................45
A. Menyiapkan Lokasi dan Material Pasangan Batu ........................45
1. Lokasi.......................................................................................45
2. Material.....................................................................................45
B. Melakukan Pekerjaan Pengukuran dan Leveling Lapangan........46
1. Membuat Bidang Datar ...........................................................46
2. Membuat Garis Siku-siku ........................................................46
C. Memasang Papan Duga Pekerjaan Pasangan Batu ....................48
D. Cara Melaksanakan Pekerjaan Pengukuran dan Papan Duga....50
BAB IV .....................................................................................................49
MEMASANG PONDASI DAN DINDING..................................................49
A. Menyiapkan Adukan Mortar/Spesi ................................................49
B. Memasang Pondasi Batu Belah....................................................50
Teknik iv Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
1. Pondasi Langsung...................................................................51
2. Pondasi Tak Langsung............................................................51
3. Memasang Pondasi Batu Belah..............................................52
C. Dinding Bangunan .........................................................................54
D. Memasang Dinding Bangunan......................................................55
1. Dinding Bata Kapur .................................................................55
2. Dinding Bata Hebel Atau Celcon.............................................55
3. Dinding Partisi..........................................................................57
4. Dinding Batako ........................................................................61
5. Dinding Batu Bata....................................................................67
E. Memasang Dinding Batu Bata.......................................................70
1. Aturan Pemasangan................................................................70
2. Macam Pasangan Batu Bata ..................................................73
BAB V ......................................................................................................77
FINISHING DINDING ..............................................................................77
A. Pendahuluan..................................................................................77
B. Pekerjaan Plesteran. .....................................................................77
C. Plesteran dan Acian Bidang Tembok............................................78
D. Plesteran dan Acian Bidang Sudut dan Lengkung .......................81
E. Plesteran Lantai Semen ................................................................82
G. Plesteran dengan Sawutan ...........................................................83
BAB VI .....................................................................................................85
PENUTUP LANTAI DAN DINDING..........................................................85
A. Pemasangan Lantai .......................................................................85
B. Ketentuan Umum Pemasangan Lantai Ubin ................................85
C. Lantai Keramik...............................................................................87
1. Jenis Keramik ..........................................................................88
2. Sifat Keramik ...........................................................................90
3. Kelebihan ubin keramik ...........................................................90
4. Beberapa kekurangan ubin keramik .......................................90
5. Pemasangan Lantai Keramik ..................................................91
6. Cara Sederhana Membuat Jarak Nat .....................................92
D. Lantai Mozaik.................................................................................92
1. Mengenal Mozaik ....................................................................92
2. Cara Memasang Mozaik .........................................................93
E. Penutup Dinding................................................................................94
1. Penutup Dinding dengan Batu Tempel/Hias...........................94
2. Penutup Dinding dengan Keramik ..........................................95
3. Penutup Dinding dengan Gypsum ..........................................96
4. Dinding Partisi..........................................................................96
BAB VII ....................................................................................................99
MEMERIKSA BAHAN DI LAPANGAN.....................................................99
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-I v
A. Memeriksa Material Agregat Halus dan Kasar .............................99
1. Agregat Halus (Pasir) ..............................................................99
2. Agregat Kasar (Krikil/Batu Pecah) ........................................100
B. Memeriksa Material Semen.........................................................100
1. Pengujian Pengikatan Awal dengan Kuku .........................101
2. Pengujian Kekelan Bentuk dengan Pembakaran Bola.........101
BAB VIII .................................................................................................103
MENGERJAKAN BETON......................................................................103
A. Acuan dan Perancah ...................................................................103
1. Bahan Acuan dan Perancah..................................................103
2. Persyaratan Acuan dan Perancah.......................................103
3. Perencanaan Acuan..............................................................104
B. Memasang Tulangan/Pembesian..................................................105
1. Pemotongan dan Pembengkokan. ...........................................105
2. Syarat-syarat Pembengkokan .............................................105
3. Merangkai Baja Tulangan .....................................................105
C. Membuat Adukan Beton Segar..................................................107
1. Pengadukan Beton. ..............................................................107
2. Persyaratan Pengadukan Beton ...........................................107
3. Pengangkutan.......................................................................108
D. Melaksanakan Pengecoran Beton ..............................................108
E. Melaksanakan Perawatan Beton ................................................109
1. Perawatan Beton Sehabis Dicor.........................................109
2. Pembongkaran Acuan dan Perancah ...................................109
BAB IX ...................................................................................................111
LANTAI KAYU........................................................................................111
A. Pendahuluan....................................................................................111
1. Bahan Lantai Kayu ................................................................112
2. Kelebihan Lantai Kayu ............................................................112
3. Pemasangan Lantai Kayu .......................................................112
4. Pemeliharaan Lantai Kayu ......................................................113
B. Peralatan Tangan dan Mesin dalam Pemasangan Lantai Kayu....114
1. Peralatan Tangan....................................................................114
2. Peralatan Mesin.....................................................................115
C. Parquet (Parket) ..........................................................................115
1. Parket dari Bahan Kayu Solid .................................................116
2. Parket dari Bahan Kayu Engineered.......................................116
3. Parket dari Bahan Kayu Laminate ..........................................117
4. Syarat Pemasangan dari Sisi Pertimabangan Arsitektur .......118
BAB X ....................................................................................................125
PINTU DAN JENDELA ..........................................................................125
A. Pendahuluan ...................................................................................125
B. Persyaratan.....................................................................................126
Teknik vi Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
C. Fungsi .............................................................................................126
D. Jenis Pintu dan Jendela..................................................................126
1. Jenis Pintu ...............................................................................126
2. Jenis Jendela...................................................................................128
E. Kusen Pintu dan Jendela................................................................130
1. Bagian-Bagian Kusen..............................................................130
2. Jenis-Jenis Kusen Pintu..........................................................132
3. Jenis-Jenis Kusen Jendela .....................................................135
F. Pemasangan Kusen........................................................................136
1. Pemasangan Kusen Pintu.......................................................136
2. Pemasangan Kusen Jendela ..................................................138
G. Pemasangan Daun Pintu dan Jendela......................................139
1. Memasang Daun Pintu............................................................139
2. Memasang Daun Jendela .......................................................141
H. Pemasangan Kaca .......................................................................143
BAB XI ...................................................................................................145
KUDA-KUDA DAN ATAP.......................................................................145
A. Kuda-Kuda ......................................................................................145
1. Pendahuluan..........................................................................145
2. Dasar Konstruksi Kuda-Kuda................................................145
3. Batang-batang Konstruksi Kuda-Kuda..................................149
4. Tipe Kuda-kuda .....................................................................150
5. Bentuk-Bentuk Kuda-Kuda....................................................152
6. Kuda-Kuda dalam Penerapan...............................................155
7. Kuda-Kuda Sistem Knock Down ...........................................156
B. Atap .................................................................................................157
1. Pendahuluan..........................................................................157
2. Bentuk-bentuk Atap.................................................................158
3. Bagian-Bagian Atap...............................................................160
4. Jenis Rangka Atap Berdasarkan Bahan Material.................165
BAB XII ..................................................................................................169
DINDING KAYU DAN PLAFON.............................................................169
A. Dinding Kayu ...............................................................................169
1. Dinding Kayu Batang Tersusun...........................................169
2. Dinding Kayu Batang Melintang............................................172
3. Dinding Kayu Batang Tegak .................................................172
4. Dinding Kayu Batang Miring..................................................173
5. Dinding Kayu Rangka Terusan (Lajur)..................................175
B. PLAFON ......................................................................................177
1. Pendahuluan..........................................................................177
2. Rangka Plafon .......................................................................178
3. Penutup Plafon ......................................................................180
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-I vii
4. Plafon Dengan Isolasi ...........................................................182
BAB XIII .................................................................................................185
PENGECATAN......................................................................................185
A. Pekerjaan Pengecatan ................................................................185
B. Keberhasilan Pengecatan ...........................................................186
C. Pengecatan Dinding ....................................................................187
1. Pemberian Cat Dasar............................................................187
2. Langkah Pengecatan ............................................................187
3. Pemberian Cat Akhir .............................................................188
D. Pengecatan Ulang .......................................................................188
E. Pengecatan Plafon ......................................................................190
F. Pengecatan Genteng ..................................................................190
G. Pengecatan Kayu ........................................................................191
H. Pengecatan Besi .........................................................................192
BAB XIV.................................................................................................193
INSTALASI PIPA PVC...........................................................................193
A. Penyambungan Pipa ...................................................................193
1. Alat Penyambung..................................................................194
2. Cara Penyambungan .............................................................194
3. Penyambungan Pipa yang Rusak/Bocor ...............................195
B. Sistem Perpipaan ........................................................................196
1. Jaringan Penyediaan Air Bersih............................................196
2. Jaringan Pembuangan Air Kotor/Buangan ...........................201
BAB XV..................................................................................................207
POMPA AIR DAN DRAINASE...............................................................207
A. Pompa Air ....................................................................................207
1. Pompa Tangan/ Pompa Hisap Tekan .....................................207
2. Pompa listrik...........................................................................207
B. Tangki Air ........................................................................................208
1. Tangki Air dari Alumunium ....................................................209
2. Tangki Air dari Polyethylene .................................................209
3. Tangki Air di Atas Dak Beton ................................................210
C. DRAINASE ..................................................................................210
1. Drainase Permukaan Tanah ..................................................210
2. Talang Horizontal ...................................................................211
3. Talang Vertikal .......................................................................212
4. Bak Kontrol ............................................................................213
5. Lubang Talang (Roof Drain) ...................................................214
LAMPIRAN A DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN B GLOSARI
Teknik viii Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
SINOPSIS
Isi buku Teknik Konstruksi Bangunan Gedung ini merupakan
informasi yang tersusun secara holistik mengenai ilmu, informasi, dan
pengetahuan yang dibutuhkan dalam konstruksi bangunan gedung.
Terdiri dari 16 bab yang membahas satu demi satu konsep dan inovasi
pada proses pembuatan konstruksi bangunan gedung dengan dilengkapi
gambar untuk memperjelas narasi yang disajikan.
Urutan bab buku disesuaikan dengan tata urut pekerjaan
konstruksi bangunan gedung di lapangan, dimulai dari dasar
perencanaan, uitzet dan bouwplank, pondasi, sloof, pasangan dinding,
kolom, ring balok, kosen pintu dan jendela, kuda-kuda, atap, finishing
dinding, tangga, plafon, lantai, sanitair dan rioolering, dan instalasi listrik.
Konsep dasar pengerjaan bangunan gedung dan inovasi yang
terjadi di lapangan dipadukan menjadi suatu informasi yang menyatu,
sehingga buku ini memiliki nuansa yang berbeda dari buku-buku
terdahulu yang juga membahas mengenai konstruksi bangunan gedung.
DESKRIPSI KONSEP PENULISAN
Konsep penulisan buku Teknik Konstruksi Bangunan Gedung
dimulai dari pembahasan kerangka acuan kerja, pemetaan kompetensi di
SMK dengan DU/DI, Inventarisasi bahan penulisan, penentuan judul
buku, penulisan, uji coba keterbacaan, penyempurnaan, dan finalisasi.
Bahan penulisan sebagai modal dasar penulisan buku
dikumpulkan dari berbagai sumber, yaitu buku-buku tentang konstruksi
bangunan gedung, majalah, brosur, internet, diskusi. Selain itu, bahan
juga dikumpulkan dari berbagai personal, sehingga informasi yang
disajikan menjadi holistik dan komprehensip. Faktor yang juga dijadikan
pertimbangan penting dalam konsep penulisan buku ini adalah
menampilkan suatu buku yang memberikan sajian informatif tetapi tidak
menggurui, sehingga akan menarik untuk dibaca dan mudah untuk
difahami.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana 1
BAB I
MEMBUAT GAMBAR RENCANA
A. Menggambar Proyeksi Bangunan
Uraian pada bagian ini merupakan uraian umum mengenai gambar
proyeksi bangunan. Gambar proyeksi yang diuraikan adalah gambar
proyeksi perspektif. Untuk dasar-dasar dari menggambar proyeksi dapat
dilihat dan dipelajari dalam buku-buku dasar menggambar teknik
bangunan.
Menggambar proyeksi perspektif adalah salah satu cara
pengungkapan ide/gagasan atau imajinasi yang sangat natural (dalam arti
sesuai dengan kemampuan pandangan mata) dan mudah dimengerti oleh
pemberi tugas atau orang lain yang bukan ahli bangunan/arsitek. Hal
tersebut disebabkan, gambar proyeksi perspektif memperlihatkan rencana
ruang-ruang (space) dan massa bangunan dalam bentuk tiga dimensi.
Untuk dapat membuat gambar proyeksi perspektif diperlukan pedoman
gambar kerja/bestek berupa; gambar denah, potongan melintang,
potongan memanjang, tampak depan, samping kiri, dan kanan dengan
skala yang benar. Dengan kemampuan dan kemahiran menerapkan skala pada
gambar denah, potongan, dan tampak secara proyeksi perspektif, akan diperoleh
gambar proyeksi perspektif yang mendekati realita/kenyataan pandangan
terhadap rencana bangunan sebenarnya.
Pembuatan gambar proyeksi perspektif terdiri dari dua sudut pandang, yaitu;
1. Gambar proyeksi perspektif menggunakan dua titik lenyap setinggi mata orang
(ibarat orang memotret dengan berdiri tegak). Gambar proyeksi perspektif
model ini sering digunakan para arsitek untuk menggambar proyeksi
perspektif, karena obyek bangunannya tidak terlalu besar dan
menampakkan bentuk bangunan 3 (tiga) dimensi dengan jelas,
2. Pengambilan gambar perspektif menggunakan dua titik lenyap
dengan mata burung (bird eye). Gambar proyeksi perspektif dengan
model ini dilakukan bila obyek bangunannya besar sekali, dan bentuk
bangunan akan tampak semuanya, tetapi prosentasenya lebih banyak
terlihat bagian atap bangunan (ibarat orang memotret dengan memanjat
pohon yang tinggi atau naik di atas menara). Model proyeksi perspektif ini
jarang digunakan para arsitek karena tidak dapat menampakkan gambar
bangunan dengan jelas.
Teknik 2 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Gambar I-1, Gambar Proyeksi Perspekstif Rumah Tinggal
B. Menggambar Sketsa
Gambar sketsa adalah pembuatan gambar tanpa melalui alat bantu
menggambar yang biasa digunakan, yaitu penggaris. Alat bantu yang digunakan
dalam gambar sketsa adalah imajinasi dan penalaran pandangan mata. Gambar
sketsa sering digunakan oleh para arsitek dalam merencanakan bangunan. Yang
sering digunakan adalah sketsa untuk merencanakan interior dan eksterior
bangunan.
Gambar sketsa juga sering digunakan untuk menggambar proyeksi
perspektif. Gambar tersebut dihasilkan tanpa melalui bantuan gambar denah,
potongan, dan tampak. Dasar yang digunakan dalam menggambar sketsa
proyeksip perspektif, baik interior maupun eksterior adalah imajinasi dan penalaran
pandangan mata yang cekatan dan kuat dalam alam pikiran seseorang.
Gagasan tentang rancangan bentuk rumah/bangunan sudah tergambar secara
menyeluruh dalam imajinasi dan penalaran. Bila hasil sketsa tersebut akan
diterapkan dalam pembuatan bangunan, maka dari gambar sketsa yang
dihasilkan tersebut baru dibuat gambar rencana secara lengkap yang meliputi
denah, potongan, dan tampak.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana 3
Gambar I-2, Gambar Sketsa Bangunan dengan Pensil
Gambar I-3, Gambar Sketsa Bangunan dengan Warna
C. Membuat Gambar Kerja dan Daftar Komponen
Gambar kerja merupakan dasar bagi pelaksana untuk melakukan
pekerjaan bangunan di lapangan. Gambar kerja didasarkan dari gambar
konstruksi yang memuat detail-detail dari setiap komponen pekerjaan
bangunan. Beberapa komponen yang gambar kerja adalah;
1. Gambar pondasi,
2. Gambar penulangan beton (sloof, kolom, dan ring balok),
3. Gambar dinding dan plesteran,
Teknik 4 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
4. Gambar kusen (pintu dan jendela) beserta daunnya,
5. Gambar kuda-kuda dan atap,
6. Gambar plafon,
7. Gambar Instalasi air dan plumbing, dan
8. Gambar instalasi listrik.
Untuk memahmi lebih lanjut tentang gambar kerja, maka
disarankan untuk mempelajarinya pada buku-buku menggambar
konstruksi bangunan gedung
Gambar I-4, Gambar Kerja Hubungan Sloof, Kolom, dan Ring balok
Gambar I-5, Gambar Kerja Detail Hubungan Plafon dan Bentuk Pondasi
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana 5
D. Membaca Gambar Konstruksi
Gambar konstruksi untuk merencanakan dan membuat suatu
bangunan terdiri atas; gambar denah, gambar potongan, dan gambar
tampak.
1. Gambar Denah
Denah merupakan salah satu bagian terpenting dari suatu gambar
konstruksi. Denah berasal dari kata latin "planum" yang berarti “dasar”.
Lebih jauh diartikan sebagai lantai atau tempat dimana kita berpijak. Gambar
denah sebenarnya adalah gambar potongan suatu bangunan dalam bidang
datar dengan ketinggian antara ±80-100 cm di atas lantai normal (lantai yang
mempunyai ketinggian dari titik duga ±0.00).
Tujuan pembuatan gambar denah adalah untuk menjelaskan ruangruang
tiga dimensional yang direncanakan, baik dari segi hubungan maupun
fungsinya. Oleh sebab itu, pada gambar denah memuat batas-batas ruang,
arah dari membukanya pintu/jendela, notasi-notasi ketinggian lantai . Gambar
denah tersebut informatif bila saat dilihat/dibaca dapat dirasakan dimensi
dan keleluasaan ruang serta dapat mengenal fungsin ruang.
Gambar I-6, Gambar Denah
Teknik 6 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
2. Gambar Potongan
Gambar potongan adalah gambar bangunan yang
diproyeksikan pada bidang vertikal dan posisinya diambil pada tempat-tempat
tertentu, terutama adalah duga lantai yang negatip (turun). Gambar potongan
menunjukkan semua bahan-bahan, baik eksterior maupun interior yang
akan digunakan dan dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang merupakan
kunci dari sistem bangunan tersebut, seperti bagian-bagian mekanikal,
plumbing dan sebagainya. Fungsi gambar potongan adalah menunjukkan
proporsi ruang interior dan penyelesaiannya.
Gambar potongan terdiri atas potongan melintang dan
memanjang.
Gambar I-7, Gambar Potongan Melintang
Gambar I-8, Gambar Potongan Memanjang
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana 7
3. Gambar Tampak
Gambar proyeksi orthogonal, sehingga secara grafis terlihat
sebagai gambar dua dimensi yang datar. Gambar tampak terdiri atas 4
(empat) sisi pandang, yaitu tampak muka, samping kiri, samping kanan,
dan belakang.
Gambar tampak harus memperlihatkan;
a. Karakter dari bangunan itu sendiri.
b. Proporsi dan skala terhadap manusia (pemakainya).
c. Segi-segi lain yang menyangkut perihal ekspresi keindahan serta
hubungannya dengan gambar denah dan gambar potongan yang
memperlihatkan konstruksinya.
Gambar I-9, Gambar Tampak Muka
Gambar I-10, Gambar Tampak Samping Kiri
Teknik 8 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Gambar I-11, Gambar Tampak Samping Kanan
Gambar I-12, Gambar Tampak Belakang
4. Gambar Rencana
Gambar denah, potongan, dan tampak biasanya disatukan dalam
satu kertas gambar sebagai satu kesatuan dari gambar rencana
bangunan. Hal tersebut merupakan merupakan dasar dari pelaksanaan
pekerjaan bangunan. Selain itu, keberadaan gambar-gambar tersebut
diperlukan dalam mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana 9
Gambar I-13, Gambar Rencana
Teknik 10 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 11
BAB II
MENYUSUN RAB DAB RKS
A. Pendahuluan
Membangun rumah, baik rumah sederhana, rumah sedang,
maupun rumah mewah, rumah untuk dihuni sendiri atau sebagai investasi
di masa depan maupun properti konsumsi publik membutuhkan biaya
yang tidak sedikit. Untuk itu, diperlukan perhitungan-perhitungan yang
teliti, baik jumlah biaya pembuatannya, volume pekerjaan, dan jenis
pekerjaan, harga bahan, upah pekerja, dan rencana serta syarat-syarat
kerja. Hal tersebut bertujuan agar biaya pembuatan rumah efisien dan
terukur sesuai dengan gambar rencana. Dalam konstruksi bangunan
gedung, hal tersebut dinamakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang
biasanya disetalikan dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat Teknis
(RKS).
Beberapa keuntungan apabila terlebih dahulu kita
menghitung biaya pembuatan rumah adalah sebagai berikut;
1. Jenis pekerjaan apa saja yang akan digunakan untuk
diadakan/dibeli.
2. Volume macam-macam bahan yang akan dibutuhkan dalam
membuat rumah dapat diketahui.
3. Jumlah biaya yang diperlukan untuk pembuatan rumah tersebut
dapat diperkirakan sehingga perputaran keuangan dapat diatur.
4. Pemilik dapat terbantu dalam bernegosiasi tentang harga penawaran
kontraktor atau pihak kedua (apabila pekerjaan pembuatan rumah
tersebut akan dikerjakan orang lain) sehingga tidak akan merugikan
pemilik sebagai pihak pertama.
5. Pekerjaan-pekerjaan apa saja yang sudah ataupun yang belum selesai
dikerjakan (apabila dikerjakan pihak kedua/orang lain) dapat dikontrol.
Pengetahuan terhadap RAB dan RKS dalam pekerjaan
pembuatan bangunan gedung/rumah tinggal akan sangat
menguntungkan, karena akan memudahkan memahami berbagai hal
yang berhubungan dengan pembangunan, antara lain memahami
peralatan yang akan digunakan dalam membangun, bahan bangunan,
kebutuhan bahan, kebutuhan tenaga, waktu pengerjaan (pelaksanaan).
Adanya pemahaman tersebut akan berdamapak pada pengetahuan
mengenai kebutuhan dana, kebutuhan bahan, pengendalian, dan
penggunaannya di dalam setiap tahapan pekerjaan.
Teknik 12 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Dasar dari RAB dan RKS adalah memahami gambar
perencanaan, sehingga dapat dihitung jumlah dan jenis bahan bangunan
yang akan dibeli untuk pembangunan. Dalam istilah bangunan hal ini
dikenal dengan volume pekerjaan. Volume adalah banyaknya macam
pekerjaan atau bahan dengan satuan berbeda-beda, tergantung
kebutuhan dalam setiap macam pekerjaan yang dilakukan. Volume yang
dimaksud bisa dalam bentuk satuan panjang (m1), luas (m2), isi (m3),
buah (bh), unit, lum sum (Ls). Sedangkan harga bahan bangunan dan
harga upah pekerja dapat berbeda-beda, tergantung tempat dan waktu
pembuatan rumah.
B. Komponen RAB dan RKS
Komponen di dalam perhitungan biaya bangunan terdiri atas:
1. Menyusun uraian pekerjaan beserta spesifikasi bahan dan
persyaratannya,
2. Perhitungan volume pekerjaan,
3. Membuat daftar volume pekerjaan, harga satuan bahan, dan upah
pekerja,
4. Membuat daftar analisis satuan pekerjaan,
5. Membuat daftar analisis harga satuan pekerjaan, dan
6. Membuat daftar analisis rencana anggaran biaya dan
rekapitulasinya.
Untuk memperjelas setiap komponen tersebut, maka diberikan
contoh perhitungan pembangunan rumah tinggal sesuai dengan denah
dan gambar pada sub bab D tentang gambar konstruksi yang disajikan
dalam bab 1. Perhitungan volume yang disajikan merupakan
perhitungan murni, belum ditambah akibat susut maupun bahan yang
terbuang. Harga satuan bahan maupun harga satuan upah pekerja yang
digunakan hanyalah sekedar contoh, harga-harga tersebut setiap waktu
akan berubah-ubah sesuai situasi harga di pasaran atau daerah di mana
rumah tinggal akan dibangun. Pekerjaan pembuatan rumah tinggal
tersebut diasumsikan dikerjakan sendiri, jika pelaksanaan pembangunan
diserahkan pada pihak lain (kontraktor) biasanya ditambah jasa
pemborong berkisar 5-10% dari jumlah biaya keseluruhan, atau tergantung
kesepakatan antara pemilik dan pemborong.
1. Menyusun Uraian Pekerjaan Beserta Spesifikasi Bahan dan
Persyaratannya
Setelah luas bangunan direncanakan, kemudian ditentukan desain
berupa gambar kerja, dan bahan bangunan yang akan dipakai beserta
spesifikasi teknis, selanjutnya dapat disusun daftar macam pekerjaan dan
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 13
syarat-syaratnya. Daftar ini dapat menjadi acuan sehingga memudahkan
menghitung volume, biaya, dan pengontrolan pelaksanaan pembangunan.
Contoh dari daftar uraian pekerjaan adalah seperti berikut.
Daftar Uraian Pekerjaan
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN HARGA
SATUAN
JUMLAH
HARGA
1 PEKERJAAN PERSIAPAN, GALIAN, DAN DRUG AN
1 Pekerjaan persiapan lahan (lokasi pekerjaan) m2
2 Pekerjaan pengukuran dan pasangan bouw plank m1
3 Pekerjaan galian tanah untuk pondasi m3
4 Urugan tanah kembali sisi pondasi m3
5 Urugan tanah untuk peninggian lantai m3
6 Pekerjaan urugan pasirdi bawah pondasi m3
7 Pekerjaan urugan pasir di bawah lantai m3
JUMLAH I
II PEKERJAAN PONDASI DAN BETON
1 Pasangan pondasi batu kali 1 : 5 m3
2 Pekerjaan sloof beton 1 5/20, 1:2:3 m3
3 Pekerjaan kolom beton 1 3/1 3, 1 : 2 : 3 m3
4 Pekerjaan kolom beton 1 3/20 teras depan, 1:2:3 m3
5 Pekerjaan kolom beton 20/30 teras depan, 1:2:3 m3
6 Pekerjaan beton ring balk 1 3/20, 1 :2:3 m3
7 Pekerjaan beton meja dapur 8/70, 1:2:3 m3
8 Pekerjaan beton //s plank 1 0/40 depan garasi, 1:2:3 m3
9 Pekerjaan beton topi teras depan 10/50, 1: 2:3 m3
10 Pekerjaan beton iantai kerja di bawah lantai keramik 1:3:5,
tebal 5 cm
m3
JUMLAH II
III PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
1 Pasangan dinding bata merah 1 : 3 m2
2 Pasangan dinding bata merah 1 : 5 m2
3 Pasangan bata rolaag merah teras dan tangga 1 : 3 m2
4 Dinding bata merah 1 : 5 dilubang-lubang 20 cm x 20 cm m2
5 Plesteran dan aci 1 : 3 m2
6 Plesteran dan aci 1 : 5 m2
7 Kamprotan dinding bagian depan dan belakang 1 : 3 m2
8 Ban plesteran 5 cm x 7 cm diaci m1
JUMLAH III
IV PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING
1 Pasangan lantai keramik 30 cm x 30 cm m2
2 Pasangan lantai keramik 20 cm x 20 cm untuk KM (WC) m2
3 Pasangan dinding keramik 20 cm x 20 cm untuk KM (WC) m2
4 Pasangan dinding keramik 20 cm x 20 cm untuk meja dapur m2
5 Pasangan plin keramik 10 cm x 30 cm m1
JUMLAH IV
Teknik 14 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Uraian Pekerjaan
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN HARGA
SATUAN
JUMLAH
HARGA
V PEKERJAAN ATAP
1 Pasangan kuda-kuda kayu borneo super 8/1 2 m3
2 Pasangan gording dan jurai kayu 8/12 m3
3 Pasangan rangka atap kaso 5/7 dan reng 3/4 kayu borneo
super
m2
4 Pasangan jurai luar kayu 8/12 M3
5 Pasangan jurai dalam kayu 8/12 m3
6 Pasangan lisplankkayu kamper medan 3/30 m1
7 Pasangan jurai talang baja lapis seng (BJLS) 30 dan papan m1
8 Pasangan atap genteng beton m2
9 Pasangan nok genteng beton m1
PEKERJAAN ATAP GARASI
10 Pasangan kuda-kuda kayu borneo super 8/1 2 diserut (expose) m3
11 Pasangan gording kayu borneo super 5/10 diserut (expose) m3
12 Pasangan talang datar baja lapis seng (BJLS) 30 dan papan m1
13 Pasangan atap asbes gelombang kecil tebal 4 mm m2
14 Pasangan flashing baja lapis seng (BJLS) 30 m1
JUMLAH V
VI PEKERJAAN PLAFON
1 Pasangan rangka plafon kayu borneo super 4/6 m2
2 Pasangan plafon triplek (plywood} 4 mm, ukuran 60 cm x 120
cm
m2
3 Pasangan lis plafon kayu profil 5 cm bagian dalam ruangan m1
4 Pasangan lis plafon kayu 1 cm x 4 cm bagian luar ruangan
(overstek)
m1
JUMLAH VI
VII PEKERJAAN KUSEN, PINTU, DAN JENDELA
1 Pasangan kusen kayu kamper singkil 6/1 5 m3
2 Pasangan kusen sopi-sopi teras diameter 40 cm kayu kamper bh
3 Pasangan daun pintu panel multiplek rangka kayu kamper m2
4 Pasangan daun pintu panel multiplek dan kaca rangka kayu
kamper
m2
5 Pasangan daun pintu panel rangka kayu kamper untuk garasi m2
6 Pasangan daun pintu dan kusen PVC (pabrikasi) bh
7 Pasangan daun jendela kayu kamper m2
8 Pasangan boven ligh di atas kusen pintu dan jendela (25 cm x 25 cm) bh
JUMLAH VII
VIII PEKERJAAN PERLENGKAPAN PINTU DAN JENDELA
1 Pasangan kunci pintu 2 slaag (putaran) bh
2 Pasangan kunci pintu KM (WC) tipe alpha bulat bh
3 Pasangan engsel pintu standar4 inci bh
4 Pasangan engsel jendela standar 3 inci bh
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 15
Lanjutan Daftar Uraian Pekerjaan
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN HARGA
SATUAN
JUMLAH
HARGA
5 Pasangan grendel pintu dobel dan pintu garasi bh
6 Pasangan grendel jendela bh
7 Pasangan hak angin jendela bh
8 Pasangan tarikan jendela bh
9 Pasangan kaca polos 3 mm m2
10 Pasangan kaca polos 5 mm m2
JUMLAH VIII
IX PEKERJAAN SANITAIR
1 Pasangan bak mandi fiberglass lapis keramik 20/20 bh
2 Pasangan klosetjongkok bh
3 Pasangan kran air KM (WC) dan tempat cuci bh
4 Pasangan kran airtaman bh
5 Pasangan kran air meja dapurtipe bebek bh
6 Pasangan floor drain KM (WC) bh
7 Pasangan kitchen sink meja dapur 1 20 cm bh
JUMLAH IX
X PEKERJAAN INSTALASI AIR
INSTALASI AIR BERSIH
1 Pasangan pipa PVC diameter 1/2 inci m1
2 Pasangan keni diameter 1/2 inci bh
3 Pasangan fee diameter 1/2inci bh
4 Pasangan pipa PVC diameter 3/4 inci m1
5 Pasangan keni diameter 3/4 inci bh
6 Pasangan fee diameter 3/4 inci bh
7 Pasangan asesoris lain Ls
INSTALASI AIR KOTOR
8 Pasangan pipa PVC diameter 2 inci m1
9 Pasangan ten/diameter 2 inci bh
10 Pasangan tee reducer diameter 2 inci ke 4 inci bh
11 Pasangan pipa PVC diameter 4 inci m1
12 Pasangan keni diameter 4 inci bh
13 Pasangan pipa PVC diameter 3 inci m1'
14 Pasangan tee reducerdiameter 3 inci ke 4 inci (talang tegak
garasi)
bh
15 Pasangan asesoris lain Ls
16 Pekerjaan 5ept/cfan/cdan rembesan unit
17 Pasangan penyambung air bersih dari PAM Ls
JUMLAH X
Teknik 16 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
NO URAIAN PEKERJ AAN VOLUME SATUAN HARGA
SATUAN
JUMLAH
HARGA
XI PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1 Pasangan instalasi titik nyala lampu kabel NYM 3 x 2,5 mm2 ttk
2 Pasangan instalasi titik nyala daya stop kontak lampu kabel NYM 3 x 2,5 m2 ttk
3 Pasangan lampu pijar40 watt bh
4 Pasangan lampu taman 40 watt lengkap dengan tiang besi
diameter 2 inci
bh
5 Pasangan panel listrik bh
6 Pasangan penyambung daya ke PLN Ls
JUMLAH XI
XII PEKERJAAN PENGECATAN
1 Pengecatan dinding dengan cattembok m2
2 Pengecatan plafon dan lis dengan cat tembok m2
3 Pengecatan Us plank dengan cat minyak m2
4 Pengecatan kusen dengan cat minyak m2
5 Pengecatan daun pintu dengan cat minyak m2
6 Pengecatan daun jendela dengan cat minyak m2
JUMLAH XII
XIII PEKERJAAN PEMBERSIHAN
1 Pembersihan lahan setelah selesai pekerjaan Ls
JUMLAH XIII
2. Membuat Daftar Volume Pekerjaan, Harga Satuan, dan Upah
Pekerja
Setelah semua komponen penghitungan volume selesai dilakukan,
komponen selanjutnya adalah memasukkan volume yang sudah dihitung
tersebut ke dalam daftar volume pekerjaan, daftar harga satuan bahan, dan
daftar upah pekerja. Daftar-daftar tersebut dapat menjadi acuan sehingga
memudahkan menghitung volume, biaya, dan pelaksanaan pembangunan.
a. Daftar Volume Pekerjaan
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN
HARGA
SATUAN
Rp
JUMLAH
HARGA
Rp
1 PEKERJAAN PERSIAPAN, GALIAN, DAN URUGAN
1 Persiapan lahan (lokasi pekerjaan) 200,00 m2
2 Pengukuran dan pasangan bouw plank 54,00 m1
3 Galian tanah untuk pondasi 58,60 m3
4 Urugan tanah kembali sisi pondasi 25,10 m3
5 Urugan tanah untuk peninggian lantai 6,30 m3
6 Urugan pasir di bawah pondasi 4,20 M3
7 Urugan pasir di bawah lantai 5,95 m3
Jumlah 1
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 17
Lanjutan Daftar Volume Pekerjaan
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN
HARGA
SATUAN
Rp
JUMLAH
HARGA
Rp
II PEKERJAAN PONDASI DAN BETON
1 Pasangan pondasi batu kali 1 : 5 29,34 m3
2 Pasangan beton sloofl 5/20, 1 : 2 : 3 2,95 m3
3 kolombeton 13/1 3,1 :2:3 2,21 m3
4 kolom beton 1 3/20 teras depan, 1 : 2 : 3 0,18 m3
5 kolom beton 20/30 teras depan, 1 : 2 : 3 0,41 m3
6 Beton ring balk 13/20,1 :2:3 3,29 m3
7 Beton meja dapur 8/70, 1:2:3 0,17 m3
8 Beton Us plank 1 0/40 depan garasi, 1:2:3 0,12 m3
9 Beton topi teras depan 10/50, 1 :2:3 0,15 m3
10 Beton lantai kerja di bawah lantai keramik 1 : 3 : 5, tebal 5 cm 5,95 m3
JUMLAH II
III PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
1 Pasangan dinding bata merah 1 : 3 37,72 m2
2 Pasangan dinding bata merah 1 : 5 269,57 m2
3 Pasangan rolaag bata merah teras dan tangga 1 : 3 1,62 m2
4 Dinding bata merah 1 : 5 dilubang-lubang 20 cm x 20 cm 2,50 m2
5 Plesteran dan aci 1 : 3 58,48 m2
6 Plesteran dan aci 1 : 5 539,14 m2
7 Kamprotan dinding bagian depan dan belakang 1 : 3 10,25 m2
8 Ban plesteran 5 cm x 7 cm diaci 12,50 m1
JUMLAH III
IV PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING
1 Pasangan lantai keramik 30 cm x 30 cm 113,00 m2
2 Pasangan lantai keramik 20 cm x 20 cm untuk KM (WC) 6,00 m2
3 Pasangan dinding keramik 20 cm x 20 cm untuk KM (WC) 19,00 m2
4 Pasangan dinding keramik 20 cm x 20 cm untuk meja dapur 4 m2
5 Pasangan plin keramik 10 cm x 30 cm 96,00 m1
JUMLAH IV
V PEKERJAAN ATAP
1 Pasangan kuda-kuda kayu borneo super 8/1 2 1,40 m3
2 Pasangan gording dan jurai kayu 8/12 1,00 m3
3 Pasangan rangka atap kaso 5/7 dan reng 3/4 kayu borneo super 220,00 m2
4 Pasangan jurai luar kayu 8/12 0,10 m3
5 Pasangan jurai dalam kayu 8/12 0,17 m3
6 Pasangan Us plank kayu kamper medan 3/30 38,00 m1
7 Pasangan talang jurai baja lapis seng (BJLS) 30 dan papan 17,50 m1
Teknik 18 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Volume Pekerjaan
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN
HARGA
SATUAN
Rp
JUMLAH
HARGA
Rp
8 Pasangan atap genteng beton 220,00 m2
9 Pasangan nok genteng beton 27,00 m1
PEKERJAAN ATAP GARASI
10 Pasangan kuda-kuda kayu borneo super 8/1 2 diserut (expose) 0,12 M3
11 Pasangan gording kayu borneo super 5/10 diserut (expose) 0,13 M3
12 Pasangan talang datar baja lapis seng (BJLS) 30 dan papan 6,50 m1
13 Pasangan atap asbes gelombang kecil tebal 4 mm 19,50 m2
14 Pasangan flashing baja lapis seng (BJLS) 30 3,00 m1
JUMLAHV
VI PEKERJAAN PLAFON
1 Pasangan rangka plafon kayu borneo super 4/6 131,00 m2
2 Pasangan plafon triplek (plywood) 4 mm, ukuran 60 cm x 120
cm
131,00 m2
3 Pasangan lis plafon kayu profil 5 cm bagian dalam ruangan 1 37,00 m1
4 Pasangan lis plafon kayu 1 cm x 4 cm bagian luar ruangan
(oversteKi
86,00 m1
JUMLAHVI
VII PEKERJAAN KUSEN, PINTU, DAN JENDELA
1 Pasangan kusen kayu kamper singkil 6/1 5 0,85 m2
2 Pasangan kusen sopi-sopi teras diameter 40 cm kayu kamper 1,00 bh
3 Pasangan daun pintu panel multiplek rangka kayu kamper 11,60 m2
4 Pasangan daun pintu panel multiplek dan kaca rangka kayu
kamper
2,90 m2
5 Pasangan daun pintu panel rangka kayu kamper untukgarasi 5,66 m2
6 Pasangan daun pintu dan kusen PVC (pabrikasi) 2,00 bh
7 Pasangan daun jendela kayu kamper 8,16 m2
8 Pasangan boven ligh di atas kusen pintu dan jendela (25 cm x
25 cm)
33,00 bh
JUMLAHVII
VIM PEKERJAAN PERLENGKAPAN PINTU DAN JENDELA
1 Pasangan kunci pintu 2 slaag (putaran) 9,00 bh
2 Pasangan kunci pintu KM (WC) tipe alpha bulat 2,00 bh
3 Pasangan engsel pintu standar4 inci 45,00 bh
4 Pasangan engsel jendela standar 3 inci 22,00 bh
5 Pasangan grendel pintu dobel dan pintu garasi 8,00 bh
6 Pasangan grendel jendela 11,00 bh
7 Pasangan hakangin jendela 11,00 bh
8 Pasangan tarikan jendela 11,00 bh
9 Pasangan kaca polos 3 mm 2,60 M2
10 Pasangan kaca polos 5 mm 2,95 M2
JUMLAHVIII
Lanjutan Daftar Volume Pekerjaan
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 19
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN HARGA
SATUAN Rp
JUMLAH
HARGA
Rp
IX PEKERJAAN SANITAIR
1 Pasangan bakmandi fiberglass lapis keramik 20/20 2,00 bh
2 Pasangan kloset jongkok 2,00 bh
3 Pasangan kran air KM (WC) dan tempat cuci 3,00 bh
4 Pasangan kran air taman 3,00 bh
5 Pasangan kran air meja dapurtipe bebek 1,00 bh
6 Pasangan floor drain KM (WC) 3,00 bh
7 Pasangan kitchen sink meja dapur 1 20 cm 1,00 bh
JUMLAH IX
X PEKERJAAN INSTALASI AIR
INSTALASI AIR BERSIH
1 Pasangan pipa PVC diameter 1/2 inci 33,00 m'
2 Pasangan ten/diameter 1/2 inci 10,00 bh
3 Pasangan tee diameter l/2inci 4,00 bh
4 Pasangan pipa PVC diameter 3/4 inci 11,50 m'
5 Pasangan keni diameter 3/4 inci 2,00 bh
6 Pasangan fee diameter 3/4 inci 1,00 bh
7 Pasangan asesoris lain 1,00 Ls
INSTALASI AIR KOTOR
8 Pasangan pipa PVC diameter 2 inci 6,00 m1
9 Pasangan keni diameter 2 inci 4,00 bh
10 Pasangan fee reducerdiameter 2 inci ke 4 inci 1,00 bh
11 Pasangan pipa PVC diameter 4 inci 33,50 m1
12 Pasangan keni diameter 4 inci 2,00 bh
13 Pasangan pipa PVC diameter 3 inci 12,00 m1
14 Pasangan fee reducerdiameter 3 inci ke 4 inci (talang tegak garasi) 3,00 bh
15 Pasangan asesoris lain 1,00 Ls
16 Pekerjaan septic tankdan rembesan 1,00 unit
17 Pasangan penyambung air bersih dari PAM 1,00 Ls
JUMLAH X
XI PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1 Pasangan instalasi titik nyala lampu kabel NYM 3 x 2,5 mm2 21,00 ttk
2 Pasangan instalasi tWk nyala daya stop kontak lampu kabel NYM 3 x 2,5
m2
10,00 ttk
3 Pasangan lampu pijar 40 watt 16,00 bh
4 Pasangan lampu taman 40 watt lengkap dengan tiang besi diameter 2
inci
5,00 bh
5 Pasangan panel listrik 1,00 bh
6 Pasangan penyambung daya ke PLN 1,00 Ls
JUMLAH XI
Teknik 20 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Volume Pekerjaan
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN HARGA
SATUAN Rp
JUMLAH
HARGA
Rp
XII PEKERJAAN PENGECATAN
1 Pengecatan dinding dengan cat tembok 589,00 m2
2 Pengecatan plafon dan lis dengan cat tembok 131,00 m2
3 Pengecatan lis plank dengan cat minyak 15,20 m2
4 Pengecatan kusen dengan cat minyak 35,72 m2
5 Pengecatan daun pintu dengan cat minyak 34,52 m2
6 Pengecatan daun jendela dengan cat minyak 10,00 m2
JUMLAH XII
XIII PEKERJAAN PEMBERSIHAN
1 Pembersihan lahan setelah selesai pekerjaan 1,00 Ls
JUMLAH XIII
b. Daftar Harga Satuan Bahan
NO JENIS BAHAN BANGUNAN SATUAN HARGA BAHAN
Rp
1 Pasir urug m3 75.000,00
2 Pasir pasang m3 110.000,00
3 Pasir beton m3 117.000,00
4 Split (batu pecah mesin) m3 115,000,00
5 Batu kali m3 97.000,00
6 Bata merah bakar bh 350,00
7 Semen PC (50 kg) sak 33.500,00
8 Semen warna kg 6.000 ,00
9 Cat tembok kg 10.000,00
10 Plamir tembok kg 8.000,00
11 Rol cat tembok bh 21.000,00
12 Kuas 3 inci bh 7,500,00
13 Dempul halus kg 21.000,00
14 Tinner It 6.500,00
15 Amplas Ibr 2.000,00
16 Dempul kayu kg 11.000,00
17 Meni kayu kg 11.000,00
18 Meni besi kg 21.000,00
19 Cat kayu kg 24.000 ,00
20 Cat besi kg 24.000,00
21 Kayu papan cor borneo (papan terentang) rr,3 1.140.000,00
23 Kayu balok borneo super m3 1.800.000,00
24 Kayu papan borneo super m3 1.920.000,00
25 Kayu balok kamper singkil m^ 3.000.000 ,00
26 Kayu papan kamper singkil m3 3.200.000,00
27 Kayu reng 3/4 borneo super m' 2.200,00
28 Kayu papan kamper medan m3 2.320.000,00
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 21
Lanjutan Daftar Harga Satuan Bahan
NO JENIS BAHAN BANGUNAN SATUAN HARGA BAHAN
Rp
29 Paku 1 cm s/d 3 cm kg 11.000,00
30 Paku 4 cm s/d 7 cm kg 8.000,00
31 Paku 8 cm s/d 12cm kg 8.000,00
32 Kawat beton (tali) kg 8.500,00
33 Kaca polos tebal 3 mm m2 43.000,00
34 Kaca polos tebal 5 mm rr,2 64.000,00
35 Besi beton U 24 rata-rata kg 6.000,00
36 Keramik lantai 30 cm x 30 cm kw.1 m2 22.500,00
37 Keramik lantai 20 cm x 20 cm kw.1 m2 30.000,00
38 Keramik dinding 20 cm x 20 cm kw.1 m2 30.000,00
39 Kloset jongkok standar bh 70.000,00
40 Atap genteng beton natural bh 2.000,00
41 Nok genteng beton bh 4.000,00
42 Seng (BJLS) 30 lebar 60 cm m' 19.000,00
43 Multiplek 12 mm Ibr 91.000,00
44 Asbes gelombang 4 mm Ibr 30.000,00
45 Paku sekrup asbes bh 400,00
46 Fllncote kg 12.000,00
47 Lem putih kg 37.000 ,00
48' Engsel jendela standar bh 5.000,00
49 Engsel pintu standar bh 7.500,00
50 Kunci 2 slaag standar bh 82.000,00
51 Kunci KM (WC) bulat lengkap bh 57.000,00
52 Grendel jendela bh 16.000,00
53 Tarikan jendela bh 10.000,00
54 Hakangin jendela bh 8.000,00
55 Triplek4mm Ibr 41.000,00
56 Lis kayu profil 5 cm m1 7.250,00
57 Liskayu 1/4 m1 2.500,00
58 BakKM fiber bh 75.000,00
59 Floor drain KM (VJQ bh 25.000,00
60 Kitchen 5/nfcalumunium bh 225.000,00
61 Kran airdapurtipe bebek bh 30.000,00
62 Kran air bh 50.000,00
63 Pipa PVC diameter 1/2 inci m1 2.300,00
64 Pipa PVC diameter 3/4 inci m1 2.800,00
65 Pipa PVC diameter 2 inci m1 10.000,00
66 Pipa PVC diameter 3 inci m1 20.000,00
67 Pipa PVC diameter 4 inci m1 32.000,00
68 Ken/ diameter 1/2 inci bh 2.500,00
69 Ken/diameter 3/4 inci bh 3.500,00
70 Kent diameter 2 inci bh 8.000,00
71 Ken/diameter 4 inci bh 15.000,00
72 lee diameter 1/2 inci bh 3.500,00
73 Tee diameter 3/4 inci bh 4.500,00
Teknik 22 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Harga Satuan Bahan
NO JENIS BAHAN BANGUNAN SATUAN HARGA BAHAN
Rp
74 Tee reducerdiameter 2 inci sampai dengan 4 inci bh 45.000,00
75 Tee reducerdiameter 3 inci sampai dengan 4 inci bh 55.000,00
76 Lampu taman 40 watt lengkap dengan tiang besi bh 175.000,00
77 Daun pintu dan kusen PVC (pabrikasi) bh 350.000,00
78 Panel listrikdan asesoris bh 175.000,00
Catalan : Harga bahan bangunan yang digunakan adalah sekedar contoh. Harga tersebut setiap waktu berubah sesuai
situasi harga di pasaran atau daerah di mana rumah tinggal akan dibangun.
c. Daftar Upah Pekerja
NO MACAM PEKERJAAN HARGA UPAH
Rp
SATUAN
1 Pekerja 22.000,00 1 orang/hari/8jam
2 Tukang batu 27.500,00 1 orang/hari/8jam
3 Kepala tukang batu 29.000,00 1 orang/hari/8jam
4 Tukang kayu 28.500,00 1 orang/hari/8jam
5 Kepala tukang kayu 30.000,00 1 orang/hari/8jam
6 Tukang cat (pelitur) 30.500,00 1 orang/hari/8jam
7 Kepala tukang cat (pelitur) 31.000,00 1 orang/hari/8jam
8 Tukang besi beton 29.000,00 1 orang/hari/8jam
9 Kepala tukang besi beton 30.000,00 1 orang/hari/8jam
10 Mandor 32.000,00 1 orang/hari/8jam
Catatan: Harga upah pekerja yang digunakan adalah harga pada tahun 2005 yang setiap waktu
berubah sesuai situasi harga di pasaran atau daerah di mana rumah tinggal akan dibangun
3. Membuat Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
Daftar analisis pekerjaan berguna untuk menghitung jumlah biaya
dari masing-masing pekerjaan secara terperinci. Daftar ini diisi setelah
semua daftar harga satuan bahan dan upah pekerja dibuat dan diisi.Daftar
berikut ini menunjukkan contoh daftar analisis setiap pekerjaan.
Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA
BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
1 m2 - PEKERJAAN PEMBERSIHAN LAHAN (LOKASI PEKERJAAN)
Tukang batu org 0,010 27.500,00 275,00
Pekerja org 0,020 22.000,00 440,00
Peralatan Ls 1,000 200,00 200,00
Total 200,00 715,00 915,00
Dibulatkan 900,00
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 23
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA
BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
1 m1- PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOUW PLANK
Kayu borneo super m3 0,010 1.800.000,00 18.000,00
Paku 5 - 7 kg 0,038 8.000,00 304,00
Ongkos pasang Ls 0,155 17.000,00 2.635,00
Total 18.304,00 2.635,00 20.939,0
0
Dibulatkan 20.900,0
0
1 m3 - GALIAN TANAH UNTUK PONDASI
Pekerja org 0,400 22.000,00 8.800,00
Mandor org 0,040 32.000,00 1.280,00
Alat bantu LS 1,000 200,00 200,00
Total 200,00 10.080,00 10.280,0
0
Dibulatkan 10.300,0
0
1 m3 - URUGAN TANAH KEMBALI
Pekerja org 0,192 22.000,00 4.224,00
Mandor org 0,019 32.000,00 608,00
Alat bantu LS 1,000 250,00 250,00
Total 250,00 4.832,00 5.082,0
0
Dibulatkan 5.100,0
0
1 m3 - URUGAN PASIR URUG
Pasir urug m3 1,200 75.000,00 90.000,00
Pekerja org 0,150 22.000,00 3.300,00
Mandor org 0,010 32.000,00 320,00
Total 90.000,00 3.620,00 93.620,0
0
Dibulatkan 93.600,0
0
1 m3 - PASANGAN BATU KAL1 1 : 5
Batu kali m3 1,200 97,000,00 116.400,0
0
PC sak 2,160 33,500.00 72.360,00
Pasir pasang m3 0,430 110.000,00 47.300,00
Pekerja org 2,250 22.000,00 49.500,00
Tukang batu org 1,125 27.500,00 30.937,50
Kepala tukang batu org 0,112 29.000,00 3.248,00
Mandor org 0,168 32.000,00 5.376,00
Total 236.060,0
0
89.061,50 325.121,5
0
Dibulatkan 325.100,0
0
Teknik 24 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
1 m3 - COR BETON SITE MIX 1 : 2 : 3
PC sak 6,800 33.500,00 227.800,00
Split pecah mesin 2/3 m^ 0,830 115.000,00 95.450,00
Pasir beton rr,3 0,540 1 1 7.000 ,00 63.180,00
Peralatan Ls 1,000 500,00 500,00
Pekerja org 3,000 22.000,00 66.000,00
Tukang batu org 0,500 27.500,00 13.750,00
Kepala tukang batu org 0,050 29.000,00 1.450,00
Mandor org 0,010 32.000,00 320,00
Total 386.930,00 81.520,00 468.450,0
0
Dibulatkan 468.
500 00
1 kg - BESI BETON TERPASANG U. 24
Besi beton U-24 rata-rata kg 1,050 6.000,00 6.300,00
Kawat beton kg 0,010 8.500,00 85,00
Peralatan, specer Ls 1,000 500,00 500 ,00
Tukang besi beton org 0,040 29.000,00 1.160,00
Kepala besi beton org 0,010 30.000 ,00 300,00
Mandor org 0,005 32.000,00 160,00
Total 6.885,00 1.620,00 8. 505,00
Dibulatkan 8. 500,00
1 m2 - BEKISTING DENGAN PAPAN
Papan terentang (dihitung dua kali
pakai) 75% m3 0,024 1.140.000,00 27,360,00
Kaso 5/7 Borneo (dihitung dua kali
pakai) 50% m3 0,017 1.800,000,00 30.600,00
Daku 5 cm s/d 7 cm kg 0,400 8.000,00 3.200,00
aekerja org 0,120 22.000,00 2.640,00
Tukang kayu org 0,150 28.500 ,00 4.275,00
Kepala tukang kayu org 0,150 30.000,00 4.500,00
Mandor org 0,050 32.000,00 1.600,00
Tukang kayu (bongkarcetakan) org 0,120 28.500,00 3.420,00
Total 61.160,00 16.435,00 77.595,00
Dibulatkan 77.600,00
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 25
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
1 m2 - PASANGAN STOOT WERK
Kayu stoof (dihitung dua kali
pakai) 50% bt 9,000 10.000,00 90.000,00
Papan terentang (dihitung
dua kali pakai) 75% m3 0,016 1.140,000,00 18.240,00
Paku kg 0,500 8.000,00 4.000.,00
Pekerja org 0,150 22.000,00 3.300,00
Tukang kayu org 0,200 28.500,00 5.700,00
Kepala tukang kayu org 0,200 30.000,00 6.000,00
Mandor org 0,017 32.000,00 544,00
Total 112.240,00 15.544,00 127.784,0
0
Dibulatkan 127.800,00
1 m3 - LANTAI KERJA (RABAT) 1 PC : 3 PASIR : 5 KERIKIL
PC sak 3,956 33.500,00 132.526,00
Pasir beton m3 0,550 117.000,00 64.350,00
Split pecah mesin 2/3 m3 0,930 115.000,00 106.950,00
Peralatan Ls 1,000 500,00 500,00
Pekerj'a org 1,500 22.000,00 33.000,00
Tukang batu org 0,375 27.500,00 10.312,50
Kepala tukang batu org 0,037 29.000,00 1.073,00
Mandor org 0,007 32.000,00 224,00
Total 304.326,0
0
44.609,50 348.935,5
0
Dibulatkan 348.900,0
0
1 m2 - PASANGAN BATA MERAH 1 : 3
Bata merah bh 70,000 350,00 24.500,00
PC sak 0,525 33.500,00 17.587,50
Pasir Pasang m3 0,054 110.000,00 5.940,00
Pekerja org 0,321 22.000,00 7.062,00
Tukang batu org 0,160 27.500,00 4.400,00
Kepala tukang batu org 0,015 29.000,00 435,00
Mandor org 0,008 32.000,00 256,00
Total 48.027,50 12.153,00 60.180,50
Dibulatkan 60.200,00
Teknik 26 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
1 m2 - PASANGAN BATA MERAH 1 :
5
Bata merah bh 70,000 350,00 24.500,00
PC sak 0,259 33.500,00 8.683,20
Pasir pasang rr,3 0,058 11. ,000,00 6.380,00
Pekerja org 0,321 22.000,00 7.062,00
Tukang batu org 0,160 27.500,00 4.400,00
Kepala tukang batu org 0,015 29.000,00 435,00
Mandor org 0,008 32.000,00 256,00
Total 39.563,20 12.153,00 51.716,20
Dibulatkan 51.700,00
1 m2 - PLESTERAN DINDING 1 :
3 danACI
PC sak 0,160 33.500,00 5.360,00
Pasir pasang m^ 0,019 110.000,00 2.090,00
Pekerja org 0,286 22.000,00 6.292,00
Tukang batu org 0,214 27.500,00 5.885,00
Kepala tukang batu org 0,021 29.000,00 609,00
Mandor org 0,021 32.000,00 672,00
Total 7.450,00 13.458,00 20.908,00
Dibulatkan 20.900,00
1 m2 - PLESTERAN DINDING 1 :
5 dan ACI
PC sak 0,108 33.500,00 3.618,00
Pasir pasang rr,3 0,019 110.000,00 2.090,00
Pekerja org 0,286 22.000,00 6.292,00
Tukang batu org 0,214 27.500,00 5.885,00
Keperluan tukang batu org 0,021 29.000,00 609,00
Vlandor org 0,021 3.,000,00 672,00
Total 5.708,00 1 3.458,00 19.166,00
Dibulatkan 19.200,00
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 27
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
1 m2 - LANTAI KERAMIK 30/30
Keramik 30 cm x 30 cm KW 1 m2 1,010 22.500,00 22.725,00
PC sak 0,160 33.500,00 5.360,00
Pasir pasang m3 0,030 110.000,00 3.300,00
Semen warna kg 0,013 6.000,00 78,00
Pekerja org 0,187 22.000,00 4.114,00
Tukang batu org 0,300 27.500,00 8.250,00
Kepala tukang batu org 0,037 29.000,00 1.073,00
Mandor org 0,018 32.000,00 576,00
Total 31.463,00 14.013,00 45.476,00
Dibulatkan 45.500,00
1 m2 - LANTAI KERAMIK 20/20
Keramik 20 cm x 20 cm KW 1 m2 1,010 30.000,00 30.300,00
PC sak 0,160 33.500,00 5.360,00
Pasir pasang rr,3 0,030 110.000,00 3.300,00
Semen warna kg 0,013 6.000,00 78,00
Pekerja org 0,187 22.000,00 4.114,00
Tukang batu org 0,300 27.500,00 8.250,00
Kepala tukang batu org 0,037 29.000,00 1 .073,00
Mandor org 0,018 32.000,00 576,00
Total 39.038,00 14.013,00 53.051,00
Dibulatkan 53.100,00
1 m2 - DINDING KERAMIK 20/20
Keramik 20 cm x 20 cm KW 1 m2 1,010 30.000,00 30.300,00
PC sak 0,160 33.500,00 5.360,00
Pasir pasang m3 0,030 110.000,00 3.300,00
Semen warna kg 0,013 6.000,00 78,00
Pekerja org 0,187 22.000,00 4.114,00
Tukang batu org 0,375 27.500,00 10.312,50
Kepala tukang batu org 0,075 29.000,00 2.175,00
Vlandor org 0,018 32.000,00 576,00
Total 39.038,00 17.177,50 56.215,50
Dibulatkan 56.200,00
Teknik 28 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
1 m3 - KUDA-KUDA KAYU BORNEO SUPER
Kayu balok borneo super rr,3 1.100 1,800.000,00 1.980.000,00
Paku 8 s/d 1 2 cm kg 5,800 8.000,00 46.400,00
Pekerja org 3,000 22.000,00 66.000,00
Tukang kayu org 5,000 28.500,00 142.500,00
Kepala tukang kayu org 2,000 30.000,00 60.000,00
Mandor org 0,400 32.000,00 12.800,00
Total 2.026.400,00 281.300,00 2.307.700,00
Dibulatkan 2.307.700,00
1 m2 - RANGKA ATAP KASO 5/7 DAN RENG 3/4 KAYU BORNEO SUPER
Kayu balok borneo super m3 0,017 1.800.000,00 30.600,00
Kayur reng 3/4 borneo super m1 4,000 2.200,00 8.800,00
Paku 5 s/d 7 cm kg 0,250 8.000,00 2.000,00
Pekerja org 0,150 22.000,00 3.300,00
Tukang kayu org 0,150 28.500,00 4.275,00
Kepala tukang kayu org 0,010 30.000,00 300,00
Mandor org 0,005 32.000,00 160,00
Total 41.400,00 8.035,00 49.435,00
Dibulatkan 49.400,00
1 m' - LISPLANKKKtU KAMPER MEDAN 3/30
Kayu papan kamper medan rr,3 0,007 2.320.000,00 16.240,00
Paku 5 s/d 7 cm kg 0,100 8.000,00 800,00
Pekerja org 0,070 22.000,00 1.540,00
Tukang kayu org 0,200 28.500,00 5.700,00
Kepala Tukang Kayu org 0,020 30.000,00 600,00
Mandor org 0,004 32.000,00 128,00
Total 17.040,00 7.968,00 25.008,00
Dibulatkan 25.000,00
1 m1 - PASANGAN TALANG JURAI
Seng BJLS 30 lembar 60 cm m1 1,100 19.000,00 20.900,00
Paku 1 s/d 3 cm kg 0,015 11.000,00 165,00
Kayu papan borneo super m3 0,010 1.920.000,00 19.200,00
Flincote m2 0,250 12.000,00 3.000,00
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 29
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
Pekerja org 0,150 22.000,00 3.300,00
Tukang kayu org 0,400 28.500,00 11.400,00
Kepala tukang kayu org 0,025 30.000,00 750,00
Total 43.265,00 15.450,00 58.715,00
Dibulatkan 58.700,00
1 m' - PASANGAN TALANG DATAR
Baja lapis seng (BJLS) 30 lembar
60 cm
m1 1,100 19.000,00 20.900,00
Paku 1 s/d 3 cm kg 0,015 11.000,00 165,00
Kayu papan borneo super rr,3 0,010 1.920.000,00 19.200,00
Flincote m^ 0,250 12.000,00 3.000,00
Pekerja org 0,150 22.000,00 3.300,00
Tukang kayu org 0,400 28.500,00 11.400,00
Kepala tukang kayu org 0,025 30.000,00 750,00
Total 43.265,00 15.450,00 58.715,00
Dibulatkan 58.700,00
1 m2 - PEKERJAAN ATAP GENTENG BETON
Genteng beton natural bh 11,000 2.000,00 ^2.000,0
0
Pekerja org 0,120 22.000,00 2.640,00
Tukang kayu org 0,060 28.500,00 1.710,00
Kepala tukang kayu org 0,006 30.000,00 180,00
Mandor org 0,006 32.000,00 192,00
Total 22.000,00 4.722,00 26.722,00
Dibulatkan 26.700,00
1 m1 - PEKERJAAN BUBUNGAN (NOK GENTENG BETON)
Genteng bubungan beton bh 4,000 4.000,00 16.000,00
PC sak 0,130 33.500,00 4.355,00
Pasir pasang m3 0,210 110.000,00 23.100,00
Peralatan Ls 1,000 500,00 500,00
Pekerja org 0,150 22.000,00 3.300,00
Tukang batu org 0,200 27.500,00 5.500,00
Kepala tukang batu org 0,010 29.000,00 290,00
Total 43.955,00 9.090,00 53.045,00
Dibulatkan 53.000,00
Teknik 30 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
1 m3 - KUDA-KUDA KAYU BORNEO SUPER EXPOSE
Kayu balok borneo super m3 1,200 1 .800.000,00 2.160.000,
00
Paku8s/d12cm kg 5,800 8.000,00 46.400,00
Pekerja org 3,000 22.000,00 66.000,00
Tukang kayu org 9,000 28.500,00 256.500,0
0
Kepala tukang kayu org 3,000 30.000,00 90.000,00
Mandor org 0,500 32.000,00 16.000,00
Total 2206.400,
00
428.500,0
0
2.634.900,
00
Dibulatkan 2.634.900,
00
1 m2 - PASANGAN ATAP ASBES GELOMBANG 4 mm
Asbes Gelombang 4 mm Ibr 0,650 30.000,00 19.500,00
Paku sekrup asbes bh 2,000 400,00 800,00
Pekerja org 0,150 22.000,00 3.300,00
Tukang kayu org 0,075 28.500,00 2.137,50
Kepala tukang kayu org 0,008 30.000,00 240,00
Mandor org 0,008 32.000,00
Total 20.300,00 5.677,50 25.977,50
Dibulatkan 26.000,00
1 m2 - PASANGAN RANGKA PLAFON KAYU BORNEO SUPER
Kaso 4/6 borneo super m3 0,012 1 .800.000,00 21.600,00
Kaso 5/10 borneo super m3 0,007 1.800.000,00 12.600,00
Paku 5 s/d 7 cm kg 0,220 8.000,00 1.760,00
Pekerja org 0.187 22.000,00 4.114,00
Tukang kayu org 0,225 28.500,00 6.412,50
Kepala tukang kayu org 0,037 30.000,00 1.110,00
Mandor org 0,010 32.000,00 320,00
Total 35.960,00 11.956,50 47.916,50
Dibulatkan 47.900,00
1 m2 - PASANGAN PLAFON TRIPLEK 4 mm
Bahan plafon triplek4 mm Ibr 0,350 41.000,00 14.350,00
Paku 1 s/d 3 cm kg 0,020 11.000,00 220,00
Alat bantu Ls 0,750 500,00 375,00
Pekerja org 0,047 22.000,00 1.034,00
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 31
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
Tukang kayu org 0,113 28.500,00 3.220,50
Kepala tukang kayu org 0,010 30.000,00 300,00
Mandor org 0,003 32.000,00 96,00
Total 14.945,00 4.650,50 19.595,50
Dibulatkan 19.600,00
1 m3 - KUSEN KAYU KAMPER SINGKIL
Kayu balok kamper singkil m3 1,100 3.000.000,00 3.300.000,
00
Lem putih kg 1,000 37.000,00 37.000,00
Paku8s/d12cm kg 2,500 8.000,00 20.000,00
Pekerja org 4,000 22.000,00 88.000,00
Tukang kayu org 15,500 28.500,00 441.750,0
0
Kepala tukang kayu org 2,700 30.000,00 81.000,00
Mandor org 0,500 32.000,00 16.000,00
Total 3.357.000.
000
626.750,0
0
3.983.750,0
0
Dibulatkan 3.983.800,0
0
1 m2 - DAUN PINTU PANEL MULTIPLEK RANGKA KAYU KAMPER
Papan kayu kamper rr,3 0,018 2.320.000,00 41.760,00
Multiplek12mm m2 0,657 91.000,00 59.787,00
Lem putih kg 0,050 37.000,00 1.850,00
Lis kayu profil m1 4,000 7.250,00 29.000,00
Pekerja org 0,600 22.000,00 13.200,00
Tukang kayu org 2.600 28.500,00 74.100,00
Kepala tukang kayu org 0,260 30.000,00 7.800,00
Mandor org 0,026 32.000,00 832,00
Total 132.397,00 95.932,00 228.329,
00
Dibulatkan 228.300,
00
1 m2 - DAUN PINTU PANEL MULTIPLEK DAN KACA RANGKA KAYU KAMPER
Papan kayu kamper rr,3 0,020 2.320.000,00 46.400,00
Multiplekl2 mm m2 0,657 91.000,00 59.787,00
Kaca polos 5 mm m? 1,100 64.000,00 70.400,00
Lem putih kg 0,030 37.000,00 1.110,00
Lis kayu profil m1 4,000 7.250,00 29.000,00
Pekerja org 0,400 22.000,00 8.800,00
Teknik 32 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
Tukang kayu org 1,400 28.500,00 39.900,00
Kepala tukang kayu org 0,140 30.000,00 4.200,00
Mandor org 0,014 32.000,00 448,00
Total 206.697,00 53.348,00 260.045,0
0
Dibulatkan 260.000,0
0
1 m2 - DAUN JENDELA KAYU KAMPER
Papan kayu Kamper m3 0,017 2.320.000,00 39.440,00
Lem putih kg 0,030 37.000,00 1.110,00
Lis kayu profil m' 4,000 7.250,00 29.000,00
Pekerja org 0,300 22.000,00 6.600,00
Tukang kayu org 1,200 28.500,00 34.200,00
Kepala tukang kayu org 0,120 30.000,00 3.600,00
Mandor org 0,020 32.000,00 640,00
Total 69.550,00 45.040,00 114.590,0
0
Dibulatkan 114.600,0
0
1 BH - PASANG KUNCI TANAM
Kunci 2 slaag bh 1,000 82.000,00 82.000,00
Tukang kayu org 0,500 28.500,00 14.250,00
Total 82.000,00 14.250,00 96.250,00
Dibulatkan 96.300,00
1 BH - PASANG KUNCI TANAM KAMAR MANDI
Kunci KM (WC) alpha bulat bh 1,000 57.000,00 57.000,00
Tukang kayu org 0,500 28.500,00 14.250,00
Total 57.000,00 14.250,00 71.250,00
Dibulatkan 71.300,00
1 BH - PASANG ENGSEL PINTU
Engsel pintu standar4 inci bh 1,000 7.500,00 7.500,00
Tukang kayu org 0,150 28.500,00 4.275,00
Total 7.500,00 4.275,00 11.775,00
Dibulatkan 11.800,00
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 33
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
1 BH - PASANG ENGSEL JENDELA
Engsel jendela standar 3 inci bh 1,000 5.000,00 5.000,00
Tukang Kayu org 0,100 28.500,00 2.850,00
Total 5.000,00 2.850,00 7.850,0
0
Dibulatkan 7.900,0
0
1BH- PASANG KAITANGIN
Hak Kait Angin Jendela bh 1,000 8.000,00 8.000,00
Tukang Kayu org 0,200 28.500,00 5.700,00
Total 8.000,00 5.700,00 13.700,0
0
Dibulatkan 13.700,0
0
1 m2 - PASANGAN KACA POLOS 3 mm
Kaca polos 3 mm m2 1,100 43.000,00 47.300,00
Pekerja org 0,150 22.000,00 3.300,00
Tukang kayu org 0,150 28.500,00 4.275,00
Total 47.300,00 7.575,00 54.875,0
0
Dibulatkan 54.900,0
0
1 m2 - PASANGAN KACA POLOS 5 mm
Kaca Polos 5 mm m2 1,100 64.000,00 70.400,00
Pekerja org 0,150 22.000,00 3.300,00
Tukang Kayu org 0,150 28.500,00 4.275,00
Total 70.400,00 7.575,00 77.975,0
0
Dibulatkan 78.000,0
0
1 BH - PASANGAN BAK MANDI
Bak KM fiber glass bh 1,000 75.000,00 75.000,00
Keramik 20/20 m2 1,010 30.000,00 30.300,00
Pekerja org 2,100 22.000,00 46,200,00
Tukang batu org 0,750 27.500,00 20.625,00
Kepala tukang batu org 0,070 29.000,00 2.030,00
Mandor org 0,100 32.000,00 3.200,00
Total 105.300,0
0
72.055,00 177.355,0
0
Dibulatkan 177.400,0
0
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
Teknik 34 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL Rp
1 BH - PASANGAN KLOSET JONGKOK
Klosetjongkok bh 1,000 70.000,00 70.000,00
Pekerja org 1,000 22.000,00 22,000,00
Tukang batu org 1,500 27.500,00 41.250,00
Kepala tukang batu org 0,150 29.000,00 4.350,00
Mandor org 0,160 32.000,00 5.120,00
Total 70.000,00 72.720,00 142.720,00
Dibulatkan 142.700,00
1 UNIT SEPTIC TANK 2 m x 1,5 m x 1,5 m dan REMBESANNYA
Galiantanah rr.3 4,500 10.300,00 46.350,00
Pasir urug m3 0,214 75.000,00 16.050,00
Lantai kerja m2 2,250 24.000,00 54.000,00
Pasangan bata 1 pc : 2 pasir
dan plesteran m2 15,000 73.000,00 1.095.000
,00
Plat beton penutup dan balok m3 0,300 1.900.000,00 570.000,0
0
Pipa PVC 4 inci AW dan sambungan m1 5,400 32.000,00 172.800,0
0
Galian tanah untuk rembesan m3 3,375 10.300,00 34.762,50
Pasangan injuk m^ 5,400 5.300,00 28.620,00
Urugan kerikil 3,5 cm m3 1,050 120.000,00 126.000,0
0
Pipa PVC 4 inci berlobang AW m1 9,000 130.000,00 1.170.000
00
Urugan kembali m3 1,125 5.100,00 5.737,50
Tambahan upah Ls 0,600 300.000,00 180.000,0
0
Total 3.499.320
00
3.499.320,0
0
Dibulatkan 3.499.300,0
0
1 m2 - PENGECATAN DINDING
Cat tembok kg 0,175 10.000,00 1.750,00
Plamirtembok kg 0,160 8.000,00 1.280,00
Rol cat bh 0,010 21.000,00 210,00
Steger werk Ls 0,500 1.000,00 500,00
Amplas Ibr 0,500 2.000,00 1.000,00
Pekerja org 0,104 22.000,00 2.288,00
Tukang cat org 0,182 30.500,00 5.551,00
Lanjutan Daftar Analisis Satuan Pekerjaan
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 35
MAC AM PEKERJAAN
(MACAM BAHAN) SATUAN KOEFISIEN
PENGALI
HARGA BAHAN
(HARGAUPAH)
Rp
JUMLAH
HARGA
BAHAN
Rp
JUMLAH
HARGA
UPAH
Rp
TOTAL
Rp
Kepala tukang cat org 0,019 31.000,00 589,00
Mandor org 0,007 32.000,00 208,00
Total 4.740,00 8.636,00 13.376,00
Dibulatkan 13.400,00
1 m2 - PENGECATAN PLAFON
Cat tembok kg 0,200 10.000,00 2.000,00
Plamirtembok kg 0,160 8.000,00 1.280,00
Rol cat bh 0,010 21.000,00 210,00
Steger werk Ls 1,000 1.000,00 1.000,00
Amplas kayu Ibr 0,500 2.000,00 1.000,00
Pekerja org 0,130 22.000,00 2.860,00
Tukang cat org 0,195 30.500,00 5.947,50
Kepala tukang cat org 0,019 31.000,00 589,00
Mandor org 0,007 32.000,00 208,00
Total 5.490,00 9.604,50 15.094,50
Dibulatkan 15.100,00
1m2 -PENGECATAN KAYU
Meni kayu kg 0,167 11.000,00 1.837,00
Dempul kayu kg 0,083 11.000,00 913,00
Cat kayu kg 0,200 24.000,00 4.800,00
Amplas kayu Ibr 0,400 2.000,00 800,00
Minyak cat tinner Itr 0,150 6.500,00 975,00
Kuwas 3" bh 0,050 7.500,00 375,00
Pekerja org 0,200 22.000,00 4.400,00
Tukang cat org 0,300 30.500,00 9.150,00
Kepala tukang cat org 0,030 31.000,00 930,00
Mandor org 0,010 32.000,00 320,00
Total 9.700,00 14.800,00 24.500,00
Dibulatkan 24.500,00
Keterangan: Koefesien pengali berasal dari BOW Analisa Anggaran Biaya Konstruksi
Rumah, Standar Nasional Indonesia (SNI) 2002, Departemen Pekerjaan
Umum. Koefesien pengali bisa didapatkan pada Jumal Harga Bangunan
dan Interior pada toko buku.
Teknik 36 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
4. Membuat Daftar Analisis Harga Satuan Pekerjaan
Setelah semua daftar analisis satuan pekerjaan dibuat, yang harus dilakukan
adalah memasukkan hasil penjumlahan dari masing-masing analisis pekerjaan ke
dalam daftar harga satuan pekerjaan seperti tabel berikut ini.
Daftar Analisis Harga Satuan Pekerjaan
NO URAIAN PEKERJAAN SATUAN
HARGA
SATUAN
Rp
1 Pekerjaan persiapan lahan (lokasi pekerjaan) m2 900,00
2 Pekerjaan pengukuran dan pasangan bouw plank m1 20.900,00
3 Pekerjaan galian tanah untuk pondasi m3 10.300,00
4 Urugan tanah kembali sisi pondasi m3 5.100,00
5 Urugan tanah untuk peninggian lantai m3 5.100,00
6 Pekerjaan urugan pasir di bawah pondasi rr,3 93.600,00
7 Pekerjaan urugan pasir di bawah lantai m3 93.600,00
8 Pasangan pondasi batu kali 1 : 5 m3 325.100,00
9 Pekerjaan sloof beton 1 5/20, 1 :2:3 m3 2.737.736,00
10 Pekerjaan kolom beton 1 3/1 3, 1 : 2 : 3 m3 4.062.772,00
11 Pekerjaan kolom beton 1 3/20 teras depan, 1 : 2 : 3 rr,3 3.407.480,00
12 Pekerjaan kolom beton 20/30 teras depan, 1:2:3 m3 2.486.920,00
13 Pekerjaan beton ring balk 1 3/20, 1 :2:3 m3 3.066.040,00
14 Pekerjaan beton meja dapur 8/70, 1 :2:3 m3 1.882.000,00
15 Pekerjaan beton lis plank 1 0/40 depan garasi, 1:2:3 m3 3.650.750,00
16 Pekerjaan beton topi teras depan 1 0/50, 1 : 2: 3 m3 2.894.150,00
17 Pekerjaan beton lantai kerja di bawah lantai keramik 1:3:5, tebal 5 cm m3 348.900,00
18 Pasangan dinding bata merah 1 : 3 m2 60.200,00
19 Pasangan dinding bata merah 1 : 5 m2 51.700,00
20 Pasangan rolaag bata merah teras dan tangga 1 : 3 m2 60.200,00
21 Dinding bata merah 1 : 5 dilubang-lubang 20 cm x 20 cm m2 75.000,00
22 Plesteran dan aci 1 : 3 m2 20.900,00
23 Plesteran dan aci 1 : 5 m2 19.200,00
24 Kamprotan dinding bagian depan dan belakang 1 : 3 m2 20.900,00
25 Ban plesteran 5 cm x 7 cm diaci m1 25.000,00
26 Pasangan lantai keramik 30 cm x 30 cm m2 45.500,00
27 Pasangan lantai keramik 20 cm x 20 cm untuk KM (WC) m2 53.100,00
28 Pasangan dinding keramik 20 cm x 20 cm untuk KM (WC) m2 56.200,00
29 Pasangan dinding keramik 20 cm x 20 cm untuk meja dapur m2 56.200,00
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 37
Lanjutan Daftar Analisis Harga Satuan Pekerjaan
NO URAIAN PEKERJAAN SATUAN
HARGA
SATUAN
Rp
30 Pasangan plin keramik 10 cm x30cm m1 10.000,00
31 Pasangan kuda kuda kayu borneo super 8/12 m3 2.307.700,00
32 Pasangan gording dan jurai kayu 8/1 2 m3 2.307.700,00
33 Pasangan rangka atap kaso 5/7 dan Reng 3/4 kayu borneo super m2 49.400,00
34 Pasangan jurai luar kayu 8/12 m3 2.307.700,00
35 Pasangan jurai dalam kayu 8/12 m3 2.307.700,00
36 Pasangan lisplankkayu kamper medan 3/30 m1 25.000,00
37 Pasangan talang jurai baja lapis seng (BJLS) 30 dan papan m1 58.700,00
38 Pasangan atap genteng beton m2 26.700,00
39 Pasangan nok genteng beton m1 53.000,00
40 Pasangan kuda kuda kayu borneo super 8/12 diserut (expose) m3 2.634.900,00
41 Pasangan gording kayu borneo super 5/10 diserut (expose) m3 2.634.900,00
42 Pasangan talang datar baja lapis seng (BJLS) 30 dan papan m1 58.700,00
43 Pasangan atap asbes gelombang kecil tebal 4 mm m2 26.000,00
44 Pasangan flashingbaja lapis seng (BJLS) 30 m1 15.000,00
45 Pasangan rangka plafon kayu borneo super 4/6 m2 47.900,00
46 Pasangan plafon tripiek (plywood) 4 mm, ukuran 60 cm x 1 20 cm m2 19.600,00
47 Pasangan lis plafon kayu profil 5 cm bagian dalam ruangan m1 7.250,00
48 Pasangan lis plafon kayu 1 cm x 4 cm bagian luar ruangan (overstep) m1 2.500,00
49 Pasangan kusen kayu kamper singkil 6/1 5 m3 3.983.800,00
50 Pasangan kusen sopi-sopi teras diameter 40 cm kayu kamper bh 100.000,00
51 Pasangan daun pintu panel multiplek rangka kayu kamper m2 228.300,00
52 Pasangan daun pintu panel multiplek dan kaca rangka kayu kamper m2 260.000,00
53 Pasangan daun pintu panel rangka kayu kamper untuk garasi m2 228.300,00
54 Pasangan daun pintu dan kusen PVC (pabrikasi) bh 350.000,00
55 Pasangan daun jendela kayu kamper m2 114.600,00
56 Pasangan boven ligh di atas kusen pintu dan jendela (25 cm x 25 cm) bh 37.500,00
57 Pasangan kunci pintu 2 slaag (putaran) bh 96.300,00
58 Pasangan kunci pintu KM (WC) tipe alpha bulat bh 71.300,00
59 Pasangan engsel pintu standart 4 inci bh 11.800,00
60 Pasangan engsel jendela standart 3 inci bh 7.900,00
61 Pasangan grendel pintu dobel dan pintu garasi bh 25.000,00
62 Pasangan grendel jendela bh 16.000,00
63 Pasangan hak angin jendela bh 13.700,00
64 Pasangan tarikan jendela bh 10.000,00
65 Pasangan kaca polos 3 mm m2 54.900,00
66 Pasangan kaca polos 5 mm m2 78.000,00
67 Pasangan bakmandi fiberglass lapis keramik 20/20 bh 177.400,00
68 Pasangan kloset jongkok bh 142.700,00
69 Pasangan kran air KM (WC) dan tempat cuci bh 50.000,00
70 Pasangan kran airtaman bh 50.000,00
Teknik 38 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Analisis Harga Satuan Pekerjaan
NO URAIAN PEKERJAAN SATUAN
HARGA
SATUAN
Rp
71 Pasangan kran air meja dapur tipe bebek bh 30.000,00
72 Pasangan floor drain KM(WC) bh 25.000,00
73 Pasangan kitchen sink meja dapur 1 20 cm bh 225.000,00
74 Pasangan pipa PVC diameter 1/2 inci m1 2.300,00
75 Pasangan keni diameter 1/2 inci bh 2.500,00
76 Pasangan tee diameter 1/2 inci bh 3.500,00
77 Pasangan pipa PVC diameter 3/4 inci m1 2.800,00
78 Pasangan keni diameter 3/4 inci bh 3.500,00
79 Pasangan fee diameter 3/4 inci bh 4.500,00
80 Pasangan asesoris lain Ls 200.000,00
81 Pasangan pipa PVC diameter 2 inci m1 10.000,00
82 Pasangan /ten/diameter 2 inci bh 8.000,00
83 Pasangan fee rec/ucerdiameter 2 inci ke 4 inci bh 45.000,00
84 Pasangan pipa PVC diameter 4 inci m1 32.000,00
85 Pasangan /ten/diameter 4 inci bh 15.000,00
86 Pasangan pipa PVC diameter 3 inci (talang tegak garasi) m1 20.000,00
87 Pasangan fee rec/ucerdiameter 3 inci ke 4 inci bh 55.000,00
88 Pasangan asesoris lain Ls 200.000,00
89 Pekerjaan septic tankdan rembesan unit 3.499.300,00
90 Pasangan penyambung air bersih ke PAM Ls 225.000,00
91 Pasangan instalasi titik nyala lampu kabel NYM 3 x 2,5 mm2 ttk 105.000,00
92 Pasangan instalasi titik nyala daya stop kontak lampu kabel NYM 5 mm2 ttk 105.000,00
93 Pasangan lampu pijar40 watt bh 55.000,00
94 Pasangan lampu taman 40 watt lengkap dengan tiang besi diameter 2 inci bh 175.000,00
95 Pasangan panel listrik bh 175.000,00
96 Pasangan penyambung daya ke PLN Ls 250.000,00
97 Pekerjaan pengecatan dinding dengan cat tembok m2 13.400,00
98 Pekerjaan pengecatan plafon dan lis dengan cat tembok m2 15.100,00
99 Pekerjaan pengecatan lis plank dengan cat minyak m2 24.500,00
100 Pekerjaan pengecatan kusen dengan cat minyak m2 24.500,00
101 Pekerjaan pengecatan daun pintu dengan cat minyak m2 24.500,00
102 Pekerjaan pengecatan daun jendela dengan cat minyak m2 24.500,00
103 Pekerjaan pembersihan lahan setelah selesai pekerjaan Ls 150.000,00
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 39
5. Membuat Daftar Analisis Rencana Anggaran Biaya dan
Rekapitulasinya
a. Membuat Daftar Analisis Rencana Anggaran Biaya
Setelah semua daftar analisis harga satuan pekerjaan diisi dan
dijumlahkan, selanjutnya harga satuan pekerjaan dikalikan dengan setiap
volume pekerjaan sehingga didapatkan jumlah harga biaya bangunan, seperti
tabel berikut.
Daftar Analisis Rencana Anggaran Biaya
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN HARGA
SATUAN Rp
JUMLAH HARGA
Rp
1 PEKERJAAN PERSIAPAN, GALIAN, DAN URUGAN
1 Pekerjaan persiapan lahan (lokasi pekerjaan) 200,00 m2 900.00 180.000,00
2 Pekerjaan pengukuran dan pasangan bouw
plank
54,00 m' 20.900,00 1.128.600,00
3 Pekerjaan galian tanah untuk pondasi 58,60 m3 10.300,00 603.580,00
4 Urugan tanah kembali sisi pondasi 25,10 m3 5.100,00 128.010,00
5 Urugan tanah untuk peninggian lantai 6,30 m3 5.100,00 32.130,00
6 Pekerjaan urugan pasir di bawah pondasi 4,20 m3 93.600,00 393.120,00
7 Pekerjaan urugan pasir di bawah lantai 5,95 m3 93.600,00 556.920,00
JUMLAH 1 3.022.360,00
II PEKERJAAN PONDASI DAN BETON
1 Pasangan pondasi batu kali 1 : 5 29,34 m3 325.100,00 9.538.434,00
2 Pekerjaan sloof beton sloof 15/20, 1 : 2 : 3 2,95 m^ 2.737.736,00 8.076.321,20
3 Pekerjaan kolom beton 1 3/1 3, 1 : 2 : 3 2,21 m3 4.062.772,00 8.978.726,12
4 Pekerjaan kolom beton 1 3/20 teras depan,
1 : 2 :3
0,18 m3 3.407.480,00 613.346,40
5 Pekerjaan kolom beton 20/30 teras depan,
1 : 2 : 3
0,41 m3 2.486.920,00 1.019.637,20
6 Pekerjaan beton ring balk 1 3/20, 1 : 2 : 3 3,29 m3 3.066.040,00 10.087.271,60
7 Pekerjaan beton meja dapur 8/70, 1 : 2 : 3 0,17 m3 1 .882.000,00 319.940,00
8 Pekerjaan beton Us plank 1 0/40 depan garasi,
1:2:3
0,12 m3 3.650.750,00 438.090,00
9 Pekerjaan beton topi teras depan 10/50,
1 : 2 : 3
0,15 m^ 2.894.150,00 434.122,50
10 Pekerjaan beton lantai kerja di bawah lantai
keramik 1 :3:5, tebal 5 cm 5,95 m3 348.900,00 2.075.955,00
JUMLAH II 41.581.844,02
III PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
1 Pasangan dinding bata merah 1 : 3 37,72 m2 60.200,00 2.270.744,00
2 Pasangan dinding bata merah 1 : 5 269,57 m2 51.700,00 13.936.769,00
3 Pasangan rolaag bata merah teras dan tangga
1 : 3
1,62 m2 60.200,00 97.524,00
4 Dinding bata merah 1 : 5 dilubang-lubang 20
cm x 20 cm
2,50 m2 75.000,00 1 87.500,00
5 Plesteran dan aci 1 : 3 58,48 m2 20.900,00 1.222.232,00
6 Plesteran dan aci 1 : 5 539,14 m2 19.200,00 10.351.488,00
7 Kamprotan dinding bagian depan dan belakang
1 : 3
10,25 m2 20.900,00 214.225,00
Teknik 40 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Analisis Rencana Anggaran Biaya
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN HARGA
SATUAN Rp
JUMLAH HARGA
Rp
8 Ban plesteran 5 cm x 7 cm diaci 12,50 m' 25.000,00 312.500,00
JUMLAH III 28.592.982,00
IV PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING
1 Pasangan lantai keramik 30 cm x 30 cm 113,00 m2 45.500,00 5.141.500,00
2 Pasangan lantai keramik 20 cm x 20 cm untuk
KM (WC)
6,00 m2 53.100,00 318.600,00
3 Pasangan dinding keramik 20 cm x 20 cm
untuk KM (WC)
19,00 m2 56.200,00 1.067.800,00
4 Pasangan dinding keramik 20 cm x 20 cm
untuk meja dapur
4,00 m2 56.200,00 224.800,00
5 Pasangan plin keramik 10 cm x 30 cm 96,00 m1 10.000,00 960.000,00
JUMLAH IV 7.712.700,00
V PEKERJAAN ATAP
1 Pasangan kuda kuda kayu borneo super 8/1 2 1,40 m3 2.307.700,00 3.230.780,00
2 Pasangan gording dan jurai kayu 8/1 2 1,00 m3 2.307.700,00 2.307.700,00
3 Pasangan rangka atap kaso 5/7 dan reng 3/4
kayu borneo super 220,00 rr,2 49.400,00 10.868.000,00
4 Pasangan jurai luar kayu 8/12 0,10 m3 2.307.700,00 230.770,00
5 Pasangan jurai dalam kayu 8/1 2 0,17 m3 2.307.700,00 392.309,00
6 Pasangan fep/an/ckayu kamper medan 3/30 38,00 m1 25.000,00 950.000,00
1 Pasangan talang jurai baja lapis seng (BJLS) 30
dan papan
17,50 m1 58.700,00 1.027.250,00
8 Pasangan atap genteng beton 220,00 m2 26.700,00 5.874.000,00
9 Pasangan nok genteng beton 27,00 m' 53.000,00 1.431.000,00
PEKERJAAN ATAP GARASI
10 Pasangan kuda-kuda kayu borneo super 8/1 2
diserut (expose)
0,12 m3 2.634.900.00 316.188,00
11 Pasangan gording kayu borneo super 5/10
diserut (expose)
0,13 m3 2.634.900,00 342.537,00
12 Pasangan talang datar baja lapis seng (BJLS)
30 dan papan
6,50 m1 58.700,00 381.550,00
13 Pasangan atap asbes gelombang kecil tebal 4
mm
19,50 m2 26.000,00 507.000,00
14 Pasangan flashing baja lapis seng (BJLS) 30 3,00 m1 15.000,00 45.000,00
JUMLAHV 27.904.084,00
VI PEKERJAAN PLAFON
1 Pasangan rangka plafon kayu borneo super
4/6
131,00 m2 47.900,00 6.274.900,00
2 Pasangan plafon triplek (plywood)4 mm,
ukuran 60 cm x 1 20 cm
131,00 m2 19.600,00 2.567.600,00
3 Pasangan lis plafon kayu profil 5 cm bagian
dalam ruangan
137,00 m1 7.250,00 993.250,00
4 Pasangan lis plafon kayu 1 cm x 4 cm bagian
luar ruangan (oversteKi
86,00 m' 2.500,00 215.000,00
JUMLAHVI 10.050.750,00
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 41
Lanjutan Daftar Analisis Rencana Anggaran Biaya
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN HARGA
SATUAN Rp
JUMLAH HARGA
Rp
VII PEKERJAAN KUSEN, PINTU, DAN JENDELA
1 Pasangan kusen kayu kamper singkil 6/15 0,85 m3 3.983.800,00 3.386.230,00
2 Pasangan kusen sopi-sopi teras diameter 40 cm
kayu kamper
1,00 bh 100.000,00 100.000,00
3 Pasangan daun pintu panel multiplek rangka
kayu kamper
11,60 m2 228.300,00 2.648.280,00
4 Pasangan daun pintu panel multiplek dan
kaca rangka kayu kamper
2,90 m2 260.000,00 754.000,00
5 Pasangan daun pintu panel rangka kayu
kamper untukgarasi
5,66 m2 228.300,00 1.292.178,00
6 Pasangan daun pintu dan kusen PVC
(pabrikasi)
2,00 bh 350.000,00 700.000,00
7 Pasangan daun jendela kayu kamper 8,16 m2 114.600,00 935.136,00
8 Pasangan boven ligh di atas kusen pintu dan
jendela (25 cm x 25 cm)
33,00 bh 37.50000 1.237.500,00
JUMLAHVII 2.723.640,00
VIII PEKERJAAN PERLENGKAPAN PINTU DAN JENDELA
1 Pasangan kunci pintu 2 slaag (putaran) 9,00 bh 96.300,00 866.700,00
2 Pasangan kunci pintu KM (WQtipe alpha bulat 2,00 bh 71.300,00 142.600,00
3 Pasangan engsel pintu standar4 inci 45,00 bh 11.800,00 531.000,00
4 Pasangan engsel jendela standar 3 inci 22,00 bh 7.900,00 173.800,00
5 Pasangan grendel pintu dobel dan pintu
garasi
8,00 bh 25.000,00 200.000,00
6 Pasangan grendel jendela 11,00 bh 16.000,00 1 76.000,00
7 Pasangan hak angin jendela 11,00 bh 13.700,00 150.700,00
8 Pasangan tarikan jendela 11,00 bh 10.000,00 110.000,00
9 Pasangan kaca polos 3 mm 2,60 m2 54.900,00 142.740,00
10 Pasangan kaca polos 5 mm 2,95 m2 78.000,00 230.100,00
JUMLAHVIII 2.723.640,00
IX PEKERJAAN SANITAIR
1 Pasangan bak mandi fiberglass lapis keramik
20/20
2,00 bh 177.400,00 354.800,00
2 Pasangan kloset jongkok 2,00 bh 142.700,00 285.400,00
3 Pasangan kran air KM (WC) dan tempat cuci 3,00 bh 50.000,00 150.000,00
4 Pasangan kran airtaman 3,00 bh 50.000,00 150.000,00
5 Pasangan kran air meja dapurtipe bebek 1,00 bh 30.000,00 30.000,00
6 Pasangan floor drain KM (WC) 3,00 bh 25.000,00 75.000,00
7 Pasangan kitchen sink meja dapur 1 20 cm 1,00 bh 225.000,00 225.000,00
JUMLAH IX 1.270.200,00
X PEKERJAAN INSTALASI AIR
Instalasi air bersih
1 Pasangan pipa PVC diameter 1/2 inci 33,00 m1 2.300,00 75.900,00
2 Pasangan keni diameter 1/2 inci 10,00 bh 2.500,00 25.000,00
3 Pasangan fee diameter 1/2 inci 4,00 bh 3.500,00 14.000,00
4 Pasangan pipa PVC diameter 3/4 inci 11,50 m1 2.800,00 32.200,00
5 Pasangan keni diameter 3/4 inci 2,00 bh 3.500,00 7.000,00
6 Pasangan tee diameter 3/4 inci 1,00 bh 4.500,00 4.500,00
7 Pasangan asesoris lain 1,00 Is 200.000,00 200.000,00
Teknik 42 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Lanjutan Daftar Analisis Rencana Anggaran Biaya
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN HARGA
SATUAN Rp
JUMLAH HARGA
Rp
Instalasi air kotor
8 Pasangan pipa PVC diameter 2 inci 6,00 m1 10.000,00 60.000,00
9 Pasangan /cen/diameter 2 inci 4,00 bh 8.000,00 32.000,00
10 Pasangan tee rec/ucerdiameter 2 incike4 inci 1,00 bh 25.000,00 25.000,00
11 Pasangan pipa PVC diameter 4 inci 33,50 m1 32.000,00 1.072.000,00
12 Pasangan keni diameter 4 inci 2,00 bh 15.000,00 30.000,00
13 Pasangan pipa PVC diameter 3 inci (talang
tegak garasi)
12.00 m1 20.000,00 240.000,00
14 Pasangan fee rec/ucerdiameter 3 incike4 inci
(talang tegak garasi)
3,00 bh 55.000,00 165.000,00
15 Pasangan asesoris lain 1,00 Ls 200.000,00 200.000,00
16 Pekerjaan sepf/cfanfcdan rembesan 1,00 unit 3.499.300,00 3.499.300,00
17 Pasangan penyambung air bersih ke PAM 1,00 Ls 1.500.000,00 1 .500.000,00
JUMLAH X 7.181.900,00
XI PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1 Pasangan instalasi titik nyala lampu kabel
NYM 3 x 2.5 mm2
21,00 ttk 105.000,00 2.205.000,00
2 Pasangan instalasi titik nyala daya stop kontak
lampu kabel NYM 3 x 2,5 mm2
10,00 ttk 105.000,00 1.050.000,00
3 Pasangan lampu pijar 40 watt 16,00 bh 55.000,00 880.000,00
4 Pasangan lampu taman 40 watt lengkap
dengan tiang besi diameter 2 inci
5,00 bh 175.000,00 875.000,00
5 Pasangan panel listrik 1,00 bh 175.000,00 175.000,00
6 Pasangan penyambung daya ke PLN 1,00 Ls 1.500.000,00 1.500.000,00
JUMLAH XI 6.685.000,00
XII PEKERJAAN PENGECATAN
1 Pengecatan dinding dengan cat tembok 589,00 m^ 13.400,00 7.892.600,00
2 Pengecatan plafon dan lis dengan cat tembok 131,00 m2 15.100,00 1.978.100,00
3 Pengecatan lis plank dengan cat minyak 15,20 m2 24.500,00 372.400,00
4 Pengecatan kusen dengan cat minyak 35,72 m2 24.500,00 875.140,00
5 Pengecatan daun pintu dengan cat minyak 34,52 m2 24.500,00 845.740,00
6 Pengecatan daun jendela dengan cat minyak 10,00 m2 24.500,00 245.000,00
JUMLAH XII 12.208.980,00
XIII PEKERJAAN PEMBERSIHAN
1 Pembersihan lahan setelah selesai pekerjaan 1,00 Ls 500,000,00 500.000,00
JUMLAH XIII 500.000,00
b. Daftar Rekapitulasi Anggaran Biaya
Setelah semua daftar analisis rencana anggaran biaya dapt terisi,
maka setiap komponen pekerjaan dapat direkapitulasi jumlahnya, dan
akhirnya harga total bangunan akan didapatkan. Contoh daftar
rekapitulasi adalah sebagai berikut;
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-II 43
Daftar Rekapitulasi Anggaran Biaya
NO URAIAN PEKERJAAN JUMLAH
HARGA Rp
1 PEKEPJAAN PEMBERSIHAN, GALIAN DAN URUGAN 3.022.360,00
II PEKERJAAN PONDASI DAN BETON 41.581.844,02
III PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN 28.592.982,00
IV PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING 7.712.700,00
V PEKERJAAN ATAP 27.904.084,00
VI PEKERJAAN PLAFON 10.050.750,00
VII PEKERJAAN KUSEN, PINTU, DAN JENDELA 11.053.324,00
VIII PEKERJAAN PERLENGKAPAN PINTU DAN JENDELA 2.723.640,00
IX PEKERJAAN SANITAIR 1.270.200,00
X PEKERJAAN INSTALASI AIR 7.181.900,00
XI PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK 6.685.000,00
XII PEKERJAAN PENGECATAN 12.208.980,00
XIII PEKERJAAN PEMBERSIHAN 500.000,00
JUMLAH 160.487.764,02
DIBULATKAN 160.487.000,00
TERBILANG : SERATUS ENAM PULUH JUTA EMPAT RATUS DELAPAN PULUH TUJUH RIBU RUPIAH.
Catatan: Harga rekapitulasi tersebut belum termasuk pembuatan pagar
rumah bagian depan, samping, dan belakang.
Teknik 44 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-III 45
BAB III
MENYIAPKAN PEKERJAAN PASANGAN BATU
A. Menyiapkan Lokasi dan Material Pasangan Batu
1. Lokasi
Hal-hal yang perlu disiapkan di lokasi pekerjaan pasangan batu
adalah;
a. Di dalam pekerjaan membersihkan lokasi kerja dari sampah yang akan
menghambat jalannya pekerjaan selalu dilakukan pada awal
pekerjaan. Pekerjaan ini tidak terlalu memerlukan tenaga yang besar
kecuali pekerjaannya memang besar yang akan dibahas secara
tersendiri karena menyangkut penggunaan alat berat seperti buldozer,
back hoe dan lain-lain.
b. Memindahkan benda yang akan menghambat proses pekerjaan.
Pekerjaan memindahkan sering dilakukan menyesuaikan dengan
kondisi lapangan. Kalau kondisi lapangan pekerjaan lahan baru,
biasanya ada pohon yang perlu ditebang. Kondisi lapangan bangunan
lama juga perlu pembongkaran dan pengamanan alat dan bahan yang
masih terpakai, barang tersebut diinventaris dan diletakkan pada
ruangan yang aman.
c. Membuat penerangan dan sarana kebersihan seperti lampu dan
tersedianya air. Untuk sarana kebersihan disediakan tempat tersendiri
sesuai dengan macam sampah yang dibuang. Pemasangan lampu
bisa menyesuaikan dengan kondisi lapangan, andaikan dekat dengan
rumah tinggal, bisa langsung menyambung dengan rumah terdekat.
Bila jauh bisa menghubungi PLN dan bila tidak maka bisa
menggunakan tenaga disel atau lainnya. Kebutuhan air biasanya
dengan cara pemboran/membuat sumur atau memasang ledeng.
2. Material
Material yang perlu disiapkan dalam pasangan batu meliputi
peralatan dan bahan. Peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan dalam
pasangan batu perlu dipersiapkan dekat dengan tempat dimana pekerjaan
akan dilaksanakan. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah dalam
pelaksanaan pekerjaan. Material yang sangat penting dipersiapkan di dekat
lokasi kerja biasanya adalah:
a. Batu pecah/kali
b. Peralatan pengukuran (water pass/selang plastik, patok dan papan,
meteran)
c. Peralatan kerja (sendok spesi, cangkul, palu)
d. Bahan adukan (pasir dan semen), dan
e. Tempat membuat adukan/spesi
Teknik 46 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
B. Melakukan Pekerjaan Pengukuran dan Leveling Lapangan
Pekerjaan pengukuran dan leveling lapangan (Uitzet)
merupakan jenis pekerjaan yang digunakan untuk mewujudkan denah
bentuk bangunan menjadi suatu bangunan pada tanah lokasi yang telah
disediakan. Pekerjaan tersebut berupa pengukuran di lokasi bangunan
sesuai dengan gambar rencana bangunan. Hasil dari pengukuran
tersebut berupa garis-garis lurus yang menunjukkan sumbu dinding
tembok bangunan yang diperoleh dengan menghubungakan titik-titik hasil
pengukuran.
Pekerjaan pengukuran dan leveling merupakan pekerjaan yang
sangat penting karena hasil dari pekerjaan ini dapat mempengaruhi dan
menentukan baik buruknya ukuran dan bentuk bangunan. Jenis
pekerjaan ini harus dilaksanakan dengan penuh ketelitian, setiap langkah
pekerjaan harus dilakukan pengontrolan kembali.
1. Membuat Bidang Datar
Untuk membaut bidang datar ("waterpas") pada pekerjaan
pengukuran dan leveling lapangan yang berukuran besar dan luas dapat
digunakan pesawat waterpassen, sedang untuk bangunan yang
berukuran kecil seperti rumah tinggal, cukup menggunakan alat bantu
sederhana berupa selang plastik yang diisi dengan air hingga dua
permukaan air dalam selang plastik membentuk bidang datar.
Gambar III-1, Membuat Bidang Waterpass dengan Selang Plastik
Untuk bangunan yang berukuran kecil, alat penyipat datar
sederhana berupa selang plastik yang diisi air hasilnya cukup akurat,
namun untuk bangunan yang berukuran besar, alat bantu tersebut kurang
akurat hasilnya. Hal tersebut disebabkan ukuran panjang selang plastik
yang terbatas, sehingga dapat mengakibatkan hasil dari pelaksanaan pengukuran
kurang akurat.
2. Membuat Garis Siku-siku
Untuk membuat garis siku-siku di lapangan banyak dilakukan
dengan memanfaatkan dalil pythagoras, yaitu perbandingan sisi miring
(BC) dengan sisi datar (AC) dan sisi tegak (AB) dengan angka
perbandingan AC : AB : BC = 3 : 4 : 5.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-III 47
Gambar III-2, Membuat Garis Siku-siku
Untuk mengontrol hasil pekerjaan dapat dilakukan dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menarik garis dari titik B sejajar dengan AC (BD),
b. Menarik garis dari titik C sejajar dengan AB (CD),
c. Perpotongan dua buah garis BD dengan CD berpotongan di titik D,
dan akan membentuk bidang segi empat,
d. Jarak diagonal BC harus sama panjang dengan AD,
e. Bila jarak diagonal antara BC dengan AD belum sama panjang, maka
garis yang menghubungkan titik CAB belum membentuk siku-siku,
dan pekerjaan pengukuran harus diulangi sampai jarak diagonal BC
dengan AD sama panjang.
Gambar III-3, Kontrol Garis Siku-siku
B
Sisi tegak (4)
Sisi datar (3)
Sisi miring (5)
A
C
B
A C
D
Teknik 48 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
C. Memasang Papan Duga Pekerjaan Pasangan Batu
Papan duga pekerjaan pasangan batu (Bouwplank) adalah
sebuah benda kerja yang terdiri dari pasangan papan-papan. Pasangan
ini dimaksudkan untuk menempatkan titik-titik hasil pengukuran yang
diperlukan dalam mendirikan suatu bangunan dan membentuk bidang
datar.
Agar menghasilkan bentuk bangunan sesuai dengan
perencanaan, pemasangan papan duga harus memenuhi persyaratan:
1. Kedudukannya harus kuat dan tidak mudah goyah.
2. Berjarak cukup dari rencana galian.
3. Titik hasil uitzet ditempatkan dengan tanda yang jelas.
4. Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang (horizontal) dengan
papan bangunan (bouwplank) yang lain.
5. Letak kedudukan papan bangunan harus seragam (diusahakan
menghadap ke dalam bangunan).
Untuk bangunan besar dan banyak terdapat ruang, pemasangan
bouwplank dilaksanakan mengelilingi seluruh area calon bangunan
didirikan, sedang untuk bangunan kecil, pemasangannya cukup pada
lokasi sudut atau pertemuan bangunan.
Gambar III-4, Pemasangan Bouwplank di Sekeliling Bangunan
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-III 49
Gambar III-5, Pemasangan Bouwplank di Sudut/Pertemuan Dinding
Titik-titik pada papan bangunan yang menunjukkan dinding
tembok dapat dijelaskan dengan tanda dari paku yang juga berfungsi
untuk menarik benang sebagai sumbu tembok. Untuk menghindarkan
kesalahan yang disebabkan letaknya paku, pada kedudukan paku diberi
tanda panah dengan cat/meni. Bidang atas bouwplank harus diketam rata
agar bidang atas papan dapat membentuk bidang datar (bidang
waterpas). Bidang atas papan bangunan biasanya dipasang pada
kedudukan ± 0,00 sebagai duga lantai. Sudut pertemuan papan
bouwplank harus benar-benar siku, karena hal tersebut sebagai acuan
untuk kesikuan pertemuan dinding.
Gambar III-6, Pemberian Tanda pada Bouwplank
Sambungan papan bouwplak diusahakan terletak pada sumbu
patok, sehingga jarak patok harus memperhitungkan terhadap panjang
papan yang akan dipergunakan sebagai bouwplank. Bila sambungan
papan bouwplank terletak di antara patok, maka sambungan papan harus
menggunakan klem.
Gambar III-7, Sambungan Papan pada Patok
Teknik 50 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Gambar III-8, Sambungan Papan diantara Patok
D. Cara Melaksanakan Pekerjaan Pengukuran dan Papan Duga
Gambar III-9, Pekerjaan Uitzet dan Bouwplank
1. Tanamkan secara dipancang deretan patok-patok menurut kedudukan
tarikan benang (garis BA) sebagai dasar pengukuran bangunan.
2. Pancangkan deretan patok-patok menurut kedudukan garis CD yang
dibuat tegak lurus terhadap garis BA dengan menggunakan
perbandingan dalil pythagoras (3:4:5).
3. Dengan cara yang sama, pancangkan deretan patok-pa-tok menurut
garis EF dan GH.
4. Pada tiap-tiap patok beri tanda letaknya titik duga ± 0,00 dengan
membuat bidang datar pada setiap patok.
5. Pasang bouwplank dengan berpedoman pada titik duga tersebut.
6. Tentukan letaknya titik-titik sumbu dinding tembok pada papan
bouwplank, lalu tancapkan paku dan beri tanda dengan cat atau meni.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 49
BAB IV
MEMASANG PONDASI DAN DINDING
A. Menyiapkan Adukan Mortar/Spesi
Mortar adalah suatu bagian pasangan batu yang setara dengan
pasangan batu itu sendiri. Adukan berfungsi untuk membantali satuan
pasangan batunya, yang mendukungan penuh satu sama lain. Adukan
memberi perapatan antara satuan-satuannya untuk mencegah masuknya
air dan angin. Adukan merekatkan satuan-satuan tersebut satu sama lain
untuk mengikatnya menjadi satuan struktural monolitik dan juga penting
untuk penampilan dinding pasangan batu. Jenis adukan yang paling
karakteristik terbuat dari semen portland, kapur hidrasi, agregat (pasir),
dan air.
Pasir harus bersih dan diayak untuk menghilangkan partikel yang
terlalu kasar atau terlalu halus. Semen portland merupakan bahan
perekat pada adukan, tetapi adukan yang terbuat hanya dari semen
portland akan "keras" dan tidak mengalir secara baik pada cetok atau di
bawah bata, sehingga kapur ditambahkan untuk memberikan kelancaran
dan daya kerjanya. Kapur diproduksi dengan cara membakar batu kapur
atau cangkang kerang (kalsium karbonat) dalam tungku untuk menghilangkan
karbon dioksida dan menyisakan kapur tohor (kalsium oksida).
Kapur tohor ini kemudian diberi air dengan membiarkannya
menyerap air sebanyak yang dapat dilakukannya, yang menyebabkan
pembentukan kalsium hidroksida, yang disebut kapur padam atau kapur
terhidrasi. Proses pengairan, yang melepaskan panas dalam jumlah yang
banyak, biasanya dilakukan di pabrik. Kapur hidrasi ini selanjutnya
dikeringkan, digiling, dan dikemas untuk dikirim. Hingga akhir abad ke-19
dan awal abad ke-20, adukan dibuat tanpa semen portland, dan kapur itu
sendirilah yang menjadi bahan perekatnya; adukan ini mengeras dengan
cara menyerap karbon dioksida dari udara untuk menjadi kalsium
karbonat, sebuah proses yang sangat lambat dan tidak merata.
Untuk mencapai suatu daya kerja yang ekivalen dengan adukan
semen portland-kapur, adukan semen pasangan batu diformulasi dengan
campuran tambahan yang menaikkan udara yang menghasilkan
kandungan udara tinggi pada adukan matangnya. Hal ini akan
mengurangi kekuatan rekat antara adukan dan satuan pasangan-batu
ingá kira-kira setengah dari kekuatan adulan konvensional, yang berarti
bahwa kekuatan lentur dan geser dinding tersebut berkurang dan
dindingnya lebih dapat diresapi oleh air. Oleh karena itu hanya adukan
semen-kapur konvensional yang harus ditentukan untuk pekerjaan
pasangan batu yang membutuhkan kekuatan tinggi dan permeabilitas
rendah. Agar mudah, semen adukan yang terdiri atas semen portland
pracampur dan kapur dengan udara yang terbatas, dapat digunakan
dalam membuat adukan semen-kapur.
Teknik 50 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Semen merah adalah hasil penghancuran bata, genting dan
bahan bakaran lempung lainnya hingga menjadi tepung, semen merah
merupakan bahan tambah hidrolik, semen merah juga merupakan sisasisa
berasal dari bata yang mengalami kerusakan, bata yang pecahpecah
dihancurkan dan diayak untuk dijadikan semen merah.
Pasir merupakan bahan adukan, merupakan bahan batubatuan
dengan ukuran kecil (0,15 mm - 5 mm), syarat-syarat untuk pasir adalah
sebagai berikut :
1. Butir-butir pasir harus berukuran antara 0,15 mm - 5 mm.
2. Harus keras, berbentuk tajam, dan tidak mudah hancur oleh pengaruh
perubahan iklim.
3. Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5%:
4. Bila mengandung lumpur lebih dari 5% maka harus dicuci.
5. Tidak boleh mengandung bahan organik, garam, minyak dan
sebagainya.
6. Pasir laut tidak boleh dijadikan bahan bangunan kecuali bila telah
diadakan penelitian dan petunjuk dari ahli bangunan.
Pasir untuk pembuatan adukan atau beton harus memenuhi
persyaratan di atas, selain pasir alam (dari sungai atau galian dalam
tanah) terdapat pula pasir buatan yang dihasilkan dari batu yang
dihaluskan dengan mesin pemecah batu.
B. Memasang Pondasi Batu Belah
Pondasi merupakan elemen pokok bangunan yang sangat vital,
berfungsi sebagai penyangga konstruksi bangunan di atasnya. Kekuatan
dan kekokohan suatu konstruksi bangunan gedung sangat tergantung
dari konstruksi pondasi.
Konstruksi pondasi suatu bangunan harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
1. Bentuk dan konstruksinya harus menunjukkan suatu konstruksi yang
kokoh dan kuat untuk mendukung beban bangunan di atasnya.
2. Pondasi harus dibuat dari bahan yang tahan lama dan tidak mudah
hancur, sehingga kerusakan pondasi tidak mendahului kerusakan
bagian bangunan di atasnya.
3. Tidak boleh mudah terpengaruh oleh keadaan di luar pondasi, seperti
keadaan air tanah dan lain-lain.
4. Pondasi harus terletak di atas tanah dasar yang cukup keras
sehingga kedudukan pondasi tidak mudah bergerak (berubah), baik
bergerak ke samping, ke bawah (turun) atau terguling.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 51
Gambar IV-1, Pondasi Menciptakan Kestabilan dan Kekokohan
Menurut jenisnya, pondasi dapat dibedakan menjadi 2 jenis,
yaitu pondasi langsung dan pondasi tak langsung. Pondasi langsung
adalah pondasi yang dibuat bila kedalaman lapisan tanah keras maksimal
1 meter, sedangkan pondasi tak langsung adalah pondasi yang dibuat
bila kedalaman lapisan tanah keras melebihi 1 meter.
1. Pondasi Langsung
Konstruksi dari pondasi langsung dapat berupa pondasi batu
belah/kali, pondasi batu bata, pondasi beton bertulang, pondasi pias,
pondasi plat kaki, dan pondasi balok sloof. Lebar dasar pondasi dibuat
lebih besar dari tebal dinding tembok di atasnya, hal tersebut
dimaksudkan untuk memperkecil beban persatuan luas pada tanah
dasar, karena daya dukung tanah dasar pondasi pada umumnya lebih
kecil dari daya dukung pasangan badan pondasi.
Untuk pondasi langsung yang menggunakan bahan batu kali, batu bata
dan beton tumbuk, tampang badan pondasi membentuk bangun
trapesium, hal tersebut dilakukan selain berguna bagi kestabilan
kedudukan pondasi juga untuk efisiensi.
2. Pondasi Tak Langsung
Konstruksi pondasi tak langsung digunakan bila lapisan tanah
yang baik/keras terdapat cukup dalam dari permukaan tanah. Prinsip
dasar dari konstruksi pondasi tak langsung adalah dengan perantaraan
konstruksi pondasi tak langsung tersebut beban bangunan dipindahkan
ke lapisan tanah dasar pondasi yang baik. Pada tanah bangunan di mana
lapisan tanah mudah pecah akibat pengaruh panas sinar matahari dan air
sampai cukup dalam dan dan lapisan tanah yang mempunyai daya
Teknik 52 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
dukung besar cukup dalam, bila konstruksi pondasi langsung
dikhawatirkan menyulitkan pelaksanaan pekerjaan dan tidak efisien.
Terdapat bermacam-macam jenis konstruksi pondasi tak langsung,
diantaranya pondasi umpak, gabungan pondasi plat kaki dan umpak,
pondasi sumuran, pondasi tiang straus, dan pondasi tiang pancang.
Bahasan selanjutnya difokuskan pada konstruksi pondasi
langsung berupa pondasi batu belah. Hal tersebut dilakukan mengingat
konstruksi pondasi langsung dengan bahan batu belah amat dominan
digunakan di lapangan.
3. Memasang Pondasi Batu Belah
Batu belahi merupakan bahan konstruksi pondasi yang paling
banyak digunakan, karena batu belah yang umumnya didapatkan dari
batu kali tidak mengalami perubahan bentuk dan kualitas bila tertanam di
dalam tanah.
Persyaratan batu belah sebagai bahan konstruksi pondasi
adalah batu tersebut mempunyai permukaan yang kasar, berukuran ± 25
cm, bersih dari segala kotoran. Batu belah yang permukaannya halus
kurang baik dipakai sebagai bahan pondasi, sehingga harus dipecah
terlebih dahulu agar didapatkatkan permukaan yang kasar. Demikian juga
dengan batu belah yang berpori sebaiknya tidak digunakan untuk bahan
konstruksi pondasi. Permukaan batu yang kasar akan membuat ikatan
yang kokoh.
Pada umumnya tampang lintang dari badan pondasi batu belah
berbentuk trapesium dengan lebar sisi bagian atas paling sedikit 25 cm,
sehingga didapatkan susunan batu yang kokoh. Sebelum dipasang, batu
belah harus disiram air terlebih dahulu. Bila tanah dasar pondasi banyak
mengandung air, maka sebelum pondasi dipasang harus disusun terlebih
dahulu pasangan batu kosong yang diisi pasir pada rongga-rongganya.
Gambar IV-2, Batu Kali Sebagai Bahan Konstruksi Pondasi Batu Belah
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 53
Bentuk konstruksi pondasi belah antara lain adalah seperti
gambar berikut.
Gambar IV-3, Konstruksi Pondasi Batu Kali
Bila kondisi lapisan tanah banyak mengandung air, maka
sebelum badan pondasi dipasang terlebih dahulu disusun pasangan batu
kosong yang diisi pasir pada rongga-rongganya. Susunan batu kosong
tersebut dinamakan aanstamping, yang berfungsi sebagai drainase
untuk mengeringkan air tanah yang terdapat di sekitar badan pondasi.
Teknik 54 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Gambar IV-4, Susunan Pasangan Batu Kosong (aanstampang)
Gambar IV-5, Aplikasi Pondasi Batu Kali di Lapangan
C. Dinding Bangunan
Dinding adalah bagian bangunan yang sangat penting perannya
bagi suatu konstruksi bangunan. Dinding membentuk dan melindungi isi
bangunan baik dari segi konstruksi maupun penampilan artistik dari
bangunan. Ditinjau dari bahan mentah yang dipakai, dinding bangunan
dapat dibedakan atas:
1. Bata cetak/bata kapur, adalah batu buatan yang dibuat dari campuran
beberapa bahan dengan perbandingan tertentu, Umumnya digunakan
pada rumah-rumah sederhana di perkampungan, pagar pembatas
tanah dan lain sebagainya.
2. Bata celcon atau hebel, terbuat dari pasir silika. Harganya lebih mahal
dari pada bata merah. Ukuran umumnya 10 cm x 19 cm x 59 cm.
3. Dinding Partisi, bahan yang dipakai umumnya terdiri dari lembaran
multiplek atau papan gipsum dengan ketebalan 9-12 mm.
4. Batako dan blok beton, adalah batu buatan yang dibuat dari
campuran bahan mentah: tras+ kapur + pasir dengan perbandingan
tertentu. Batu buatan jenis ini bentuknya berlubang, model dan lubangnya
dibuat bermacam variasi model. Blok beton, adalah batu
buatan yang dibuat dari campuran bahan mentah: semen + pasir
dengan perbandingan tertentu, sama juga dengan bataco, blok beton
ini juga berlubang.
5. Batu bata (bata merah),pada umurnnya merupakan prisma tegak
(balok) dengan penampang empat persegi panjang, ada juga batu
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 55
bata yang berlubang-lubang, batu bata semacam ini kebanyakan
digunakan untuk pasangan dinding peredam suara. Ukuran batu bata
di berbagai tempat dan daerah tidak sama besamya disebabkan oleh
karena belum ada keseragaman ukuran dan teknik pengolahan.
Ukuran batu bata umumnya berkisar 22 x 10,5 x 4,8 cm sampai 24 x
11,5 x 5,5 cm.
D. Memasang Dinding Bangunan
1. Dinding Bata Kapur
Ukuran dinding bata kapur 8 cm x 17 cm x 30 cm. Dinding ini
banyak digunakan pada rumah-rumah di pedesaan, perumahan rakyat,
pagar pembatas tanah, atau rumah sederhana. Dinding bata kapur
terbuat dari campuran tanah liat dengan kapur gunung. Macam-.macam
tipe campuran antara lain:
a. campuran bahan: tanah liat + tanah kapur + kapur-bubuk +
semen.
b. Campuran bahan : tras + kapur
c. campuran bahan: tanah liat + pasir + kapur bubuk + pc.
Harganya sangat murah. Waktu pemasangan pun cepat dan
sedikit pemakaian adukan semen-pasir. Bila telah terpasang dan
diplester serta diaci dinding ini tidak akan terlihat dari tanah dan kapur.
Dinding ini memerlukan kolom pengaku (kolom praktis) setiap 2,5 m.
Gambar IV-6. Dinding Bata Kapur Dan Kolom Pengaku Dinding Bata Kapur
2. Dinding Bata Hebel Atau Celcon
Dinding bata hebel atau celcon adalah bahan bangunan
pembentuk dinding dengan mutu yang relatif tinggi. Penjualan bata jenis
inipun tidak diretail pada setiap agen atau toko material. Pembelian
biasanya harus dengan memesan terlebih dahulu. umumnya berukuran
Teknik 56 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
10 cm x 19 cm x 59 cm. Bahannya terbuat dari pasir silika. Bata jenis ini
harganya lebih mahal kurang lebih 16,5 % dari harga dinding bata merah
untuk setiap 1 m2 terpasang. Dinding jenis ini sering digunakan pada
rumah-rumah mewah, hotel, apartemen, monumen dan gedung-gedung
mewah yang lain.
Kelebihan yang dimiliki dinding ini adalah cepatnya proses
pemasangan, mudah dalam pemotongan karena hanya menggunakan
gergaji, bahannya tahan api dan air serta kedap suara. Dinding jenis ini
bisa saja tidak diplester, cukup diaci saja karena permukaannya yang
sudah relatif rata dan permukaan batu yang lebar. Hanya saja ketebalan
kusennya harus disesuaikan. Selain itu, dalam praktik pemasangan
sangat sedikit bahan yang terbuang.
Gambar IV-7. Bata Hebel Dan Pengerjaan Bata Hebel.
Jarak pemasangan kolom penguat sama dengan yang
disyaratkan pada bata merah. Pemesanan tidak dilakukan secara unit,
melainkan dalam ukuran 1 m3. Untuk 1 m3 bata jenis ini bisa digunakan
untuk pasangan dinding seluas 11,5 m2. Namun hal ini tergantung juga
dengan ketebalan dinding, bisa saja kurang dari 11,5 m2 bila
ketebalannya lebih besar.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 57
Gambar IV-8. Bata Hebel Dalam Pengiriman dan Aplikasinya dalam Pasangan Dinding
Gambar IV-9. Bata Hebel Buatan Xella, Dengan Bata Hebel Pembangunan Gedung
Dapat Dilakukan Secara Para Fabrikasi
Gambar IV-10. Proses Pembuatan Bata Hebel
3. Dinding Partisi
Sesuai dengan namanya dinding partisi memang dikhususkan
untuk sekat antar ruang. Karena di desain sebagai sekat antara ruang
Teknik 58 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
satu dan yang lain, dinding ini memiliki desain konstruksi yang lebih
praktis dan ringan dibanding dengan konstruksi dinding yang lain. Bahan
partisi untuk dinding jenis ini termasuk bagus dan murah. Sayangnya
dinding ini tidak bisa digunakan untuk dinding luar (eksterior). Ini
disebabkan sifat bahannya yang kurang menjamin faktor keamanan dari
gangguan luar. Disamping tidak cocok untuk konstruksi terbuka, dinding
jenis ini juga tidak dirancang untuk memikul beban yang berat. Dinding
macam ini banyak digunakan sebagai bahan penyekat ruangan, terutama
di perkantoran.
Bahan yang dipakai umumnya terdiri dari lembaran multiplek atau
papan gipsum dengan ketebalan 9-12 mm. Bahan lain yang bagus untuk
partisi adalah papan semen fiber glass. Bahan tersebut terbuat dari
campuran semen dan fiber glass sehingga sangat kuat. Pemasangan ke
rangka (kayu atau hollow) menggunakan sekrup. Bahannya mudah
dipotong hanya menggunakan gergaji. Ketebalannya beragam mulai dari
4 mm, 6 mm, 9 mm, 12 mm, dan 15 mm. Panjang dan lebarnya sama
dengan ukuran lembaran tripleks, yaitu 122 cm x 244 cm. Dari segi beban
terhadap bangunan, dinding partisi dapat diabaikan. Untuk dinding partisi
yang memakai bahan multiplek bisa dikatakan kurang aman, mengingat
bahan mudah terbakar dan mudah mengelupas bila sering terkena air.
Secara umum pemakaian partisi selalu dibuat dua lapis, untuk luar dan
dalam. Bila dana terbatas, gunakan bahan partisi ini untuk pembatas
ruangan. Jenis bahan disesuaikan dengan selera dan besarnya biaya.
Gambar IV-11. Sistem Partisi Tahan Api 1 Jam - Akustik Optimal, menggunakan 1 lapis
papan gipsum 13mm yang diaplikasikan pada kedua sisi dan rangka BMS yang
diaplikasikan saling-silang (staggered)dengan ketebalan (TCT) minimal 0.55mm
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 59
Dewasa ini penggunaan dinding partisi semakin meningkat seiring
dengan meningkatnya kebutuhan perumahan dan perkantoran yang tidak
hanya mempertimbangkan faktor biaya dan waktu yang dihabiskan dalam
membangun suatu bangunan. Dinding partisi ini diharapkan mampu
menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat di sektor real.
Sementara ini dinding partisi merupakan hasil dari pengembangan
teknologi yang tepat guna. Dimana perkembangan teknologinya selalu
meningkat sejalan dengan inovasi produsen dinding partisi ini.
Gambar IV-12. Potongan/tampak atas dan spesifikasi produk dinding partisi
Teknik 60 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Gambar IV-13. Sistem Partisi Tahan Api 2 Jam Ketinggian Optimal, menggunakan 2 lapis
papan gipsum 16mm yang diaplikasikan pada kedua sisi dan rangka BMS dengan tebal
(TCT) min 0.55mm
Gambar IV-14. Potongan/tampak atas dan spesifikasi produk dinding partisi
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 61
4. Dinding Batako
Batako merupakan batu buatan yang pembuatannya tidak dibakar,
bahannya dari tras dan kapur, juga dengan sedikit semen portland,
Pemakaiannya lebih hemat dalam beberapa segi, misalnya: per m2 luas
tembok lebih sedikit jumlah batu yang dibutuhkan, sehingga kuantitatif
terdapat penghematan. Terdapat pula penghematan dalam pemakaian
adukan sampai 75 %. Beratnya tembok diperingan dengan 50 %, dengan
demikian juga pondasinya bisa berkurang. Namun demikian masih lebih
mahal jika dibanding dengan bata kapur Bentuk batu batako yang
bermacam-macam memungkinkan variasi-variasi yang cukup, dan jika
kualitas batu batako baik, dinding batako tidak perlu diplester. Batu batako
dapat dibuat dengan mudah dengan alat-alat atau mesin yang sederhana
dan tidak perlu dibakar. Namun bahan bangunan tersebut masih baru di
Indonesia, cara-cara pembuatan, pemakaian pemasangan maupun adukanadukannya
dapat dipelajari dengan seksama.
Tras dan kapur dengan perbandingan 5 : 1 jika kualitas tras
cukup baik, jika perlu ditambah dengan sedikit semen portland, diaduk
sebaik-baiknya dalam keadaan kering. Tempat pembuatan adukan
harus bersih dan terlindung dari hujan. Kemudian adukan yang kering
diaduk dengan air secukupnya. Untuk mengetahui kadar air dari suatu
adukan dibuat bola-bola adukan, yang digenggam-genggam pada
telapak tangan. Apabila bola adukan dijatuhkan hanya sedikit berubah
bentuknya, maka kandungan air dalam adukan itu terlalu banyak, dan
bila dilihat telapak tangan tidak berbekas air, maka kadar air adukan
tersebut kurang. Jikalau kadar air tercapai dengan tepat, perataan
dapat dimulai. Batu-batu yang baru dicetak disimpan dalam los agar
terhindar dari panas matahari maupun air hujan, kemudian diletakkan
berderet di rak dengan tidak ditimbun.
Masa perawatan 3 hari sampai 5 hari, guna memperoleh
pengeringan dan kemantapan bentuk. Biarkan masih dalam los dan
biarkan selama 3 minggu sampai 4 minggu untuk memperoleh proses
pengerasan. Di samping itu diusahakan agar di tempat sekitarnya udara
tetap lembab.
Gambar IV-15. Beberapa macam bentuk batako
Teknik 62 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Keterangan:
a. Panjang 40 cm, lebar 20 cm, tinggi 20 cm, berlubang, untuk dinding luar.
b. panjang 40 cm, lebar 20 cm, tinggi 20 cm, berlubang, batu khusus sebagai
penutup pada sudut-sudut dan pertemuan.
c. panjang 40 cm, lebar 10 cm, tinggi 20 cm, berlubang, untuk dinding pengisi
dengan tebal 10 cm.
d. panjang 40 cm, lebar 10 cm, tinggi 20 cm, berlubang, batu khusus sebagai
penutup pada dinding pengisi.
e. panjang 40 cm, lebar 10 cm, tinggi 20 cm, tidak berlubang, batu khusus untuk
dinding pengisi dan pemikul sebagai hubungan-hubungan sudut dan
pertemuan.
f. Panjang 40 cm, lebar 8 cm, tinggi 20 cm, tidak berlubang, batu khusus untuk
dinding pengisi
Pada pemakaian batu batako diperhatikan hal-hal berikut:
a. Disimpan dalam keadaan cukup kering
b. Penyusunan batu cetak sebelum dipakai cukup setinggi lima lapis, untuk
keamanan dan juga untuk memudahkan pengambilan
c. Pada pemasangan tidak perlu dibasahi terlebih dahulu, serta tidak boleh
direndam air
d. Untuk pemotongan batu batako dipergunakan palu dan tatah untuk
membuat goresan pada batu yang akan dipatahkan.
Gambar IV-16, Mesin Cetak Batako dan pemasangan batako
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 63
Gambar IV-17, Industri Batako
Aturan batu buatan yang tidak dibakar (batako) sebenarnya tidak
berbeda dengan aturan batu merah. Pada prinsipnya sistem
pemasangannya menggunakan aturan pemasangan batu bata. Pada sudut
bangunan diberi papan mistar yang menentukan tinggi-nya lapisan
masing-masing, sehingga pada tiap-tiap pemasangan lapisan dapat
diberi tali pelurus. Pemasangan batu batako terakhir selalu di tengahtengah.
Untuk memperkuat dinding batu batako juga digunakan rangka
pengkaku yang terdiri dari kolom atau balok beton bertulang yang dicor
di dalam lubang-1ubang batu batako. Kolom beton ini selalu dipasang di
sudut-sudut, pertemuan dan persilangan dinding seperti terlihat pada
gambar diatas. Jika dinding bersilangan salah satu dinding terdiri dari
batu batako yang tidak berlubang, maka digunakan angker besi beton
3/8".
Beberapa aturan pemasangan batako adalah seperti dilihat pada
gambar-gambar berikut :
Gambar IV-18, Beberapa aturan pemasangan batako
Teknik 64 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Gambar IV-19 a dan IV-19 b
Menyusun dinding pasangan-batu beton: (a) Bantalan adukan ditebar pada fondasinya.
(b) Lapisan-arah pertama dari blok untuk pasangan sudut-antar diletakkan di atas
adukannya. Adukan untuk siar pasangan pelopor diberikan pada ujung setiap blok
dengan cetok sebelum bloknya diletakkan.
Gambar IV-19 c dan IV-19 d
(c) Pasangan pelopor dibangun lebih tinggi. Adukan biasanya diberikan hanya pada
cangkang muka bloknya dan tidak diberikan pada badannya. (d) Ketika setiap lapisanpasangan
dibentang, tingginya secara teliti diperiksa entah menggunakan mistar lipat,
atau, seperti yang ditunjukkan di sini, batang-ukur tingkat yang ditandai dengan tinggi
setiap lapisan-pasangan.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 65
Gambar IV-19 e dan IV-19 f
(e,f) Setiap lapisan-arah baru juga diperiksa dengan alat sipat-datar untuk memastikan
bahwa lapisan itu mendatar dan tegak lurus. Waktu yang diluangkan untuk memastikan
pasangan sudut antarnya telah akurat akan cukup diimbangi oleh ketelitian dinding dan
kecepatan penyusunan di antara pasangan pelopor.
Gambar IV-19 g dan IV-19 h
(g) Siar pasangan sudut-antar dirapikan menjadi profil konkaf. (h) Sikat lunak akan
membuang remah-remah setelah perapihan cetok konkaf tadi. (i) Sebuah benang tukangbatu
dipertahankan tetap tegang di antara pasangan pelopor pada blok tali-sipat.
Teknik 66 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Gambar IV-19 i dan IV-19 j
(j) Lapisan-pasangan blok di antara pasangan pelopor disusun dengan cepat, dan
disebariskan hanya dengan tali-sipat; tidak diperlukan lagi batangukur tingkat atau alat
sipat-datar. Tukang-batunya telah menebarkan adukan siar kasuran dan memberi "olesan
adukan tepi" siar kasurannya untuk beberapa blok.
Gambar IV-19 k dan IV-19 l
(k) Setiap lapisan-pasangan blok penyisip diakhiri dengan blok-tutup, yang harus
disisipkan diantara blok yang telah dibentang. Siar kasuran blok-blok yang telah disusun
diberi olesan-adukan tepi. (I) Kedua ujung blok-tutup diberi olesan-adukan tepi, dan blok
ini diturunkan secara cermat ke tempatnya.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 67
5. Dinding Batu Bata
Dinding bata merupakan dinding yang paling lazim digunakan
dalam pembangunan gedung baik perumahan sederhana sampai
pembangunan gedung-gedung yang ukurannya besar. Karena itu
pasangan batu bata memiliki seni tersendiri dalam sistem
pemasangannya dalam konstruksi dinding.
Pembuatan batu bata harus memenuhi peraturan umum untuk
bahan bangunan di Indonesia NI-3 dan peraturan batu merah sebagai
bahan bangunan NI-10. Batu merah dibuat dengan menggunakan
bahan-bahan dasar :
1) Lempung (tanah liat), yang mengandung silika sebesar 50 %
sampai dengan 70%.
2) Sekam padi, fungsinya untuk pencetakan batu merah, sebagai
alas agar batu merah tidak melekat pada tanah, dan permukaan
batu merah akan cukup kasar. Sekam padi juga dicampur pada
batu merah yang masih mentah. waktu pembakaran batu merah
akan terbakar dan pada bekas sekam padi yang terbakar akan
timbul pori-pori pada batu merah
3) Kotoran binatang, dipergunakan untuk melunakkan tanah,
digunakan kotoran kerbau, kuda dan Iain-lain. Fungsi kotoran
binatang dalam campuran batu merah ialah membantu dalam
proses pembakaran dengan memberikan panasnya yang lebih
tinggi di dalam batu merah.
4) Air, digunakan untuk melunakkan dan merendam tanah.
Lempung yang sudah dicampur dengan sekam padi dan kotoran
binatang kemudian direndam dengan air ini beberapa waktu
lamanya.
Campuran itu direndam selama satu hari satu malam dengan
kondisi yang sudah bersih dari batu-batu kerikil atau bahan lain yang
dapat menjadikan kualitasnya jelek. Kemudian dicetak dengan
menggunakan cetakan dari kayu, bisa juga digunakan cetakan dari
baja. Untuk mempermudah lepasnya batu merah yang dicetak, maka
bingkai cetakan dibuat lebih besar sedikit ke bawah dan dibasahi
dengan air.
Batu merah yang belum dibakar juga disebut batu hijau. Sesudah
keras bata dapat dibalik pada sisi yang lain. Lalu ditumpuk datam
susunan setinggi 10 atau 15 batu. Susunan ini terlindung dari sinar
matahari dan hujan. Pengeringan ini membutuhkan waktu selama 2 hari
s/d 7 hari.
Pembakaran batu hijau ini dilakukan setelah batu itu kering dan
disusun sedemikian rupa, sehingga berupa suatu gunungan dengan
diberi celah-celah lobang untuk memasukkan bahan bakar.
Hasil batu merah yang baik bakarannya, tergantung dari
banyaknya batu merah yang dibakar. Kalau yang dibakar sedikit saja,
persentase hasil pembakaran lebih banyak. Pada umumnya kerusakan
Teknik 68 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
batu merah dalam proses pembakaran sekitar 20% sampai 30%. Bahan
bakarnya menggunakan kayu atau sekam padi. Setelah selesai proses
pembuatan, batu merah selalu harus disimpan dalam keadaan cukup
kering. Bila tidak ada gudang, maka dilindungi dengan plastik terhadap air
hujan.
Gambar IV-20. Gambar bata merah dan dinding pasangan bata merah
Gambar IV-21. Cetakan kayu untuk membuat tujuh bata sekaligus.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 69
Sebelum munculnya tungku-tungku modern, bata paling sering
dibakar dengan cara menumpuknya dalam jajaran longgar yang disebut
sebagai tungku bata-lapangan dengan tanah atau lempung, menyalakan
api di bawah jajaran tersebut, dan mempertahankan api itu selama
beberapa hari. Setelah mendingin, tungku bata-lapangan itu dibongkar
dan batanya dipilah sesuai dengan derajat pembakaran yang telah
dialaminya.
Batu bata yang berdekatan dengan api (bata klingker) sering
mengalami kelebihanbakar dan terdistorsi, yang membuatnya menjadi
tidak menarik, dan oleh sebab itu tidak sesuai digunakan pada pekerjaanbata
ekspos. Bata-bata dalam zona tungku bata-Iapangan di dekat api
akan terbakar sempuma tetapi tidak terdistorsi, ini sesuai untuk bata
lapis-muka di bagian luar dengan derajat daya-tahan terhadap cuaca
yang tinggi.
Gambar IV-22. Bata sering kali dicetak sesuai pesanan untuk kegunaan tertentu.
Alur lapisan-pasangan muka air tegak-muka pada sebuah dinding hubungan di
Inggris ini dicetak berbentuk kurva ogif.
Bata yang paling jauh dari api akan menjadi lebih lunak dan akan
dipinggirkan untuk digunakan sebagai bata belakang, sementara
sejumlah bata dari sekitar keliling tungku bata-Iapangannya tidak cukup
terbakar dan hasilnya tidak baik, bahkan tidak dapat digunakan untuk
keperluan apapun, bata yang seperti ini akan dibuang. Sebelum
pengangkutan mekanik ditemukan, bata untuk suatu bangunan biasanya
diproduksi dari tanah yang diperoleh dari tapak bangunan atau tidak jauh
di sekitar lokasi yang akan didirikan bangunan.
Teknik 70 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Ciri-ciri batu merah yang baik ialah :
1) Permukaannya kasar
2) Warnanya merah seragam (merata)
3) Jika dipukul Bunyinya nyaring
4) Tidak mudah hancur atau patah.
Ukuran-ukuran batu merah bermacam macam tergantung kegunaan
dan pesanan, namun umumnya di Indonesia ukuran standar seperti berikut :
1) panjang 240 mm, lebar 115 mm, tebal 52 mm atau
2) panjang 230 mm, lebar 110 mm, tebal 50 mm
Penyimpangan terbesar, dari ukuran-ukuran seperti tersebut di atas
ialah: untuk panjang maksimal 3 %, lebar maksimal 4 % dan tebal maksimal
5 %. Tetapi antara bata-bata dengan ukuran-ukuran terbesar dan bata-bata
dengan ukuran-ukuran ter-kecil, selisih maksimal yang diperbolehkan ialah:
untuk panjang 10 mm, untuk lebar 5 mm dan untuk tebal 4 mm.
Batu merah dapat dibagi atas tiga tingkat seperti berikut:
1) Batu merah mutu tingkat I dengan kuat tekan rata-rata lebih
besar dari 100 kg/cm2 dengan ukuran yang sama tanpa
penyimpangan.
2) Batu merah mutu tingkat II dengan kuat tekan rata-rata antara
80 kg/cm2 dan 100 kg/cm2 dan ukurannya menyimpang 10%.
3) Batu merah mutu tingkat III dengan kuat tekan rata-rata antara
60 kg/cm2 dan 80 kg/cm2 dan ukurannya menyimpang 20%.
E. Memasang Dinding Batu Bata
1. Aturan Pemasangan
Dengan aturan pemasangan batu merah kita menghubungkan
batu merah masing-masing bersama mortar menjadi suatu kesatuan yang
juga dapat menerima beban. Siar-siar vertikal selalu diusahakan agar tidak
merupakan satu garis, harus bersilang, seperti terlihat pada gambar berikut.
Siar vertikal pada umumnya kita pilih sebesar 1 cm dan siar horisontal
setebal 1,5 cm.
Jika dibedakan pengaturannya, ada beberapa kemungkinan, yaitu :
Gambar IV-23. Aturan batu memanjang
(1/2 batu) dengan tebal dinding 11 cm atau
11,5 cm
Gambar IV-24. aturan batu melintang
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 71
Gambar IV-25. Aturan batu memanjangmelintang
bersilang (staand)
Gambar IV-26. aturan batu menyilang
Gambar IV-27. aturan batu Belanda Gambar IV-28. dan aturan batu Gothik
(vlaams). semuanya pada tebal dinding 23
cm atau 24 cm.
Gambar IV-29. Cara pemasangan batu bata
Teknik 72 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Cara pemasangan batu bata adalah: sebelum pemasangan
pemasangan perlu dibasahi lebih dahulu atau direndam sebentar di dalam
air. Sesudah lapisan pertama pada lantai atau pondasi dipasang, maka
disiapkan papan mistar yang menentukan tinggi lapisan masing-masing,
sehingga dapat diatur seragam. Kemudian untuk lapisan kedua dan yang
berikutnya pada batu masing-masing diletakkan adukan (mortar) pada
dinding yang sudah didirikan untuk siar yang horisontal dan pada batu merah
yang akan dipasang pada sisi sebagai siar vertikal. Sekarang batu merah
dipasang menurut tali yang telah dipasang menurut papan mistar sampai
batu merah terpasang rapat dan tepat. Dengan sendok adukan, mortar
yang tertekan keluar siar-siar dipotong untuk digunakan langsung untuk
batu merah berikutnya. Pada musim hujan dinding-dinding pasangan batu
merah yang belum kering harus dilindungi terhadap air hujan.
Kualitas batu merah di Indonesia umumnya kurang baik dan sering
kurang keras dan padat, tidak seperti batu merah yang dibuat di Eropa dan
sebagainya. Hal ini disebabkan oleh bahan dasar dan cara pembuatan yang
masih sering sangat sederhana. Karena itu, untuk menambah keawetan
terhadap pengaruh-pengaruh iklim, maka terutama dinding batu merah
dengan tebal 11 cm atau 11,5 cm (karena tipisnya dinding terlalu lemah
untuk menahan gaya tekan vertikal dan gaya horisontal atau gaya gempa)
diperkuat dengan rangka yang terdiri dari kolom atau balok beton bertulang
setiap luas tembok 12.00 m2. Kolom beton bertulang ini selalu dipasang di
sudut-sudut, pertemuan dan persilangan dinding, dan pada jarak 3,00 m,
seperti juga terlihat pada gambar berikut:
Gambar IV-30. Cara pemasangan batu bata dengan kolom beton
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 73
2. Macam Pasangan Batu Bata
a. Tembok memanjang setengah batu
Gambar IV-31a.
b. Tembok sudut setengah batu dengan satu batu :
Gambar IV-31b.
Teknik 74 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
c. Tembok pertemuan setengan batu
Gambar IV-31c.
d. Pasangan bata persilangan setengah batu
Gambar IV-31d.
e. Tembok persilangan satu bata dengan ikatan tegak
Gambar IV-31e.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-IV 75
f. Tembok batu bata dengan ikatan tegak
Gambar IV-31f.
g. Tembok pada pertemuan tegak lurus satu bata ikatan silang
Gambar IV-31g.
Teknik 76 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana– V 77
BAB V
FINISHING DINDING
A. Pendahuluan
Dinding yang telah selesai dipasang perlu dilindungi (ditutup)
dengan suatu lapisan dari adukan spesi, agar tembok itu lebih rapi dan
indah. Khusus bidang dinding bagian bawah yang berhubungan langsung
dengan tanah diplester kedap air setinggi ± 20 cm. Sebelum memulai
dengan pekerjaan plesteran, terlebih dahulu serpihan-serpihan adukan,
debu atau kotoran-kotoran lain, yang menempel pada tembok perlu
dibersihkan dengan cara menyiramkan air pada dinding.
Campuran adukan yang dipakai untuk plesteran adalah 1 pc : 2
pasir untuk dinding bagian bawah (kedap air) dan 1 pc : 4 pasir untuk
pekerjaan plester pada bagian tengah dan atas yang tidak berhubungan
dengan air.
Pada sudut-sudut tembok sering terjadi cacat akibat benturan
benda keras, adukan untuk plester bagian sudut harus dibuat lebih kuat
dari bagian lainnya. Sedangkan untuk bagian beton bertulang, sebelum
plesteran dimulai, permukaan beton sebaiknya diberi cairan semen
kental. Hal tersebut dimaksudkan agar antara plesteran dan bagian
permukaan beton dapat menyatu dengan kuat.
B. Pekerjaan Plesteran.
Setelah dinding terpasang sampai atas, mulailah melakukan
pelapisan penutup dinding bata. Pelapisan dilakukan dengan diplester
untuk dinding dalam. Dinding luar atau batas kavling biasanya hanya
disawut (plesteran tanpa dihaluskan serta tanpa diaci). Sebaiknya saat
memulai suatu pekerjaan plesteran hendaknya dinding batu bata disiram
terlebih dahulu dengan air agar plesteran cepat menempel di dinding.
Setelah seluruh dinding diplester, diamkan beberapa hari agar kadar
airnya cepat hilang. Biasanya setelah kadar air seluruhnya telah
menguap, plesteran akan terlihat retak-retak kecil.
Pekerjaan plester itu biasanya dilakukan pada bidang dinding dan
pada bagian atas pondasi (trasram/semenram). Pekerjaan trasram untuk
mencegah agar kaki tembok tidak mengisap lembab (air) dari tanah.
Adukannya dibuat rapat air yaitu dengan eampuran 1 pc : 2 pasir.
Diantara bagian bawah tembok dengan bagian atas pondasi, sekarang
banyak dipasangi balok beton bertulang (sloof) dengan maksud untuk
meratakan beban bangunan yang diterima oleh pondasi yang sekaligus
berfungsi sebagai trasram.
Teknik 78 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
C. Plesteran dan Acian Bidang Tembok
1. Syarat-Syarat Memplester Tembok:
a. Tembok yang akan diplester harus datar.
b. Sebelum memulai memplester tembok harus digaruk dengan
sapulidi dan dibersihkan dengan air tawar (air minum).
c. Tebal lapis plester hanya 1 @ 1,5 cm.
d. Adukan yang dipakai : 1 kapur : 1 tras : 3 pasir, bila perlu dapat
dibuat 1 semen: 3 pasir.
2. Pelaksanaan Memplester Tembok:
a. Tembok yang akan diplester dibagi dalam beberapa bagian (petakpetak).
b. Pada keempat sudut petak tembok dipasang paku dengan kepala
menonjol .± 3 cm dari bidang tembok, untuk merentangkan benang.
c. Jarak benang dari sisi tembok 1,5 cm dan bila ada tembok yang
menempel pada benang, maka temboknya harus dipahat dulu
supaya didapat plester sama tebal dan rata.
d. Di tempat-tempat tertentu yaitu pada paku dan rentangan benang
dibuat plester utama yang berhimpit dengan benang-benang tadi,
sebagai standar tebal plester.
e. Plester utama yang vertikal ini dibuat tiap-tiap jarak 1,00 meter.
Setelah ini selesai, benang dapat dilepas.
f. Diantara 2 lajur plester utama di isi penuh dengan adukan,
kemudian digores dengan penggaris besar dan lurus mulai dari
bawah ke atas untuk memperoleh bidang yang rata.
g. Kemudian bidang yang paling luar dilapisi dengan lapisan encer
(kapur + semen merah + air) sambil digosok dengan papan gosok
supaya permukaan standar yang rata, ini disebut mengaci.
h. Rusuk-rusuk dan sudut pertemuan plester tembok harus merupakan
sudut siku ( = 90°) dan ini harus diplester dengan adukan 1 semen :
3 pasir supaya tahan benturan-benturan ringan.
i. Setelah lapis ini betul-betul kering, bidang permukaannya disapu
dengan kapur tohor sebanyak 3 kali, dan agar terlihat indah kapur
ini dicampur dengan zat pewarna yang sesuai dengan selera
pemilik bangunan
3. Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan :
a. Bahan adukan plester seperti pasir, tras dan kapur yang telah
dicampur rata harus diayak dulu, supaya butiran-butiran kasar
tidak ikut bercampur.
b. Usahakan jangan menggunakan adukan bekas tembok lama
karena daya lekatnya kurang.
c. Pada pekerjaan mengaci, bila dalam ember kapur tadi air
kapumya sudah habis, hanya tinggal butiran-butiran kasar yang
harus dibuang dan diganti dengan campuran yang sarna dan
baru.
4. Cara memplester tembok lama:
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana– V 79
a. Sebelumnya lapis plester tembok lama harus dikupas.
b. Siar tegak maupun siar datar harus digaruk sedalam ± 1,5 em.
c. Bagian bata tembok yang lumutan (licin) harus digaruk supaya
permukaannya kasar, agar lapis plester yang bam dapat melekat
dengan baik.
d. Bila ada bagian tembok yang terlalu kering, harus dibasahi
dengan air tawar.
e. Selanjutnya pelaksanaan memplester mengikuti langkah di atas
dari no. 1 sampai 9.
Gambar V-1, Pekerjaan Plesteran
5. Pekerjaan Acian
Pekerjaan berikutnya adalah mengaci, untuk menutupi adanya
keretakan alami akibat penguapan. Sebelum pekerjaan acian dimulai,
terlebih dahulu lakukan penyiraman agar acian mudah melekat pada
plesteran. Bila pekerjaan acian telah selesai maka perlakuannya sama
dengan pekerjaan plesteran. Acian didiamkan beberapa hari agar kadar
airnya mengering. Setelah terjadi pengeringan, akan timbul secara alami
keretakan yang disebut retak-retak rambut.
Setelah proses pengacian selesai, pekerjaan selanjutnya adalah
menutupi pari-pari atau retak-retak rambut. Secara umum arang akan
memakai wall sealer (plamur tembak). Plamur tembak diencerkan dengan
air secukupnya. Kemudian diratakan pada permukaan dinding dengan
alat perata. Plamur tembak dapat dijumpai di setiap taka-taka bangunan
dengan berbagai merek. Secara umum bahan ini lebih banyak dipakai di
peru mahan perkampungan. Plamur tembak tipe ini agak sedikit mahal
karena pengerjaannya akan banyak memakan waktu sehingga
menambah biaya pelaksanaan. Selain itu, pada waktu akan dilakukan
pengecatan, dinding harus diamplas terlebih dahulu. Di sini banyak
dijumpai adanya bilur-bilur bekas guratan alat perata (kape atau alat
perata lainnya) sehingga pengamplasannya juga akan memakan waktu
Teknik 80 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
serta banyak memakai kertas amplas. Bagi mereka yang tetap akan
memakai plamur tembok jenis ini ada beberapa cara yang cukup baik
untuk membuat plamur tembok yang lebih murah dan mudah dibuat
sendiri.
Cara lain untuk melapisi keretakan acian adalah memakai plamur
tembok jenis lainnya yang disebut under coat (Iapisan dasar). Bahan ini
diproduksi oleh pabrik cat terkenal dengan berbagai merek. Secara teknik
pemakai bahan tipe ini akan lebih menguntungkan, karena
pelaksanaannya memakai rol cat dinding. Bahannya harus dibuat
seencer mungkin sehingga bidang sasaran akan jauh lebih banyak.
Pengerjaannya pun bisa lebih cepat. Keuntungannya akan dapat
menekan biaya pelaksanaan. Dibuat encer bertujuan agar seluruh bahan
tersebut dapat sempurna mengisi celah-celah retak rambut acian. Bila
dibuat kental, akibatnya pada saat mengering bahan tersebut akan naik
ke permukaan celah-celah yang retak. Selain itu, lebih boros pemakaian
bahannya. Jadi, pekerjaan pengamplasan akan lebih lama dan boros
kertas amplas serta menambah biaya pengerjaan.
Gambar V-2, Pekerjaan Acian Gambar V-3, Pekerjaan Plamur
(Under Coat)
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana– V 81
Gambar V-4, Hasil Plesteran dan Acian
D. Plesteran dan Acian Bidang Sudut dan Lengkung
Prinsip pengerjaan plesteran dan acian pada bidang sudut tembok
dan lengkung tembok adalah sama dengan plesteran dan acian pada
dinding tembok. Yang perlu diperhatikan adalah; untuk bidang sudut
tembok, plesteran dan acian sudut harus membentuk garis tegak dan
lurus. Untuk bidang lengkung, plesteran dan acian harus sesuai dengan
bidang lengkung yang diinginkan, bila dinding lengkung tidak rata, maka
fungsi plesteran dan acian bidang lengkung adalah meratakan bidang
lengkung tersebut.
Gambar V-5, Hasil Plesteran dan Acian pada Bidang Sudut dan Bidang Lengkung
Teknik 82 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
E. Plesteran Lantai Semen
Pengerjaan plesteran lantai semen biasanya menggunakan
bentuk segi empat dengan menggunakan spesi/adukan. Langkahlangkah
dalam plesteran lantai semen adalah;
1. Tentukan letak titik tertinggi sebagai dasar muka lantai, yang
biasanya diambil dibawah pintu.
2. Pemasangan pertama dilakukan di bawah pintu dengan
menggunakan adukan.
3. Dari muka atas pasangan pertama ditarik benang kearah sudutsudut
ruangan lalu pada masing-masing sudut dipasang satu
pasangan lantai sebagai pedoman untuk tinggi muka lantai.
4. Dari tempat pasangan lantai sudut ditarik benang-benang sejajar
tepi ruangan untuk menetapkan letak titik-titik antara atau tengahtengah
ruangan.
5. Di tempat-tempat tersebut dipasang patok. Pada patok dipakukan
papan untuk tarikan-benang, seperti pada pemasangan papan
bangunan. Pemasangan papan harus datar dan diperiksa dengan
alat sipat datar.
6. Dari papan-papan ini direntangkan benang untuk tarikan benang
pemasangan. Mula-mula ditarik benang dari pasangan lantai
pertama di dekat pintu, kemudian pada arah tegak lurus
direntangkan juga benang untuk tarikan-benang kearah silang
lainnya.
7. Dari tempat tarikan benang tersebut dimulai pemasangan
plesteran lantai.
8. Plesteran lantai dilakukan dengan ketebalan ± 2 cm, permukaan
plesteran diratakan sambil digosok-gosok dengan kayu penggosok.
9. Pemasangan dilakukan dengan cara mundur menuju kearah pintu
agar plesteran lantai yang telah selesai dipasang tidak terganggu
oleh pemasangan plesteran lantai berikutnya.
10. Untuk menjaga agar pemasangan ubin yang telah selesai tidak
rusak, pada tempat-tempat tertentu diletakkan papan untuk jalan di
atasnya.
11. Setelah agak kering, permukaan lantai dilapisi campuran semen
murni dengan air yang diulaskan menggunakan ruskam kayu/baja
dan diratakan.
12. Bila menginginkan permukaan plesteran lantai menyerupai ubin,
maka sebelum plesteran mengeras dilakukan penarikan kabel/tali
yang dilekatkan pada permukaan plesteran lantai. Ukuran jarak
antara dapat disesuaikan menurut kebutuhan.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana– V 83
Gambar V-7, Plesteran Lantai
G. Plesteran dengan Sawutan
Permukaan dinding polos mungkin membuat kesan
menjenuhkan. Aplikasi warna mungkin juga kurang membuat tampilannya
menarik. Agar dinding lebih menarik, maka plesteran dapat dilakukan
dengan sawutan, sehingga hasil plesteran akan membentuk tekstur. Hasil
dari plesteran dengan sawutan dapat membuat dinding lebih berwarna,
terlebih jika terkena sorot cahaya, ada gradasi gelap terang yang dapat
membuat dinding jadi dramatis. Yang perlu diperhatikan dalam plesteran
dinding dengan sawutan adalah tekstur atau tonjolan-tonjolan pasir halus
di seluruh permukaan dinding jangan sampai melukai tubuh, terlebih jika
pasir yang digunakan agak kasar. Hal tersebut dapat diminimalisir
menggunakan cat yang tepat serta teknik menyawut yang benar,
sehingga permukaan plesteran yang kasar dan tajam dapat dikurangi.
Permukaan dinding disawut dengan menggunakan ayakan lubang kecil
sehingga tekstur yang muncul tidak terlalu menonjol. Hal tersebut akan
membuat gesekan kulit tubuh dengan dinding tidak terlalu berbahaya.
Bahan dan Alat yang digunakan dalam plesteran dinding dengan
sawutan adalah;
1. Cat emulsi , pasir kasar, semen putih
2. Kawat ayam atau kain
3. Roskam, sendok semen, sarung tangan
Gambar V-8, Alat dan Bahan Plesteran dengan Sawutan
Teknik 84 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Langkah Pengerjaan untuk plesteran dengan sawutan adalah
sebagai berikut;
1. Tentukan bidang dinding yang akan diberi plester dengan sawutan,
sebaiknya plester dulu dinding ini. Plesteran yang rata akan
mendapatkan hasil sawutan yang lebih baik.
2. Siapkan alat sawut, yaitu kawat ayam yang telah diberi bingkai kayu
atau kain (pilih salah satu). Alat-alat yang dipilih akan berpengaruh
pada tekstur yang terbentuk.
3. Pasir yang akan dipakai sebaiknya diayak agar bersih dari kerikil,
4. Buat adukan semen-pasir dengan perbandingan 1:3.
5. Aplikasikan adukan pada dinding yang sudah diplester tadi.
6. Jika menggunakan kawat ayam: lempar keras-keras adukan tersebut
dengan menggunakan sendok semen hingga menerobos kawat.
Adukan dilempar dari jarak sekitar 30cm.
7. Jika menggunakan kain: adukan cukup ditempel ke dinding dengan
menggunakan roskam setelah itu gosok dengan arah memutar.
8. Khusus untuk teknik kain, tunggu hingga hasil sawutan setengah
kering sebelum menggosok dinding dengan gerakan memutar
menggunakan roskam yang sudah diberi kain.
9. Diamkan hingga kering. Kemudian cat dengan cat emulsi sesuai
selera.
Gambar V-9, Hasil Plesteran dengan Sawutan
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VI 85
BAB VI
PENUTUP LANTAI DAN DINDING
A. Pemasangan Lantai
Pemasangan lantai biasanya dimulai bila semua pekerjaan bagian
atas, seperti pemasangan atap, plafon, dan plesteran dinding dan
pekerjaan bagian bawah, seperti pemasangan pipa-pipa riolering telah
selesai dilaksanakan.
Permukaan dasar tanah yang akan dipasang lantai harus diberi
urugan terlebih dahulu. Tujuan dari pengurugan adalah agar tidak terjadi
penyusutan tanah yang dapat mengakibatkan lantai menjadi tidak
kokoh dan pecah. Bahan yang digunakan untuk urugan adalah tanah
urug atau pasir urug dengan ketebalan 15-20 cm.
Langkah pengurugan adalah sebagai berikut.
1. Permukaan tanah dibersihkan dari kotoran, seperti sisa-sisa adukan,
potongan kayu, sisa gergajian dan Iain-lain.
2. 2.Jika urugan cukup tebal (> 20 cm ), urugan tanah dibuat berlapislapis,
dengan tebal setiap lapisan 15-20 cm dengan cara dipadatkan
alat pemadat yang dialiri air sampai jenuh. Hal ini dilaksanakan sampai
permukaan tanah tidak menunjukkan penurunan lagi.
3. Pekerjaan selanjutnya urugan pasir diatasnya yang pelaksanaannya
seperti pada pelaksanaan diatas.
B. Ketentuan Umum Pemasangan Lantai Ubin
Lantai ubin terdiri dari ubin semen portland yang bahannya
merupakan campuran pasir dengan semem dan permukaannya dari
lapisan semen Portland murni, granite dan sebagainya. Menurut
motifnya dibedakan atas ubin galasan, ubin-sisik, ubin-kembang dan
sebagainya. Ukuran ubin biasanya 15 X 15; 20 X 20 dan 30 X 30 cm
dengan tebal 2cm.
Ketentuan umum pemasangan ubin lantai yang menggunakan
bentuk segi empat dengan menggunakan spesi/adukan adalah sebagai
berikut;
13. Tentukan letak titik tertinggi sebagai dasar muka lantai, yang
biasanya diambil dibawah pintu.
14. Pemasangan pertama dilakukan di bawah pintu dengan
menggunakan adukan.
15. Dari muka atas pasangan pertama ditarik benang kearah sudutsudut
ruangan lalu pada masing-masing sudut dipasang satu
pasangan lantai sebagai pedoman untuk tinggi muka lantai.
16. Dari tempat pasangan lantai sudut ditarik benang-benang sejajar
tepi ruangan untuk menetapkan letak titik-titik antara atau tengahtengah
ruangan.
17. Di tempat-tempat tersebut dipasang patok. Pada patok dipakukan
papan untuk tarikan-benang, seperti pada pemasangan papan
Teknik 86 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
bangunan. Pemasangan papan harus datar dan diperiksa dengan
alat sipat datar.
18. Dari papan-papan ini direntangkan benang untuk tarikan benang
pemasangan. Mula-mula ditarik benang dari pasangan lantai
pertama di dekat pintu, kemudian pada arah tegak lurus
direntangkan juga benang untuk tarikan-benang kearah silang
lainnya.
19. Dari tempat tarikan benang tersebut dimulai pemasangan satu
baris ubin lantai.
20. Untuk tiap pemasangan dipakai adukan yang cukup untuk luas
satu pasangan ubin lantai. Bahan lantai didesak dengan kekuatan
sedang sampai rata dan sejajar dengan benang-tarikan.
21. Pemasangan berikutnya kearah tegak lurus terhadap arah
pemasangan pasangan yang pertama, begitu seterusnya, sehingga
bagian ujung sudut ruangan terpasang penuh dengan ubin lantai.
22. Pemasangan dilakukan dengan cara mundur menuju kearah pintu
agar ubin lantai yang telah selesai dipasang tidak terganggu oleh
pemasangan lantai berikutnya, sebab adukannya belum mengeras.
23. Untuk menjaga agar pemasangan ubin yang telah selesai tidak
rusak. maka pada tempat-tempat tertentu diletakkan papan untuk
jalan di atasnya.
Gambar VI-1, Ketentuan Umum Pemasangan Ubin Lantai
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VI 87
Gambar VI-2, Benang TarikanSebagai Pedoman Pemasangan Ubin
C. Lantai Keramik
Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani, keramikos
yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses
pembakaran. Lantai keramik atau ubin keramik adalah bahan penutup
(finishing) lantai dari bahan keramik. Tujuan pemasangan ubin keramik
selain sebagi penutup lantai adalah menambah kekuatan lantai,
mempermudah pemeliharaan dan kebersihan lantai, serta mendekorasi
ruangan (lantai). Selain fungsi-fungsi tersebut, efek pemasangan keramik
lantai juga bisa menghadirkan atmosfer tertentu pada ruangan,
tergantung jenis dan corak keramik yang dipilih.
Dalam kaitan dengan mutu ubin keramik dikenal istilah KW1,
KW2, KW3, artinya dalam (1) satu kotak keramik KW1 berisi keramik
kualitas paling baik dan nol kerusakan atau tidak ada yang cacat (reject),
sedangkan KW berikutnya kualitasnya lebih rendah, seperti warna tidak
sama persis sama, ukuran berselisih antara satu dengan lainnya berkisar
1 – 1.5 mm. Jenis dan merk lantai keramik yang ada dipasaran antara
lain: Roman, KIA, IKAD, INA, White Horse, Masterina, Mulia, Acura,
Hercules, KIG, Milan, Platinum, Genova dan sebagainya.
Teknik 88 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Gambar VI-3, Lantai Keramik
1. Jenis Keramik
Keramik dilihat dari penggunaan bahan dan proses pembuatan
terbagi dalam dalam dua jenis keramik, yaitu:
a. Keramik Tradisional
Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan
menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. Yang termasuk
keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware), keperluan rumah
tangga (tile, bricks), dan untuk industri (refractory).
b. Keramik Halus
Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik,
advanced ceramic, engineering ceramic, techical ceramic) adalah
keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau
logam, seperti: oksida logam (Al2O3, ZrO2, MgO,dll). Penggunaannya:
elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang
medis.
Berdasarkan perletakkannya, jenis keramik dibagi menjadi 2 jenis,
yaitu:
a. Ubin Keramik Interior
Ubin keramik interior senantiasa terlindung dari hujan, dan sinar
matahari langsung, oleh karena itu biasanya digunakan jenis ubin
keramik polos atau dekoratif sesuai dengan fungsi ruang serta kesan
yang diharapkan. Khusus ruang-ruang interior dengan kegiatan
menggunakan peralatan yang menghasilkan panas serta adanya bahanbahan
kimia, seprti laboratorium , dapur dan sebagainya maka gunakan
ubin keramik yang resisten terhadap bahan-bahan pewarna, asam-basa,
dan lemak, sehingga cairan yang tumpah dilantai dapat dengan mudah
dibersihkan dan tidak merusak ubin keramik, serta resisten tinggi
terhadap suhu tinggi. Jenis kermaik yang memenuhi kualitas tersebut
anata lain keramik yang berglazur dan glossy. Sedang untuk ruang untuk
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VI 89
kegiatan basah, seperti kamar mandi, tempat cuci gunakan keramik
berglasur dengan tekstur pada permukaannya, sehingga tidak licin pada
waktu basah dan mudah dibersihkan Keramik dinding juga lazim dipakai
untuk kamar mandi, jenis yang cocok adalah keramik dinding berglasur,
kilap yang resisten terhadap bahan-bahan kimia serta mudah
dibersihkan.
b. Ubin Keramik Eksterior
Untuk lantai eksterior dan sering kena hujan dan sinar matahari
secara langsung disarankan pilih jenis keramik tahan perubaha cuaca,
ditandai dengan daya serap air rendah, permukaan berglazur, tidak
mengkilap (berkesan suram), karena jenis warna kusam tidak sensitif
terhadap abrasi/goresan. Jenis keramik untuuk eksterior dipasaran
dikenal dengan embossed (tidak rata).
Gambar VI-4, Keramik Dekoratif
Khusus untuk tangga baik tangga interior maupun eksterior
digunakan ubin khusus yaitu ubin keramik yang tidak licin, seperti
keramik yang bertekstur atau dapat dipilih juga aksesoris keramik lantai
yang memang khusus untuk dipasang pada anak tangga, yang bernama
bullnose dan stepnose. Tipe ini pada permukaan terdapat granulagranula
yang menimbulkan efek anti slip.
Gambar VI-5, Pemasangan Keramik Pada Konstruksi Tangga
Teknik 90 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
2. Sifat Keramik
a. Mudah pecah
Sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan
jenis keramik adalah britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat pada
keramik jenis tradisional seperti barang pecah belah, gelas, kendi,
gerabah dan sebagainya, coba jatuhkan piring yang terbuat dari
keramik bandingkan dengan piring dari logam atau melamin, pasti
keramik mudah pecah, walaupun sifat ini tidak berlaku pada jenis
keramik tertentu, terutama jenis keramik hasil sintering, dan campuran
sintering antara keramik dengan logam.
b. Tahan suhu tinggi
Sebagai contoh keramik tradisional yang terdiri dari clay, flint dan
feldfar tahan sampai dengan suhu 1200 C, keramik engineering
seperti keramik oksida mampu tahan sampai dengan suhu 2000 C.
c. Kekuatan tekan tinggi, sifat ini merupakan salah satu faktor yang
membuat penelitian tentang keramik terus berkembang.
3. Kelebihan ubin keramik
a. Kaya akan ragam jenis, corak, tekstur, harga dan bahan pembentuk
(batu alam, granit, marmer)
b. Kekuatan fisik tinggi (lebih tinggi dari parket), warna tahan sangat
lama, serta mudah dalam membersihkannya.
c. Permukaannya anti air (daya serap airnya kecil) sehingga mudah
dalam pemeliharaan dan cara membersihkan)
d. Tahan terhadap goresan pisau dan juga tahan panas (api).
4. Beberapa kekurangan ubin keramik
Meledak pada musim kemarau, terjadi akibat udara (tidak semua
bagian di bawah keramik solid terisi adukan) panas yang terperangkap di
bawah keramik memuai dan mendorong keramik hingga pecah (Ingat
Indonesia beriklim tropik lembab), penyebab lain adalah adukan kurang
homogen (adukan dilakukan sebentar, kurang lama) yang
memngakibatkan daya rekat tidak tahan lama sehingga beberapa waktu
kemudian ubin keramik lepas.
Gambar VI-6, Macam Lantai Keramik
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VI 91
5. Pemasangan Lantai Keramik
Sebelum memasang ubin keramik diatas dasar lantai beton, ada
beberapa hal yang harus diperhatiakn dan dilakukan, yaitu menghitung
secara akurat ubin keramik yang dibutuhkan. Buatlah gambar desain pola
lantai dan lajur pemasangan (arah horizontal, vertikal atau diagonal luas
ruang) untuk membantu menghitung secara detail kebutuhan keramik
(lebihkan sekitar 5 % untuk persediaan, bila waktu pemasangan pasang
ada yang rusak, dan cadangan apabila ada kerusakan dikemudian hari,
disebabkan stok terbatas dan selang bebrapa waktu kemungkinan tidak
diproduksi lagi). Dan pastikan ubin keramik yang datang dan akan
dipasang sesuai kode, ukuran warna yang dipesan.
a. Rendam keramik dalam air.
Hal ini akan membuat keramik menjadi lebih elastis dan pada saat
pemasangan dapat dengan mudah menempel. Perhatikan kualitas
keramik. Jika ia keramik kw 1 maka tak ada masalah, namun jika ia
merupakan kw 2 atau 3 akan susah memasang untuk presisi. Untuk
itu nat keramik harus longgar karena masing-masing keramik memiliki
selisih 0,2-0,5 mm. Hingga keramik tidak saling bertubrukan.
b. Oleskan air semen.
Bilaskan semen yang sudah dicampuri air sedikit ke bawah keramik,
hal ini akan membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar
lengket.
c. Adukan dan permukaan dasar lantai beton harus benar-benar bersih.
Adukan harus benar-benar homogen atau semen, pasir dan air sudah
sudah diaduk sehingg benar-benar bercampur dengan baiik dan
dasar lantai yang akan dipasang harus bersih dari kerikil, batu atau
ganjalan-ganjalan lain yang akan membuat rongga di bawah keramik.
d. Padatkan secara rata.
Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada yang
kopong atau bagian dasar yang berongga. Karena keadaan demikian
akan membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa apakah
ketinggiannya sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk
menentukan ketinggian lantai.
e. Nat keramik dipasang belakangan.
Jangan pasang semen oker atau nat pada sisi keramik saat itu juga.
Biarkan ubin keramik yang telah terpasang selama 2 atau 3 hari. Hal
ini akan membuat sisa udara yang mengendap akan keluar melalui
bagian nat yang belum ditutup. Setelah itu baru diberi semen nat dan
jangan lupa membersihkan nat yang masih kosong dari kotoran yang
mengendap.
f. Jangan diinjak-injak.
Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang
selama 2-3 hari. Jangan biarkan ubin keramik akan ambles karena
adukan dibawahnya masih belum kuat untuk dibebani.
g. Periksa hasil pemasangan.
Teknik 92 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Periksa kembali semua ubin keramik yang telah terpasang dengan
memukul atau ketukan-ketukan dengan batang kayu pada
permukaan satu ubin keramik, kemudian lakukan pada ubin keramik
berikutnya dan seterusnya. Pastikan dibawah ubin keramik yang
terpasang semuanya padat terisi adukan dan tidak ada yang kopong.
Dalam sebuah areal pemasangan seukuran 3 x 3 m biasanya
terdapat 3-5 keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar keramik
tersebut dan ulangi pemasangannya.
6. Cara Sederhana Membuat Jarak Nat
1) Gunakan plastik spacer
Cara yang lazim digunakan untuk menetukan/mengatur jarak nat
adalah dengan plastic spacer yang banyak dijual di toko-toko keramik.
Ukurannya bermacam-macam, memberikan banyak pilihan
penentuan lebar nat. Plastic spacer tersebut ditempatkan disamping
(atas), dan dapat dengan muda dilepaskan dan dipasang kembali.
Pemakaiannya sangat fleksibel.
2) Menggunakan papan kayu
Cara lain untuk menentukan lebar nat adalah dengan menggunakan
penanda dari kayu. Lebar nat ditandai dengan pensil atau yang
lainnya. Pemakaian dengan cara ini fleksibel sekali tetapi dalam
aplikasinya mungkin lebih sulit. Pemasangan keramik dinding
biasanya dipergunakan paku yang dipasang benang yang
direntangkan dari satu sisi kesisi berikutnya untuk ketepatan
pemasnagan dan menyeragamkan lebar nat
D. Lantai Mozaik
1. Mengenal Mozaik
Mozaik semakin populer untuk mempercantik elemen bangunan.
Ia menjadi pelapis dinding, lantai kamar mandi, back panel dapur, pelapis
saniter, hingga dinding dan lantai kolam renang. Selain pada elemen
bangunan, mozaik juga dapat diaplikasikan sebagai aksen pada sekat
ruangan.
Tak ubahnya keramik lantai atau dinding, mozaik terbuat dari
porselen, kaolin, dan bahan khusus. Ramuan itu dioven pada suhu
2.200ºC selama 24 jam. Daya tekannya mencapai 500kg/cm2. Berbentuk
kepingan, mozaik dirangkai di atas jaring benang. Ukuran keping
bervariasi, ada yang 18mmx18mm, 25mmx25mm, 28mmx28mm,
35mmx35mm, juga 50mmx50mm. Masing-masing keping memiliki tebal
3mm-4mm. Sebagai pengikat antarkepingan adalah jejaring berbahan
nilon, mirip benang. Jaring berperan sebagai pengikat sekaligus perekat
kepingan mozaik. Agar tak lepas, jejaring dilem ke bagian belakang
mozaik. Jejaring juga memudahkan pemasangan.
Mozaik memiliki bentuk, desain, dan warna beragam. Ada yang
berbentuk kotak siku, bulat, kotak lengkung, dan segienam. Model
lainnya berupa kembangan, dekoratif, dan acak. Variasi warnanya
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VI 93
sampai ratusan, mirip dengan color card dari cat. Inilah yang membuat
mozaik menjadi bahan pencitraan elemen rumah. Ia berupa kepingan
yang dapat mengubah tampilan lantai atau dinding menjadi indah.
Gambar VI-7, Lantai Mozaik
2. Cara Memasang Mozaik
Memasang mozaik perlu ketelitian. Selain butuh nat tipis, berkisar
2mm-3mm, mozaik juga perlu perlakuan khusus. Cara memasang mozaik
adalah sebagai berikut;
a. Mozaik tidak boleh direndam dalam air. Air dapat merusak dan
menghilangkan lem perekat pada jejaring di balik keping mozaik.
b. Tidak semua tukang keramik dapat memasang mozaik. Ada baiknya
pilih tukang khusus mozaik. Jika sulit dapat berkonsultasi kepada
distributor mozaik.
c. Nat mozaik cukup kecil berkisar 2mm-3mm. Oleh sebab itu, gunakan
pengisi nat khusus dan bukan menggunakan semen biasa. Jenis
semen biasa dapat membuat tampilan nat tidak rapi.
d. Perawatan mozaik menggunakan kain lap basah, tak perlu diguyur
dengan air. Lakukan pembersihan segera jika mozaik di dinding atau
lantai terkena noda
Teknik 94 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Gambar VI-8, Hasil Pemasangan Mozaik
E. Penutup Dinding
1. Penutup Dinding dengan Batu Tempel/Hias
a. Cara Pemasangan
Beragam batu tempel/hias tersedia di pasar. Cara pemasangan
batu tempel/hias adalah sebagai berikut;
1) Awali pemasangan dengan menetukan pola pemasangan.
Pemasangan rata atau tidak rata (maju-mundur) tergantung selera.
Jika ingin memasang dengan pola permukaan tidak rata, tentukan pola
dan tinggi satu batu dengan batu lainnya.
2) Pastikan ukuran batu sesuai ukuran dinding yang akan ditempeli. Jika
dibutuhkan ukuran khusus, potong batu alam menggunakan alat
pemotong batu atau keramik.
3) Untuk menempelkan batu pada dinding, tuangkan semen ke bagian
belakang batu. Tuang hati-hati agar cairan semen tidak mengotori
bagian depan. Jika ada sisa air atau adukan semen menempel pada
bagian depan, segera bersihkan.
4) Berbeda dengan memasang lantai keramik, pemasangan batu alam
tanpa nat akan lebih menarik. Jika menghendaki efek batu
menyambung, hindari mengisikan adukan semen di antara celah batu.
5) Setelah seluruh batu terpasang, tunggu satu-dua hari sampai semen
kering dan batu menempel erat. Setelahnya, bersihkan dinding dengan
menyemprotkan air pada dinding batu hingga debu dan kotoran hilang.
Jika dibutukan, gunakan sikat kawat untuk merontokkan kotoran
membandel.
Gambar VI-9, Penutup Dinding dengan Batu Tempel/Hias
b. Coating atau Pengecatan Batu Tempel/Hias
Batu tempel/hias mempunyai pori-pori besar sehingga mudah
menyerap air. Batu yang terkena air terus menerus bakal berlumut dan
berjamur. Dua hal tersebut dapat membuat tampilan batu tak indah lagi.
Untuk mengatasinya, maka batu tempel perlu dicoating/cat.
Coating hanya salah satu bentuk upaya mencegah batu
tempel/hias pada dinding rumah rusak akibat dampak buruk air dan
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VI 95
perubahan cuaca. Meski terlihat mudah, proses coating tidak boleh
dilakukan sembarangan. Coating harus dilakukan secara periodic,
Minimal setahun sekali. Pilihan jenis cairan coating pun harus
disesuaikan dengan karakteristik batu. Tidak semuanya cocok
diaplikasikan ke semua batu alam. Batu dengan poritasitas tinggi lebih
cocok dicoating dengan larutan kimia yang lebih rendah. Batuan keras
macam batu kali dan andesit, lebih tepat menggunakan coating yang
mengkilap. Sebaliknya, batuan dengan porositas tinggi cocok dengan
coating dof.
Gambar VI-10, Hasil Coating pada Dinding dengan Batu Tempel/Hias
2. Penutup Dinding dengan Keramik
Pelapisan dengan keramik biasnya dilakukan pada dinding kamar
mandi dan dinding dapur dengan susunan keramik di bagian bawah
dinding dan lis di bagian atas dinding. Model dan motif dari keramik dan
lis dinding tersebut mempunyai banyak ragam.
Gambar VI-11, Finishing dengan Pelapisan Keramik
Teknik 96 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
3. Penutup Dinding dengan Gypsum
Gambar VI-12. Sistem pelapis dinding batu ini menggunakan 1 lapis papan gipsum.
Furring Channel dan Direct Fixed Clip, diaplikasikan pada 1 sisi. Rongga yang terdapat di
antara papan gipsum dan dinding batu dapat difungsikan untuk instalasi ME (mekanikalelektrikal)
atau insulasi (jika diperlukan).
Gambar VI-13. Potongan samping pelapis dinding
4. Dinding Partisi
Untuk membuat kesan ruangan menjadi luas atau terbagi-bagi
dapat dilakukan dengan cara membuat dinding partisi. Cara membuat
dinding partisi adalah sebagai berikut;
a. Tentukan model partisi yang diinginkan. Kini ada banyak variasi untuk
menyamarkan ruangan. Partisi dapat menyerupai dinding utuh dengan
modifikasi material atau partisi yang menyerupai lemari untuk
menyimpan barang.
b. Ukur jarak antarruang yang akan ditutupi, sebaiknya saat membagi
ruang didukung oleh dinding struktur, sehingga partisi akan terlihat
seperti dinding sungguhan.
c. Pilih material sesuai kebutuhan. Lalu buat rangka struktur partisi
dengan menggunakan material tersebut.
d. Setelah partisi terbentuk, beri finishing warna yang sesuai dengan
warna kusen dan pintu.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VI 97
e. Langkah terakhir, pasang pintu pada ruang yang telah ditentukan.
Untuk menyamarkan pintu, handel dapat dipasang pada satu sisi,
yakni bagian dalam.
f. Jika dinding pintu partisi memiliki jarak yang cukup lebar, meja kecil
dapat menjadi penghias sebagian pintu. Melalui cara ini, dinding akan
terlihat seperti bukan partisi.
Gambar VI-14, Dinding Partisi
Teknik 98 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VII 99
BAB VII
MEMERIKSA BAHAN DI LAPANGAN
A. Memeriksa Material Agregat Halus dan Kasar
Agregat adalah butir-butiran mineral yang bila dicampur dengan
semen portland akan menghasilkan beton. Dilihat dari asal bahan, agregat
terdiri dari dua macam, yaitu agregat batuan alam dan agregat buatan.
Untuk agregat batuan alam, berdasarkan ukurannya terbagi 2 macam,
yaitu agregat halus (pasir) dan agregat kasar (krikil atau kricak/batu
pecah).
Di dalam beton, agregat merupakan bahan pengisi yang netral
dengan komposisi 70-75% dari masa beton. Tujuan penggunaan agregat
di dalam adukan beton adalaj;
1. Menghemat penggunaan semen portland.
2. Menghasilkan kekuatan besar pada beton.
3. Mengurangi penyusutan pada pengerasan beton.
4. Dengan gradasi agregat yang baik dapat tercapai beton padat.
5. Sifat dapat dikerjakan (workability) dapat diperiksa pada adukan
beton dengan gradasi yang baik.
Sifat dapat dikerjakan dari adukan beton dapat diusahakan
dengan mengatur gradasi dari agregat. Gradasi agregat yang baik akan
menghasilkan beton padat. Susunan beton padat akan menghasilkan
kekuatan besar pada beton. Agregat yang baik harus keras, kuat dan ulet.
Kekuatannya melebihi kekuatan pasta semen yang telah mengeras.
Agregat mengandung pori-pori tertutup tetapi tidak menambah sifat
tembus air betonnya. Semakin banyak agregat di dalam beton semakin
berkurang susut beton di dalam proses pengerasan.
1. Agregat Halus (Pasir)
Pasir adalah bahan batuan halus, terdiri dari butiran dengan ukuran
0,14-5 mm, didapat dari basil desintegrasi batuan alam (natural sand)
atau dengan memecah (artificial sand).
Sebagai bahan adukan, baik untuk spesi maupun beton, maka
agregat halus harus diperiksa secara lapangan. Hal-hal yang dapat
dilakukan dalam pemeriksaan agregat halus di lapangan adalah;
a. Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras. Butir agregat
halus harus bersifat kekal, arlinya tidak pecah atau hancur oleh
pengaruh-pengaruh cuaca.
b. Agregat halus tidak mengandung lumpur lebih dari 5%
(ditentukan terhadap berat kering). Apabila kadar lumpur
melampaui 5%, maka agregat halus harus dicuci.
c. Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan organik terlalu
banyak, hal tersebut dapat diamati dari warna agregat halus.
d. Agregat yang berasal dari laut tidak boleh digunakan sebagai agregat
halus untuk semua adukan spesi dan beton.
Teknik 100 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
2. Agregat Kasar (Krikil/Batu Pecah)
Agregat kasar dibedakan atas 2 macam, yaitu krikil (dari batuan alam)
dan kricak (dari batuan alam yang dipecah). Menurut asalnya krikil
dapat dibedakan atas; krikil galian, krikil sungai dan krikil pantai. Krikil
galian baisanya mengandung zat-zat seperti tanah liat, debu, pasir dan
zat-zat organik. Krikil sungai dan krikil pantai biasanya bebas dari zatzat
yang tercampur, permukaannya licin dan bentuknya lebih bulat. Hal ini
disebabkan karena pengaruh air. Butir-butir krikil alam yang kasar akan
menjamin pengikatan adukan lebih baik.
Batu pecah (kricak) adalah agregat kasar yang diperoleh dari batu alam
yang dipecah, berukuran 5-70 mm. Panggilingan/pemecahan biasanya
dilakukan dengan mesin pemecah batu (Jaw breaker/ crusher).
Menurut ukurannya, krikil/kricak dapat dibedakan atas;
a. Ukuran butir : 5 - 1 0 mm disebut krikil/kricak halus,
b. Ukuran butir : 10-20 mm disebut krikil/kricak sedang,
c. Ukuran butir : 20-40 mm disebut krikil/kricak kasar,
d. Ukuran butir : 40-70 mm disebut krikil/kricak kasar sekali.
e. Ukuran butir >70 mm digunakan untuk konstruksi beton siklop
(cyclopen concreten).
Pada umumnya yang dimaksud dengan agregat kasar adalah agregat
dengan besar butir lebih dari 5 mm.
Sebagai bahan adukan beton, maka agregat kasar harus diperiksa
secara lapangan. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam pemeriksaan
agregat halus di lapangan adalah;
a. Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir keras dan tidak berpori.
Agregat kasar yang mengandung butir-butir pipih hanya dapat
dipakai, apabila jumlah butir-butir pipih tersebut tidak melebihi 20%
dari berat agregat seluruhnya. Butir-butir agregat kasar harus bersifat
kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh-pengaruh
cuaca.
b. Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1%
(ditentukan terhadap berat kering). Apabila kadar lumpur
melampaui 1%, maka agregat kasar harus dicuci.
c. Agregat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat
merusak beton, seperti zat-zat yang relatif alkali.
d. Besar butir agregat maksimum tidak boleh lebih dari pada 1/5 jarak
terkecil antara bidang-bidang samping cetakan, 1/3 dari tebal pelat
atau 3/4 dari jarak bersih minimum batang-batang tulangan.
B. Memeriksa Material Semen
Semen portland (PC) sebagai komponen beton atau berfungsi
sebagai bahan pengikat anorganik secara umum sifat utamanya adalah
mengikat dengan adanya air dan mengeras secara hidrolik. Semen
portland merupakan bahan bubukan halus, butirnya sekitar 0,05 mm
dan pada hakekatnya terdiri dari hablur-hablur senyawa yang
kornpleks. Bahan baku semen sangat tergantung pada kadar bahan
asli yang terdapat di daerah tertentu.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VII 101
Untuk konstruksi bangunan sederhana, pemeriksaan semen di
lapangan sangat jarang dilakukan, karena semen portland yang beredar
di pasaran sudah dinyatakan layak pakai oleh badan yang berwenang.
Beberapa pemeriksaan semen di lapangan diantaranya adalah;
1. Pengujian Pengikatan Awal dengan Kuku
Cara pengujiannya adalah sebagai berikut;
a. 100 gram semen portland dicampur dengan air sebanyak 25-30
gram, diaduk selama 3 menit sampai menjadi adonan yang tegar.
Adukan tadi kemudian di dibuat dalam bentuk kue di atas pelat
kaca dengan garis tengah 10 cm dan tinggi di tengahnya 1,5 cm
menipis ke tepinya.
b. Dengan kuku tangan atau pisau kecil dari waktu ke waktu dibuat
goresan pada adonan tersebut. Bila goresan tetap ada, (tidak
menutup kembali),maka dianggap bahwa ikatan mulai terjadi.
Akhir ikatan dicapai bila dengan tekanan ringan sudah tidak
didapatkan goresan yang dalam.
2. Pengujian Kekelan Bentuk dengan Pembakaran Bola
Caranya pengujiannya adalah sebagai berikut;
a. 100 grm semen portland diaduk dengan air sebanyak 20 gram.
Dengan telapak tangan selama 5 menit dibuat menjadi bola.
Jumlah air yang dianggap tepat bila bola tersebut agak lembab
dan kalau sedikit ditekan terjadi sedikit perubahan bentuk tanpa
menjadi hancur. Kelebihan air dapat dihilangkan dengan menggulirgulir
bola semen tersebut di atas sehelai kertas penghisap. Bola
tersebut diletakkan di atas sebuah pelat baja dan dipanasi
dengan kompor pembakar. Pemanasan harus berjalan secara
bertahap, sehingga dalam waktu setengah jam nyala apin
mengenai pelat baja tersebut.
b. Pengujian dihentikan bila sebuah cermin kaca diletakkan di atas
bola semen tersebut tidak lagi berkabut karena embun. Kalau bola
tersebut ternyata penuh dengan retak-retak dan pemuaianpemuaian,
maka semen tidak memiliki kekekalan bentuk yang
baik.
Teknik 102 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VIII 103
BAB VIII
MENGERJAKAN BETON
A. Acuan dan Perancah
Acuan (cetakan) dan tiang acuan (perancah) adalah suatu
konstruksi sementara, yang gunanya untuk mendukung terlaksananya
pengerjaan adonan beton yang dicorkan sesuai dengan bentuk yang
dikehendaki. Jadi acuan dan perancah harus dapat menahan berat baja
tulangan, adukan beton yang dicorkan, pekerja-pekerja pengecor beton
dan lain sebagainya, sampai beton mengeras, sehingga dapat menahan
berat sendiri dan beban kerja.
Acuan beton terdiri dari bidang bagian bawah dan samping. Papanpapan
bagian bawah dari acuan yang tidak terletak langsung di atas
tanah dipikul oleh gelagar acuan, sedangkan gelagar acuan didukung oleh
perancah. Pada konstruksi beton yang langsung terletak di atas tanah,
bagian bawah tidak perlu diberi cetakan, tetapi cukup dipasang lantai
kerja dari beton dengan campuran 1 semen : 3pasir : 5 krikil dengan
ketebalan 5 cm. Jadi, yang perlu diberi papan acuan bagian samping
saja.
Untuk pekerjaan beton yang akan difinishing dengan plesteran,
papan acuan tidak perlu dihaluskan, tetapi bila pekerjaan beton tidak
memerlukan finishing, maka permukaan acuan harus licin. Untuk
pekerjaan tersebut biasnya digunakan acuan dari multipleks, plywood,
atau pelat baja.
1. Bahan Acuan dan Perancah
Papan acuan dan tiang perancah yang digunakan biasanya dari
kayu yang harganya murah dan mudah dikerjakan. Juga dapat
dipergunakan pelat-pelat baja, pelat seng bergelombang, plywood dan
lain sebagainya. Meskipun acuan dan perancah dibuat dari kayu yang
murah, tetapi kayunya harus cukup baik dan tidak boleh terlalu basah,
sebab kayu yang terlalu basah akan mudah melengkung dan pecah.
Ukuran papan acuan biasanya adalah tebal 2-3 cm dan lebarnya 15-20
cm. Untuk perancah biasanya digunakan kasau 4/6 atau 5/7 cm, namun
banyak juga yang menggunakan perancah dari bambu.
Perkembangan yang terjadi dewasa ini, banyak digunakan acuan
yang telah siap rakit, papan acuan dari pelat baja, sedang perancahnya
menggunakan frame scafolding.
2. Persyaratan Acuan dan Perancah
Syarat-syarat mengenai acuan dan perancah adalah sebagai
berikut;
a. Dapat menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk,
ukuran, dan batas-batas sesuai dengan yang ditunjukkan oleh
gambar kerja.
b. Kokoh dan cukup rapat, sehingga dapat dicegah adanya kebocoran
adukan beton.
Teknik 104 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
c. Harus diberi ikatan-ikatan secukupnya, sehingga dapat terjamin
kedudukan dan bentuk yang tetap.
d. Terbuat dari bahan yang tidak mudah menyerap air dan
direncanakan sedemikian rupa, sehingga mudah dibongkar tanpa
menyebabkan kerusakan beton.
e. Bersih dari kotoran serbuk gergaji, potongan kawat pengikat dan
kotoran lainnya.
f. Apabila acuan dan perancah harus memikul beban yang besar
dan/atau dengan bentang yang besar atau memerlukan bentuk
khusus, maka harus dilakukan perhitungan dan gambar kerja
khusus.
3. Perencanaan Acuan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan/membuat
acuan dan perancah adalah;
a. Kecepatan dan cara pengecoran beton.
b. Beban yang harus dipikul, termasuk beban, horisontal dan beban
kejut.
c. Selain kekuatan dan kekakuan acuan, kestabilitas juga perlu
diperhitungkan dengan baik.
d. Tiang-tiang acuan dari kayu harus dipasang di atas papan kayu
yang kokoh dan mudah distel dengan baji. Tiang-tiang acuan
tersebut tidak boleh mempunyai lebih dari satu sambungan yang
tidak disokong ke arah samping. Bambu sebaiknya tidak digunakan
sebagai tiang acuan.
Gambar VIII-1, Acuan dan Perancah
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VIII 105
B. Memasang Tulangan/Pembesian
1. Pemotongan dan Pembengkokan.
Pemotongan baja beton dengan garis tengah kecil biasanya
digunakan gunting baja beton dengan tangan,sedangkan untuk garis
tengah lebih besar digunakan mesin gunting yang digerakkan dengan
tangan. Untuk pemotongan baja beton dengan jumlah besar lebih
ekonomis bila dikerjakan dengan mesin gunting yang digerakkan
dengan motor. Pemotongan baja tulangan dengan garis tengah besar
tetapi dengan jumlah sedikit sering menggunakan alat pemotong
gergaji besi tangan. Pemotongan baja tulangan harus sesuai dengan
panjang yang telah ditentukan, kemudian batang tersebut harus
dibengkokkan menurut bentuk dan ukuran pada daftar bengkok.
Kedua ujung baja tulangan diberi kait (bengkokan) yang
bentuknya dapat bulat, serong, atau siku-siku. Bentuk kait pada
tulangan balok, kolom, dan sengkang harus berbentuk bulat atau
serong, sedang bentuk kait pada tulangan pelat boleh berbentuk sikusiku.
2. Syarat-syarat Pembengkokan
Syarat-syarat pembengkokan baja tulangan ditentukan sebagai
berikut:
a. Batang tulangan tidak boleh dibengkok atau diluruskan dengan
cara-cara yang merusak tulangan.
b. Batang tulangan yang diprofilkan, setelah dibengkok dan diluruskan
kembali tidak boleh dibengkok lagi dalam jarak 60 cm dari
bengkokan sebelumnya.
c. Batang tulangan yang tertanam sebagian di dalam beton
tidak boleh dibengkok atau diluruskan di lapangan, kecuali
apabila ditentukan di dalam gambar rencana atau disetujui oleh
perencana.
d. Membengkok dan meluruskan batang tulangan harus
dilakukan dalam keadaan dingin, kecuali pemanasan diijinkan oleh
perencana.
e. Batang tulangan dari baja keras tidak boleh dipanaskan,
kecuali diijinkan oleh perencana.
f. Batang tulangan yang dibengkok dengan pemanasan tidak boleh
didinginkan dengan jalan disiram air.
g. Batang tulangan harus dipotong dan dibengkok sesuai
dengan gambar kerja.
3. Merangkai Baja Tulangan
Setelah baja tulangan selesai dibengkokkan, langkah
selanjutnya adalah merangkai baja tulangan tersebut. Tulangan
dirangkai sesuai dengan gambar kerja, yaitu tulangan untuk sloof,
kolom, ring balok, maupun plat lantai. Pada titik-titik persilangan
antara batang-batang tulangan maupun antara batang tulangan dengan
sengkang/begel diikat dengan kawat pengikat (bendrat). Pengikatan
tersebut harus kokoh agar konstruksi tulangan yang dirangkai tidak
Teknik 106 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
mudah berubah atau tergeser pada waktu diadakan pengecoran
beton.
Untuk merangkai tulangan balok atau kolom dengan dimensi
yang kecil, pekerjaan merangkai biasanya dilakukan di luar acuan,
sehingga pada waktu acuan sudah siap, maka hasil rangkaian
langsung diletakkan di dalam acuan. Pada penulangan plat lantai
dengan balok, rangkaian penulangan balok dipasang lebih dahulu,
kemudian merngkai tulangan untuk plat lantai.
Agar baja tulangan dapat dilindungi oleh beton, maka
pemasangan baja tulangan tidak boleh menempel pada acuan atau
lantai kerja. Untuk itu, harus dibuat penahan jarak dari beton dengan
mutu sama dengan mutu beton yang akan dicor (beton tahu). Untuk
merangkai tulangan pada plat dengan konstruksi tulangan rangkap, ,
tulangan atas harus ditunjang (disangga) oleh baja penahan dengan
jarak yang sesuai dengan tebal penutup beton.
Gambar VIII-2, Kunci Pembengkok dan Cara Membengkok Besi
Gambar VIII-3, Merangkai Tulangan
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VIII 107
C. Membuat Adukan Beton Segar
1. Pengadukan Beton.
Pengadukan beton dapat dilakukan dengan beberapa 2 cara,
yaitu; pengadukan manual dan pengadukan dengan molen.
Cara pengadukan beton secara manual adalah sebagai berikut;
a. Pengadukan beton dengan tangan harus dilakukan di atas bak
dengan dasar lantai dari papan kayu atau dari pasangan yang
diplester. Hal tersebut dilakukan agar kotoran atau tanah tidak
mudah tercampur dan air pencampur tidak meluap keluar dari
campuran.
b. Pengadukan beton dengan jumlah besar, sebaiknya dilakukan
dibawah atap agar terlindung dari panas matahari dan hujan.
c. Pengadukan beton manual biasanya menggunakan perbandingan
volume. Yang lazim digunakan di lapangan adalah dengan
membuat kotak takaran untuk perbandingan volume pasir, semen,
dan krikil.
d. Urutan pencampuran adukannya adalah; pasir dan semen yang
sudah ditakar dicampur kering di dalam bak pengaduk, lalu krikil
dituangkan dalam bak pengaduk kemudian diaduk sampai merata.
Setelah adukan merata, tuangkan air sesuai kebutuhan, aduk
sampai campuran merata dan sesuai dengan persyaratan.
Untuk pengadukan menggunakan molen, prinsip dasarnya sama
dengan pengadukan secara manual, hanya proses pencampuran bahan
adukan beton dilakukan di dalam molen yang terus menerus berputar.
Hasil adukan beton dengan menggunakan molen lebih baik dan lebih
merata dibandingkan dengan proses pengadukan secara manual.
2. Persyaratan Pengadukan Beton
Pengadukan beton disyaratkan sebagai berikut;
a. Pengadukan beton sebaiknya dilakukan dengan mesin pengaduk
(molen). Mesin pengaduk harus dilengkapi dengan alat-alat yang
dapat mengukur dengan tepat jumlah agregat, semen, dan air
pencampur.
b. Selama pengadukan berlangsung, kekentalan adukan beton
harus diawasi terus menerus dengan jalan memeriksa slump
pada setiap campuran beton yang baru. Besarnya slump
dijadikan petunjuk untuk menentukan jumlah air pencampur yang
tepat sesuai dengan faktor air semen yang diinginkan.
c. Waktu pengadukan bergantung pada kapasitas molen, volume
adukan, jenis dan susunan butir agregat, dan nilai slump. Secara
umum, waktu pengadukan minimal 1,5 menit setelah semua
bahan-bahan dimasukkan ke dalam molen. Setelah selesai,
adukan beton harus memperlihatkan susunan warna yang merata.
d. Apabiia karena sesuatu hal adukan beton tidak memenuhi
syarat minimal, misalnya terlalu encer karena kesalahan
dalam pemberian jumlah air pencampur, mengeras sebagian,
atau tercampur dengan bahan-bahan asing, maka adukan ini
Teknik 108 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan dari tempat
pelaksanaan.
3. Pengangkutan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengankutan beton
dari tempat penyiapan adukan ke tempat pengecoran adalah
sebagai berikut;
a. Harus dihindari adanya pemisahan dan kehilangan bahan-bahan.
b. Cara pengangkutan adukan beton harus lancar sehingga
tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara
beton yang sudah dicor dan yang akan dicor.
c. Adukan beton umumnya sudah harus dicor dalam waktu 1 jam
setelah pengadukan dengan air dimulai. Jangka waktu tersebut
dapat diperpanjang sampai 2 jam bila adukan beton digerakkan
kontinyu secara mekanis.
d. Apabila jangka waktu pengangkutan memakan waktu yang panjang,
harus dipakai bahan penghambat pengikatan.
Gambar VIII-4, Persiapan Pembuatan Adukan Beton
D. Melaksanakan Pengecoran Beton
Hal-hal yang dilaksanakan dalam pengecoran beton adalah
sebagai berikut;
a. Pengecoran beton harus dapat mengisi semua ruangan cetakan
dengan padat dan dapat membungkus tulangan.
b. Untuk menghasilkan beton yang padat dan tidak keropos, selama
proses pengecoran berlangsung, adukan beton ditusuk-tusuk dengan
sepotong kayu, bambu atau besi. Begitu juga bagian cetakan
dipukul-pukul dengan palu dari kayu.
c. Untuk keperluan pemadatan, pada pengecoran beton dapat juga
dipakai alat penggetar (vibrator). Pemakaian alat penggetar
tersebut harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengenai baja
tulangan yang dapat mengubah kedudukan tulangan.
d. Untuk pengecoran lantai yang luas, tebal lantai dapat ditentukan
dengan membuat mistar pengukur ketebalan yang terbuat dari
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana-VIII 109
kayu dan diberi kaki. Bagian bawah mistar pengukur dibuat rata dan
tingginya sama dengan tebal lantai yang dicor. Pada waktu
pengecoran telah mencapai tebalnya, mistar pengukur dapat
dipindah tempatnya.
e. Pengecoran harus dilaksanakan terus menerus sampai selesai. Bila
hal tersebut tidak memungkinkan, pengecoran dapat dihentikan pada
tempat-tempat tertentu yang tidak membahayakan.
Gambar VIII-5, Pengecoran Beton
E. Melaksanakan Perawatan Beton
1. Perawatan Beton Sehabis Dicor.
Selama 24 jam sesudah selesai dicor, beton harus dilindungi
terhadap pengaruh hujan lebat, air mengalir, getaran. Selama 2 minggu
setelah dicor harus dilindungi terhadap panas matahari. Cara
perlindungannya adalah dengan menutup permukaan beton
menggunakan pasir basah, menutup dengan karung-karung basah,
atau menyirami dengan air.
2. Pembongkaran Acuan dan Perancah
Cara pembongkaran cetakan dan acuan adalah sebagai berikut;
a. Acuan dan perancah hanya boleh dibongkar apabila bagian
konstruksi tersebut telah mencapai kekuatan yang cukup untuk
memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan yang bekerja
padanya. Waktu pembongkaran biasanya 28 hari setelah selesai
pengecoran.
b. Pada bagian-bagian konstruksi di mana akibat pembongkaran
cetakan dan acuan akan bekerja beban-beban yang lebih tinggi
daripada beban rencana, maka cetakan dan acuan dari bagianbagian
konstruksi itu tidak boleh dibongkar selama keadaan
tersebut tetap berlangsung. Bagian-bagian konstruksi yang
keropos harus segera diperbaiki dengan melakukan penambalan.
Teknik 110 Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
LAMPIRAN A
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
A1
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Fa’izin. 2007. Ragam Bentuk, Bahan dan Variasi. Depok:
Penebar Swadaya.
Anthony Joddie P Palgunadi. 2007. Memahami Listrik Rumah Tinggal.
Boyolali: Kaliptra Raya.
Baer, Charles J & Ottaway John R. 1980, Electrical and Electronics
Drawing Fourth Edition. New York: Mc Graw-Hill Company.
Bayu Ismaya, Titut Wibisono, Nurhidayat. 2006. 81 Tips Mengatasi
Kerusakan Rumah. Depok: Penebar Swadaya.
Brechmann, Gerhard. 1993. Table for the Electric Trade. Deutche
Gesselchaft fiir Technische Zusammenarbeit (GTZ) Gmbh, Eschborn
Federal Republic of Germany.
Budi Jasin, Mauro. 1981. Teknik Presentasi Gambar Arsitektur. Bandung.
Dalih S A, Oja Sutiarno. 1982. Keselamatan Kerja Dalam Tatalaksana
Bengkel. Jakarta: Melton Putra.
Darsono & Agus Ponidjo (t.th). Petunjuk Praktek Listrik 2. Depdikbud
Dikmenjur.
Daryanto. 1988. Pengetahuan Teknik Bangunan. Jakarta: Bina Aksara.
Daryanto. 2007. Kumpulan Gambar Teknik Bangunan. Jakarta: Rineka
Cipta.
Dedy Rusmadi. 2001. Belajar Instalasi Listrik. Bandung: Pionir Jaya.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Standar
Kompetesi Nasional Bidang Teknologi Perkayuan. Jakarta: Bagian
Proyek Sistem Pengembangan Sertifikasi dan Standarisasi Profesi.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Standar
Kompetesi Nasional Bidang Gambar Bangunan. Jakarta: Bagian
Proyek Sistem Pengembangan Sertifikasi dan Standarisasi Profesi.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Standar
Kompetesi Nasional Bidang Survey dan Pemetaan. Jakarta: Bagian
Proyek Sistem Pengembangan Sertifikasi dan Standarisasi Profesi.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
Dikmenjur. 2000. Rumah Yang Ekologis. Malang: PPPGT/VEDC.
Donalde E Hepler, Paul I Wallach. 1977. Architecture Drafting and
Design. New York: McGraw-Hill Book Company.
E. Diraatmadja. 1987. Membangun. Jakarta: Erlangga.
Edward Allen. 2005. Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan. Jakarta:
Erlangga.
Harten, P. Van & E. Setiawan.1991. Instalasi Listrik Arus Kuat 1. Jakarta:
Binacipta.
Heinz Frick. 1975. Menggambar Bangunan Kayu. Yogyakarta: Kanisius.
Heinz Frick. 1980. Ilmu Konstruksi Bangunan 1. Yogyakarta: Kanisius.
Heinz Frick. 1984. Rumah Sederhana Kebijakan, Perencanaan dan
Konstruksi. Yogyakarta: Kanisius.
Heinz Frick, Petra Widmer. 2006. Membangun, Membentuk, Menghuni.
Yogyakarta: Kanisius.
Hendarsin, H. 1983. Ringkasan Ilmu Bangunan. Jakarta: Erlangga.
IK Supribadi. 1986. Ilmu Bangunan Gedung. Bandung: Armico.
Iman Subarkah. 1988. Konstruksi Bangunan Gedung. Bandung: Idea
Dharma.
Imelda Akmal Architecture Writer. 2007. Saniter. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Koch, Robert. 1997. Perencanaan Instalasi Listrik. Bandung: Angkasa.
Konstruksi. 1995. Pengembangan Kota Medan. Jakarta: PT. Tend
Pembangunan.
Konstruksi. 1995. Revitalisasi Kota Lama Jakarta. Jakarta: PT. Tend
Pembangunan.
Leslie Woolley. 1974. Sanitation Details. London: Northwood Publications
Mistra. 2006. Panduan Membangun Rumah. Depok: Penebar Swadaya.
LAMPIRAN A
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
A3
Renggo. S.W. 1997. Menghitung Biaya Membuat Rumah. Jakarta:
Penebar Swadaya.
Rita Laksmitasari Rahayu. 2007. Sistem dan Perencanaan Plumbing.
Jakarta: Prima Infosarana Media.
Robby Setiawan. 2007. Panduan Praktis Membangun Rumah Tinggal.
Jakarta: Kawan Pustaka.
Rudy Gunawan. 1994. Pengantar Ilmu Bangunan. Yogyakarta: Kanisius.
Schaarwachter. 1996. Perspektif untuk Para Arsitek. Jakarta: Erlangga.
Singh, Surjit. 1984. General Electric Drawing. New Delhi: PK & Co
Technical Publisher..
Slamet Mulyono & Djihar Pasaribu 1978. Menggambar Teknik Listrik 2.
Jakarta: Depdikbud.
Soetjipto, dan Ismoyo. 1978. Konstruksi Beton Bertulang 1. Jakarta:
Dikdasmen.
Soegihardjo, Soedibyo. 1977. Ilmu Bangunan Gedung 1. Jakarta:
Dikdasmen.
Soegihardjo, Soedibyo. 1977. Ilmu Bangunan Gedung 2. Jakarta:
Dikdasmen.
Soegihardjo, Soedibyo. 1977. Ilmu Bangunan Gedung 3. Jakarta:
Dikdasmen.
Soufyan M Noerbambang, Takeo Morimura. 1986. Perancangan dan
Pemeliharaan Sistem Plambing. Jakarta: Pradnya Paramita.
Supribadi. 1993. Ilmu Bangunan Gedung. Bandung: Armico.
Suratman, Sudibyo. 1982. Petunjuk Praktek Bangunan Gedung 2.
Jakarta: Abadi.
Suryatmo, F. 1993. Teknik Listrik Instalasi Penerangan. Jakarta: Rineka
Cipta.
Takeshi Sato & N. Sugiarto. 1986. Menggambar Mesin Menurut Standar
ISO. Jakarta: Pradnya Paramita. Jakarta.
Tim FT UNY. 2001. Memasang Daun Pintu dan Jendela. Jakarta:
Dikmenjur.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
____________.2001. Memasang Kusen Pada Dinding Paangan. Jakarta:
Dikmenjur.
TotoMedia. 2007. Grand Opening TOTO Gallery Panglima Polim.
Jakarta: PT. Surya Toto Indonesia Tbk.
TotoMedia. 2007. Melewatkan Liburan di Kota Kembang. Jakarta: Surya
Toto Indonesia.
Walker, Theodore D. 1989. Sketsa Perspektif. Jakarta: Erlangga.
Wamar. 1996. Konstruksi Batu. Bandung: Angkasa.
Widodo. 1983. Rumah Tahan Gempa (RTG) TUKU KALI (MenyaTu,
Kuat, Kaku, Liat). Yogyakarta: Rumah Produksi Informatika.
Zamtinah. 1990. Diktat Gambar Teknik. Yogyakarta: FPTK IKIP
Yogyakarta.
www.mciindonesia.tripod.com. Akses Tanggal 10 Oktober 2007.
www.wpkl.jkr.gw. Akses Tanggal 11 Oktober 2007.
www.karyanet.com. Akses Tanggal 11 Oktober 2007.
www.gufi.indika.net.id. Akses Tanggal 12 Oktober 2007.
www.rumah.masrafa.com. Akses Tanggal 12 Oktober 2007.
www.sarikayu.co.id . Akses Tanggal 13 Oktober 2007
www.tepaksireh.com. Akses Tanggal 15 Oktober 2007.
www.wvansantvoort.nl. Akses Tanggal 17 Oktober 2007.
www.planetmaison.com. Akses Tanggal 17 Oktober 2007.
www.procolor.fr . Akses Tanggal 17 Oktober 2007.
www.mukimits.com. Akses Tanggal 20 Oktober 2007.
www.drymix.co.id. Akses Tanggal 25 Oktober 2007
www.indonetwork.co.id. Akses Tanggal 25 Oktober 2007
LAMPIRAN A
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
A5
www.rumahjogja.com. Akses Tanggal 25 Oktober 2007
www.kompas.com. Akses Tanggal 25 Oktober 2007
www.sonjaya.com. Akses Tanggal 27 Oktober 2007
http://www.indanapaint.com/cat_genteng.htm. Akses Tanggal 27 Oktober
2007.
http://www.ideaonline.co.id. Akses Tanggal 27 Oktober 2007.
http://www.tentangKAYU.com. Akses Tanggal 27 Oktober 2007.
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
LAMPIRAN B
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
B1
GLOSARI
aanstamping : pasangan batu kosong yang berfungsi
sebagai drainage untuk mengeringkan
air tanah yang terdapat di sekitar badan
pondasi
aantrede (tread) : anak tangga langkah datar
optrede(riser) : anak tangga langkah naik
angkur : penghubung kosen dengan pasangan
dinding terbuat dari besi beton
apartemen : rumah tinggal sementara
balok kopel : balok beton penan momen
balok Sopi-sopi : sloof berbentuk kuda-kuda
bath mixer shower : bak penampung air dari pancuran mandi
bathtub freestanding : bak mandi tidur yang dipasang bebas
bathub : bak mandi tidur yang dipasang tertanam
beton siklop : beton yang dicampur dengan batu kali
bidet : tempat baung air kecil untuk wanita
bordes (landing) : pemberhentian sementara pada tangga
bouwplank : papan bangunan
eksterior : desain di luar bangunan
elevated water tank : penampung air yang terletak di atas
elevator/ lift : tempat penghubung antar lantai elektrik
eskalator : tangga berjalan
floor drain : lubang saluran pembuang
garis sepadan bangunan : garis batas bangunan
paving block : penutup lantai dari campuran semen
portlan dengan pasir
handle : pegangan pintu
hebel : dinding dari beton mutu tinggi
interior : desain di dalam bangunan
jet pum : pompa air tekanan tinggi
kitchen set : almari perkakas dapur
looplijn : garis jalan
neut : penguat kosen pada ambang tegak
(kaki kosen)
pantry : meja dapur
plumbing : peralatan dan instalasi air bersih dan air
kotor
ring balok : balok beton di atas pasangan dinding
sagrod : besi bulat terbuat dari tulangan polos
dengan kedua ujungnya memiliki ulir
dan baut
saniter dan rioolering : saluran air bersih dan saluran air kotor
septictank : bak penampung kotoran padat
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana
sloof : balok beton di atas pondasi
Skycraper : bangunan pencakar langit
toilet roll holder : tempat gulungan kertas tisuue
towel rail : gantungan handuk
uitzet : pengukuran pada awal pendirian
bangunan
Urinoar : tempat Luang air kecil pria
veerscharnier : engsel skarnir pegas
wastafel : tempat cuci tangan
water Closet : tempat Luang air besar (jongkok/duduk)
waterpas : alat penyipat datar
zaking : penurunan setempat-setempat pada
bangunan

0 komentar: