____ Baca Baca: SMK 10 Usaha Jasa Pariwisata_Wardhani Html BSE_______welcome
Memuat...
Share |

Senin, 01 Maret 2010

SMK 10 Usaha Jasa Pariwisata_Wardhani Html














U.E. Wardhani, dkk.
USAHA JASA
PARIWISATA
JILID 1
SMK
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang
USAHA JASA
PARIWISATA
JILID 1
Untuk SMK
Penulis : U.E. Wardhani
Viverawati
Mustafa
Editor : J. Handoyo
Perancang Kulit : TIM
Ukuran Buku : 17,5 x 25 cm
Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
WAR WARDHANI, U.E.
u Usaha Jasa Pariwisata Jilid 1 untuk SMK /oleh U.E.
Wardhani, Viverawati, Mustafa ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
... (halaman romawi terakhir), … (halaman angka terakhir) hlm
Daftar Pustaka : Lampiran. x
Glosarium : Lampiran. x
Indeks : Lampiran. x
ISBN : 978-979-060-166-6
ISBN : 978-979-060-167-3
KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan
kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan
pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.
Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.
Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah
dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45
Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas
oleh para pendidik dan peserta didik SMK.
Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya
harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan
ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi
masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk
mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada
para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat
memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini
masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik
sangat kami harapkan.
Jakarta, 17 Agustus 2008
Direktur Pembinaan SMK
ii
PENGANTAR PENULIS
Pengadaan buku referensi bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK), khususnya Bidang Keahlian Usaha Jasa Pariwisata, yang
diupayakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan, diharapkan
akan membantu memberikan tambahan sumber materi pemelajaran di
SMK. Mengingat bahwa buku-buku referensi khususnya untuk bidang
keahlian Usaha Jasa Pariwisata masih sangat langka.
Buku ini berisi inti materi dari Standar Kompetensi Lulusan yang
dijabarkan dari SKKNI – UJP, hal ini sejalan dengan diberlakukannya
kebijakan Pendidikan Nasional tentang Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP), yang salah satu acuannya adalah Tuntutan Dunia
Kerja yaitu membekali peserta didik untuk memasuki dunia kerja sesuai
dengan tingkat pengembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja,
khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih
tinggi.
Dari 30 kompetensi yang tertera dalam Standar Kompetensi
Lulusan terdapat tujuh (7) kompetensi yang memuat Kecakapan Hidup ,
meliputi: personal skills, social skills, academic skills, dan vocational skill
tercakup dalam Bab 1, sedangkan 27 kompetensi lain di clustering
kedalam 3 bidang kerja Ticketing, Tour Guiding dan Perencanaan
Pengoperasian Wisata ( Bab 2, 3 dan 4).
Walaupun buku ini sudah memuat masukan/informasi dari rekanrekan
Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) dan dunia industri, pengguna
buku ini mutlak harus tetap mengikuti gerak dinamika teknologi yang
dalam dunia pariwisata yang begitu cepat berkembang kearah
modernisasi. Untuk itu, kami selaku penyusun buku ini, dengan segala
senang hati demi kualitas materi dan kualitas lulusan (sekaligus juga
calon-calon insan pariwisata), akan menerima masukan, dan saran untuk
pengayaan materi.
Untuk memenuhi Standar Kompetensi Lulusan, diharapkan para
pengelola pendidikan di SMK – UJP mampu menjalin kerjasama dengan
dunia industri yang berstandar/level nasional atau internasional agar
dapat memberikan peluang untuk melaksanakan prakerin bagi siswa dan
magang guru di industri terkait.
Uji Kompetensi yang akan dilakukan, dianjurkan sesuai dengan
prinsip pembelajaran berbasis kompetensi, dapat dilakukan sekaligus
dengan unit-unit kompetensi terkait dan sesuai dengan bidang pekerjaan
di dunia kerja.
iii
Terimakasih kami ucapkan kepada :
1. DR. Joko Sutrisno, selaku Direktur PSMK
2. Drs H. Suwondo, MS, MM, M.Si. selaku Kepala PPPPTK Bisnis
dan Pariwisata
3. Ibu Yekti P Suradji, Dir. PT Kencana Tour & Travel
4. Bpk. Tata Nuriata, STP Bandung
5. Dra. Endang Martani, M.Sc, Departemen Budaya dan Pariwisata
6. Ibu Dra. Ani Insani M.Sc, Departemen Budaya dan Pariwisata
dan semua rekan-rekan yang telah memberikan motivasi dan bantuan
moril maupun materil, semoga Allah memberkahi kita semua. Amin.
Penulis
iv
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Depan/Cover .........................................................................
Pengantar Direktur Pembinaan SMK; .................................................. i
Pengantar Tim Penulis ......................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................ iv
Sinopsis................................................................................................. vii
Diskripsi konsep penulisan ................................................................... ix
Peta Kompetensi .................................................................................. xii
JILID 1
BAB I
KARAKTERISTIK SUMBER DAYA MANUSIA DALAM
INDUSTRI PARIWISATA................................................................. 1
- Informasi umum...................................................................... 2
- Peta Kompetensi ................................................................... 3
- Daftar Kompetensi Lulusan.................................................... 4
- Mengenal Kepariwisataan ...................................................... 6
- Keputusan dalam Melayani Pelanggan ................................. 46
- Berkomunikasi Melalui Telepon ............................................. 52
- Mengatasi Situasi Konflik ....................................................... 65
- Bekerja dengan Mitra Kerja dan Pelanggan.......................... 81
- Bekerja dalam Lingkungan Sosial yang Berbeda .................. 91
- Mengikuti Prosedur Keamanan, Keselamatan dan
Kesehatan Kerja .................................................................... 101
v
BAB II
RESERVASI DAN TIKET PERJALANAN.................................... 112
- Informasi umum...................................................................... 112
- Peta Kompetensi ................................................................... 113
- Daftar Kompetensi Lulusan.................................................... 114
- Airline Reservation ................................................................. 115
- Latihan Airline Reservation .................................................... 149
- Tiket Domestik........................................................................ 154
- Latihan Tiket Domestik........................................................... 178
- Tiket Internasional .................................................................. 183
- Latihan Tiket Internasional ..................................................... 250
JILID 2
BAB III
PEMANDUAN WISATA ................................................................... 269
- Informasi umum...................................................................... 270
- Peta Kompetensi ................................................................... 271
- Daftar Kompetensi Lulusan.................................................... 272
- Profesi Pramuwisata .............................................................. 280
- Persiapan Pemanduan........................................................... 293
- Tugas Bekerja sebagai Pramuwisata .................................... 318
- Layanan Transfer (Transfer in dan out) ................................. 321
- Transfer in............................................................................... 321
- Informasi pada saat transfer in............................................... 330
- Transfer out ............................................................................ 336
- Tugas Transfer in dan Transfer out ....................................... 343
- Layanan Pemanduan ............................................................. 354
- Contoh Beberapa Obyek Wisata Domestik ........................... 371
vi
BAB IV
PERENCANAAN DAN OPERASIONAL PERJALANAN
WISATA............................................................................................... 413
- Informasi umum...................................................................... 413
- Peta Kompetensi ................................................................... 415
- Daftar Kompetensi Lulusan.................................................... 416
- Biro Perjalanan Wisata........................................................... 417
- Jenis-Jenis Tour dan Pengelompokan Wisatawan................ 428
- Paket Perjalanan Wisata........................................................ 432
- Menyusun Paket Wisata......................................................... 439
- Perbedaan berwisata dengan memanfaatkan paket tour
dan berwisata tanpa menggunakan jasa biro perjalanan...... 441
- Menentukan Komponen Paket Wisata................................... 444
- Menentukan Tujuan Penyusunan Paket Tour ....................... 448
- Distribution of Tie dan Fungsi Itinerary .................................. 454
- Penghitungan Harga Paket Wisata........................................ 463
- Pemasaran Produk Industri Pariwisata.................................. 483
- Peranan Promosi dalam Menjual Paket Perjalanan
Wisata..................................................................................... 492
- Negosiasi dengan Pemasok .................................................. 495
- Konversi Nilai Tukar Mata Uang ............................................ 499
- Menentukan Harga dan Memasarkan Produk....................... 502
- Menawarkan harga dalam transaksi penjualan ..................... 510
- Memperbaharui Harga Produk Wisata................................... 518
- Tugas dan Soal ...................................................................... 530
Daftar Istilah/Glosari ............................................................................. 545
Daftar Pustaka ...................................................................................... 550
Curriculum Vitae Tim Penulis ............................................................... 556
vii
SINOPSIS
Materi buku Usaha Jasa Pariwisata ini disusun sesuai dengan
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang mencakup kemampuankemampuan
yang dibutuhkan oleh industri untuk tingkat pelaksana. Alur
penyampaian materi dibagi menjadi empat (4 ) bab, dengan menyatukan
beberapa unit kompetensi sejenis menjadi satu bidang pekerjaan yang
juga masih tetap memiliki keterkaitan satu dengan yang lain.
Pada Bab I dengan judul Karakteristik Sumber Daya Manusia
Dalam Industri Pariwisata, membahas tentang karakteristik dasar dari
individu yang diperlukan untuk bekerja melayani pelanggan eksternal dan
internal. Industri Pariwisata adalah industri layanan dengan fokus pada
kenyamanan wisatawan yang memerlukan sikap, pengetahuan,
ketrampilan dalam pelayanan. Sebagai staf pemula, sangat dibutuhkan
kemampuan beradaptasi dengan dunia kerja terutama kemampuan
dalam bersikap sopan, menerima kritik dan mengendalikan emosi serta
menyesuaikan diri dengan standar operasional prosedur yang berlaku
dalam perusahaan dimana dia bekerja.
Bahasan tentang komunikasi tidak terbatas pada komunikasi langsung
(face to face), tetapi juga etika komunikasi dalam penyampaian
informasi/pesan melalui media cetak maupun telepon. Sebagai staf
pelayanan, sangat riskan dengan risiko konflik yang dimulai dari
kesalahpahaman, untuk itu dibahas pula bagaimana mengenali gejalagejala
terjadinya konflik sehingga dapat diatasi lebih dini dan tidak meluas
menjadi masalah.
Bab II dalam buku ini yang berjudul Reservasi dan Tiket
Perjalanan, sesuai dengan pertimbangan rekan-rekan di dunia industri,
pemelajaran difokuskan pada perjalanan dengan menggunakan
penerbangan karena prosedur pengadaan tiket perjalanan udara dan
jaringan kerja dalam industri tersebut adalah yang paling sulit bila
dibandingkan dengan perjalanan laut dan darat. Jadi dengan mempelajari
prosedur pengadaan tiket penerbangan, siswa dengan mudah
menyesuaikan diri dengan pengadaan tiket perjalanan darat dan laut.
Reservasi/booking atau pemesanan tiket perjalanan dimulai dari
pengenalan dunia penerbangan yang harus mematuhi peraturan
International Air Transport Association( IATA), yang memuat, antara lain
kode-kode wilayah penerbangan, kode negara, kode kota, kode
penerbangan, kode bandara dan kode booking, special request, validity,
Fare Calculation Box, Name of passenger, sangat diperlukan dalam
pemesanan dan pengadaan tiket penerbangan. Buku ini juga
memperlihatkan beberapa contoh tiket domestik yang dikeluarkan
maskapai penerbangan berbeda baik yang bersifat manual maupun
viii
elektronik tiket. Selain itu dengan banyaknya perusahaan penerbangan
domestik, dikenal pula sub classes akibat dari persaingan harga.
Dalam buku ini juga dibahas mengenai Millage system yang diperlukan
sebagai pedoman dalam penghitungan tarif penerbangan internasional,
yang mencakup Fare Construction Point, Netral Unit of Construction,
NUC, Rule, MPM, TPM, EMA, EMS, HIP, Check, AF dll
Pada Bab III dengan judul Pemanduan Wisata (Tour Guiding)
menginformasikan hal-hal yang mencakup profesi dan tugas-tugas dan
etika seorang tour guide, teknik bagaimana mempresentasikan informasi
wisata, teknik menggunakan microphone, layanan transfer in dan out, on
site guiding, dan contoh-contoh pemanduan teks pemanduan. Selain itu
informasi DTW (Daerah Tujuan Wisata) beberapa propinsi di Indonesia
antara lain Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan,
Sulawesi Utara dan juga Bali.
Untuk memudahkan pemelajaran diharapkan siswa/guru mengupayakan
mengakses langsung dari Internet melalui alamat website yang ada pada
bagian sumber tiap info obyek wisata domestik dalam bab ini juga
http://www. Indonesiatourism.go.id dan http//www.budpar.go.id.
Pada Bab IV dengan judul “Perencanaan dan Pengoperasian
Perjalanan Wisata”, memberikan informasi tentang produk Industri
Pariwisata, Perusahaan Perjalanan, lingkup dan jejaring kerja antar
perusahaan pemasok produk wisata.
Dalam bab ini juga disajikan materi tentang prakiraan waktu dalam
merencanakan tour (Distribution Of Training), teknik menyusun Itinerary
(jadwal perjalanan), penghitungan harga tour dengan rumus dan tanpa
rumus, serta teknik menawarkan serta menjual paket wisata.
Secara keseluruhan, empat bab tersebut dengan pengembangannya,
akan dapat mencakup Stándar Kompetensi Lulusan dalam KTSP. Perihal
penyajian materi, perlu disampaikan bahwa materi Bab I diberikan
keseluruhannya pada kelas satu bersamaan dengan sebagian kecil dari
materi Bab II, III dan IV sebagai landasan untuk membentuk karakteristik
dan sikap peserta didik.
Pengimplementasian materi bab satu diharuskan untuk diterapkan
dalam prilaku sehari-hari dan dinilai bersama dalam praktek melayani di
counter ticketing, tour maupun pada saat melakukan layanan pemanduan
wisata. Teknik penyajian materi dapat disesuaikan dengan KTSP di
tingkat satuan pendididkan masing-masing. Namun disarankan bahwa
pengajar/guru membagi materi Bab II,III dan IV menjadi tiga bagian untuk
kelas 10 -11 dan 12 dengan memperhatikan kebutuhan kompetensi
dalam persiapan ”prakerin”.
*****
ix
DISKRIPSI KONSEP PENULISAN
ndustri Pariwisata lahir karena adanya perbedaan, keunikan, dari
banyaknya etnik lokal, dari segi bentang alam, flora, fauna maupun
yang berupa kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa, rasa dan budi
manusia. Tanpa adanya perbedaan itu, tak akan ada kepariwisataan,
tidak ada orang yang melakukan perjalanan ingin menikmati keunikan
yang tidak ada didaerah asal wisatawan (berwisata). Dengan
mempertahankan keunikan alam dan budaya, berarti menjaga kelestarian
lingkungan hidup serta meningkatkan kualitas hidup, tanpa merusak
sumber kehidupan manusia yaitu alam dan budayanya.
Tak dapat disangkal bahwa masyarakat yang sudah menyadari bahwa
peranan alam dan budaya serta adat istiadat (saling mengasihi dan
menghormati) dapat menjadikan pariwisata menjadi alat pencipta
ketenteraman dalam kehidupannya, mereka memiliki watak yang mampu
menerima perubahan tanpa meninggalkan keaslian/keunikan yang
dianutnya. Dengan falsafah itulah mereka menjadi masyarakat yang tidak
mudah digoncang untuk melakukan hal-hal yang diluar nilai-nilai yang
dianutnya.
“Dengan berlandaskan prinsip keunikan dan kelokalan, kepariwisataan
Indonesia didasari oleh falsafah hidup bangsa Indonesia sendiri, yaitu
konsep prikehidupan yang berkeseimbangan. Seimbangnya hubungan
manusia dengan Tuhan, seimbangnya hubungan manusia dengan
sesamanya, seimbangnya hubungan manusia dengan lingkungan alam.
Konsep ini mengajarkan kepada kita untuk menjunjung nilai-nilai luhur
agama serta mampu mengaktualisasikannya, menghargai nilai-nilai
kemanusiaan, toleran, kesetaraan, kebersamaan, persaudaraan,
memelihara lingkungan alam. Pelestarian budaya dan alam bukan berarti
akan menjadikan daerah tersebut sebagai museum hidup, tetapi justru
akan menjadikan masyarakat akan tetap memiliki nilai-nilai yang luhur
yang diwujudkannya dalam praktek kehidupan sehari-hari, yang akan
sangat besar sumbangannya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga
bagi umat manusia di dunia. Kesadaran untuk menyeimbangkan
kebutuhan materi dan rokhani, seimbangnya pemanfaatan sumber daya
dan pelestarian. Kita diajarkan untuk tidak menjadi rakus.” (menbudpar,
Jero Wacik)
Sebagai gambaran kegiatan kepariwisataan dalam perekonomian
nasional 2004 memberikan dampak hingga 5,43% pada produksi
nasional, 5,01% pada PDB Indonesia, dan 9,06% pada kesempatan kerja.
Sedangkan dampaknya terhadap pajak mencapai 7,81%. Dijelaskan pula,
bahwa pada Semester I 2007 ada sebanyak 2,56 juta wisman yang datang ke
Indonesia lewat 15 pintu masuk, dan hal ini menunjukkan kenaikan 12,89 persen
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
i
x
Sementara untuk wisatawan nusantara, pada 2007 ini diprediksi ada 116 juta
orang Indonesia yang melakukan 219,7 juta perjalanan yang memberikan
kontribusi perputaran uang sebanyak Rp79,85 triliun. Tahun 2008 ditargetkan
tujuh juta kunjungan dan pada akhir tahun 2011 ditargetkan sebanyak 10 juta
kunjungan (Humas, bud par)
Bila ditelaah informasi-informasi diatas, besar sekali peluang kerja
dibidang Pariwisata bagi masyarakat, namun siapkah mereka dengan
bekal kompetensi yang seadanya tanpa memperkaya diri dengan
meningkatkan kompetensi yang setara dengan pelaku pariwisata dari
negara pesaing kita ?
Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Pariwisata,
sebagai acuan profil dari tenaga kerja Indonesia telah diakui ditingkat
Asia Pasifik bahkan Internasional, untuk itu pemerintah Indonesia dalam
hal ini Depdiknas, mengambil kebijakan bahwa acuan pemelajaran
mengacu pada Standar Kompetensi yang dipetakan sesuai dengan
kompetensi yang wajib dikuasai oleh siswa SMK yang kelak akan bekerja
pada tingkat pelaksana,
Sesuai dengan Undang-Undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang
Kepariwisataan, bidang kelola yang akan diisi oleh pelaku pariwisata
adalah
Untuk Tingkat pelaksana, lulusan SMK-UJP dapat mengisi kebutuhan
tenaga kerja pada industri pariwisata yang masih berkaitan antara lain:
a. Menerima dan memproses reservasi sesuai permintaan pelanggan
b. Menghitung harga tiket penerbangan domestik dan internasional
sesuai ketentuan IATA
Kepariwisataan
Usaha Jasa Pariwisata:
1) Jasa Biro Perjalanan Wisata;
2) Jasa Agen Perjalanan
Wisata;
3) Jasa Pramuwisata;
4) Jasa Konvensi, Perjalanan
Insentif dan Pameran;
5) Jasa Impresariat;
6) Jasa Konsultan Pariwisata;
7) Jasa Informasi Pariwisata.
Pengusahaan Obyek dan
Daya Tarik Wisata:
1) Pengusahaan Obyek dan
Daya Tarik Wisata Alam;
2) Pengusahaan Obyek dan
Daya Tarik Wisata
Budaya;
3) Pengusahaan Obyek dan
Daya Tarik Wisata Minat
Khusus.
Usaha Sarana Pariwisata:
1) Penyediaan Akomodasi;
2) Penyediaan Makanan
dan Minuman;
3) Penyediaan Angkutan
Wisata;
4) Penyediaan Sarana
Wisata Tirta;
5) Penyediaan Kawasan
Pariwisata.
xi
c. Menerbitkan tiket penerbangan domestik dan internasional secara
manual maupun komputerisasi sesuai ketentuan IATA
d. Mengurus dokumen perjalanan lain, seperti : visa, pasport, pta dan
lain-lain
e. Melaksanakan tugas sebagai pemandu wisata pada perjalanan wisata
f. Melaksanakan tugas sebagai Tour Guide/pemandu wisata (pemula) di
obyek/atraksi wisata maupun dalam memandu tour dalam kota (City
Tour).
g. Melaksanakan layanan transfer
h. Menghitung harga paket perjalanan wisata
i. Menyelenggarakan kegiatan perjalanan wisata
j. Menjual produk pariwisata
k. Melaksanakan tugas sebagai petugas tata operasi darat (ground
handling)
l. Melaksanakan tugas sebagai pengelola informasi wisata
Dengan menyesuaikan kebutuhan dunia kerja di daerah, SMK dapat
menambahkan kompetensi MICE, Cargo, dan Front Office Hotel. Bahkan
dengan pesatnya perusahaan transportasi udara, lulusan UJP mendapat
peluang kerja sebagai pramugara dan pramugari dengan dengan sedikit
menambahkan kompetensi dan persyaratan phisik.
xii
PETA KOMPETENSI
xiii
Kompetensi Lulusan SMK - UJP
Kode Unit Kompetensi
PARUJPPKU01C Bekerja Dengan Kolega dan Pelanggan
PARUJPPKU02C Bekerja di Lingkungan Sosial Yang Berbeda
PARUJPPKU03C Mengikuti Prosedur Kesehatan, Keselamatan dan
Keamanan di Tempat Kerja
PARUJPPKU04C Menangani Situasi Konflik
PARUJPPKU05C Mengembangkan dan Memperbarui Pengetahuan Industri
Pariwisata
PARUJPUKK03C Mengikuti Prosedur Hygienis di Tempat Kerja
PARUJPUAU01C Berkomunikasi Melalui Telepon
PARUJPFTG01C Bekerja Sebagai Pemandu Wisata
PARUJPFTG02C Memberikan Bantuan Layanan Transfer
Keberangkatan/Kedatangan
PARUJPFTG03C Mengembangkan dan Memelihara Pengetahuan Umum
yang diperlukan oleh pramuwisata
PARUJPFTG04C Mengkoordinasikan dan Mengendalikan Perjalanan Wisata
PARUJPFTG05C Memimpin Rombongan Perjalanan Wisata
PARUJPFTG06C Menyiapkan dan Mempresentasikan Komentar
Pemanduan Pada Perjalanan Wisata
PARUJPFTG09C
Mengelola Perpanjangan Perjalanan Wisata (Extended
Tour)
PARUJPFOT01C Mengalokasikan Sumber Daya Perjalanan Wisata
PARUJPFOT02C Melakukan Pengecekan Pra Keberangkatan Tour
PARUJPFPG04C Menerima dan Memproses Reservasi
PARUJPFPG06C Mengoperasikan Sistem Reservasi Komputer
PARUJPFPG08C Menghitung Harga dan menerbitkan Tiket Penerbangan
Domestik
PARUJPFPG09C Menghitung Harga dan Menerbitkan Tiket Penerbangan
Normal Internasional
PARUJPFPG07C Memproses Dokumen Perjalanan Selain Tiket Penerbangan
PARUJPPPP03C Mencari dan Mengemas Produk dan Jasa Pariwisata
PARUJPFPG05C Memesan dan Mengkoordinasikan Layanan Penyedia Jasa
dan Produk Pariwisata
PARUJPLJP09C Menyiapkan dan Menawarkan Harga Produk
PARUJPFPG03C Menjual Produk dan Jasa Pariwisata
PARUJPFPG01C Mencari dan Menyediakan Informasi Tentang Tujuan Wisata
dan Memberikan Saran
PARUJPFPG02C Mengakses dan Menginterprestasi Informasi Produk Wisata
PARUJPFPG13C Memelihara Inventaris Informasi Produk Wisata
PARUJPFPG14C Mengembangkan dan memperbarui pengetahuan lokal
PARUJPUAU03C Mengumpulkan dan Mempresentasikan Informasi
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 1
BAB 1
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 2
A. Tujuan Umum
Setelah mempelajari topik ini, peserta didik diharapkan mampu
memahami dan menerapkan kemampuan dasar yang harus dimiliki
oleh karyawan yang bekerja dalam industri hospitality/ pariwisata,
sesuai dengan tuntutan Standar Kompetensi yang berlaku.
B. Lingkup Materi
1. Mengembangkan dan Memperbarui Pengetahuan Industri
Pariwisata
2. Ketulusan Dalam Melayani Pelanggan
3. Berkomunikasi Melalui telepon
4. Mengatasi Situasi Konflik
5. Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan
6. Bekerja Dalam Lingkungan Sosial yang Berbeda
7. Mengikuti Prosedur Hygienis di Tempat Kerja
C. Persyaratan
Untuk mempelajari bab ini, tidak ada persyaratan khusus, karena
topik ini disusun sebagai pengetahuan dasar bagi praktisi dalam
bidang Kepariwisataan.
D. Alur Pembelajaran
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 3
Peta Kompetensi Lulusan SMK – UJP
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 4
Kompetensi Lulusan SMK - UJP
Kode Unit Kompetensi
PARUJPPKU01C Bekerja Dengan Kolega dan Pelanggan
PARUJPPKU02C Bekerja di Lingkungan Sosial Yang Berbeda
PARUJPPKU03C Mengikuti Prosedur Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan di
Tempat Kerja
PARUJPPKU04C Menangani Situasi Konflik
PARUJPPKU05C Mengembangkan dan Memperbarui Pengetahuan Industri
Pariwisata
PARUJPUKK03C Mengikuti Prosedur Hygienis di Tempat Kerja
PARUJPUAU01C Berkomunikasi Melalui Telepon
PARUJPFTG01C Bekerja Sebagai Pemandu Wisata
PARUJPFTG02C Memberikan Bantuan Layanan Transfer
Keberangkatan/Kedatangan
PARUJPFTG03C Mengembangkan dan Memelihara Pengetahuan Umum yang
diperlukan oleh pramuwisata
PARUJPFTG04C Mengkoordinasikan dan Mengendalikan Perjalanan Wisata
PARUJPFTG05C Memimpin Rombongan Perjalanan Wisata
PARUJPFTG06C Menyiapkan dan Mempresentasikan Komentar Pemanduan
Pada Perjalanan Wisata
PARUJPFTG09C Mengelola Perpanjangan Perjalanan Wisata (Extended Tour)
PARUJPFOT01C Mengalokasikan Sumber Daya Perjalanan Wisata
PARUJPFOT02C Melakukan Pengecekan Pra Keberangkatan Tour
PARUJPFPG04C Menerima dan Memproses Reservasi
PARUJPFPG06C Mengoperasikan Sistem Reservasi Komputer
PARUJPFPG08C Menghitung Harga dan menerbitkan Tiket Penerbangan
Domestik
PARUJPFPG09C Menghitung Harga dan Menerbitkan Tiket Penerbangan Normal
Internasional
PARUJPFPG07C Memproses Dokumen Perjalanan Selain Tiket Penerbangan
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 5
Kode Unit Kompetensi
PARUJPPPP03C Mencari dan Mengemas Produk dan Jasa Pariwisata
PARUJPFPG05C Memesan dan Mengkoordinasikan Layanan Penyedia Jasa dan
Produk Pariwisata
PARUJPLJP09C Menyiapkan dan Menawarkan Harga Produk
PARUJPFPG03C Menjual Produk dan Jasa Pariwisata
PARUJPFPG01C Mencari dan Menyediakan Informasi Tentang Tujuan Wisata
dan Memberikan Saran
PARUJPFPG02C Mengakses dan Menginterprestasi Informasi Produk Wisata
PARUJPFPG13C Memelihara Inventaris Informasi Produk Wisata
PARUJPFPG14C Mengembangkan dan memperbarui pengetahuan lokal
PARUJPUAU03C Mengumpulkan dan Mempresentasikan Informasi
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 6
1. Mengembangkan dan Memperbarui
Pengetahuan Industri Pariwisata
A. Tujuan Khusus
Setelah mempelajari unit ini, siswa diharapkan mampu memahami
peranan pariwisata dalam kehidupan masyarakat dan perekonomian
Negara.
B. Materi Pembelajaran
1) Pengertian Pariwisata
Pariwisata merupakan seluruh kegiatan, fasilitas dan pelayanan yang
diakibatkan oleh adanya perpindahan perjalanan sementara dari
seseorang ke luar dari tempat tinggalnya ,serta tinggal dalam waktu
singkat di tempat tujuan dari perjalanan ,untuk tujuan bersenang-senang
dan berlibur.
Pariwisata sering didefinisikan sebagai suatu kegiatan perjalanan yang
lebih banyak berkaitan dengan kegiatan-kegiatan santai dan untuk
bersenang-senang .
Pendapat lain juga mengatakan bahwa pariwisata adalah suatu
perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga
persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini.
Banyak lagi definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang
pariwisata, yang masing-masing mempunyai penekanan khusus pada
batasan-batasan yang dikemukakan. Beberapa ahli memberikan definisi
dan batasan yang “berbeda” tentang istilah pariwisata, yang
penekanannya dilatarbelakangi oleh bidang keahliannya masingmasing,
yaitu penekanan pada aspek-aspek ekonomi, sosiologi,
psikologi, seni-budaya, maupun aspek geografis kepariwisataan.
Definisi lain tentang pariwisata (tourism), adalah industri jasa, yang
menangani (kesatuan) jasa layanan mulai dari transportasi, jasa
keramahan (hospitality), tempat tinggal, makanan, minuman, dan jasa
bersangkutan lainnya seperti: bank, asuransi, keamanan, dll.
(:wilkimedia)
Undang-Undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan,
menyatakan bahwa pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan
menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan
obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain
yang terkait di bidang tersebut.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 7
The World Tourism Organisation memberikan definisi Tentang
Wisatawan ( tourist), sebagai :
“ Any person residing within a country, irrespective of nationality,
travelling to a place within this country other than his usual place of
residence for a period of not less than 24 hours or one night for a
purpose other than the exercise of a remunerated activity in the place
visited. The motives for such travel may be : (1) leisure ( recreation,
holidays, health, studies, religion, sports) ; (2) business, family, mission,
or meeting.”
Dapat diartikan bahwa wisatawan adalah seorang yang tinggal di suatu
negara, tanpa memandang kebangsaannya, melakukan perjalanan ke
tempat didalam negara yang bukan merupakan tempat tinggalnya yang
biasa, sedikitnya selama 24 jam atau satu malam, untuk suatu tujuan
selain mendapatkan penghasilan di tempat yang dikunjunginya.
Tujuan perjalanannya dapat digolongkan ke dalam klasifikasi berikut ini :
- Pesiar (leisure), seperti untuk keperluan rekreasi, liburan,
kesehatan, studi, keagamaan, olah raga.
- Perdagangan (business), keluarga, missi, atau konperensi.
Definisi tersebut diatas belum memasukkan unsur utama dari industri
pariwisata, yaitu pasar untuk the day-trip (perjalanan sehari).
The 1987 Australian Government Committee Inquiry to Tourism
mengangkat definisi tentang pariwisata (tourism), sudah memasukkan
unsur pasar “the day-trip”, sebagai berikut :
“A tourist” is:
a) a person who undertakes travel, for any reason, involving a stay
away from his or her usual place of residence for at least one night :
or
b) a person who undertakes a pleasure trip involving a stay away from
home for at least four hours during daylight, and involving a round
distance of at least 50 km”.
Dari beberapa batasan yang diberikan oleh para ahli maupun organisasi
pariwisata tersebut diatas, terdapat pengertian bahwa pariwisata
mempunyai ciri:
- Perjalanan yang dilakukan itu bersifat sementara waktu.
- Perjalanan itu dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya, dan
pasti akan kembali ke tempat asalnya.
- Perjalanan yang dilakukan itu harus selalu dikaitkan dengan
pertamasyaan atau rekreasi.
- Orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak dengan tujuan
untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya.
Dalam rangka untuk pengembangan dan pembinaan kepariwisataan di
Indonesia, pemerintah telah merumuskan batasan tentang wisatawan,
bahwa “Wisatawan (tourist) adalah setiap orang yang bepergian dari
tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati
perjalanan dan kunjungannya itu”
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 8
Pariwisata merupakan suatu kegiatan perjalanan untuk bersenangsenang
mengunjungi obyek / atraksi wisata, menyaksikan secara
langsung adat budaya setempat, dan tujuan lainnya (tidak untuk
mendapatkan penghasilan), dengan durasi waktu lebih dari 24 jam,
sehingga memerlukan kebutuhan utama selain objek-objek wisata yang
akan dikunjungi, yaitu: transportasi, akomodasi dan konsumsi .
Kebutuhan lain seperti : souvenir, bank, entertain, jasa komunikasi,
pusat belanja, dan lain-lain, merupakan unsur penunjang, sehingga
dikatakan bahwa pariwisata merupakan kegiatan “multi bisnis”.
Kepariwisataan, adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan
pariwisata, seringkali disebut juga Industri Hospitality dan Industri
Pariwisata.
”Kepariwisataan tumbuh karena perbedaan, keunikan, kelokalan baik itu
yang berupa bentang alam, flora, fauna maupun yang berupa
kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa, rasa dan budi manusia. Tanpa
perbedaan itu, tak akan ada kepariwisataan, tidak ada orang yang
melakukan perjalanan atau berwisata. Oleh karena itu, melestarikan alam
dan budaya serta menjunjung kebhinekaan adalah fungsi utama
kepariwisataan. Alam dan budaya dengan segala keunikan dan
perbedaannya adalah aset kepariwisataan yang harus dijaga
kelestariannya. Hilangnya keunikan alam dan budaya, berarti hilang
pulalah kepariwisataan itu” (ardike, budpar).
2) Asal mula terjadinya perjalanan
��
Sejak jaman purba, dimana manusia masih mengandalkan kehidupannya
dengan memanfaatkan apa yang ada disekelilingnya untuk
mempertahankan kehidupannya (secara naluri), hanya memakan apa
yang ada disekitarnya, melindungi diri dari panas, hujan dan dingin
mereka menutupi badannya dengan dedaunan/kulit pohon ataupun kulit
binatang, istirahat tidur dengan mencari tempat aman diatas pohon
rindang, atau dalam goa.
Secara naluri, bila merasakan kurang nyaman lagi ditempat semula
(dimana buah-buahan, umbi-umbian liar, binatang buruan sudah habis
Untuk memenuhi kebutuhannya, secara naluri orang
jaman dulu melakukan perjalanan dikarenakan
adanya kebutuhan makan dan minum, kebutuhan rasa
aman/tempat tinggal, perasaan ingin tahu, ambisi
kehormatan dan kekuasaan sehingga dengan
dorongan tersebut, mereka melakukan perjalanan
yang mungkin kembali ketempat asal maupun tinggal
menetap di tempat baru.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 9
dan tempat tinggalnya sudah diketahui oleh binatang buas atau
musuhnya) mereka berusaha untuk bergerak mencari tempat baru yang
lebih nyaman dan aman. Demikian seterusnya sampai akhirnya mereka
menemukan teman dan berkumpul saling membantu menghadapi
serangan binatang buas maupun musuh-musuh saingannya dalam
mempertahankan hidup.
Mereka berkomunitas membentuk group/kelompok, semakin kuat dan
menetap disatu tempat untuk bersama-sama bahu membahu
mempertahankan kelompoknya untuk terus hidup.
Dalam perkembangannya, terjadilah suatu komunitas yang semakin
banyak anggotanya, kemudian terbentuklah sebuah masyarakat dengan
pemimpinnya.
Kondisi alam menuntut untuk tetap melakukan perjalanan, walaupun tidak
langsung serempak, mereka mengutus dulu satu atau dua orang yang
pemberani untuk ”mencari” daerah baru/hutan yang masih banyak
makanan (karena mereka belum mengenal bercocok tanam), bila telah
menemukan, barulah dengan berbondong-bondong (merasa lebih aman
dan kuat) kelompok tersebut ”berpindah” ke tempat baru tersebut.
Untuk mempertahankan kepentingannya, mereka saling menaklukkan
antar kelompok, kemudian akan menjadikan kelompok yang menang
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 10
menjadi kelompok besar, sampai akhirnya menjadi suku dalam lokasi
yang menetap/desa dan menjadi lebih besar lagi menjadi negeri.
Perjalanan tetap dilakukan dalam dinamika kehidupan, seakan-akan
mereka sudah mengenal bahwa setiap langkah akan menjadikan
seseorang/kelompok ”lebih besar” (lebih pandai, lebih banyak informasi
karena lebih banyak yang dilihat).
Hornby cs, dalam bukunya yang berjudul “The Advance Learn’s
Dictionary Of Current English”, menyatakan :
“Travel is go from place to place, make a journey, up a long one, in
search of pleasure, adventure or as commercial traveller”
Travel diartikan sebagai pergerakan dari suatu tempat ke tempat lain,
melakukan perjalanan atau ke tempat yang jauh dengan maksud untuk
mencari kesenangan, berpetualang atau untuk perjalanan mencari
keuntungan/laba/berdagang)
Tanda-tanda yang membuktikan terjadinya perjalanan pada masa itu :
- Tahun 221 - 122 SM, masa pemerintahan dinasti Chou di Tiongkok
telah dibangun jalan raya untuk kepentingan lalu lintas
bangsanya.terutama untuk perjalanan berdagang.
- Tahun 560-330 SM, masa kerajaan Persia Di Timur Tengah
dibangun jalan raya yang menghubungkan antara kaki gunung
Zagrep ke laut Algean.
- Kerajaan ROMAWI membangun jalan raya dengan nama THE
APPIAN WAY sepanjang kurang lebih 350 mil.
- Tahun 334 SM di Ephesus (Turki) dikembangkan oleh Alexander The
Great (Iskandar Zulkarnaen) mengadakan pertunjukkan akrobatik
adu binatang buas, sihir dan sulap yang banyak dikunjungi orang.
- Perjalanan Ziarah ketempat-tempat yang dihormati merupakan
perjalanan yang didorong oleh motivasi agama dan ritual
penghormatan leluhur.
- Bangsa Phunisia Dan Polanesia merupakan bangsa yang pertama
kali melakukan perjalanan untuk muhibah wisata dengan tujuan
perdagangan. Dan Ratu Elisabeth I kaum ningrat Inggris juga
mengadakan perjalanan ke Eropa, dengan berbagai tujuan antara
lain kunjungan perkenalan, mencari ide-ide baru, mempelajari seni
budaya, sistem pemerintahan dan pendapat bangsa lain.
- Bangsa Austronesia melakukan imigrasi ke kepulauan Indonesia
melalui Malaya ke Jawa dan juga Formosa, Filipina ke sebagian
Kalimantan dan Jawa, bangsa Austronesia ini yang akan menjadi
nenek moyang langsung bangsa Indonesia. Mereka menghidupi diri
dengan dengan berladang dan berburu binatang menggunakan
anak panah dan busur dan tombak. Alat yang digunaka anak panah
dan tombak. Mereka hidup di goa-goa berpindah dari satu tempat
awal ketempat lain yang dianggap lebih nyaman.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 11
- 500 SM - Terjadi perpindahan gelombang kedua. Perpindahan yang
dilakukan sudah dengan membawa kebudayaan Dongson melalui
jalan barat lewat Malaysia barat. Kebudayaan Dongson yaitu
kebudayaan yang telah memakai logam sebagai alat bantu
kehidupan dikenal dengan sebutan zaman perunggu. Mereka sudah
mulai tinggal menetap.
- Abad ke-7 hingga abad ke-14 Jawa dan Sumatra. kedatangan pelautpelaut
Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho/Zheng He
perang dan berdagang), serta para pedagang-pedagang Arab dari
Gujarat, India, yang membawa agama Islam.
- Awal abad ke-16, orang-orang Eropa datang, mereka menemukan
beberapa negara-negara kecil dan menguasainya melalui
perdagangan rempah.
- Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara
negara-negara Eropa lainnya dan sedikit demi sedikit mulai menjajah
Indonesia
Perjalanan yang mereka lakukan berdampak pula pada pesatnya arus
dan kebutuhan perjalanan, baik untuk sekedar kunjungan persahabatan,
mencari pengetahuan maupun expansi perdagangan, Dari perjalanan
tersebut kita mengenal beberapa tokoh sebagai traveller antara lain:
- Marcopolo (1254-1324) yang telah mengadakan perjalanan dari
Eropa hingga Tiongkok
- Ibnu Battutah (1325) yang terkenal sebagai “The First Traveller Of
Moslem” telah melakukan perjalanan dari Tanger (Afrika) ke Mekkah
- Christopher Colombus (1451-1506) melakukan pelayaran dari
Spanyol ke Barat dan menemukan Cuba dan Haiti (Amerika).
- Vasco Da Gama (1498) yang menjelajahi 5 benua
- Captain James Cook (1728 -1779) menjelajahi Selandia Baru dan
Australia Timur
Perjalanan dapat diartikan sebagai pergerakan manusia dari satu tempat
ke tempat lain dengan berbagai tujuan. Pada jaman dahulu, perjalanan
dilakukan karena naluri kebutuhan dari seseorang yang seringkali
mengajak kelompoknya untuk mencari lokasi baru yang lebih nyaman
dan aman. Seringkali perjalanan bisa dikembangkan menjadi
perpindahan yang menetap (imigran) bila ditempat baru, mereka merasa
lebih nyaman.
3) Jenis-jenis perjalanan
Jenis perjalanan dapat dibedakan berdasarkan:
a. Jarak dan waktu tempuh
Jarak selalu berhubungan dengan waktu tempuh, sedangkan
waktu tempuh dipengaruhi oleh :
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 12
- Kondisi jalan (halus, berlubang-lubang besar, traffic jam ’macet’)
- Kecepatan kendaraan yang digunakan ( kuda, manusia, mesin)
- Durasi istirahat (mendinginkan mesin, istirahat makan)
b. Tempat asal / keberangkatan dan tempat yang dituju.
Asal keberangkatan juga mempengaruhi perjalanan, untuk
keperluan:
- Memerlukan lapor diri di imigrasi pada perbatasan negara
(bila antar negara)
- Dari daerah “terlarang” seperti dalam pengawasan karena
dalam kondisi darurat perang atau daerah khusus lain,
sehinggan memerlukan izin khusus dan pemeriksaan
dokumen.
c. Tujuan perjalanan juga menentukan klasifikasi jenis perjalanan:
- Berdagang
- Penjelajahan alam
- Penelitian
- Berobat
- Belajar
- Bersenang-senang
d. Lama tinggal di tempat tujuan
Bila sampai ditempat tujuan, pelaku perjalanan tentunya akan
melakukan maksud kedatangannya (lihat no.3), yang tentunya
memerlukan biaya yang lebih banyak untuk memenuhi
keperluannya selama tinggal di tempat tersebut.
4) Dampak positif yang ditimbulkan oleh perjalanan
- Terjadinya pertukaran informasi dan komunikasi antara
pendatang dengan yang didatangi.
- Pemenuhan kebutuhan pendatang memicu perbaikan sarana
prasarana yang akhirnya diikuti / dinikmati juga oleh penduduk
setempat.
- Pembauran budaya dan teknologi modern
- Terciptanya peluang kerja karena kreativitas dari pendatang
- Pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi
- Perputaran ekonomi masyarakat dan Peningkatan devisa negara
5) Dampak negatif yang perlu di antisipasi
- Luntur/musnahnya kebudayaan asli daerah yang tergeser oleh
modernisasi
- Kecemburuan sosial dari penduduk asli terhadap pendatang
- Tersingkirnya penduduk asli yang fanatik pada nilai-nilai hidup
yang dianutnya
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 13
- Berubahnya bangunan tradisional/budaya digantikan dengan
gedung modern
- Masuknya kebiasaan hidup yang berbahaya (a-moral, narkoba,
dll) dari negara lain bagi generasi muda
- Keinginan untuk menguasai dan memenuhi ambisi kekuasaan
dari pendatang
6) Akibat dari dilakukannya perjalanan
��
Maka timbulah “Revolusi Industri” yang terjadi pada abad ke 18 (1760-
1830) di Eropa , yang telah mengakibatkan perkembangan yang pesat
terhadap perkembangan ekonomi. Revolusi industri ditandai dengan
ditemukannya mesin uap , yang akhirnya banyak digunakan dalam
macam-macam pabrik, termasuk otomotif (kereta api, kapal laut,
mobil,dll).
Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui adalah tokoh yang
memperkenalkan istilah “Revolusi Industri” pada pertengahan abad ke-19
setelah mengamati perkembangan pesat dengan adanya penemuan
sumber tenaga penggerak yang menggunakan uap.dan air/listrik.
Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, mengakibatkan
perubahan sosial ekonomi dan budaya pada akhir abad ke-18 dan awal
abad ke-19 ,yang pada mulanya perputaran roda ekonomi berdasarkan
tenaga manusia berubah menjadi industri yang dijalankan oleh tenaga
mesin. Revolusi ini dimulai di Inggris dengan ditemukannya mesin uap
(bahan dasar batu bara sebagai bahan bakar) sebagai penggerak mesinmesin
industri terutama produksi tekstil, traktor, kapal tenaga uap,
lokomotif uap, dan berkembang sampai penemuan tenaga listrik (1850).
Dampak terjadinya perkembangan teknologi ini juga mempengaruhi
budaya, sosial dan gaya hidup masyarakat yang akhirnya menyebar ke
Eropa, Amerika, kemudian seluruh dunia.
Perubahan tersebut diantaranya mencakup:
- Teknologi sarana angkutan dan komunikasi, percepatan produksi
- Struktur kehidupan masyarakat sosial dan budaya serta gaya hidup.
Kedua perubahan dalam kehidupan masyarakat tersebut mengakibatkan:
- Munculnya usaha penginapan
- Munculnya pengurusan perjalanan
- Munculnya keragaman jenis makanan/minuman/Boga dan Restoran
- Munculnya jenis-jenis hiburan dan obyek kunjungan
Dengan terjadinya perjalanan, terjadi pula arus informasi
timbal balik pengetahuan antar tempat yang dikunjungi,
sehingga timbul kebutuhan yang kian meningkat untuk
mempercepat pemenuhan kebutuhan di semua bidang
termasuk produksi kebutuhan hidup, seperti: makanan,
minuman, akomodasi, alat komunikasi dan transportasi.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 14
Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat di dunia:
Dengan adanya revolusi industri, proses produksi menjadi semakin cepat
dan penggunaan tenaga manusia menjadi semakin efisien, yang sangat
berpengaruh pemanfaatan waktu libur dan relaks, didukung dengan
adanya peningkatan pendapatan sebagai dampak dari meningkatnya
produktifitas akibat revolusi industri.
Pertukaran dan sirkulasi informasi antar negara dan benua menjadi
semakin cepat dengan adanya perkembangan transportasi darat laut
maupun udara, demikian juga dengan perkembangan teknologi media
komunikasi
7) Perkembangan Transportasi
Roda Dua
Roda tiga :
Revolusi
Industri
�� Penggerak peralatan
masih dengan tenaga
manusia /hewan/alam,
seperti:alat pintal
benang, alat tenun,
kereta kuda, perahu
dayung/angin,
gerobak, kincir angin,
sepeda, kereta kayuh
(becak).
�� Komunikasi informasi
masih menggunakan
tenaga manusia/kurir,
hewan, seperti:
burung merpati.
�� Penggerak peralatan
sudah menggunakan
mesin dengan tenaga
uap/motor/listrik,
seperti: mesin
pemintal/penenun
pada pabrik tekstil,
sepeda motor, mobil,
pesawat terbang,
kapal laut
�� Komunikasi informasi
sudah menggunakan:
radio, telepon, TV
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 15
Roda empat
Pesawat Terbang
Kapal Laut
Kereta Api
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 16
8) Pengelompokan Perjalanan
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, maka semakin
meningkat pula pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain
dalam melakukan kegiatan dan juga upaya memenuhi ambisi untuk dapat
hidup lebih baik. Volume perjalanan semakin meningkat ,sehingga
menurut keperluannya, “perjalanan” dapat dikelompokkan menjadi:
a. Perjalanan Umum/Biasa, perjalanan ini memberi kesan serius dan
mendapatkan hasil yang “nyata”, seperti :
- Keperluan bisnis, mencari nafkah
- Tujuan berobat /kesehatan
- Tujuan sosial/kepentingan keluarga
- Seminar dan konferensi
- Naik Haji
- Belajar / Sekolah
- Penelitian kekayaan alam dan budaya
(Contoh hasil perjalanan penelitian kehidupan alam di Pulau Biawak)
Dalam menangani layanan perjalanan ini, perusahaan perjalanan hanya
memberikan layanan pengadaan tiket dan dokumen perjalanan lainnya
(visa, passport). Pelaku perjalanan ini biasa disebut traveller.
Ciri-ciri utama dari sebuah perjalanan Umum adalah :
- Suatu kegiatan pergerakan pergi dan pulang atau return.
- Mengambil jalan singkat / cepat dan kembali lagi ketempat asalnya
- Perjalanan dilaksanakan sesuai target pekerjaan/kepentingan
- Mempunyai tujuan untuk mendapatkan hasil/keuntungan/uang
- Route perjalanan disusun sesuai dengan alur kerja
- Perjalanan tidak hanya untuk mengunjungi objek/daya tarik wisata
- Perjalanan dilaksanakan dalam waktu yang ditentukan sendiri sesuai
pekerjaan.
Bintang Laut yang terdapat di Laut sekitar Pulau Biawak dan kelompok Biawak yang hidup bebas di
semak mangrove. (Sumber: Team UJP-P4TK dan Pemda Cirebon)
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 17
9) Perjalanan Wisata (Tour)
Perjalanan yang memberi kesan “santai” :
- Membangkitkan sifat petualangan namun tetap untuk bersenangsenang
- Bersifat romantis, menuruti emosi keindahan
- Penuh kemisterian, mencari hal-hal yang unik/menarik untuk
pemenuhan keinginan pribadi dan menyenangkan
- Berziarah keagamaan (wisata Pilgrim), santai, khusuk dan
menyenangkan
- Mengunjungi tempat-tempat yang unik dan dapat menimbulkan
kesan indah dan menyenangkan hati.
Perjalanan wisata memiliki ciri-ciri khusus yang memperlihatkan kegiatankegiatan
wisatanya. Pelaku perjalanan wisata ini biasa disebut
Wisatawan (tourist)
Ciri-ciri utama dari sebuah perjalanan wisata (tour) adalah :
- Perjalanan merupakan perjalanan keliling, kembali lagi ketempat asal
- Perjalanan dilaksanakan dalam keadaan santai
- Bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi wisatawan
- Perjalanan dirangkai dari berbagai komponen kebutuhan yang
diperlukan dalam pencapaian tujuan
- Perjalanan dilengkapi dengan mengunjungi objek/daya tarik wisata
- Perjalanan tidak bertujuan mencari nafkah bagi peserta perjalanan
- Membelanjakan uang yang dibawanya di tempat tujuan wisata
- Pelaku perjalanan tinggal untuk sementara di tempat tujuan
perjalanan dan berpindah dari satu objek ke objek yang lain
- Perjalanan dilaksanakan dalam kurun waktu yang ditentukan dan
terjadwal sesuai rencana kunjungan wisata.
- Perjalanan wisata secara individu maupun group
Tempat wisata pilgrim di Kediri kaki
gunung Wilis (Nasrani)
Sumber gambar: The Wilds of East Java,
Indonesia Government Tourism Service, 1993
Tempat wisata pilgrim
Patilasan tempat Prabu Siliwa ngi- bertapa
Kuningan/Cirebon
Sumber: UJP-P4TKBP
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 18
10) Perbedaan perjalanan umum dengan perjalanan
wisata
Perjalanan Umum Perjalanan Wisata
Traveler Tourist
Route Mengutamakan
cepat, berangkat
dan pulang dengan
route sama
Mengutamakan nyaman,
berkeliling/round,
berangkat dan pulang
diupayakan tidak
menempuh route yang
tidak sama
Tujuan
perjalanan
Berdagang, berobat,
belajar, meneliti,
bekerja
Bersenang-senang,
santai, menambah
wawasan keindahan
alam/budaya/adat
Finansial Mendapatkan upah
dari perjalanan yang
dilakukan
Membelanjakan uangnya
selama perjalanan
Tiket One way atau return Selalu return (pergi dan
pulang ke tempat asal)
Perusahaan Hanya menjual tiket
perjalanan
Menyediakan paket wisata
(tiket, akomodasi, meal,
objek dll.)
Selain kedua jenis perjalanan tersebut, seringkali terjadi sebuah
perjalanan dengan kombinasi dari kedua jenis, yaitu perjalanan yang
memiliki dua kepentingan, misalnya, dalam perjalanan untuk keperluan
berdagang mereka menyempatkan (untuk melepas lelah) melihat dan
menikmati keindahan alam/budaya dan menikmati pertunjukan/show.
Dalam penghitungan jumlah kedatangan wisatawan (statistik pariwisata),
yang dimasukkan hanyalah pelaku perjalanan wisata.
Gambar dari wilkimedia dan budpar
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 19
11) Kelompok pelaku perjalanan
1. Kelompok yang masuk dalam statistik pariwisata
a. Pengunjung Tamu (Visitor), terdiri dari :
- Pelancong (Excursionist): Penumpang Cruise, pengunjung satu
hari, anak buah kapal/pesawat yang sedang tidak dalam tugas
- Wisatawan mancanegara yang datang dengan passport tourist
- Wisatawan domestik
b. Anak buah kapal/pesawat yang tidak sedang melakukan
pekerjaannya, dan dalam masa senggangnya datang
mengunjungi suatu objek wisata di kota persinggahannya
2. Kelompok tidak dimasukkan dalam penghitungan statistik adalah
pelaku perjalanan seperti:
- Imigran permanen
- Imigran sementara
- Diplomat /utusan kenegaraan
- Perwakilan konsulat
- Anggota tentara asing yang ditempatkan disuatu lokasi
- Pengungsi dari luar negeri
- Penumpang transit
- Pekerja pelintas batas.
- Pekerja volunteer/ expatriate dari luar negeri
Wisatawan yang resmi masuk ke Indonesia (dengan ijin tourist) tercatat di
kantor imigrasi sebagai wisatawan mancanegara, namun seringkali orang
asing/pengunjung dari luar negeri dengan paspor biasa dan ijin
kerja/dagang pada saat datang ke objek wisata seringkali juga di data
sebagai wisatawan mancanegara.
12) Hari Libur dan Kebutuhan Hiburan
Holiday (Hari libur) berasal dari kata Holy Day yaitu hari suci yang
banyak kaitannya dengan keagamaan dan adat istiadat.
��
Tahun 1552, (sebelum revolusi industri) masa pemerintahan Raja Edward
VI, umat Nasrani di Eropa dapat menikmati hari libur dengan
dikeluarkanya peraturan holiday dan fasting days, yang diikuti oleh
Pada hari-hari suci tersebut, mereka tidak
mengerjakan hal-hal/pekerjaan mencari nafkah
secara rutin; mereka pergi ketempat suci dan
dilanjutkan dengan rekreasi, menikmati hiburan
dengan kesenian dan lomba ketangkasan.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 20
kantor-kantor swasta, pabrik dan kantor semi pemerintah di Inggris ,
meliburkan karyawannya.
Sejalan dengan kesepakatan peraturan perburuhan internasional, dibuat
pula peraturan kerja 7-8 jam sehari dan libur pada hari Minggu serta hak
cuti bagi karyawan karena secara psikologis semua pekerja
membutuhkan suasana relax dan bersenang-senang untuk melupakan
segala kesibukan kerja sejenak, sehingga setelah libur diharapkan
mereka memiliki semangat dan ide-ide baru dalam menyelesaikan
pekerjaannya.
Dengan berlakunya hari-hari libur dan cuti serta kebutuhan individual
untuk memenuhi tingkat kehidupan yang lebih sehat, serta meningkatnya
pendapatan maka pertumbuhan usaha pengadaan acara dan tempat
berlibur menjadi sangat pesat.
Hal ini tidak hanya berakibat banyaknya pengusaha yang bergerak
dibidang transportasi, akomodasi, penyediaan makanan minuman, dunia
hiburan serta pengenalan kekayaan alam/adat istiadat,budaya pada
daerah yang dikunjungi, tetapi juga banyak usaha bisnis yang
berkembang mengikuti tututan kebutuhan para pengunjung seperti :
bank, warung telkom, souvenir dll.
Transportasi Akomodasi Makan/ minuman Daerah Wisata
Wisatawan memerlukan
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 21
Musim liburan merupakan musim impian “ramai pengunjung” bagi
perusahaan industri pariwisata, biasanya disebut high season /peak
season sedangkan musim “sepi pengunjung” biasa disebut low season.
Pada saat high season, tarif transportasi dan akomodasi/hotel tidak
berlaku discount, semua harga normal atau harga khusus (diatas harga
normal), namun pada saat low season tariff penerbangan dan hotel
biasanya berlaku harga khusus/discount.
13) Alasan melakukan wisata, jenis dan tujuan wisata
Alasan/motivasi orang melaksanakan perjalanan wisata adalah :
- pengakuan sosial dan kebanggaan
- relaks dan bersenang-senang
- menikmati fasilitas yang belum ada di kota/negara tempat tinggalnya
- menikmati makanan yang khas / tradisional
- berbelanja sesuatu yang khas dan tidak untuk dijual
- menyatukan diri dan menikmati keindahan alam
- melakukan ziarah keagamaan
- mengagumi hasil dan teknik pertanian
- menyaksikan pertunjukan budaya tradisional
- melihat langsung dan merasakan kehidupan masyarakat dan adat
istiadatnya
- menyaksikan peninggalan sejarah dan benda-benda kuno
Sedangkan Pacific Association Of Travel Agent ( PATA) menyatakan
alasan orang melakukan perjalanan antara lain :
- Keramahtamahan penduduk (Warm and Friendly People)
- Penginapan yang menyenangkan (Comfortable Accomodation)
- Keindahan alam (Beautiful Natural Scenery)
- Harga yang memuaskan (Reasonable Prices)
- Adat istiadat dan pandangan hidup yang menarik (An Attractive
Customer and Way Of Live)
- Cuaca yang baik (Good Climate)
- Keindahan kreasi manusia (Beautiful Creation Of Man)
- Makanan yang menarik (Outstanding Food)
- Pembelanjaan yang menarik (Good Shopping)
- Lingkungan yang istimewa (Exotic Environment)
- Ikatan sejarah atau keluarga (Historical Of Family Ties)
- Aktivitas rekreasi yang luar biasa (Exeptional Recreational Activities)
Dengan bermacam-macamnya alasan melakukan perjalanan wisata
tersebut, maka para pelaku bisnis layanan wisata, berkreasi untuk
membuat dan menyusun paket-paket wisata berdasarkan kebutuhan
wisatawan, antara lain:
- Wisata Alam /Ekowisata/Ecotourism
- Wisata Budaya / Culture
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 22
- Wisata Sejarah / Historical
- Wisata Ziarah / Pilgrim
- Wisata Boga / Kuliner/Culinary
- Wisata Belanja /Shopping
- Wisata Pertanian /Agriculture
- Wisata Kelana / Petualangan/Adventure
Wisatawan akan datang berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata, bila di
daerah tersebut terdapat daya tarik (tourism resources) bagi wisatawan
tersebut untuk datang berkunjung ke daerah tersebut, antara lain :
a. Objek Wisata Alam
Objek wisata alam (nature) adalah yang terbentuk dari gejala-gejala
alam dan dipelihara dengan memperhatikan keasliannya, walaupun di
tambahkan dengan fasilitas umum. Wisatawan yang datang biasanya
para pencinta alam.
b. Objek Wisata Buatan (man-made)
Obyek Wisata Telaga Remis – Cirebon ( Sumber: UJP-P4TK BP)
Masjid Agung di Medan Pura Taman Ayun di Bali
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 23
Obyek wisata buatan manusia, seperti museum, monumen, situs
bersejarah dan purbakala, gedung bersejarah, galeri seni dan budaya,
pusat kegiatan seni dan budaya, taman dan hutan kota, cagar budaya,
budidaya agro, flora dan fauna, tempat ibadah, bangunan arsitektural,
bandara, pelabuhan dan stasiun, pasar tradisional,pusat perbelanjaan dll.
c. Atraksi wisata
Atraksi wisata selalu dikaitkan dengan :
- kekayaan budaya bangsa; peningkatan kepatuhan pada peraturan
perundangan yang berlaku, norma dan nilai kehidupan masyarakat
- jaminan keselamatan, keamanan dan kenyamanan, bagi pengelola,
pengguna jasa/wisatawan dan masyarakat
- ketertiban dan harmonisasi lingkungan
- nilai tambah dan manfaat yang luas bagi komunikasi lokal
- publikasi kegiatan pariwisata.
14) Daya tarik suatu daerah tujuan wisata
“Daya Tarik Wisata adalah sifat yang dimiliki oleh suatu obyek berupa
keunikan, keaslian, kelangkaan, lain dari pada yang lain memiliki sifat
yang menumbuhkan semangat dan nilai bagi wisatawan” (budpar).
Tari Barong Bali
Jalan-jalan naik Gajah
di Thailand
Pasar Terapung di Banjarmasin
Upacara adat Tari Perang
Sumber gambar : Budpar
Acara Bakar Batu
Sumber gambar: Budpar
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 24
Suatu daerah dikatakan memiliki daya tarik wisata bila memiliki sifat:
- Keunikan, contoh: bakar batu (di Papua) sebuah cara masak
tradisional mulai dari upacara memotong hewan (babi) sampai
membakar daging, sayuran dan umbi/talas yang disekam dalam
lubang, ditutup batu lalu dibakar, serta keunikan cara memakan
masakan tersebut.
- Keaslian, alam dan adat yang dilakukan sehari-hari, dalam
berpakaian dan kehidupan keluarga dimana seorang perempuan
lebih mengutamakan menggendong babi yang dianggapnya sangat
berharga dari pada menggendong anak sendiri.
- Kelangkaan, sulit ditemui di daerah/negara lain
- Menumbuhkan semangat dan memberikan nilai bagi wisatawan
Sebuah daerah dikatakan layak dikunjungi wisatawan, bila ada tiga
kegiatan yang dapat dilakukan ditempat tersebut, yaitu :
- Sesuatu yang dapat dilihat (Something to see), seperti keindahan
/keunikan alam, bangunan bersejarah, kesenian/budaya setempat.
- Sesuatu yang dapat dilakukan (Something to do), naik sampan,
mencoba makanan tradisional, menari dengan penari lokal, naik
kuda/gajah, dll
- Sesuatu yang dapat dibeli (Something to buy), untuk memenuhi
kebutuhan wisatawan untuk berbelanja, seperti souvenir dan
kerajinan rakyat yang dianggap para wisatawan sebagai barang
yang menarik sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke tempat asal
masing-masing
15) Schema 5A
Meal / cafe
TOURISM
Accessibility
Accommodation
Attraction
Activities
Amenities
Natural
Cultural Man Made
Hotel
Resort
Losmen
Hostel
Home stay
Communications Transportation
Bank
Money
Changer
Post
Office Souvenir
Swimming Sky
Diving
Climbing
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 25
“5 A” seringkali dijadikan pertimbangan oleh perusahaan perjalanan
wisata dalam menentukan suatu daerah tujuan wisata yaitu:
1. Kemudahan untuk dikunjungi dan memiliki jalan yang dapat dilalui
oleh kendaraan (Accessibility)
2. Kemudahan mendapatkan/ada tempat penginapan yang layak bersih
dan ramah/menyenangkan (Accommodations)
3. Kemudahan melihat atraksi yang khas dilokasi wisata (Attraction)
4. Kemudahan dan adanya sarana fasilitas untuk melakukan kegiatan
yang menyenangkan dan aman didaerah tersebut (Activities)
Terdapat tempat untuk bermalam dan beristirahat
yang layak, aman dan memenuhi persyaratan
kesehatan / sanitasi yang sehat. Diantaranya: Hotel,
resort, hostel, losmen, guest house, caravan, sewa
tenda, ataupun rumah penduduk (sebagian fasilitas
nya) yang memang diperuntukkan bagi wisatawan.
Lokasi wisata yang layak, aman, nyaman dan dapat
dijangkau / ditempuh oleh wisatawan secara individu
maupun rombongan dan adanya sarana penunjang
transportasi, seperti kelayakan dan kenyamanan serta
keamanan jalan menuju lokasi. Kecuali bagi wisatawan
adventure, yang mampu menelusuri lokasi wisata
dengan berjalan kaki, namun pada jarak tertentu.
Transportasi:Pesawat Udara/Kapal Laut/Kereta
Api/Bus,minibus, sedan, motor, sepeda, becak.
Adanya atraksi atau objek wisata yang dikelola oleh
pemerintah/masyarakat setempat yang layak serta
aman untuk dikunjungi wisatawan.
Natural : Pantai, laut, hutan alam, telaga, gunung.
Man Made : Museum, candi, taman, monumen.
Culture : seni, adat, tempat bersejarah, situs.
Adanya aktifitas yang layak dilakukan wisatawan
dengan aman,dan dapat dipantau keselamatannya.
Diantaranya: mendaki gunung, menyelam, Ski,
berenang, berjalan santai, menonton pertunjukan,
santai menikmati pemandangan dan kesejukan
alam.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 26
5. Fasilitas lain yang menunjang perjalanan wisata, seperti telepon,
penukaran uang, toko souvenir dll (Amenities).
16) Kepariwisataan di Indonesia
1. Kebijakan Pemerintah tentang Pariwisata
Pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa
pariwisata, menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik
wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang
tersebut.
Sesuai dengan Undang-undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang
Kepariwisataan, usaha pariwisata digolongkan ke dalam:
a. Usaha Jasa Pariwisata terdiri dari:
1) Jasa Biro Perjalanan Wisata;
2) Jasa Agen Perjalanan Wisata;
3) Jasa Pramuwisata;
4) Jasa Konvensi, Perjalanan Insentif dan Pameran;
5) Jasa Impresariat;
6) Jasa Konsultan Pariwisata;
7) Jasa Informasi Pariwisata.
b. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata dikelompokkan dalam:
1) Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam;
2) Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Budaya;
3) Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus.
c. Usaha Sarana Pariwisata yang dikelompokkan dalam:
1) Penyediaan Akomodasi;
2) Penyediaan Makanan dan Minuman;
3) Penyediaan Angkutan Wisata;
4) Penyediaan Sarana Wisata Tirta;
5) Penyediaan Kawasan Pariwisata.
Tersedianya fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh
wisatawan seperti : Bank, Money changer, ATM, toko,
rumah makan, toilet yang memadai, kantor pos,
cinderamata, pasar, jaringan internet, HP, telegram.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 27
Sesuai ketentuan, batasan, pengertian dari masing-masing bidang usaha:
a. Usaha Jasa Pariwisata:
1) Jasa biro perjalanan wisata adalah kegiatan usaha yang bersifat
komersial yang mengatur, menyediakan dan menyelenggarakan
pelayanan bagi seseorang, atau sekelompok orang untuk
melakukan perjalanan dengan tujuan utama untuk berwisata;
2) Jasa agen perjalanan wisata adalah badan usaha yang
menyelenggarakan usaha perjalanan yang bertindak sebagai
perantara di dalam menjual dan atau mengurus jasa untuk
melakukan perjalanan;
3) Usaha jasa pramuwisata adalah kegiatan usaha bersifat komersial
yang mengatur, mengkoordinir dan menyediakan tenaga
pramuwisata untuk memberikan pelayanan bagi seseorang atau
kelompok orang yang melakukan perjalanan wisata;
4) Usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran adalah
usaha dengan kegiatan pokok memberikan jasa pelayanan bagi
suatu pertemuan sekelompok orang (misalnya negarawan,
usahawan, cendekiawan) untuk membahas masalah-masalah yang
berkaitan dengan kepentingan bersama;
5) Jasa impresariat adalah kegiatan pengurusan penyelenggaraan
hiburan baik yang mendatangkan, mengirimkan maupun
Kepariwisataan
Usaha Jasa
Pariwisata:
1) Jasa Biro
Perjalanan Wisata;
2) Jasa Agen
Perjalanan Wisata;
3) Jasa Pramuwisata;
4) Jasa Konvensi,
Perjalanan Insentif
dan Pameran;
5) Jasa Impresariat;
6) Jasa Konsultan
Pariwisata;
7) Jasa Informasi
Pariwisata.
Pengusahaan Obyek
dan Daya Tarik
Wisata:
1) Pengusahaan
Obyek dan Daya
Tarik Wisata Alam;
2) Pengusahaan
Obyek dan Daya
Tarik Wisata
Budaya;
3) Pengusahaan
Obyek dan Daya
Tarik Wisata Minat
Khusus.
Usaha Sarana
Pariwisata:
1) Penyediaan
Akomodasi;
2) Penyediaan Makanan
dan Minuman;
3) Penyediaan
Angkutan Wisata;
4) Penyediaan Sarana
Wisata Tirta;
5) Penyediaan Kawasan
Pariwisata.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 28
mengembalikannya serta menentukan tempat, waktu dan jenis
hiburan;
6) Jasa konsultasi pariwisata adalah jasa berupa saran dan nasehat
yang diberikan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul
mulai dan penciptaan gagasan, pelaksanaan operasinya dan
disusun secara sistematis berdasarkan disiplin ilmu yang diakui
serta disampaikan secara lisan, tertulis maupun gambar oleh
tenaga ahli profesional;
7) Jasa informasi pariwisata adalah usaha penyediaan informasi,
penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan.
b. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata:
1) Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam merupakan usaha
pemanfaatan sumber daya alam dan tata lingkungannya yang telah
ditetapkan sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan
sasaran wisata;
2) Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata budaya merupakan
usaha seni budaya bangsa yang telah dilengkapi sebagai obyek
dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata;
3) Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata minat khusus
merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan atau
potensi seni budaya bangsa untuk dijadikan sasaran wisatawan
yang mempunyai minat khusus.
c. Usaha Sarana Pariwisata:
1) Penyediaan akomodasi adalah usaha penyediaan kamar dan
fasilitas lain serta pelayanan yang diperlukan;
2) Penyediaan makanan dan minuman adalah usaha pengolahan,
penyediaan dan pelayanan makanan dan minuman yang dapat
dilakukan sebagai bagian dari penyediaan akomodasi ataupun
sebagai usaha yang berdiri sendiri;
3) Penyediaan angkutan wisata adalah usaha khusus atau sebagian
dari usaha dalam rangka penyediaan angkutan pada umumnya
yaitu angkutan khusus wisata atau angkutan umum yang
menyediakan angkutan wisata;
4) Penyediaan sarana wisata tirta adalah usaha penyediaan dan
pengelolaan prasarana dan sarana serta jasa yang berkaitan
dengan kegiatan wisata tirta (dapat dilakukan di laut, sungai,
danau, rawa, dan waduk), dermaga serta fasilitas olahraga air
untuk keperluan olahraga selancar air, selancar angin, berlayar,
menyelam dan memancing;
5) Penyediaan kawasan pariwisata adalah usaha yang kegiatannya
membangun atau mengelola kawasan dengan luas tertentu untuk
memenuhi kebutuhan pariwisata.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 29
d. Kepariwisataan Indonesia mencakup pada tiga hal yakni:
1) memihak pertumbuhan (pro-growth)
2) penciptaan lapangan kerja (pro-job)
3) berpihak pada masyarakat (pro-social life)
sehingga pembangunan pariwisata akan mampu mensejahterakan
masyarakat. Pembangunan pariwisata di daerah-daerah harus berpihak
pada tiga hal ini, sehingga masyarakat akan merasakan manfaat dari
kegiatan pariwisata (Jero Wacik, budpar)
The World Travel and Tourism Council (1991) mengungkapkan bahwa
pariwisata adalah industri penting dan terbesar didunia; negara negarapun
sibuk mereposisi industrinya.
Pada awal abad ini, seorang ahli ekonomi mikro, Joseph Pine II dan
James H. Gilmore, menyebutkan negara-negara industri telah mereposisi
ekonominya dari brand-based economy (ekonomi manufaktur
berbasiskan produk-produk bermerek) menjadi experience economy
(ekonomi berbasiskan experience atau kesan) (Rhenald Kasali). Dan
menyatakan bahwa:
a. Lingkungan dan pariwisata, saling berkaitan dan memberikan manfaat
satu dengan lainnya. Pariwisata membutuhkan kondisi ekosistem yang
sehat untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman yang lebih
bagi wisatawan. Lingkungan secara umum, dapat diartikan lingkungan
sumber daya manusia dan lingkungan alam.
b. Masyarakat pada daerah tujuan wisata harus mampu melayani dengan
sopan, ramah, serta menyenangkan para pengunjung. Sementara
lingkungan alam membutuhkan perawatan yang seharusnya
merupakan kewajiban pengelola, yang disisikan dari keuntungan
c. Penyelenggaraan kepariwisataan di Indonesia bertujuan :
- Melestarikan, mendayagunakan, mewujudkan dan
memperkenalkan segenap anugerah kekayaan destinasi sebagai
keunikan dan daya tarik wisata yang memiliki keunggulan daya
saing.
-
Pantai Bangka Belitung (indonext.com)
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 30
- Mendorong pengelolaan dan pengembangan sumberdaya
destinasi yang berbasis komunitas secara berkelanjutan.
- Memberikan arah dan fokus terhadap keterpaduan pelaksanaan
pembangunan destinasi.
- Menggali dan mengembangkan potensi ekonomi, kewirausahaan,
sosial dan teknologi komunikasi melalui kegiatan kepariwisataan.
- Memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan
lapangan kerja.
- Mengoptimalkan pendayagunaan produksi lokal dan lapangan
kerja.
- Meningkatkan pendapatan asli daerah dalam rangka mendukung
peningkatan kemampuan dan kemandirian perekonomian daerah;
- Memupuk rasa cinta serta kebanggaan terhadap tanah air guna
meningkatkan persahabatan antar daerah dan bangsa.
d. Penyelenggaraan kepariwisataan didasarkan pada Kode Etika
Pariwisata Global dan dapat memberikan kontribusi untuk saling
memahami dan saling menghormati antara manusia dan masyarakat,
sebagai:
- penggerak bagi kepuasan bersama dan individu;
- faktor pembangunan yang berkelanjutan;
- warisan budaya dan kontributor terhadap peningkatan;
- aktivitas yang menguntungkan negara, daerah dan masyarakat
lokal;
- pariwisata mendorong kewajiban seluruh sektor pembangunan
dalam pengembangan pariwisata;
- pariwisata mendorong kebebasan hak-hak kepariwisataan;
- pariwisata menjamin kebebasan pergerakan wisatawan;
- pariwisata wajib mengembangkan hak-hak tenaga kerja dan
wirausahawan dalam industri pariwisata.
e. Sumber daya pariwisata dalam kepariwisataan terdiri atas :
- sumber daya alam ciptaan Tuhan Yang maha Esa, berupa letak
geografi, kepulauan, laut, flora dan fauna, sungai, danau, hutan,
bentang alam, iklim;
- sumber daya hasil karya manusia, berupa hasil rekayasa daya
alam, kebudayaan, nilai sosial, warisan sejarah dan teknologi;
- sumber daya manusia berupa kesiapan, kompetensi dan peran
serta masyarakat.
f. Pemanfaatan sumber daya pariwisata:
- nilai-nilai agama, adat istiadat, kelestarian budaya serta nilai-nilai
yang berkembang dengan memperhatikan;
- potensi ekonomi dan kewirausahaan;
- kelestarian dan mutu lingkungan hidup yang berkelanjutan;
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 31
- keamanan, keselamatan, ketertiban dan kenyamanan wisatawan
dan masyarakat;
- kesejahteraan komunitas;
- kelangsungan pengelolaan sumber daya pariwisata itu sendiri.
- Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah
Tujuan Wisata pada Juni 2007 mencapai rata-rata 52,87 persen,
mengalami kenaikan 4,27 poin dibanding TPK Mei 2007 sebesar
48,60 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik dari 57,70 persen
pada Mei 2007 menjadi 58,50 persen pada Juni 2007.
17) Sumber pendapatan Negara dari Pariwisata
“Dibidang jasa (services) dalam Neraca Pembayaran Indonesia
(Indonesia Balance of Payments) hingga sekarang hanya industri
pariwisata (travel) yang masih selalu surplus.
Devisa pariwisata yang dengan susah payah kita peroleh, tentunya harus
kita jaga agar RUPIAH tidak mudah keluar dibelanjakan keluar negeri.
Justru kebalikannya, kita harus mengupayakan bagaimana para
pendatang/wisatawan MAU membelanjakan uangnya dinegara kita.
Kalau wisatawan domestik lebih menyukai berwisata ke luar negeri
membelanjakan uangnya, tentunya neraca pembayaran untuk jasa
pariwisata bisa minus," (Jero Wacik, budpar)
Jumlah Wisatawan yang datang ke Indonesia
- Jumlah wisman (wisatawan mancanegara )
dari 15 pintu masuk selama Januari-Juli
2007, mencapai 2,57 juta orang atau
meningkat 12,89 persen dibanding jumlah
wisman pada periode yang sama tahun
2006 sebanyak 2,27 juta orang.
Alam Pedesaan sebagai daya tarik untuk kesejahteraan m asyarakatnya
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 32
Sebagai gambaran dari kegiatan kepariwisataan dalam perekonomian
nasional 2004 memberikan dampak hingga 5,43% pada produksi
nasional, 5,01% pada PDB Indonesia, dan 9,06% pada kesempatan
kerja. Sedangkan dampaknya terhadap pajak mencapai 7,81%.
Perhatikan bagaimana dampak ekonomi nasional dengan kedatangan
wisatawan (yang membelanjakan uang yang dibawa dari tempat asalnya)
dapat mempengaruhi laju perputaran uang dan perkembangan ekonomi
masyarakat.
Peristiwa pahit bagi yang dirasakan oleh bangsa Indonesia saat peristiwa
“Bom Bali” yang membawa dampak perekonomian dan penghasilan
penduduk Bali pada khususnya dan sebagian masyarakat Indonesia yang
terkait dengan bisnis pariwisata. Kejadian tersebut membuktikan betapa
besar dampak keberadaan pariwisata terhadap devisa negara dan
kesejahteraan masyarakat.
Pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke
Indonesia tahun 2006 mengalami kenaikkan cukup signifikan. Tercatat
rata-rata pengeluaran (average of expenditure) mereka per kunjungan
mencapai US$ 913.09 atau naik 1,01% dibanding tahun 2005 sebesar
US$ 904.00 per kunjungan.
Wisatawan
Imigrasi & Bea
Cukai
Lokal
Transport
Hotel
/akomoda
i
Makanan
minuman
Wisata alam
Dunia Hiburan
Seni&Budaya
Sarana
Komunikasi
Tour Guide
Bank &
money
changer
Souvenir
Shooping
Center
Wisatawan
Imigrasi & Bea
Cukai
Biro
perjalanan
wisata
Schema by : dh
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 33
Pengeluaran wisman per hari mencapai US$ 100,48 mengalami kenaikan
0,62% dibanding tahun sebelumnya US$ 99,86. Kelompok wisman yang
mempunyai maksud kunjungan berolahraga tercatat mempunyai
pengeluaran yang paling tinggi yakni mencapai US$ 1.273,87/orang per
kunjungan.
Sebelumnya pengeluaran wisman terbesar itu diraih kelompok wisman
yang bermaksud untuk pemeliharan kesehatan dan kecantikan yang kini
menduduki posisi kedua. Kelompok wisman yang berlibur rata-rata
mempunyai pengeluaran sebesar US$ 1.024,30/orang per kunjungan
atau mengalami kenaikan sebesar 2,55% dibanding tahun 2005.
Survey tersebut juga menemukan bahwa pengeluaran wisman terbesar
masih digunakan untuk akomodasi (hotel) yakni 34,48%. Sedangkan
makan minum dan cinderamata mencapai 19,33% dan 7,83%.
- Pariwisata sebagai Multi Bisnis
Skema dibawah ini menggambarkan bahwa pariwisata memiliki
ruang lingkup luas dan saling terkait. Penghasilan yang didapat oleh
pekerja yang terkait langsung ”direct involvement sector” (hotel, tour
operation, restoran. transportasi, obyek wisata) dan yang tidak terkait
langsung (laundry, airline, café, souvenir, bakery, fashion, artis,
pemusik, penari budaya, penjual bensin, percetakan, wartel, money
changer, dll)
- Dampak Perkembangan Pariwisata
Pengembangan industri pariwisata berdampak langsung kepada
masyarakat selaku tuan rumah (host). Dampak positif sangat
diharapkan, tetapi pemerintah dan masyarakat harus mampu
mengantisipasi dampak negatif yang dapat merugikan masyarakat.
Berbeda dengan penambahan devisa melalui penambangan ataupun
pabrik-pabrik, pengembangan industri pariwisata tidak akan pernah
Kenyamanann dan keamanan Bandara juga menjadi daya tarik para wisatawan
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 34
surut ”bahan baku” bahkan dapat diperkaya dengan krativitas para
generasi muda selaku host dengan memperhatikan dan
mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul.
Dampak negatif harus diantisipasi, kalau tidak, akan rusak dan
hancurlah aset industri pariwisata Indonesia dengan musnahnya
budaya, hilangnya bangunan bersejarah, rusaknya lingkungan alam.
Hotel
Marketing
Company
Direct Involvement Sector
Sumber: Tourism Introduction` Ian Jackson
Electriciant
Bakers Laundry
Plumbers
Dock
Workers
Butchers
Crafts
Persons
Graphic Artist Printers Newspapers
Restaurant
Market
Gardeners
Airline
Airline
Worker
Petrol
Retailer
Cafes
Govt.Fees
Tour Operator
The
Tourist s
Dollar
Ship /Ferry
Operator
Bus /Coach
Operator
Hire car
company
Retail
stores
Direct Involvement Sector
Tour
Guide
Souvenir
Artists
Entertains
Tourism
Object
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 35
Positif + Negatif -
Ekonomi �� Perputaran uang merata pada
setiap lapisan masyarakat
Devisa negara meningkat
�� Ketergantungan
yang tinggi pada
kedatangan
wisatawan
Lingkungan �� Peningkatan sarana
kebersihan dan kelestarian
�� Kesadaran masyarakat
setempat untuk memelihara
alam flora / fauna
�� Pengrusakan
lingkungan oleh
pengunjung yang
destruktif
Sosial �� Bertambahnya kesempatan
kerja dan peningkatan mutu
kinerja
�� Kesejahteraan masyarakat
meningkat
�� Cenderung lebih
menghargai orang
asing
Budaya �� Terpeliharanya sarana
budaya / adat istiadat
setempat /komersial
�� Meningkatnya kreatifitas seni
(handycraft /souvenir)
�� Masuknya prilaku
asing yang
mempengaruhi
kaum muda
Polkam �� Meningkatnya sistem
keamanan demi menjaga
kenyamanan wisatawan
�� Kesadaran masyarakat untuk
menjaga kestabilan
keamanan
�� Penyalahgunaan
visa tourist untuk
tujuan lain (intel,
narkoba)
Internasional �� Masyarakat mengenal secara
langsung dengan
karakteristis bangsa lain
selaku tamu
�� Perhatian masyarakat
internasional terhadap asset
wisata kita
�� Exploitasi bangsa
asing terhadap
pengelolaan asset
wisata, bila
pemerintah tidak
tanggap / peduli.
18) Transportasi, Akomodasi dan Perusahaan
Perjalanan
a. Transportasi
Secara umum transportasi dibagi menjadi:
a) Transportasi Darat
- Roda dua : Sepeda. Sepeda motor
- Roda tiga : Beca, beca motor, bemo, bajaj
- Roda empat : bus, sedan truk, minibus
- Kereta Api : ekonomi, bisnis dan executive
- Tradisional : Dokar atau Delman
b) Transportasi Laut/Sungai
- Regular Lines : Internasional, Interinsular, Ferry,
- Iregular Lines : charter (boat)
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 36
c) Transportasi Udara
- International Flight : Schedule Airlines/Regular Flight,Non
Schedule Airlines/Charter Flight
- Domestic Flight : Commercial Aviation, Schedule Airlines, Air
Taxi/Charter
- General Aviation : Penerbangan Borongan (Charter Flight)
Yang menyebabkan penerbangan borongan mendapat pasaran yang
baik, karena murahnya tarif (fares) dibandingkan dengan penerbangan
maskapai penerbangan anggota IATA, terutama disebabkan :
- Tingkat penggunaan pesawat tinggi (Higher Utilisation of Aircrat)
- Tingkat pemakaian tempat duduk tinggi (Higher Accupancy)
- Biaya-biaya umum relatif murah (Lower Overhead)
- Penerbangan borongan dibagi atas tiga kelompok besar, yaitu :
1. Affinity Charter
�� Club and Common - Interest Groups
�� Organisasi Profesional
�� Rombongan Pelajar/Mahasiswa
�� Social Groups
2. Charter Cruiser
3. Back to Back Charter
b. Hotel dan Akomodasi
Sarana akomodasi (penginapan) dapat diartikan sebagai bangunan
dalam bentuk apapun yang memiliki kamar-kamar tidur untuk menginap,
baik dengan tambahan pelayanan makanan dan minum atau tidak.
Jenis sarana akomodasi yang dapat dimanfaatkan orang yang
melakukan perjalanan wisata diantaranya, yaitu :
Hotel, ialah sejenis sarana akomodasi yang menyediakan pelayanan
penginapan, makan. dan minum serta pelayanan lainnya untuk umum
yang dikelola secara profesional. Hotel merupakan bidang usaha yang
menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan
secara khusus, untuk setiap orang yang menginap, makan, memperoleh
pelayanan dan menggunakan fasilitas lainnya dengan pembayaran.
Ciri khusus dari hotel adalah mempunyai restoran yang dikelola langsung
di bawah manajemen hotel tersebut. Kelas/klasifikasi dari hotel
ditentukan oleh Dinas Pariwisata Daerah (Diparda).
�� Hotel Berbintang (Stars Hotel)
Suatu bidang usaha yang menggunakan suatu bangunan atau
sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, untuk setiap
orang yang menginap, makan, memperoleh pelayanan dan
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 37
menggunakan fasilitas lainnya dengan pembayaran, dan telah
memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang
ditentukan oleh Dinas Pariwisata Daerah (Diparda). Persyaratan
tersebut antara lain mencakup:
�� Persyaratan fisik, seperti lokasi hotel, kondisi bangunan.
�� Bentuk pelayanan yang diberikan (service).
�� Kualifikasi tenaga kerja, pendidikan, dan kesejahteraan karyawan.
�� Fasilitas olahraga dan rekreasi lainnya yang tersedia, seperti
lapangan tenis, kolam renang, dan diskotik.
�� Jumlah kamar yang tersedia.
Hotel berbintang diklasifikasikan lagi dalam beberapa kelas dari
bintang satu (terendah) sampai bintang lima (tertinggi) dengan
kriterianya masing-masing.
Perkembangan saat ini terdapat juga hotel mewah dengan kriteria
“Diamond”.
�� Akomodasi Lainnya
Suatu usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian
bangunan yang disediakan secara khusus, di mana setiap orang
dapat menginap dengan atau tanpa makan dan memperoleh
pelayanan serta menggunakan fasilitas lainnya dengan pembayaran.
Akomodasi lainnya meliputi: hotel melati yaitu hotel yang belum
memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang
ditentukan oleh Diparda, penginapan remaja, pondok wisata, dan
jasa akomodasi lainnya.
o Hotel Melati/ Losmen/ Penginapan adalah Usaha penyediaan jasa
pelayanan penginapan umum yang dikelola secara komersial
dengan menggunakan sebagian atau seluruh bagian bangunan.
o Penginapan Remaja adalah Usaha penyediaan jasa pelayanan
penginapan yang ditujukan bagi remaja sebagai akomodasi dalam
Kamar Hotel Resort Kolam Renang
Fasilitas Hotel
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 38
rangka kegiatan pariwisata dengan tujuan untuk rekreasi,
memperluas pengetahuan/ pengalaman dan perjalanan.
o Pondok Wisata adalah Usaha penyediaan jasa pelayanan
penginapan bagi umum dengan pembayaran harian yang
dilakukan secara individual dengan menggunakan sebagian dari
tempat tinggalnya.
o Wisma, Guest House, Bed and breakfast, (Usaha penyediaan
jasa pelayanan penginapan yang tidak termasuk pada hotel
Melati, penginapan remaja dan pondok wisata)
o Motel, Kata motel adalah singkatan dari “Motor Hotel” disebut juga
sebagai “Motor Inn”, “Motor Court” atau “Motor Lodge”. Motel
dirancang khusus untuk orang-orang atau tamu yang sedang
melakukan perjalanan dengan mengendarai mobil, oleh sebab itu
motel mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
�� Penyediaan sarana parkir yang memungkinkan tamu
menggunakan kendaraan pribadi
�� Akses dari jalan raya yang sangat dekat
�� Tersedianya sarana penunjang transportasi di sekitar wilayah
tersebut
o Bumi Perkemahan (Camping Ground), menyediakan tempat yang
luas untuk fasilitas perkemahan sebagai ruang tidur sedangkan
areal Bumi Perkemahan tersebut juga dapat dipergunakan untuk
berkemah.
Jenis kamar dilihat dari jumlah tempat tidur
�� Single Room
�� Twin Room
�� Double Room
�� Triple Room
�� Family Room
Menurut Fasilitas Yang Tersedia
Contoh jenis kamar menurut fasilitas misalnya :
�� Standard Room
�� Moderate
�� Superior
�� Deluxe
�� Suit Room
�� Executive Suite Room
�� Penthouse
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 39
3. Perusahaan Perjalanan
Industri perjalanan adalah suatu kelompok usaha yang mengurus
kebutuhan orang yang mengadakan perjalanan, tanpa menentukan
apakah perjalanan itu perjalanan wisata atau bukan, yang tentunya
merupakan suatu rangkuman dari berbagai macam aktifitas usaha yang
menyangkut bisnis perjalanan. Dalam pertumbuhan perekonomian masa
kini, industri perjalanan itu sangat berpengaruh pada kehidupan manusia
untuk waktu sekarang maupun masa yang akan datang.
Pertumbuhan industri ini mempunyai dampak, seperti :
- Aspek perekonomian, sangat menguntungkan dalam hal
peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja.
- Aspek lingkungan ,bagi pemerintah dan masyarakat setempat.
Industri perjalanan sering secara sempit diartikan hanya sebagai industri
komponen perjalanan seperti : Hotel. Restaurant, Perusahaan
Perjalanan, Tour Operator, Perusahaan Angkutan, yang sebenarnya
tidaklah demikian. Produk industri perjalanan adalah keseluruhan
pelayanan (services) yang diterima oleh wisatawan, semenjak ia
meninggalkan tempat kediaman dimana biasanya ia tinggal, sampai di
tempat tujuan ( daerah tujuan wisata) dan kembai di rumah dimana ia
berangkat semula.
Perusahaan Perjalanan merupakan sebuah usaha yang relatif kecil tanpa
banyak modal dan dengan manajemen yang terbatas, tetapi peranannya
dalam pariwisata sangat besar; merupakan penghubung antara
wisatawan dengan fasilitas-fasilitas perjalanan yang diperlukan oleh
wisatawan untuk mencapai tujuan dari perjalanannya.
Beberapa hal mengenai perusahaan perjalanan , yang terkait dengan
kegiatan pariwisata, antara lain :
a. Perusahaan perjalanan berperan dalam menjembatani
kepentingan orang yang mengadakan perjalanan di satu
pihak dan perusahaan-perusahaan industri pariwisata
(sebagai supplier) dilain pihak.
b. Dalam usahanya ia bertindak atas nama perusahaan lain
dan menjual jasa-jasa perusahaan yang diwakilinya.
c. Perusahaan perjalanan merupakan badan usaha yang
mampu menyediakan segala sesuatu yang berhubungan
dengan dunia perjalanan pada umumnya dan perjalanan
wisata pada khususnya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan perjalanan
merupakan sebuah perusahaan yang mendapat kepercayaan untuk
bertindak dalam usaha atas nama perusahaan jasa fasilitas perjalanan.
Dia melakukan penjualan jasa layanan perjalanan kepada masyarakat
atas nama dan untuk pendapatan perusahaan fasilitas perjalanan atau
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 40
perusahaan lainnya, menerima pesanan, menerima pembayaran, tetapi
tidak melakukan sendiri pelaksanaannya.
Secara umum perusahaan perjalanan adalah sebuah perusahaan yang
mempunyai tujuan mempersiapkan atau menguruskan perjalanan
seseorang dengan segala kebutuhan dari perjalanan itu, baik di darat,
laut atau udara di dunia ini, serta mendapat imbalan jasa dari perusahaan
penyedia fasilitas perjalanan atas layanannya kepada orang yang
melakukan perjalanan.
Ciri-Ciri Perusahaan Perjalanan
Landasan usaha perusahaan perjalanan adalah terletak pada unsur
kepercayaan, dan kepercayaan ini harus ditumbuhkan :
�� Dari client (konsumen) kepada perusahaan perjalanan . Konsumen
melakukan pembayaran terlebih dahulu tetapi belum menikmati jasa
dari perusahaan fasilitas perjalanan
�� Dari perusahaan fasilitas perjalanan kepada perusahaan perjalanan.
Perusahaan fasilitas perjalanan mau menerima pemesanan atas jasa
perusahaannya tanpa menerima pembayaran terlebih dahulu
Beberapa alasan mereka yang melakukan perjalanan dengan
menggunakan jasa perusahaan perjalanan, antara lain :
1) Menghemat biaya
Biaya-biaya untuk menghubungi perusahaan fasilitas perjalanan dan
unit-unit usaha lainnya dipikul oleh perusahaan perjalanan
2) Menghemat waktu
Tidak perlu membuang waktu untuk menghubungi perusahaan
fasilitas perjalanan dan unit-unit usaha lainnya.
3) Memperoleh informasi yang lengkap dan dapat dipercaya
Segala keperluan yang dibutuhkan yang berhubungan dengan
perjalanan dapat ditanyakan pada perusahaan perjalanan, dan
informasinya dapat dipercaya.
4) Biaya lebih murah
Perusahaan perjalanan, oleh karena hubungannya dengan
perusahaan-perusahaan fasilitas perjalanan dapat memperoleh harga
khusus/murah, sehingga biaya perjalanan secara keseluruhan bisa
lebih murah.
5) Keamanan terjamin
Perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan tanpa keraguraguan
karena dipersiapkan dengan baik.
Dokumen Perjalanan
1. Paspor
Paspor adalah sebuah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat
pemerintah yang berwenang dari suatu negara untuk mengadakan
perjalanan antar negara. Paspor menyatakan identitas
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 41
kewarganegaraan pemegangnya serta hak untuk memperoleh
perlindungan dari negaranya di luar negeri.
�� Macam-macam Paspor :
o Paspor diplomatik
o Paspor dinas
o Paspor biasa
o Paspor untuk orang asing
o Paspor lainnya
�� Macam paspor lainnya adalah sebagai berikut :
o Surat perjalanan laksana paspor
o Joint passport (paspor keluarga)
o Paspor untuk naik haji
�� Masa Belakunya Paspor
�� Paspor Diplomatik, masa berlakunya adalah sesuai dengan
waktu yang dibutuhkan dalam masa tugasnya.
�� Paspor Dinas, masa berlakunya 1 s.d 2 tahun
�� Paspor Biasa, masa berlakunya adalah 5 tahun (48 halaman)
�� Paspor untuk Orang Asing (Stateless Pasport), berlaku adalah
1 tahun
�� Surat Perjalanan Laksana Paspor, masa berlakunya 1 kali
perjalanan
�� Prosedur Pengeluaran Paspor
�� Prosedur Pengeluarannya.
�� Pasport dinas dan paspor diplomatik diberikan, diperpanjang
waktunya, diubah dan dicatat Menteri Luar Negeri/Deplu yang
ditunjuk
�� Paspor biasa, paspor untuk orang asing dan paspor lainnya
diberikan, diperpanjang waktunya, diubah dan dicatat oleh
Menteri Kehakiman/pegawai yang ditunjuk.
�� Proses Untuk Mendapatkan Paspor
Permohonan Paspor
�� Mengisi formulir yang telah dipersiapkan (diambil di kantor
imigrasi atau jika melalui Travel Agent semua syarat diserahkan,
proses selanjutnya agent yang menangani)
�� Menyerahkan formulir yang selanjutnya diproses �� selama 4 hari
�� Pemotretan dikantor imigrasi
�� Penandatanganan pejabat yang berwenang (paspor selesai �� 7
hari kerja atau kilat �� 3 hari)
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 42
Syarat-syarat permohonan Paspor
�� KTP (Kartu Tanda Penduduk), dan Kartu Keluarga
�� Akte Kelahiran dan akte nikah
�� Surat Kwarganegaraan (WNI)
�� Surat Ganti Nama (bila ex WNA dan berganti nama)
�� Pas Photo ( photo di tempat /kantor imigrasi)
�� Surat Sponsor Perusahaan/Ijin Perusahaan
�� Surat Ijin Orang Tua/Suami
Isi Lembar Paspor
�� Petunjuk khusus
�� Identitas
�� Masa berlakunya paspor
�� Disahkan oleh kepala imigrasi
�� Catatan pengesahan (4 lembar)
�� Slip kedatangan
�� Lembar visa (12 lembar)
�� UU Kewarganegaraan
Catatan : Untuk lembar visa, 1 lembar digunakan untuk 1 negara.
Nantinya dalam lembaran visa selain cap visa yang ada juga akan tetap
terdapat cap keimigrasian di airport, yang isinya : Nama airport, Kota,
Tanggal berangkat, Tulisan “departure”
Ketentuan yang lain adalah bahwa :
�� Paspor Indonesia berlaku di seluruh dunia, kecuali negara tertentu
�� Bahwa perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum perundangan,
diancam hukuman dan dianggap tindak kejahatan
�� Jika paspor hilang yang bersangkutan harus cepat-cepat melaporkan
kekantor imigrasi setempat
�� Semua paspor baik yang masih berlaku atau tidak adalah milik
negara.
2. VISA
Visa adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh perwakilan suatu
negara di luar negeri berupa cap didalam paspor yang mengandung
pengertian sebagai izin untuk mengadakan perjalanan memasuki negara
yang menerbitkannya.
Visa merupakan salah satu syarat untuk mengadakan atau izin
melakukan perjalanan ke luar negeri.
�� Macam-macam Visa
�� Visa Diplomatik
�� Visa Dinas
�� Visa Biasa
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 43
�� Jenis visa biasa, menurut maksud dan tujuan perjalanan :
�� Visa Transit
�� Visa Kunjungan Wisata
�� Visa Kunjungan Usaha
�� Visa Kunjungan Sosial Budaya
�� Visa Berdiam (tinggal) Sementara
�� Kebijaksanaan Bebas Visa
Yang dimaksudkan bebas visa dalam hal ini adalah karena adanya
kesepakatan antara masing-masing negara tersebut .
Contoh :
�� Anggota Asean bisa bebas dari biaya, visa (jangka waktunya 2
minggu)
�� Untuk negara-negara yang termasuk BVW (Bebas Visa Wisata)
Pelabuhan yang merupakan pendaratan BVW :
1. Medan �� Polonia
2. Batam �� Hang Nadim
3. Riau �� Simpang Tiga
4. Jakarta �� Soekarno Hatta
5. Bali �� Ngurah Rai
6. Padang �� Tabing
7. Ambon �� Pattimura
8. Manado �� Sam Ratulangi
9. Surabaya �� Juanda
10. Yogyakarta �� Adi Sucipto
11. Biak �� Frans Kaisiefo dst.
Pelabuhan Laut antara lain :
1. Medan �� Belawan
2. Batam �� Batu Ampar
3. Jakarta �� Tanjung Periok
4. Bali �� Padang Bai
5. Semarang �� Tanjung Mas
6. Surabaya �� Tanjung Perak dst.
Prosedur memperoleh visa adalah :
�� Mengisi format permohonan di perwakilan negara yang dituju
�� Diteliti, keperluan/tujuan, identitas
�� Diijinkan/ditolak
Hal-hal yang belum tercantum didalam visa :
�� Nomor visa (berupa nomor urut dalam permohonan visa)
�� Nama pemegang visa
�� Nomor dan tanggal penguasaan Direktur Jenderal Imigrasi
�� Maksud dan Tujuan
�� Tanggal batas kedatangan di Indonesia
�� Bea-bea yang telah dipungut
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 44
Untuk permohonan visa bentuk formulir pengisiannya berbeda-beda
sesuai dengan jenis visa yang diminta. Namun pada dasarnya poin-poin
yang harus diisi sama yaitu antara lain :
�� Nama
�� Jenis Kelamin
�� Tempat dan Tanggal Lahir
�� Kebangsaan
�� Nomor Paspor
�� Pekerjaan
�� Alamat Tetap
�� Negara Tujuan
�� Nama Pelabuhan Masuk /Keluar
�� Tanggal permohonan
�� Tanda tangan pemohon
�� Foto
3. Exit /Re Entry Permit
Exit permit adalah surat keterangan ijin keluar bagi seseorang yang akan
meninggalkan negaranya.
Exit = Keluar
Permit = Ijin
Exit permit hanya berlaku satu kali perjalanan. Oleh karena itu setiap
orang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri harus memohonkan exit
permit.
Reentry permit adalah surat keterangan ijin untuk memasuki kembali
negara yang ditinggalkan.
Reentry = Memasuki kembali
Permit = Ijin
4. Health Certificate
(International Certificate Of Vaccination/I.V.C)
Dokumen ini adalah surat keterangan tentang bebas penyakit
menular/vaksinasi. Health certificate ini dikeluarkan oleh Departemen
Kesehatan melalui Jawatan Karantina (Airport) dimana surat keterangan
ini diakui oleh WHO. Certificate ini biasanya hanya diperuntukkan bagi
negara-negara yang dianggap belum bebas penyakit menular/cacar oleh
Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Jenis penyakit yang harus divaksinasi dan memerlukan dokumen adalah :
�� Smallpox (cacar)
�� Yellowfever (penyakit kuning)
�� Cholera
5. Fiscal/Fiskal
Dokumen ini adalah suatu surat keterangan/pemberitahuan bahwa
seseorang telah membayar pajak kepada negaranya untuk suatu
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 45
perjalanan ke luar negeri. Kebebasan tidak membayar fiskal hanya dapat
diberikan kepada :
�� Korps Diplomatik (keluarganya)
�� Pegawai-pegawai Pemerintah yang melakukan perjalanan untuk
tujuan tugas negara (tidak termasuk keluarga)
�� Pejabat-pejabat Negara yang melakukan perjalanan untuk tujuan
tugas kenegaraan
�� Penduduk yang berdomisili disekitar Cross Border
�� Warga Negara Indonesia yang berdomisili di luar negeri yang kembali
ke Indonesia lebih dari satu kali dalam satu tahun dengan
menggunakan Penerbangan Garuda.
2. Ketulusan Dalam Melayani Pelanggan
A. Tujuan Pemelajaran
Setelah mempelajari bab ini, pembaca diharapkan memahami unsur
ketulusan hati dalam pekerjaan pekerjaan yang sifatnya melayani
pelanggan / wisatawan.
B. Materi Pemelajaran
1. Ketulusan Dalam Melakukan Pelayanan
Pada dasarnya semua pekerjaan adalah ”melayani pelanggan” baik
secara langsung maupun yang tidak langsung. Pekerjaan melayani
pelanggan yang tidak langsung adalah pekerjaan yang pada saat
dilakukan tidak langsung berhubungan dengan pelanggan.
Kesadaran Nyata
sadar sepenuhnya akan apa
yang sedang terjadi pada dirinya,
dan lingkungannya mencoba
mengkonsentrasikan perhatian
kita pada sesuatu. (sedang
dilakukan, dirasakan dan
didengar, dilihatnya)
Ambang Sadar
(Subconsciousness)
Kesadaran yang disimpan
dan dengan mudah dapat
diingat kembali pada saat
dibutuhkan
Bawah Sadar (Unconsciousness)
Hal-hal yang telah dilupakan /ditekan
dan dapat muncul tanpa disadari,
pada saat seseorang tidak dapat
mengendalikan emosi
Kesadaran
(suatu pengalaman batin yang timbul
karena adanya stimulus (rangsangan)
dari lingkungannya)
Kesadaran Tidak Nyata
samar-samar antara ya dan tidak, akan apa
yang sedang terjadi pada dirinya, dan
lingkungannya, menggaruk kepala pada saat
mengingat ingat sesuatu atau menggigit
jari/pensil pada saat memikirkan sesuatu
(apa yang sedang dilakukan, dirasakan dan
didengar, dilihatnya)
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 46
Dalam melakukan pekerjaan yang sifatnya melayani secara langsung,
dituntut suatu ketulusan hati dalam melakukannya, karena ketidak
tulusan akan tercermin dalam wajah (air muka/ mimik) kita.
Ketulusan terkait erat dengan psychology /ilmu tentang kejiwaan yaitu
suatu ilmu yang bergerak dalam mempelajari bidang kesadaran makhluk
hidup terutama manusia, dengan cara mempelajari tingkah laku yang
timbul karena pengaruh dari keadaan jiwa dan lingkungannya
Lima unsur Pancaindra (penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman
dan perasa) merupakan modal terjadinya komunikasi, bila tidak ada
satupun dari kelima indra yang berfungsi, tidak akan terjadi komunikasi.
Penglihatan dapat menjadi kunci dari komunikasi secara lisan maupun
tulisan, waqlaupun secara lisan antar penglihatan hanya mampu
mengungkapkan ya dan tidak (bahasa mata),
Namun dibantu dengan tulisan maka komunikasi bisa berlangsung
dengan baik. Demikian juga dengan indra yang lain seperti perasa, dapat
dijadikan media komunikasi yaitu dengan menggunakan huruf braile
ataupun gambar relief.
Tingkah laku
Reaksi dari kesadaran yang tercermin
pada tanda-tanda fisik
Panca
Penglihatan Pendengaran Peraba Penciuman Perasa
Ani dapat melihat “mimik”
muka Bayu yang sedang
marah, dan Ani berusaha
untuk tenang.
Pak Jaya mendengar
lonceng berbunyi, dan dia
segera berlari karena takut
terlambat.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 47
Begitu pentingnya sebuah kesan pertama, karena merupakan pintu
masuk untuk membina hubungan dengan relasi /tamu, walaupun kita
harus tetap waspada terhadap trick-trick (siasat) dari tamu-tamu “yang
berbahaya” yang begitu lihai memberi kesan pertama yang memikat dan
membuat kita terlena dan hilang kewaspadaan. Bila Anda waspada sejak
awal dan mengetahui trick-trick (siasat), anda akan dapat merasakan
apakah prilaku tersebut dibuat-buat atau dengan ketulusan hati.
Menyebut nama dalam sebuah perkenalan, biasanya diiringi dengan
bersalaman. Usahakan dalam saat-saat seperti ini Anda mampu
menunjukkan simpatik dengan senyum, ucapan jelas, dan biasakan
bersalaman dengan “hangat”. Akan sangat baik bila Anda memberikan
“bisnis card” pada teman baru tersebut, dan terimalah dengan simpatik
bila teman tersebut memberikan “bisnis card” kepada Anda. Responlah
dengan baik, bacalah dan pastikan Anda paham pada bisnis teman anda,
baru kemudian disimpan dengan baik di dompet , di saku kemeja/jas atau
tas Anda. Jangan menyimpannya di saku celana karena akan memberi
kesan ceroboh dan kurang menghargai.
Bagaimana menciptakan kesan pertama yang positif ?
�� Pastikan bahwa Anda berdandan rapih, bersih, dan serasi
�� Sapa dan panggil nama tamu Anda dengan sopan dan akrab
�� Senyumlah dengan yang tulus
�� Tidak melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu (garuk kepala,
main kuku, rambut dll)
�� Dengarkan dan tangkaplah tanda - tanda verbal dan non verbal
�� Memelihara lingkungan kerja selalu bersih dan rapih
Toto mencium bau sedap nya
masakan, lalu timbul selera
untuk makan dengan lahap
2) Kesan Pertama Dalam Layanan Informasi
The first impression (kesan pertama), dapat
menanamkan kepercayaan (trusty) dan mampu
memberikan kesan yang positif atau sebaliknya..
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 48
�� Tampil dengan penuh percaya diri
�� Jangan membuat kesimpulan terlalu cepat
�� Selalu menjaga sikap tubuh dan expresi wajah yang menenangkan.
�� Perlakukan teman kerja dengan sopan dan saling menghargai
�� Siapkan data/pengetahuan anda sesuai dengan kebutuhan situasi
Memberi dan menerima Informasi menjadi tugas anda, apapun
pekerjaan anda. Layanan informasi yang dimaksud, tidak hanya
memberikan informasi kepada tamu dari luar perusahaan, tetapi juga
memberikan informasi kepada rekan kerja yang terkait atau
membutuhkan.
Mutu dari informasi juga menentukan mutu layanan Anda; informasi
yang akan anda berikan, sebaiknya:
�� Sesuai dengan apa yang dibutuhkan tamu, teman kerja
�� Informasi harus akurat, didapat dari sumber terpercaya
�� Informasi asli, tidak dipersepsikan menurut Anda sendiri
�� Cermati lebih dahulu informasi tersebut dan lakukan check ke
sumber informasi, bila kurang jelas.
�� Pastikan bahwa informasi yang Anda berikan adalah yang
terbaru, untuk itu sebut dan catat tanggal issued informasi
tersebut termasuk masa berlaku informasi.
Di era global ini, sharing/berbagi informasi menjadi sangat perlu, demi
peningkatan kemampuan pribadi maupun organisasi. Informasi bukan
hanya berita, tetapi termasuk pengetahuan yang Anda terima.
Budaya ”Sharing Knowledge” harus ditanamkan dalam kebiasaan
sehari-hari. Sebagai pepatah bahwa ”Jangan mengharap diberi oleh
orang lain bila Anda belum pernah memberi”. Ketulusan baru akan
muncul bila kita ”punya niat baik” untuk melakukan pelayanan, apapun
jenis pelayanan tersebut
3. Mendengarkan Dan Menjawab Pertanyaan
Mendengarkan bukan hanya sekedar mendengar tetapi dicermati, dan
direspon. Mendengarkan dengan cermat akan menimbulkan kesan
positif dan membangun harga diri (tidak memandang rendah) dari
teman bicara, dengan demikian terjadi motivasi untuk saling
menghormati, karena tidak saja Anda yang menghormati teman, tetapi
teman bicara Anda juga akan menghormati, bila Anda merespon
dengan baik apa yang diutarakan .
Kenali siapa yang anda ajak bicara, dan sesuaikan apa yang akan anda bicarakan
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 49
Teknik atau kiat dalam mendengarkan dan menjawab pertanyaan,
sangat penting dan harus dikuasai; agar mampu mengantisipasi
apabila pertanyaan itu sulit bahkan menyudutkan kita.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
�� Dengarkan semua pertanyaan dengan tenang, ramah,simpati
�� Perjelas pertanyaan dengan mengulangi inti dan maksud
pertanyaan sehingga Anda bisa menjawab dengan tepat.
�� Jangan meremehkan, atau menilai bahwa ”bertanya” itu bodoh
�� Jawablah dengan singkat, jelas dan efektif
�� Jangan merasa harus menjawab pertanyaan yang sifatnya
pribadi, Anda bisa menolaknya dengan halus.
�� Jangan marah bila pertanyaan memusuhi, arahkan pada hal
positif.
�� Jangan merasa bodoh bila tak bisa menjawab, cari bantuan
kolega atau pimpinan Anda.
�� Jujurlah dalam menjawab, jangan beri kesan “sok tahu”
�� Berhati-hatilah, kadang orang bertanya, bukan karena tidak tahu,
tapi hanya ingin membandingkan dan ”mengukur” Anda.
�� Jangan menatap kelain arah pada saat menjawab/berbicara
C. Rangkuman
Ketulusan hati dalam melayani pelanggan akan tercermin pada
waktu kita melayani pelanggan yang “rewel” atau yang “kiritis”. Dalam
hal ini dibutuhkan keampuan berkomunikasi dengan “membaca hati”
pelanggan. Peran pancaindra dalam berkomunikasi menentukan hasil
dari penyampaian informasi.
Kesan pertama saat awal dari komunikasi akan menentukan
komunikasi berikutnya, yang diikuti dengan kemampuan dalam
mendengarkan dan menjawab pertanyaan ataupun menjelaskan lebih
detail.
Ketulusan dalam melayani akan muncul bila kita “punya niat
baik” untuk memberi. Budaya “Sharing Knowledge” sangat diperlukan
dalam era global ini.
Hindari kesan “sok tahu” dan menggurui, karena praduga Anda
tentang “siapa” yang Anda ajak bicara belum tentu benar.
Merangkum apa yang Anda dengar dari teman bicara, kemudian
mengutarakan kembali kepada teman bicara anda, sangat penting
untuk memastikan kesamaan persepsi, sehingga tidak terjadi salah
pengertian.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 50
D. Tugas
1. Kumpulkan/ kliping artikel dari harian, majalah dengan perihal
yang terkait
�� peran kesan pertama dalam komunikasi
�� komunikasi dalam pelayanan
�� ketulusan dalam melayani
dan tuliskan komentar/pendapat anda dalam setiap artikel.
2. Temukan seorang teman “yang sulit berkomunikasi” dan cobalah
untuk berdiskusi selama 30 menit. Lakukan kiat-kiat yang sudah
Anda pelajari dan catatlah perubahan yang terjadi pada teman
Anda tersebut.
3. Temukan sebuah kasus yang berkaitan dengan ketidaktulusan
dan akibatnya, dan diskusikan dengan teman dan pelatih Anda.
***
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 51
3. Berkomunikasi Melalui Telepon
A. Tujuan Pemelajaran
Setelah mempelajari bab ini, pembaca diharapkan memahami tata
cara dan etika berkomunikasi dengan menggunakan telepon di
tempat kerja, telepon umum maupun seluler di ruang khusus.
B. Materi Pemelajaran
1. Komunikasi secara umum
Tidak pernah terjadi, interaksi tanpa menyebut identitas, minimal
nama (pribadi maupun perusahaan). Pepatah mengatakan “harimau
mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”, kesan
baik dan buruknya diri kita pada saat “kita ada” akan dikenang orang.
Sebutlah nama (pribadi atau perusahaan) sebelum anda
menanyakan namanya (orang yang baru dikenal) ucapkan dengan
simpatik.
Kiat berbicara efektif dalam bertelepon :
�� Perhatikan waktu yang tepat, sebut nama perusahaan lebih
dahulu
�� Pakailah “magic words”: Tolong..., Silahkan..., Maafkan....,
Bolehkah.....dll.
�� Ajukan pertanyaan terbuka untuk memastikan tingkat
pengetahuan
�� Perhatikan respon melalui petunjuk vocal
�� Amati respon melalui petunjuk verbal
�� Gunakan kata-kata sederhana dan mudah dimengerti
�� Ajukan pertanyaan atau ulangi pernyataan untuk memperjelas
dan menyamakan pengertian.
Peran Sebuah Nama
�� Pengakuan
�� Kepercayaan diri
�� Reputasi
�� Harga diri
Petunjuk Mengingat Nama
�� Mengeja nama
�� Hubungkan nama dengan
sesuatu
�� Uraikan nama
�� Ulangi nama dalam
percakapan
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 52
Peran Non Verbal dalam berkomunikasi melalui telepon
Verbal dan vocal dalam berkomuniasi juga sangat dipengaruhi oleh
Non Verbal, walaupun tidak tampak secara visual, namun terekspresi
dalam suara, kecuali jarak dan penampilan diri. Dalam hal ini, jarak
dapat diartikan sebagai jarak antara pesawat telpon dengan sumber
suara (mulut kita).
2. Mendengarkan dengan efektif
Mendengarkan sangat berbeda dengan hanya mendengar; bedakan
to hear dengan to listen . Mendengar hanya mendengar untuk diingat
sebentar tanpa diproses, bedanya dengan mendengarkan adalah
bahwa informasi diproses melalui pencernaan(observing ) dan
pemaknaan (thinking), sehingga dengan mendengarkan akan
diperoleh hasil yaitu tindakan (action).
Sebagai insan yang bergerak dibidang jasa pelayanan, ketrampilan
mendengarkan lebih banyak dibutuhkan yaitu mendengarkan untuk
pengumpulan informasi dan mendengarkan untuk menentukan action
setelah diselidiki dan dipikirkan.
Mendengarkan ialah mengumpulkan informasi untuk dipergunakan
sebagai modal memberi petunjuk/informasi kepada orang lain dan
untuk menentukan tindakan selanjutnya.
Mendengarkan dengan seksama akan membantu memberi kesan
bahwa anda berminat terhadap topik, membuat teman pembicara
merasa senang dan bersemangat dalam menyampaikan informasi
atau ide-ide, dan juga bermanfaat untuk mengurangi kejengkelan atau
Bobot persentasi dalam komunikasi:
1. Verbal - Pilihan kata
( 7%) - Kosakata
- Bahasa khusus
- Istilah khusus
2. Vocal - Kejelasan ucapan/aksen
( 38%) - Nada dan intonasi
- Kecepatan
3. Non Verbal - Expresi wajah
(55%) - Bahasa tubuh
- Kontak mata
- Gerakan tubuh
- Jarak
- Penampilan diri
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 53
konflik, karena sudah tersalur untuk didengar. Pembicara juga merasa
dihormati dan merasa diperlakukan dengan ramah tamah.
4. Mengatur emosi dalam mendengarkan sesuatu yang kurang
menyenangkan.
�� Tetap tenang jangan panik
�� Tetap mengacu pada positif thinking
�� Kuasai nafas anda agar tetap stabil
�� Jangan merasa hanya anda yang disalahkan
tapi lihatlah sistemnya.
�� Ingatlah bahwa orang yang marah itu sedang tidak stabil
dan membutuhkan perhatian.
�� Bicaralah pada diri sendiri :“menjengkelkan, tapi saya harus
mengatasi”.
3. Memberikan tanggapan yang mendukung
�� Jangan menghindar, bersikaplah terbuka/mau menerima
(welcome)
�� Beri tanggapan positif dengan menggerakkan kepala secara
simpatik dan tunjukkan bahwa Anda memahami dan turut
merasakan
�� Jangan pernah melakukan argumentasi/debat dengan
tamu/customer.
�� Katakan bahwa Anda benar-benar ingin membantu, atau
tanyakan apa yang mengganggu pikirannya, bila Anda
menangkap kesan/petunjuk kurang menyenangkan (melalui
pengamatan non verbal).
4. Menjawab Panggilan Telepon
Menjawab panggilan/deringan telepon
pada perusahaan atau kantor,
biasanya memiliki standar / kriteria
sendiri. Namun ada kriteria etika
bertelpon secara umum yaitu sopan,
jelas informasinya maupun identitas
keduabelah pihak.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 54
�� Sopan santun dalam menggunakan telepon
Sopan santun dalam bertelepon akan memberikan kesan positif
terhadap perusahaan dan diri sendiri /penerima telepon.
�� Segera: Jawablah telepon pada deringan pertama jika
memungkinkan, maksimal 3-4 deringan.
�� Jelas: well modulated voice. Kejelasan dalam berbicara dan
keakuratan informasi yang diberikan disampaikan dengan
bahasa dan kata-kata yang dimengerti oleh pendengar. Lakukan
spelling bila diperlukan.
�� Sopan dalam penggunaan waktu : Pertimbangkanlah orang
lain yang juga membutuhkan telepon dan juga telpon yang akan
masuk
�� Teknik menjawab telepon
�� Menguasai teknik operasional pesawat telepon
�� Pegang transmiter telepon sejajar dengan bibir ± dua jari dari
mulut
�� Ucapkan salam dan sebut nama perusahaan dan nama anda
(kalau perlu) dengan jelas, atur tekanan suara dan jangan
berteriak
�� Sopan dan pertimbangkan lamanya bertelpon, ingat orang lain
yang akan menelpon atau bila ada telpon masuk lainnya
�� Hentikan pembicaraan dengan sopan
Duh .. sudah 2 jam
bertelpon !!!
memang teleponnya
siapa….?
Terlalu lama ???
ah…gak apa-apa kok,
lama juga … Kan bayar
sendiri…...
biar saja yang lain….
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 55
Panggilan telepon dapat terjadi di:
�� Kantor /Ruang Kerja
�� Tempat penerimaan tamu
�� Acara seminar/rapat dll (HP)
�� Dalam perjalanan dengan menggunakan Handphone
�� Lokasi tertentu, misalnya obyek wisata (HP)
Ingat …..! Khusus untuk HP, ingat bahwa bunyi deringan membuat
bising dan mengganggu orang lain terutama dalam rapat atau
seminar.
Tujuan penelepon yang masuk dapat meliputi:
�� Menanyakan informasi atau kejelasan berita, misalnya jadwal
penerbangan, harga tiket, dan peraturan yang berlaku.
�� Memberikan informasi atau memperkenalkan produk baru,
seperti telah dibukanya cabang perusahaan di kota tempat yang
bersangkutan.
Wah, biar saja HP
ku “on” , saya kan
banyak urusan…..
Kan ada
tata tertib
seminar…
Pelajari tata cara mengoperasikan
pesawat telepon maupun fax,
lakukan sesuai dengan langkah dan
perawatannya dari manual book.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 56
�� Meninggalkan pesan kepada seseorang yang tidak / belum
dapat dihubungi secara langsung.
�� Persoalan pribadi sebaiknya diusahakan tidak dilakukan dengan
telepon dinas / perusahaan, kecuali berita urgent (penting
sekali); selalu ingat bahwa selama kita melakukan pembicaraan
melalui telepon tersebut, mungkin ada penelpon lain dengan
berita/masalah penting yang akan ”masuk” namun tidak dapat
tersambung karena sedang ”on line”
Informasi penting yang perlu dicatat oleh penerima telepon, meliputi:
�� Nama dan asal penelepon
�� Nomor telepon mereka
�� Dengan siapa mereka ingin bicara
�� Pesan /informasi
�� Waktu/tanggal menelpon.
Petugas atau penerima telepon arus mampu menentukan apakah
pesan / berita harus “segera” disampaikan karena penting dan
menyadari bila terlambat akan berakibat merugikan citra perusaaan
5. Prosedur operasional standar dalam menerima telepon
Di setiap perusahaan memiliki peraturan tersendiri dalam prosedur
mengirim dan menerima berita melalui telepon. Yang pada umumnya,
semua peraturan yang berlaku adalah etika sopan santun bertelpon
secara umum.
Standard Operational Procedure (SOP) pada perusahaan,
diberlakukan dengan tujuan agar semua staf / anggota organisasi
memberikan layanan informasi yang standar, dan tidak sembarangan
menggunakan telepon.
Biasakan untuk sesegera mungkin mengangkat pesawat telepon bila
berdering, namun bila anda sedang di ruangan teman/orang lain,
jangan mengangkat telepon kecuali anda dimintai tolong. Hal ini perlu
dicermati agar anda tidak melakukan kesalahan dan dianggap tidak
sopan serta mengganggu kerahasiaan perorangan/perusahaan.
Mencatat pesan/berita melalui telepon harus dilakukan secara akurat,
tidak hanya isi berita tetapi juga harus dicatat hal-hal yang sangat
penting seperti : Nama pengirim, waktu menerima tilpon, kepada
siapa pesan ditujukan, nada dan tekanan-tekana suara bila ternyata
berita tilpun tersebut adalah ancaman atau tipuan.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 57
Contoh dialog SINGKAT bertelepon pada sebuah kantor Biro
Perjalanan:
Kriiiiing........
: Good Morning, Kencana tour, may I help you ?
: I need an airline ticket , from Jakarta to
Surabaya, would you like to issue for me ?
: Well, what the airline you’ll choose, Garuda, Lion,
Adam or Batavia Airline, we have special fare for
you. Hmm, what your name , sir…
: Special fare ? Its nice, I am George, How about
Garuda, is there any flight in the early on
Saturday morning ?
: Yes of course, pardon me, may I spell your name,
G-E-O-R-G-E, its right ?
........and so on
................................................................................................
: OK, after you transfer your money, we will bring
the ticket to your office today.
: yes, as soon as possible, I ’ll transfer it.
: Thanks for using our company , enjoy your trip
and see you again.
Diperlukan
pemusatan
perhatian bila
bertelpon sambil
mengerjakan
pekerjaan lain.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 58
Untuk memastikan apakah anda sudah mengkikuti SOP bertelpon
dari perusahaan anda(contoh), Isilah kotak dibawah ini sesuai dengan
pernyataan disampingnya.
Ya Tidak
Telepon dijawab dengan segera, maksimal 3
– 4 deringan
Greeting tetapi tidak menyebut /info telepon
departemen/kantor dan /atau diri-sendiri
Mendengarkan, mencatat, mengingat
identitas penelepon dengan hati-hati
Meminta penelpon menunggu untuk
disambungkan atau menelpon ulang
Pesan diterima dan dicatat dengan benar dan
jelas (termasuk nama penelpon dan waktu ).
Pesan dikonfirmasi lagi kepada penelpon
Menutup pembicaraan tanpa greeting dan
ucapan terima kasih
Bila question yang anda isi sesuai dengan diatas maka Anda sudah
sesuai dengan prosedur (contoh).
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 59
6. Informasi disampaikan melalui telepon
��Detail produk (jasa maupun barang)
�� Harga/tariff, Pilihan perjalanan, Promosi khusus
�� Fasilitas resort/hotel, Obyek/atraksi wisata lokal
�� Permintaan berbicara dengan manajer
�� Permintaan dokumentasi perjalanan
�� Informasi peristiwa khusus, iklim, cuaca
�� Panggilan dari suplier (kantor penerbangan, hotel, dsb.)
�� Kesempatan kerja, peluang kerjasama
�� Sponsorisasi kegiatan
�� Keluhan dari pelanggan
��Mempromosikan produk dan jasa dapat dan seringkali dilakukan
melalui telepon. Informasi tersebut meiputi:
�� Mendeskripsikan ciri-ciri barang yang akan dijual
�� Menjelaskan ciri-ciri/ keuntungan/ nilai lebih, seperti:
pandangan yang spektakuler, cocok untuk dipantai.
�� Menjelaskan cara penjualan dan pembayaran
�� Menyajikan beberapa informasi tentang paket, seperti: tarif
penerbangan termauk persinggahan gratis.
�� Bonus dan profit yang akan diperoleh
��Pangilan yang mengancam dan mencurigakan
�� Penipuan pembayaran dengan Credit card/ATM/Debet
�� Berita yang membingungkan
�� Ancaman bom
�� Menyatakan ketidak puasan, sakit hati dan komplain.
“Demi keselamatan seluruh
perusahaan,Kosongkan
gedung ini karena 2 jam lagi
bom yang sudah ada disekitar
anda akan meledak .....!!!!!!!
Tenang…
tenang….
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 60
Cara mengatasi :
�� Tetap tenang, jangan diputuskan, upayakan supaya dia terus
bicara
�� Catat dengan rinci :
- Isu yang dimunculkan
- Nama penelpon (jika mungkin)
- Istilah-istilah yang digunakan,
- Tanggal dan waktu menelpon
- Kenali intonasi apakah penelpon panik atau tenang
- Jenis kelamin penelpon,
- Bahasa yang digunakan, logat/aksen penelpon
- Latar belakang khusus suara.
- Laporkan pada supervisi dengan segera.
7. Melakukan Panggilan Telepon
Memulai bertelepon dengan benar di tempat kerja, tidak semudah bila
kita bertelpon untuk keperluan sendiri. Akibat dari kesalahan yang kita
lakukan akan berdampak bagi perusahaan, sekecil apapun dampak
tersebut akan mengurangi citra diri Anda selaku staf perusahaan.
�� Hal-hal yang harus diperhatikan :
Tujuan panggilan terlebih dahulu harus jelas, sebelum melakukan
panggilan
Isi utama untuk dipertimbangkan adalah:
�� Mengapa saya menelpon?
�� Dengan siapa saya ingin bicara?
�� Informasi apa yang saya diperlukan atau didapatkan?
�� Akankah memerlukan tindak lanjut?
�� Tipe sistem telepon meliputi:
�� Akses dial/panggil langsung
�� Akses melalui operator
�� Akses dengan handphone.
Uh, lama sekali sih !
Jangan tunggu sampai anda selesai
membaca….!!!! Ingat betapa
tersiksanya menunggu…….
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 61
�� Bila anda melakukan panggilan telepon, terjadi dua kemungkinan
yaitu :
Nomor telepon dapat diperoleh dari:
�� Buku telepon pribadi
�� White pages
�� Yellow pages.
�� Arsip kartu bisnis
�� Teledex pribadi/kolega
�� Halaman Website.
Panggilan
Meninggalkan pesan
Orang yang tepat
Tindak lanjut
Penjualan
Kepuasan Pelanggan /
Kolega
Meninggalkan pesan
Tidak
diterima
Diterima oleh
orang yang salah
Tidak ada tindak lanjut
Kebingungan
Kehilangan kesempatan
Ketidakpuasan Pelanggan/Kolega
Kemungkinan I Kemungkinan II
��
Panggilan
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 62
C. RANGKUMAN
Berkomunikasi melalui telepon terjadi pada semua perusahaan
maupun perorangan, untuk itu harus dikuasai teknik-teknik bertelepon
dan etika penggunaan telepon. Berkomunikasi melalui telepon harus
jelas dan singkat tanpa mengurangi kualitas informasi yang akan
disampaikan. Membuat ikhtisar (resume) atau butir-butir (point-point)
penting yang dibicarakan; sangat diperlukan untuk memeriksa
kembali (review) dan memastikan penyerapan (penerimaan info) itu
benar sesuai dengan apa yang dimaksud pemberi pesan, apalagi
informasi atau komunikasi tersebut merupakan komunikasi yang
formal.
Informasi yang mungkin didapat dan disampaikan melalui
telepon dapat berupa promosi, penjelasan detail produk, cara
pembayaran, informasi barang baru, informasi pindah alamat,
peringatan adanya barang palsu dll.
Perlu kewaspadaan dalam mempercayai berita melalui telepon,
terutama berita yang isinya mengandung ancaman, pemerasan dan
penipuan. Berita tersebut hendaknya direspon dengan tenang, jangan
ditutup, tetapi upayakan agar penelpon bicara lebih panjang
,sementara anda menggalai dan mempelajari ciri-ciri suara penelpon.
Lakukan semuanya dengan tenang dan segera sampaikan kepada
yang berwenang. Ingat, jangan mengambil tindakan sendiri !
D. TUGAS
I. Susunlah sebuah skenario dialog dalam bertelepon (resmi antar
perusahaan) , simulasikan dihadapan pelatih Anda, dan
mintalah saran dan perbaikan atas apa yang Anda perankan.
II. Jawablah pertanyaan dibawah ini :
1. Persiapan apa saja yang harus Anda lakukan pada saat
Anda akan menyampaikan informasi tentang detail produk
baru dari perusahaan tempat Anda bekerja.
2. Bagaimana sebaiknya Anda bersikap bila Anda merasa
diancam oleh seseorang melalui telepon.
3. Apa yang Anda lakukan bila ternyata telepon ditujukan
kepada atasan Anda, sedangkan atasan Anda tidak berada
ditempat ?
**********
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 63
Dokter
Diremehkan atau merasa diremehkan akan menyebabkan
kemarahan dan dapat meningkat menjadi konflik
4. MENGATASI SITUASI KONFLIK
A. Tujuan Pemelajaran
Setelah mempelajari bab ini, peserta diklat akan mampu merasakan
gejala konflik dan mengatasinya sesuai dengan peraturan dalam
perusahaan / nilai-nilai sosial budaya yang berlaku.
B. Materi Pemelajaran
1) Pengertian Konflik
Konflik adalah perselisihan yang diawali dari suatu kesalah pahaman
yang terjadi dalam komunikasi, yang dapat mempengaruhi emosi
orang-orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut sehingga
mengakibatkan ketegangan-ketegangan yang dapat menimbulkan
permasalahan.
Konflik dapat terjadi antar personal maupun antar kelompok ( yang
seringkali diawali dengan konflik antar personal), dilingkup pekerjaan,
konflik-konflik dapat terjadi di lingkup :
Antar Personal :
�� Staf dengan Pimpinan (vertikal)
�� Antar staf (horisontal)
�� Antar pimpinan unit kerja (horisontal)
Antar Kelompok:
�� Perusahaan dengan distributor
�� Perusahaan dengan pelanggan
2) Mengidentifikasi Gejala-Gejala Konflik
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 64
��Gejala-gejala Konflik
�� Yang berkaitan dengan personality
�� Kondisi stress, lelah, khawatir berlebihan, ketidak
percayaan.
�� Ketidakpuasan, rasa curiga dari pengalaman lalu
�� Perbedaan persepsi, kebutuhan, tujuan, visi, nilai, sikap.
�� Ketidak siapan dengan adanya perubahan keputusan
�� Perbedaan budaya, kebiasaan, adat, kata yang kurang jelas.
�� Tanggapan yang perduli (tak acuh) dari salah satu pihak
�� Watak negatif ( pemarah, mau menang sendiri, dll)
�� Yang berkaitan dengan pekerjaan :
Antara perusahaan dengan pelanggan
�� Pelanggan/tamu mengeluh karena mutu produk/layanan
�� Pelanggan menuntut sesuatu diluar perjanjian
�� Pengiriman barang yang tidak tepat waktu
�� Miskomunikasi/distorsi
�� Pelanggan yang terlalu lama menunggu
Antara sesama staf dalam perusahaan
�� Saling lempar tanggung jawab
�� Kurang menghargai pekerjaan teman
�� Persaingan tidak sehat
�� Miskomunikasi/distorsi
Antara Staf dan Pimpinan
�� Sikap pilih kasih dari pimpinan
�� Kurang jelasnya job diskripsi tugas dan batas kewenangan
�� Miskomunikasi/distorsi
�� Visi, misi dan tujuan perusahaan kurang dipahami oleh
karyawan
Hal-hal utama yang dapat mempengaruhi
terjadinya konflik diantaranya :
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 65
�� Penunjang terjadinya konflik secara umum :
�� Kejenuhan kerja (lelah, bosan)
�� Kondisi dan situasi tempat yang kurang nyaman
�� Kurang terampil dalam berkomunikasi
�� Terlalu lama menungggu
Tahap-tahap timbulnya Konflik
Persepsi Persepsi
Perbedaan persepsi yang
menimbulkan salah paham
Menyamakan persesi
Tidak timbul perselisihan
Saling bertahan pada persepsi masing-masing
menimbulkan perselisihan
Emosi masing-masing meninggi (tegang)
KONFLIK
Konflik ditangani dengan
baik
Konflik tidak ditangani dengan
baik
Masalah berkembang dan
menimbulkan perseteruan
Sama sama senang
Negosiasi
Kalah-
Menang
WIN-LOSE
Sama-sama
Menang
WIN-WIN
Sama-sama
kalah
LOSE-LOSE
Informasi
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 66
�� Gejala gejala awal yang terlihat, sebelum muncul konflik :
Pada saat anda melakukan pekerjaan, terutama dalam kontak dengan
seseorang (teman kerja, pelanggan, relasi, atau pimpinan) satu hal
yang tidak boleh Anda tinggalkan adalah : selalu perduli / tanggap akan
penampilan orang tersebut.
Selalu perhatikan hal-hal dibawah ini :
�� Nada suara terdengar meninggi, wajah tegang, berkeringat
/gelisah
�� Terjadi stagnasi, kedua belah pihak diam dam suasana
menegang
�� Posisi badan tidak tenang, biasanya rahang terlihat mengeras
�� Sinar mata yang menantang, bolamata membesar, kadangkadang
tangan mengepal (walau disembunyikan)
�� Belajar mengenali mimik/air muka :
Gejala konflik yang akan mengganggu keamanan dan keselamatan
pelanggan.
Kepedulian pada situasi disekitar tempat kerja, setiap saat harus
ditingkatkan, misalnya memperhatikan situasi (counter dekat anda)
dimana sedang terlihat gejala-gejala perselisihan yang diperkirakan
akan memuncak. Seperti apakah tamu/pelanggan; apakah membawa
atau didekatnya ada sesuatu yang dapat dijangkau dan digunakan
sebagai “senjata” (yang dapat digunakan untuk melakukan tindak
kekerasan).Cobalah dengan hati-hati untuk menyingkirkan benda
tersebut, atau segera minta bantuan petugas keamanan untuk
berjaga-jaga lebih dekat.
Selain gejala akan timbulnya perselisihan, semua petugas selayaknya
mewaspadai hal-hal yang dapat menimbulkan ketidak amanan
pelanggan yang akhirnya juga akan menimbulkan komplain karena
menghambat kelancaran kerja, sebagai contoh : penyimpanan
format/dokumen yang sulit ditemukan, kursi yang sudah rusak, lantai
licin, bau ruangan yang tidak nyaman
Bagaimana mimik mereka ?????
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 67
3) Mengatasi Situasi Konflik
Tidak semua konflik merugikan, apabila konflik itu diartikan sebagai
beda pendapat yang positif dan (diperkirakan tidak akan berkembang
lebih tajam) akan berkembang menjadi diskusi, sebaliknya justru akan
memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, seperti :
�� Tambahan informasi baru
�� Saling mengenal antar pribadi keduabelah pihak
�� Belajar mencari solusi terbaik dengan pengendalian emosi
�� Belajar menghargai perbedaan
�� Bila situasi ini terjadi antara Anda dengan client atau sesama
rekan kerja atau dengan pimpinan, apa yang harus Anda
lakukan ?
Sesegera mungkin setelah Anda menangkap gejala tersebut, lakukan :
�� Tenangkan diri, jaga nafas Anda jangan terbawa emosi
�� Tunjukkan kesan bahwa Anda mengerti bahwa “dia” mulai tidak
sejalan
�� Jangan memaksa “dia” untuk mengerti Anda, alihkan dengan
memperlunak target.
�� Jangan tergesa-gesa untuk minta maaf; dinginkan suasana
dengan mengalihkan sejenak dengan menawarkan minum
(kalau mungkin) atau upaya cari data yang lebih mendukung
�� Alihkan pembicaraan secara halus untuk meredakan emosi
teman bicara, dan bila gejala konflik hilang, kembalilah pada
pembicaraan inti dengan halus.
�� Perhatikan respon nya, apakah gejala-gejala konflik yang Anda
lihat, sudah berkurang, Kalau belum, satu hal yang harus anda
ingat, sampai dimana wewenang Anda dalam masalah itu.
Kalau memang sulit, tawarkan apakah akan lebih senang kalau
berbicara langsung dengan pimpinan (yang lebih senior)
4) Mengelola situasi Beda Pendapat
�� Pada suatu kasus beda pendapat, mungkin akan terjadi ada
pihak yang “merajuk “ (tidak puas tetapi terpaksa “diam”) dan
ada yang puas, sehingga akan terjadi “konflik terpendam” .
Sebaliknya bila pihak yang tidak puas itu, meluap emosinya dan
mengatakan ketidakpuasannya secara emosional, akan terjadi
“konflik nyata” (bersitegang atau adu argumen)
�� Konflik terpendam : pihak yang merasa dirugikan “diam” tidak
langsung action, namun masalah tidak berarti selesai, bahkan
dapat menimbulkan image / citra yang negatif.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 68
�� Konflik nyata : pihak yang merasa dirugikan langsung beraksi,
tajam tidaknya konflik tergantung dari bagaimana cara kedua
belah pihak dapat mengendalian emosi dan bagaimana cara
pihak yang dirugikan mengutarakan ketidaksenangannya.
Konflik terpendam maupun nyata, sebaiknya ditangani dengan
bijaksana, agar tidak menimbulkan kerugian dikemudian hari.
Kiat dalam menangani konflik
�� Kenali dan analisis masalahnya serta kenali karakter
personalnya
�� Lima tahap menangani konflik
�� Diagnose topik (masalah)
�� Mengutarakan pendapat Anda /respon
�� Dengarkan reaksi dan pahami apa prinsip teman bicara Anda
�� Kembali pada posisi dan prinsip utama Anda
�� Pecahkan masalah dengan negosiasi
�� Mengulangi inti pembicaraan yang sama dengan katakata/
kalimat dan intonasi yang berbeda, yang mungkin akan
lebih dimengerti/dipahami.
�� Katakan “tidak” bila memang perlu mengatakannya (tanpa harus
menyakiti dan membuat tidak senang) daripada membiarkan
orang dalam kebimbangan.
�� Memperlambat pembicaraan dengan memperinci
permasalahan, menyetujui beberapa hal yang Anda anggap
tidak prinsip, namun tetap mempertahankan prinsip-prinsip
utama. Hal ini akan memperlunak teman bicara dan memberi
peluang Anda untuk stabil (tidak emosional, agresif dan pasif)
�� Bila perlu tunjukkan perasaan Anda yang sebenarnya, sehingga
teman bicara Anda dapat segera merespon.
�� Upayakan agar pemecahan konflik, menyenangkan (tidak
merugikan) kedua belah pihak.
�� Bila terjadi stagnasi (jalan buntu), ambil kesepakatan untuk
menunda pembicaraan dan sepakati kapan akan dilanjutkan.
Kolaborasi adalah solusi yang terbaik yang menguntungkan
keduabelah pihak, khususnya untuk diskusi terbuka dan jujur.
Kolaburasi mirip dengan kompromi, dimana semua pilihan yang
dianggap baik didiskusikan untuk mendapatkan solusi terbaik. Waktu
untuk mencapai kolaborasi ini tidak dapat dibatasi, ttergantung dari
permaslahan dan piliha-pilhan sertta seberapa kuat pihak-pihak
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 69
tersebut mampu memberikan pengertian dan saling mempengaruhi
satu dengan yang lain.
Yang harus dihindari dalam proses ini adalah, jangan sampai
perundingan menjadi bertele-tele dan tidak efektif.
Ketegasan memimpin diskusi dan kemahiran mengendalikan orang
lain tanpa ada penekanan, sangat dibutuhkan.
Konflik yang terjadi pada teman dengan client atau sesama rekan
kerja, apa yang layak Anda lakukan ?
�� Bila persoalannya pribadi, sebaiknya Anda agak menjauh,
jangan mendengarkan dan cari tau, namun tetap waspada
menjaga jangan sampai terjadi perkelahian. Bila keadaan
memanas, lebih baik Anda diam-diam menghubungi orang yang
berwenang ( pimpinan, satpam atau orang yang disegani)
�� Bila persoalannya menyangkut pekerjaan, dan Anda merasa
mampu untuk membantu, dengan sopan carilah saat yang tepat
untuk “link” dan bantulah tanpa berpihak. Ingat jangan melihat
ORANGNYA tapi lihat PERSOALANNYA.
5) Membentuk Teamwork yang Solid
�� Satukan visi,misi dan tujuan perusahaan dalam team
�� Hargai semua kelebihan/keunggulan dari anggota team, sekecil
apapun.
�� Cobalah untuk memaklumi kekurangan orang lain dalam team,
dan upayakan untuk membantu bila anda mampu
�� Selalu positif thinking tanpa melupakan waspada untuk
antisipasi.
�� Keterbukaan informasi dan bertukar pengalaman tanpa menutupi
kekurangan yang telah dilakukan dan bagaimana menyelesaikan
masalah, senantiasa di”sumbang”kan pada team untuk pelajaran
bagi anggota team yang lain.
Cepaaaat
!!!!
Don’t be
paniiiiic…
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 70
�� Dengarkan dan hargai semua saran/ pandangan/masukan dari
teman kerja, dan kembangkan sebelum Anda memutuskan mana
yang terbaik, dengan tanggung jawab penuh, kalau perlu
konsultasi dengan pimpinan/yang lebih berwenang..Biasakan
mencatat permasalahan dan cara mengatasinya (yang dialami
sendiri maupun teman) dalam buku kerja
�� Menghargai perbedaan untuk pengambilan kesepakatan team
�� Jaga hubungan baik anggota team, jangan emosi, dendam, iri
hati.
6) Merespon keluhan / komplain
Mengapa timbul keluhan ?
Keluhan timbul karena adanya “gap”/perbedaan antara harapan dan
kenyataan sehingga menimbulkan kekecewaan. Harapan yang muncul
dari informasi (tentang produk) secara berlebihan sering dialami oleh
tamu/costumer.
�� Apa tujuan seseorang mengajukan keluhan ?
- Niat baik untuk perbaikan mutu pelayanan
- Mengharapkan ganti rugi/kompensasi
- Menunjukkan diri akan statusnya dan tahu akan hak-haknya
�� Mengapa tamu enggan mengajukan keluhan ?
Tidak semua orang yang merasakan ketidakpuasan bersedia
mengutarakan dalam bentuk keluhan, hal ini dikarenakan oleh :
- Beranggapan bahwa kekurangan masih dalam toleransi
- Tidak perduli
- Tidak mengetahui dengan pasti hak-haknya
- Jera, karena tidak yakin bahwa keluhannya akan ditanggapi
- Malu atau takut jadi masalah yang berkepanjangan
Mendengarkan ialah
mendengar, mencerna dan
mengambil makna dari
sebuah informasi / pesan
untuk dipergunakan sebagai
modal memberi respon/
petunjuk/ informasi kepada
orang lain dan untuk
menentukan tindakan
selanjutnya.
Jelaskan
bahwa……
Jadi maksud
bapak…..
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 71
Bila tamu merasa puas akan pelayanan, dia akan bercerita kepada 3 – 5
orang temannya, namun bila tamu merasa kecewa pada pelayanan, dia
akan bercerita lepada 12 orang atau lebih teman dan kerabatnya.
�� Makna menangani keluhan /complaint
Dalam suatu penelitian dikatakan bahwa :
�� 1%dari pelanggan tak kembali karena meninggal dunia.
�� 3%dari pelanggan tak kembali karena pindah tempat/alamat
�� 4%dari pelanggan berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan
lain
�� 68%dari pelanggan berpindah perusahaan karena orang yang
memberikan pelayanan kurang memperhatikan adanya tamu dan
kebutuhannya
�� 7 % pelanggan pindah ke perusahaan lain karena diusulkan teman
�� 9% pelanggan yakin mereka bisa membeli lebih murah di tempat lain.
�� 8% pelanggan membeli sesuka mereka sesuai perubahan suasana
hati
�� Terlihat jelas bahwa kesalahan terbesar berada pada ketidak
pedulian perusahaan pada mutu pelayanan.
Mengapa kita harus menangani keluhan dengan baik ?
�� Meningkatkan kepuasan kerja
�� Anda akan merasa lebih nyaman karena bekerja tuntas
�� Menunjukkan prestasi intonasi pada teman sekerja maupun
atasan.
�� Mengurangi tekanan pada pekerjaan
�� Pelanggan akan datang kembali pada anda dan mereka adalah
iklan/promosi gratis untuk kita/perusahaan
“Everyone should become marketer” (semua orang dalam perusahaan bisa
menjadi pemasar) dan “Put yourself in the shoes of your customer”
(tempatkan diri anda dalam sepatu pelanggan anda.)
Complaint (keluhan) harus
dikelola dengan baik karena
banyak konsumen/tamu yang
enggan datang kembali untuk
berkunjung karena
keluhannya tidak ditanggapi
dengan baik .
Menyebalkan… Sumpah, gak mau
datang lagi…!!!!!
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 72
Keluhan sebaiknya ditangani secepat mungkin oleh petugas yang
tepat
�� Pelanggan yang komplain akan kesal bila harus mengutarakan
keluhannya yang sama pada beberapa orang/bagian
�� Mempercepat proses dan menghemat waktu
�� Meningkatkan “rasa percaya” pihak pimpinan pada petugas
�� Melatih tanggung jawab petugas dan pendewasaan sikap
karena benturan permasalahan dapat diatasi
�� Menganggap bahwa mengatasi masalah adalah suatu proses
pembelajaran yang paling mahal harganya
�� Bila komplain diatasi dengan baik, akan menumbuhkan simpati
pelanggan dan promosi mutu pelayanan bagi pelanggan
7) Langkah-langkah menangani keluhan
Manusia itu “unik”, kita dan juga tamu/pelanggan adalah manusia
dengan bermacam-macam keunikannya. Keinginan dari tamu beragam
sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing, mungkinkah kita
(produk kita) mampu memenuhinya ? Jawabannya adalah mustahil….!
Kecuali produk tersebut adalah produk khusus yang dirancang untuk
pesanan dengan spesifikasi khusus.
Mengatur emosi saat mendengar yang kurang menyenangkan :
�� Tetap tenang, jangan jadi beban dan asumsikan pelanggan marah
tidak kepada Anda tapi pada perusahaan Anda, dan Andalah
perantaranya
�� Bicara pada diri sendiri : “ Hal ini menjengkelkan, tapi saya harus
bisa mengatasinya”.
�� Kuasai/atur nafas Anda agar tetap stabil
�� Tetap mengacu pada positif thinking
�� Orang yang marah sedang dalam kondisi tidak stabil dan
membutuhkan perhatian.
Tunjukan sikap empati, untuk menyejukkan perasaan pelanggan
�� Beri tanggapan yang mendukung
�� Jangan menghindar, bersikaplah terbuka dan mau menerima
masukan
Kenali wisatawan/tamu anda, dengarkan keluhan
dengan sabar dan berikan respon positif
Siapa dia ? ya..
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 73
�� Beri tanggapan positif dengan menggerakkan kepala secara
empati dan tunjukkan bahwa Anda memahami.
�� Jangan pernah melakukan argumentasi/debat dengan customer
�� Katakan bahwa anda benar-benar ingin membantu, atau tanyakan
apa yang mengganggu pikirannya, bila Anda menangkap
kesan/petunjuk kurang menyenangkan (melalui pengamatan non
verbal).
8) Menindaklanjuti keluhan
�� Catat tanggapan pelanggan tentang penanganan komplain
�� Beritahukan pada para pelanggan bahwa pelayanan
perusahaan semakin ditingkatkan berkat masukan pelanggan
dan ucapkan terimakasih atas partisipasi mereka selaku mitra
bisnis.
�� Keluhan pelanggan adalah peluang…. bukan penghalang
Keluhan pelanggan bila ditindaklanjuti dengan baik, akan dapat
mempertahankan pelanggan dalam perusahaan dan anda akan
mendapat point dari pimpinan anda karena mampu
mempertahankan pelanggan
�� Lakukan sesuatu yang terbaik pada kesempatan pertama,
karena tak akan ada kesempatan kedua, TARP ( Technical
Assistance Research Programs) di Washington DC,
mengingatkan dalam penelitiannya (statistik) bahwa sebagian
besar konsumen tidak berusaha menyampaikan keluhannya….
Dan mereka akan begitu saja meninggalkan anda dan
melakukan bisnis ketempat lain. 96 % konsumen tidak
Pelanggan/wisatawan ibarat anak kecil yang
rewel, sulit diduga kemauannya dengan pasti,
tapi mereka adalah sumber hidup kita. Mereka
adalah tamu yang manis bila diperlakukan
dengan manis dan tidak membohonginya.
�� Periksa kembali apa yang
telah anda lakukan dan
pastikan bahwa pelanggan
anda telah puas, dan jadikan
komplain tadi sebagai bahan
revisi kebijakan
Sudah saya penuhi
janji apa belum ya..
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 74
mengadukan keluhannya ketempat pemasok, tetapi justru
menceritakan pengalaman buruknya kepada sedikitnya 15
orang lain …. dan hanya 4 % yang benar-benar mengadukan
keluhannya ( mereka adalah konsumen anda yang paling setia
dan care pada mutu layanan perusahaan tersebut)
9) Type- type pengeluh dan mengatasinya
Untuk mampu menangani keluhan tamu, hendaknya kita mengenali
karakteristik pelanggan yang suka mengeluh.
�� Pengeluh pasif, mereka biasanya diam saja dan hanya
menunjukkan wajah muram tanpa mengungkapkan
kekecewaannya.
�� Pengeluh Agresif, dalam mewujudkan kekecewannya mereka
marah-marah dan menuntut sesuatu dengan berbagai cara.
�� Pengeluh pembangun/konstruktif, disampaikan dengan baik dan
kritik membangun dan mudah bernegosiasi mengatasi masalah.
- Perhatikan tanda-tanda non verbal
- Tanyakan dengan halus dan jelas, apa yang
kurang memuaskannya
- Jangan terlalu puas dengan jawaban : “ah…
tidak apa-apa kok …!
- Buat suasana nyaman dan aman untuk
mengungkapkan keluhan
- Dengarkan dengan empati, tenang, sabar
dan cermati permasalahannya.
- Beri perhatian khusus dan tanggapi dengan
positif
- Usahakan agar dia lebih tenang dengan
menawarkan tempat nyaman untuk bicara.
- Lakukan tindak lanjut dengan segera
- Dengarkan setiap kata yang diucapkan dan
pastikan Anda mengerti akan ketidak puasannya
- Akui kekurangan anda dan ucapkan terima kasih
atas saran-sarannya
- Ingatlah, pengeluh type ini adalah mereka yang
banyak pengalaman dan mungkin lebih banyak
dari pada Anda.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 75
Untuk itu ketahuilah bahwa Anda adalah orang yang :
�� Melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan perasaan/hati
- Mendengarkan keluhan secara aktif adalah alat efektif untuk
memisahkan masalah dari orangnya. Tujuan anda adalah
memperhatikan “apa yang benar” daripada “siapa yang benar”
- Jangan menghindar dari kenyataan atau menyalahkan orang
lain dan berdebat dengan pelanggan/tamu
�� Melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan permasalahan,
- Ingat keterbatasan wewenang yang dipercayakan pada anda
dalam pengambilan solusi.
- Carilah solusi dengan “win-win” sehingga tidak merugikan
pelanggan maupun perusahaan.
C. RANGKUMAN
Keluhan atau komplain adalah perwujudan dari ketidak puasan yang
dinyatakan oleh pengguna jasa dalam bentuk sikap, kata-kata (tertulis
maupun lisan). Diperlukan kesabaran dan ketulusan untuk
”mendengarkan” keluhan. Tanggapi keluhan sesuai dengan peraturan
perusahaan, karena mereka komplain bukan terhadap Anda tetapi
terhadap pelayanan perusahaan, walaupun didalamnya ada Anda.
Keluhan dari pelanggan jangan sekali-kali dianggap sebagai sesuatu
yang menakutkan, tetapi komplain merupakan ”cermin” dari kinerja
perusahaan tempat bekerja. Jangan sekali-kali berargumen/berdebat
dengan pelanggan anda, selesaikan masalah berdasarkan fakta dan
diskusikan/jelaskan kepada pelanggan bila ternyata ada
kesalahpahaman.
D. TUGAS
Baca dan diskusikan kasus di bawah ini dengan kelompok Anda, cari
solusinya dan bermain peran dengan menyusun scenario lebih dahulu.
Kasus : Anda seorang petugas lost & found di sebuah bandara, datang
serombongan ibu-ibu, salah seorang dari mereka marah-marah (sambil
menunjukkan kopernya yang rusak seperti dirobek dengan cuter,
dalam bagasi airline). Dia mengatakan pasti ini upaya pencurian oleh
petugas, dan minta penggantian atas kerusakan koper serta 3 lembar
pakaian yang hilang. Apa yang akan Anda lakukan ?
Jangan
menjanjikan
sesuatu diluar
peraturan
perusahaan !
Saya harus taat azas dan
paham akan aturan
perusahaan
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 76
5. BEKERJA DENGAN MITRA
KERJA DAN PELANGGAN
A. Tujuan Pemelajaran
Setelah mempelajari unit ini, peserta diklat diharapkan mampu
menyesuaikan diri dan menjalin kerjasama dalam bekerja dengan
mitra kerja dan pelanggan dalam mencapai misi perusahaan
B. Materi Pembelajaran
1) Kemampuan Berkomunikasi
Berkomunikasi dengan rekan kerja, baik intern kantor/perusahaan
maupun extern (kolega dan pelanggan serta masyarakat pengguna
jasa) memerlukan suatu ketrampilan dan kecerdasan emosional.
Untuk dapat melatih diri menjadi seorang yang senantiasa “dekat”
dan diingat oleh rekan /kolega ataupun pelanggan, satu hal utama
yang harus diperhatikan ialah bagaimana membentuk /
membiasakan diri untuk menjadi pribadi yang menyenangkan/
menentramkan dan memberikan kenyamanan/rasa aman kepada
orang-orang yang ada dililingkungan kita. .
Industri Pariwisata adalah industri yang bergerak dalam
memberikan pelayanan bagi wisatawan, dan wisatawan adalah
orang-orang yang sedang melakukan kegiatan relaks dan mencari
kenyamanan dalam liburan yang lepas dari bekerja mencari nafkah
sehari-hari yang melelahkan.
Mereka yang bekerja pada industri ini, merupakan orang-orang
pilihan yang mampu untuk selalu mempertahankan suasana relaks,
nyaman, sehingga dituntut ketulusan dan kesabaran hati dalam
berkomunikasi.
Dengarkan dan cermati apa yang diinginkan
rekan kerja dan pelanggan Anda…
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 77
2) Siap Membantu Pelanggan (Providing Assistance)
Suatu nilai lebih dari suatu bisnis adalah “kepuasan pelanggan” dimana
pelanggan dapat diartikan secara luas, tidak terbatas pada pembeli.
Bantuan yang dibutuhkan para pelanggan adalah pelayanan, mulai dari
layanan informasi sampai pada layanan purna jual.
Agar bantuan dapat dirasakan manfaatnya oleh wisatawan, diperlukan
kemampuan untuk menganalisis hal-hal sebagai berikut:
a. Perbedaan harapan wisatawan/tamu
- Faktor budaya (adat, bahasa, kepercayaan)
- Faktor sosial ekonomi (pekerjaan,situasi rumah tangga)
- Faktor kesehatan, Usia
- Personality
- Interest, hobby, (outdoor,indoor, adventure)
- Kemampuan fisik
b. Kemampuan berinteraksi sosial ditunjukan dengan prilaku anda
dalam berkomunikasi dengan orang lain baik secara verbal dan
non verbal.
- Tunjukan sikap atensi, tetap tenang selama anda berhadapan
- Upayakan agar mereka merespon anda saat itu juga
- “You get back what you give out” “Anda mendapatkan kembali
apa yang telah anda berikan”
c. Kebutuhan dan harapan pelanggan hendaknya ditangani dengan
cepat, tepat dan efisien. Layanan dan dukungan kepada pelanggan
memberikan keuntungan pertama yang terbesar yaitu kepercayaan
pelanggan. Banyak perusahaan menghasilkan produk dengan baik,
tetapi jatuh citranya karena mutu dokumentasi, faktur, dan cara
menelpon (komunikasi). Untuk itu perlu dilakukan:
- Catat dan dokumentasikan sesuai aturan perusahaan
- Pengisian faktur secara akurat dan benar
- Mengangkat telepon sebelum dering ke tiga
- Respon segera fax atau e-mail pada kesempatan pertama
d. Type dan Karakteristik Kolega/Pelanggan
Dalam memberikan pelayanan, hendaknya selalu bertumpu pada
pengenalan type dan karakteristik pelanggan yang unik, antara lain.
- Pesimis : kurang perduli, mudah curiga, ragu, kurang perhatian.
- Egosentris : ambisius, focus pada diri sendiri, sulit dipercaya.
- Pemalu : sensitif, penuh hayal, tertutup dan sulit didekati
- Lamban : banyak pertimbangan, monoton, takut resiko
- Antusias : bersemangat, penuh pengertian, dan kritis.
- Pendendam : suka curiga, kurang perduli dan selalu mengeluh
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 78
3) Merespon kemauan wisatawan/tamu
Memberi kemudahan pada wisatawan dalam menghubungi petugas
yang dapat menyelesaikan masalahnya dengan cepat. Mereka harus
dapat diyakinkan bahwa masalahnya akan dapat diselesaikan dengan
cepat.
Perlu diketahui beberapa metode pelayanan, antara lain:
a. Melaksanakan layanan yang menawan :
- Informasi yang akurat akan meningkatkan kepercayaan (trust),
dan kepuasan (satisfaction)
- Mengidentifikasi adanya kebutuhan yang tersembunyi dan siap
memberi bantuan
- Mengantisipasi, pengertian dan merasakan kebutuhan pelanggan
- Selalu ramah tamah(friendly), sopan santun, dan melayani lebih
dari permintaan
- Mempromosikan perusahaan untuk hubungan bisnis berikutnya
b. Harapan pelanggan
“Prompt action to resolve the problem is better than the customer
leaving, never toreturn and telling everyone they know about the
unfavourable experience”
Atasi masalah dengan cepat, lebih baik dari pada membiarkan
pelanggan menunggu, mereka tak akan kembali dan
menceritakannya ketidak beruntungannya (pengalaman pahit) pada
setiap orang
c. Ketepatan dan kecepatan waktu dalam memberikan pelayanan.
Semua organisasi dinilai kemampuannya dalam menanggapi
dengan cepat suatu kejadian, apakah kecepatan untuk menyadari
adanya kebutuhan pelanggan pada kesempatan pertama atau
kemampuannya melakukan pelayanan yang prima dibandingkan
perusahaan pesaing lain. Untuk memastikan ketepatan dan
kecepatan waktu pelayanan, perusahaan harus dapat
mengidentifikasikan apa yang diinginkan pelanggan sebagai
penggantian nilai dengan apa yang telah dibelinya.
d. Mengenali keinginan wisatawan
- Dilayani dengan ramah tamah(friendly) dan sopan santun
- Dibantu saat diperlukan
- Kejelasan, nyaman, dan aman
- Dikenali dan diingat
- Didengar dan dimengerti
- Dilayani dengan cepat dan penuh perhatian
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 79
e. Alasan utama ketidakpuasan pelanggan/tamu :
- Diabaikan, layanan lamban
- Kurangnya pengetahuan produk
- Tidak merasakan harapan dan kebutuhan pelanggan
- Suasana yang tidak nyaman (bising, simpangsiur)
4) Menjaga dan memelihara standar penampilan diri (Personal
Presentation Standards)
Setiap perusahaan memiliki standar penampilan kinerja karyawan
yang harus ditaati. Yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan
standar penampilan sebuah perusahaan:
- Jenis pekerjaan dan areal kerja,
- Kesehatan dan keselamatan kerja ( pakaian, masker)
- Pakaian: casual atau uniform
- Kebutuhan khusus untuk fungsi yang khusus
Faktor–Faktor terpenting :
- Personal Hygiene (kebersihan kulit, tangan, kuku, rambut, gigi)
- Grooming ( make up dan perhiasan serasi dan sederhana)
- Sikap/performance (percaya diri, tenang, pengendalian emosi)
- Bicara (ucapan lafal, kejelasan, irama, volume bicara)
- Etiket (Gaya bahasa, prilaku sosial, menghormati perbedaan)
- Busana (serasi, sopan, sesuai situasi )
5) Bekerja dalam satu tim
a. Mengapa harus Team ?
Persepsi pelanggan tentang kualitas pelayanan dapat ditingkatkan
bila terjadi ikatan antara petugas sebagai wakil perusahaan dan
pelanggan. Bila kerja keras team terlihat nyata oleh pelanggan,
maka apabila terjadi kesalahan kecil dalam pelayanan akan dengan
mudah dimaafkan bahkan dilupakan oleh pelanggan.
Nyatalah bahwa faktor hubungan baik dan kepercayaan sangat
berperan dalam mempertahankan pelanggan.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 80
Teamwork merupakan kemampuan untuk bekerja bersama dengan
orang lain untuk mencapai tujuan/sasaran bersama“ Pelanggan
berada dipusat segitiga strategi, sistem dan orang, sebab setiap
kegiatan harus dapat terlihat dampaknya dalam kepuasan pelanggan
dan memahami bagaimana pelanggan memandang prestasi
perusahaan, bukan hanya menerima pandangan dari orang dalam
saja. “
Yang harus diperhatikan dalam menjalin team work :
- Saling percaya, saling menghormati, komitmen
- Tolerance(tenggang rasa), Honesty (kejujuran)
- Flexibility/ menerima tugas tambahan dan membantu teman
Manfaat utama dari “team work“ :
- Membina kesadaran untuk saling ketergantungan satu dengan
yang lain, namun bukan berarti tidak mandiri
- Kerjasama dengan rekan kerja akan meningkatkan prestasi
- Saling mengenal serta saling mendukung upaya setiap orang
- Mengutamakan komitmen pada tujuan perusahaan
b. Peran tiap anggota “team”
Peranan setiap anggota team harus jelas dan merupakan komponen
dalam satu sistem, bila salah satu komponen “sakit” atau tidak
berfungsi atau kondisinya buruk, akan sangat dirasakan akibatnya
oleh komponen lain dan akan menentukan hasil dari sistem tersebut.
“Peran dalam setiap team memiliki sesuatu yang positif dalam
Kreatifitas dan keahlian
digabunggkan dengan
peemecahan masalah
Tujuan yang jelas
Tanggung jawab dan
wewenang yang diberikan
Hubungan
kerjasama yang
terbuka
Setiap anggota
berpartisipasi penuh
Komunikasi yang baik,
tinjauan berkala atas
kemajuan yang ada
Tim memberikan layanan yang
memuaskan pelanggan dalam hal :
�� Ketepatan Waktu
�� Standar mutu yang tinggi
�� Keramahan dan keceriaan staf
�� Informasi/data yang akurat
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 81
membuat team menjadi efektif, Bila ada kekurangan dalan team,
harus segera dikaji untuk perbaikanya. Team yang ideal akan
memberikan kesempatan berkembang dalam bidang yang menjadi
kemampuan terbaik seseorang “
Kesuksesan team tergantung dari peran setiap perorangan:
c. Faktor pemahaman tujuan sangat penting bagi ”teamwork”.
Pemahaman dan komitmen dalam menentukan tujuan dari suatu
organisasi /perusahaan/kelompok sangat menentukan keberhasilan
perusahaan tersebut. Untuk itu perlu dirumuskan dan disepakati atau
dipahami oleh seluruh anggota team/kelompok sebagi acuan
pengambilan keputusan atau dalam menentukan strategi
pencapaiannya.
1. Menentukan Tujuan Team
- Sebaiknya yang menantang
- Harus dapat tercapai (jangan terlalu muluk)
- Mungkin tangible atau intangible
- Harus dimengerti oleh anggota team, komitmen
- Target waktu pencapaian
- Tertulis dengan jelas, sehingga dapat dipantau kemajuannya
Contoh cara menentukan tujuan :
- Mengidentifikasi tujuan-tujuan perusahaan
- Menentukan “stepping stone” /tahapan
- Menata prioritas sesuai dengan kemampuan, kondisi dan situasi
- Menetapkan sumber-sumber yang diperlukan
- Menentukan “check point” (untuk progress check)
- Menetapkan tingkatan unjuk kerja
- Menyesuaikan tujuan bila diperlukan (jadwal, kualitas, biaya)
SUKSES
Personality
dan perangai
Kecakapan dan
kemampuan
Toleransi dalam
perbedaan social
dan budaya
Interpersonal
skill
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 82
- Motivasi kerja : insentive, bonus, dan manfaat
- Kemungkinan adanya rintangan internal dan external
- Cara implemetasi (perlu bantuan dari luar?, kapan dan siapa)
2. Menawarkan dan memberikan bantuan adalah komponen penting
dalam teamwork salah satu kebutuhan terkuat dari sifat alami.
Keuntungannya adalah :
- Menjadi jalan yang efektif untuk komunikasi dan konsultasi
- Memberi peluang untuk rotasi jabatan
- Unjuk kerja menjadi lebih efektif dan komitmen pada tujuan
- Memelihara rasa percaya, hormat, dan kerjasama antar staff
- Menyediakan kesempatan untuk mempelajari skill baru
3. Umpan balik dapat diambil dalam berbagai bentuk :
- Disebutkan (nama&upayanya) dalam forum/ staf meeting
- Penghargaan dengan finansial / bonus, Sertifikat
- Komentar / kritik sehat untuk mitra kerja
- Pemberian penghargaan khusus, dicatat dalam HRD File
- Pengakuan umpan balik diterima dari rekan kerja
Bila terjadi kejenuhan pekerjaan atau ketidak sesuaian, dibutuhkan
negosiasi ulang untuk tanggung jawabnya dalam struktur team, hal ini
menjadi hak untuk meninjau kembali tujuan kerja atau perubahan
utama dalam kebijakan perusahaan. Perlu dilakukan:
- Perubahan garis strategi bisnis
- Peninjauan ulang rencana pemasaran perusahaan
- Tinjau ulang struktur organisasi
- Perubahan dalam spesialisasi jabatan atau profil
C. RANGKUMAN
Bekerjasama dengan mitra kerja dan pelanggan merupakan satu
kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan perusahaan. Tiga
serangkai : Perusahaan, Pemasok, dan Pelanggan merupakan satu
team kerja yang besar dalam masyarakat perekonomian. Sedangkan
untuk melakukan kegiatan yang dikerjakan oleh team kecil harus
mempunyai tujuan team yang di jabarkan dari tujuan perusahaan dan
mencakup kebutuhan perorangan yang mungkin berbeda antara yang
satu dengan yang lain (termasuk perbedaan power, kebutuhan
interaksi sosial, atau keamanan)
Saling menghormati, mengenal kebutuhan dan kesadaran saling
membutuhkan perlu dipahami bersama antar team. Mengemukakan
saran dan kritik bagi /dari mitra kerja dan pelanggan dilakukan
dengan sopan tanpa menyinggung harga diri / citra perusahaan.
D. TUGAS
Lakukan sebuah wawancara kepada orang-orang yang terlibat dalam
suatu kegiatan yang terdiri dari unsur unsur perusahan, mitra kerja dan
pengguna jasa. Diskusikan dengan pembimbing Anda butir-butir
wawancara.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 83
6. Bekerja Dalam Lingkungan Sosial
Yang Berbeda
A. Tujuan Pemelajaran
Setelah mempelajari unit ini, peserta diklat diharapkan mampu
beradaptasi dengan tamu dan mitra kerja yang berasal dari aneka
ragam budaya dan sosial yang berbedan serta mengormati
pendapat, saran serta kritikan yang datang dari luar perusahaan.
B. Materi Pemelajaran
1) Perbedaan Sosial dan Budaya
Pelanggan dan teman kerja mungkin saja dari kelompok/budaya yang
berbeda yang harus tetap dihargai dan diperlakukan dengan respek
dan memperhatikan sensitifitas Perbedaan budaya antar tamu atau
hubungan timbal balik antar tamu/ tamu ataupun pelanggan, dapat
menimbulkan diskriminasi pelayanan ataupun komunikasi.
Perbedaan ini, timbul karena perilaku dan cara berinteraksi antar
kelompok / orang yang memiliki nilai-nilai kehidupan yang dianutnya.
Perbedaan ini seringkali akan kelihatan aneh bagi kolompok/orang
lain. Saling menghargai terhadap perbedaan budaya akan
memberikan pemahaman mengapa orang bertindak (aksi) seperti
yang mereka anggap baik (sesuai dengan apa yang dianutnya /biasa
dilakukan) dan bereaksi kepada kita suatu tindakan yang mereka
anggap baik.
Aksi dan reaksi dari satu pihak, seringkali sulit ditolerir oleh pihak lain
terutama dengan latar belakang yang berbeda.
Perbedaan sosial budaya, harus dipahami dalam memberikan
pelayanan
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 84
Perbedaan sosial budaya berkaitan dengan :
- Latar belakang pendidikan
- Nilai-nilai yang dianut dalam keluarga
- Ras/kelompok etnis/marga, bahasa, agama
- Struktur keluarga dan usia, jenis kelamin /gender
- Pilihan seksual, status ekonomi, kasta, golongan, suku
Yang harus diingat dalam mengatasi perbedaan budaya adalah bahwa
pembicaraan atau interaksi jangan sampai menimbulkan salah paham.
2) Saling Menghormati
Upaya saling menghormati dalam bisnis pelayanan menjadi “bahan
baku utama” sehingga dapat dikatakan bahwa industri pariwisata
merupakan suatu industri yang hospitable yaitu industry layanan
yang diwarnai keramahan dan helpfully.
A “gregrious or malleable temperament is more important than formal
training. The ideal image of the interpretor”, “will be the knowledgeable,
fluent, charming individual who can captivate the imagination and emotion
of an audience. The personality appeal of an interpretor should be so
strong as to evoke the response from the visitor”
Gabriel Cherem, Eastern Michigan University,1977 The Profesional
Guide, Kathleen Lingle Pond VNR - 1993
Dikatakan bahwa seseorang yang memiliki sifat senang berteman atau
mudah menyesuaikan diri adalah lebih penting dari pada pelatihan
formal, dia akan memiliki pengetahuan luas, lancar berbicara, daya
tarik individu yang menarik dan memikat hati audiens/tamu. Daya tarik
kepribadian dari pembicara akan dapat membangkitkan respon/minat
pengunjung/tamu/teman bicara. Rasa atau minat untuk mencari teman
dan berteman akan memaksa seseorang untuk mencoba mengurangi
rasa ingin menang sendiri .
Bagaimana kita menunjukan rasa hormat menghadapi perbedaan ?
Untuk menunjukkan rasa hormat, yang harus kita lakukan ialah
mencoba menyingkirkan rasa curiga dan “look down” terhadap
seseorang, kita harus berpikir positif terlebih dahulu, sehingga apa yang
ada dihati kita akan tercermin dalam wajah dan sinar mata. Beberapa
kiat antara lain :
- Menyapa ramah atau menganggukkan kepala dengan tersenyum.
Mau mendengarkan adalah kunci
utama untuk dihormati orang lain
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 85
- Menghormati solusi meskipun mungkin berbeda dengan kita.
- Memperkenalkan diri dan mencoba mengenal latarbelakang mereka
- Lebih baik menawarkan saran daripada memerintah atau instruksi.
- Dengarkan dengan seksama apa yang mereka katakan
- Mencoba untuk memahami kebutuhan dan keinginan mereka.
- Mampu menempatkan diri sesuai dengan situasi dan posisi kita
adalah kunci utama dari saling menghormati.
3) Tahukah anda bahwa Kesan Pertama sangat penting ?
Kesan pertama terjadi pada 4-5 detik pertama yang terlihat pada tandatanda
visual, walaupun kita tidak boleh terlena dengan kesan pertama
namun bila dapat menciptakan kesan pertama yang positif, akan lebih
mudah untuk menjalin hubungan pada tahap berikutnya.
a. Tanda-tanda visual pada kesan pertama adalah :
e. Ekspresi wajah
Wajah atau air muka merupakan pancaran dari hati dan pikiran kita,
cobalah untuk menghilangkan prasangka negatif dan berpikirlah positif.
Ketahuilah bahwa ekspresi wajah akan melahirkan warna suara yang
senada dengan ekspresi (-coba praktekkan bicara melalui telpon dalam
ekspresi senyum dan marah, mintalah teman anda untuk menebak
apakah suara tersebut bersahabat atau tidak).
Melatih diri berpikir positif dibiasakan dengan kiat-kiat dibawah ini:
- Waktu tidur rata-rata adalah 7 jam sehari, manfatkan waktu
menjelang tidur untuk diawali dengan mengingat hal-hal yang baik
dan usahakan untuk tidak memikirkan sesuatu yang berat, sehingga
tanpa sadar anda akan tidur dalam keadaan tegang dan dahi
berkerut.
- Berlatihlah didepan cermin untuk menemukan mimik wajah yang
ramah.
b. Pakaian
f. Busana dan aksesori
Usahakan untuk berpakaian yang sopan ,serasi dengan badan dan
warna kulit serta sesuai dengan kesempatan/situasi. Ingatlah bahwa
kesederhanaan, kerapihan dan kebersihan berpakaian akan
mencerminkan keindahan dan kesan simpatik.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 86
Menarik perhatian tidak dengan berpakaian yang mencolok, orang hanya
akan tertarik pada badan dan pakaian Anda bukan pada “anda yang
utuh” (anda dan kepribadian serta inner beauty)
Perhiasan/aksesori tidak berlebihan, jangan memilih perhiasan
berdasarkan harga dan merek. Mahal belum tentu baik dan murah belum
tentu jelek. Perhiasan juga cermin pribadi Anda. Walaupun fungsi
perhiasan adalah penunjang tapi kalau tidak sesuai dapat menjatuhkan
mutu penampilan Anda.
Pakailah jenis yang senada, JANGAN campur aduk, baik warna maupun
bahan dasarnya, seperti : anting/giwang dari emas, kalung dari perak,
liontin dari mutiara, dan jam tangan dari plastik.
Bagi laki-laki, perhatikan pada keserasian warna dan bahan antara
kemeja, pantalon, dasi dan jas. Demikian juga keserasian antara warna
dan bahan ikat pinggang dan sepatu serta kaus kaki.
g. Sikap Tubuh
Biasakan untuk bersikap tegak yang melambangkan rasa percaya diri .
Latihan untuk sikap berdiri dan berjalan dapat dilatih secara rutin dan
terus menerus. Beberapa kiat untuk membiasakan sikap tubuh yang baik
- Berdiri, bersandarlah pada tembok yang tegak lurus lekatkan dengan
tembok bagian-bagian tumit, pantat, bahu dan kepala tegak
dengan pandangan lurus kedepan, tekan perut kedalam. Lekukkan
siku, kepalkan tangan dan tarik kebelakang menyilang pada pinggang,
letakkan kepalan tangan tepat pada tengah pinggang/tulang belakang.
- Berjalan, membiasakan diri untuk tegak, menekan perut dan melihat
lurus kedepan. Usahakan paha merapat, dan berjalan pada satu garis
lurus. Latihan berjalan diatas balok, sangat baik untuk melatih
arah langkah dan keseimbangan.
- Jangan membiasakan telapak kaki dalam melangkah mengarah keluar
/ membuka, usahakan arah menutup. Bagi laki-laki arah sejajar.
h. Gerakan tubuh
Usahakan gerak apapun dari tubuh kita, dilakukan dengan pasti, tidak
ragu-ragu dan dengan kecepatan wajar. Hati-hati bukan berarti lamban,
gerakan lamban sering mengartikan malas dan ragu. Gerakan tubuh
yang tidak perlu seperti : menggosok-gosok hidung/telinga,sibuk dengan
rambut, memainkan kuku, menggaruk yang tidak gatal, dll, sebaiknya
dihindari.
Gerakan tanpa sadar ini biasanya muncul kalau seseorang sedang
gugup/nervous. Kalau Anda merasa nervous cobalah untuk sedikit
menjauh dari teman bicara dan diam-diam tariklah nafas panjang dan
yakinkan diri bahwa semuanya akan selesai dengan baik.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 87
i. Bahasa tubuh.
Bahasa tubuh adalah gerakan tubuh yang bermakna dan memperkuat
makna bicara. Dapatkah Anda bayangkan seseorang bicara tanpa
bahasa tubuh ? misalnya pada saat mengatakan “ya”, akan secara
otomatis akan menganggukkan kepala, atau pada saat orang
mengatakan “tidak tahu” seringkali tanpa suara dan hanya mengangat
bahu serta memberi ekspresi wajah tersendiri.
j. Kontak mata
Kontak mata mempunyai peranan tersendiri, melalui sinar mata dapat
diduga seberapa besar kekuatan untuk mempengaruhi dan meyakinkan
orang lain. Kalau Anda tidak ingin dan merasa akan dipengaruhi oleh
orang lain, hindari kontak mata tanpa memalingkan muka. Tetaplah
memandang ke wajahnya tapi pusatkan pandangan diseputar mata dan
dahi teman bicara. “Perang kontak mata” sering terjadi pada moment
negosiasi dimana seseorang berusaha mengintimidasi yang lainnya.
Hati-hatilah, mata memiliki kekuatan magnit. Adakalanya bagi budaya
tertentu kontak mata antara wanita dan pria yang bukan “muhrim”
adalah haram. Kontak mata yang terlalu berani kadang-kadang dapat
menimbulkan arti lain yang negatif.
Beberapa kiat untuk membuat kesan pertama yang positif.
- Pastikan anda berdandan rapi dan serasi tidak berlebihan dan tidak
berbau badan
- Selalu menyapa dengan ramah
- Biasakan tersenyum
- Biasakan dengan tempat kerja yang bersih dan rapi
- Biasakan sikap percaya diri
- Tidak membuat kesimpulan terlalu cepat
- Hati-hati dengan sikap tubuh, ekpresi wajah dan gerakan tubuh yang
tidak perlu
- Perlakukan teman kerja dengan sopan dan wajar
k. Mengenal dan mengingat nama.
Dalam pelayanan umum seperti di hotel, restaurant dll, perkenalan
cukup dilambangkan dengan salam atau ucapan selamat datang,
Jangan lakukan gerakan yang tidak perlu, seperti menggaruk kepala,
bertopang dagu, menguap dihadapan wisatawan/tamu anda
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 88
karena tamu datang pada perusahaan Anda yang sudah dia ketahui.
Dalam pelayanan ini, kalau tamu tersebut sudah datang yang kesekian
kalinya , anda perlu tahu identitasnya dan ingatlah namanya. Suatu
saat bila anda bertemu lagi, alangkah senangnya bila Anda memanggil
namanya. Pada pertemuan yang sifatnya khusus, misalnya akan
mengadakan negosiasi awal, diperlukan langkah perkenalan yang lebih
khusus.
Nama mewakili pribadi secara utuh, dengan menyebut nama secara
benar, seseorang akan merasa diakui keberadaannya, rasa percaya
dirinya akan menjadi timbul karena dia merasa dikenal apalagi yang
mengingat adalah orang yang kedudukannya lebih tinggi.
Nama juga membawa reputasi seseorang, reputasi atau citra yang
ditinggalkan akan selalu diingat. Pepatah mengatakan “harimau mati
meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”, kesan baik
dan buruknya diri kita pada saat “kita ada” akan dikenang orang dan
akan tetap melekat.
Sebutlah nama panggil yang simpatik, contohnya: ada seorang pejabat
terkenal yang dahulunya berasal dari desa, namanya Timin. setelah dia
sukses dia menambahkan nama menjadi T. Sugiarto. Jangan “bunuh
diri” Anda dengan memanggil dia Timin (biasanya nama petani desa)
terlebih dihadapan orang banyak, walaupun anda dulu pernah menjadi
sahabatnya.
Ingat ini kesan pertama, lain masalahnya kalau memang dia lebih suka
dipanggil Timin dan itu merupakan nama kebanggaan, kalau memang
ini terjadi biasanya dia tidak menyembunyikannya dengan initial T.
l. Jabat tangan yang simpatik
Menyebut nama dalam sebuah perkenalan, biasanya diiringi dengan
bersalaman. Usahakan dalam saat-saat seperti ini anda mampu
menunjukkan rasa simpatik dengan senyum, ucapan jelas, dan
biasakan bersalaman dengan “hangat”. Untuk sebuah perkenalan
cukup dengan menggenggam erat dan goyangkan satu kali lalu
lepaskan, berbeda bila pertemuan itu adalah pertemuan dua sahabat
lama yang baru jumpa, biasanya goyangan dapat berkali-kali dan
disertai tepukan ataupun menaruh tangan kanannya pada bahu teman.
Jangan melakukan hal ini pada perkenalan pertama karena dapat
menimbulkan kesan negatif.
Wah dia lupa
siapa namaku ,
aku jadi sedih…
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 89
Sudah menjadi kebiasaan bahwa setelah bersalaman, adalah bertukar
kartu nama, hal ini untuk memudahkan kontak selanjutnya dan
memperjelas identitas. Sediakan beberapa lembar kartu nama pada
saku jas atau dompet agar mudah mengambilnya.
Usahakan pada pertemuan pertama, anda dapat menanamkan
kepercayaan dan mampu memberikan kesan positif dan rasa simpati.
Begitu pentingnya sebuah kesan pertama, karena merupakan “pintu
masuk” untuk membina hubungan dengan relasi /tamu
Menciptakan kesan pertama yang positif
- Berjabat tangan dengan simpatik, dan sebut nama
- Panggil nama tamu/ tamu anda dengan bersahabat
- Tidak melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu (garuk kepala, -
main kuku, rambut dll)
- Dengarkan dan tangkaplah tanda -tanda verbal dan non verbal
- Selalu menyapa tamu dengan ringan dan ramah
- Senyumlah dengan yang tulus
- Memelihara lingkungan kerja selalu bersih dan rapih
- Tampilkan diri dengan penuh percaya diri
- Jangan membuat kesimpulan terlalu cepat
- Selalu menjaga sikap tubuh dan expresi wajah yang menenangkan.
- Perlakukan teman kerja dengan sopan dan saling menghargai
m. Lakukan Teknik Berkomunikasi
Dalam percakapan, kita dituntut mampu berbicara dengan mengingat:
- percaya diri (siap untuk berbicara / menguasai masalah)
- tepat pada sasaran (siapa, dimana, situasinya )
- singkat, mudah dimengerti (pesan, bahasa, volume suara, jelas)
- menarik (intonasi, pandangan mata, mimik muka, tatapan mata))
- tidak membosankan ( tanggap akan respon pendengar)
- berusaha memahami orang lain
- menghargai perbedaan pendapat
Mampu mendengarkan, akan membantu memberi kesan bahwa anda
berminat terhadap topik pembicaraan yang disampaikan oleh teman
anda, hal ini akan membuat teman pembicara merasa senang dan
bersemangat dalam menyampaikan informasi atau ide-ide, dan juga
bermanfaat untuk mengurangi kejengkelannya, karena sudah tersalur
saat didengarkan .
Kita dapat menghargai budaya yang berbeda dengan :
- Responsif terhadap pertanyaan, masalah dan kebutuhan mereka
- Menunjukan empati dan pengertian terhadap situasi mereka.
- Memberi perhatian dan tidak terpengaruh dengan apa yang terjadi.
- Tidak terlalu cepat menilai tentang mereka.
- Setiap suku bangsa memiliki kekayaan budaya yang menjadi
kebanggaan dan nilai-nilai hidup dalam tatanan masyarakat mereka.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 90
n. Menangani kesalahpahaman dalam perbedaan budaya
Bila terjadi perbedaan budaya, team seharusnya menyadari bahwa
perbedaan merupakan keuntungan, bukan dijadikan sumber
kesalahpahaman, yaitu dengan kesadaran dan saling menghargai,
saling mengenal nilai-nilai yang berlaku dan dalam situasi mana nilainilai
tersebut diberlakukan.
Sebagai contoh, pada sebuah perjalanan wisata, seorang wisatawan
wanita yang berasal dari Eropa merasa sangat tersinggung pada saat
seorang petugas kita yang menanyakan dengan gaya bersahabat
“berapa putera ibu”..... mendadak wajah wanita tersebut menunjukkan
ketidaksenangan dan menjawab “it’s too personal” dan langsung
meninggalkannya. Petugas menjadi binggung tidak mengerti mengapa
wanita itu marah, dia tidak memahami bahwa hal-hal yang sangat
personal “jangan” ditanyakan kepada tamu yang baru dikenal.
Contoh lain adalah saat seorang tamu dari suku tertentu mengambil
nasi dan lauk pauk sepiring penuh, kemudian petugas pengatur
konsumsi memandangnya dengan aneh yang membuat tamu tersebut
menjadi bingung, karena dengan mengambil banyak dianggapnya
menghormati orang yang menyediakan makanan, disisi lain petugas
berpikir bahwa “tamu ini rakus sekali”.
Kesalahpahaman ini membuat suasana menjadi tidak nyaman lagi.
Dalam dunia pelayanan, saat berinteraksi dengan wisatawan/tamu, kita
harus menyadari bahwa perbedaan budaya adalah :
- Adanya cara pandang yang berbeda dalam berpikir global
- Mendorong adanya saling pengertian dan menghormati
- Meluaskan wawasan pemahaman karakteristik wisatawan/tamu
- Tingkat keformalan, kebiasan dan prilaku etnis
- Adanya aneka budaya dengan gaya dan nilai-nilai yang dianut
Hal-hal utama yang dapat mempengaruhi terjadinya kesalah pahaman
yang disebabkan perbedaan lintas budaya diantaranya:
- Cara pandang /persepsi yang berbeda
- Perbedaan kondisi rohani / jasmani /disable
- Kondisi, lelah, ketakutan, khawatir yang berlebihan, ketidak
percayaan.
- Ketidak puasan, rasa curiga dari pengalaman lalu /dari teman
- Suasana kerja/bicara yang tidak kondusif/ pilih kasih/ras
- Perbedaan kebutuhan, tujuan, visi, nilai, sikap.
- Kebiasaan, adat, pengertian kata yang kurang jelas.
- Tanggapan yang perduli (tak acuh) dari salah satu pihak
- Temperamen rata-rata dari golongan tertentu
Contoh tahapan dalam menangani masalah perbedaan sosial budaya
- Mencoba memahami dan mengenal perbedaan sosial budaya
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 91
- Kenali dan analisa masalahnya serta kenali karakter golongan /asal/
personal
- Mengulangi inti pembicaraan yang sama dengan kata-kata/kalimat
dan intonasi yang berbeda, yang mungkin akan lebih
dimengerti/dipahami.
- Katakan “tidak” bila memang perlu mengatakannya (tanpa harus
menyakiti dan membuat tidak senang) daripada membiarkan orang
dalam kebimbangan.
- Memperlambat pembicaraan dengan memperinci permasalahan,
menyetujui beberapa hal yang anda anggap tidak prinsip, namun
tetap mempertahankan prinsip-prinsip utama. Hal ini akan
memperlunak teman bicara dan memberi peluang anda untuk stabil
(tidak emosional, agresif ataupun pasif)
- Bila perlu tunjukkan perasaan anda yang sebenarnya, sehingga
teman bicara anda dapat segera merespon.
- Upayakan agar permasalahan yang timbul, dapat diselesaikan
dengan menyenangkan (tidak merugikan) kedua belah pihak.
- Bila terjadi stagnasi (jalan buntu), ambil kesepakatan untuk menunda
pembicaraan dan sepakati kapan akan dilanjutkan.
C. RANGKUMAN
Bekerja dalam lingkungan sosial yang berbeda, memerlukan
kemampuan untuk bersikap fleksibel dan pengetahuan tentang
budaya dari masing-masing suku / bangsa. Seringkali terjadi
kesalahpahaman hanya karena disatu pihak tidak mau mengerti
bahwa apa yang dianggapnya biasa, merupakan hal yang “tabu”
bagi orang lain.
Selalu berusaha untuk menyenangkan pelanggan tanpa melanggar
peraturan perusahaan, adalah hal yang tidak mudah. Hal ini akan
bisa dilakukan apabila kita selaku petugas yang sedang melayani
pelanggan, menjauhkan “ego” yang ada dalam diri kita. Berdebat
dengan pelanggan adalah hal yang seharusnya dihindari.
D. TUGAS
Cobalah melakukan identifikasi, ada berapa kelompok etnis dalam
kelas anda, kemudian lakukan wawancara kepada orang-orang yang
dianggap “tua” dan “tau” tentang kebiasaan-kebiasaan yang di
“tabu”kan dari etnis tersebut. Perkaya kesimpulan anda dengan
membaca buku-buku tentang adat yang terkait dengan etnis yang
anda catat. Diskusikan dan presentasikan dikelas.
****
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 92
8. Mengikuti Prosedur Hygienis di Tempat
Kerja
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari unit ini, peserta diklat diharapkan mampu
beradaptasi dan melaksanakan pekerjaan dengan mengacu pada
standard operasional hygienis yang berlaku ditempatnya bekerja
ataupun melakukan kegiatan
B. Materi Pemelajaran
Kesehatan, keselamatan dan keamanan dalam bekerja merupakan salah
satu hal yang sangat mempengaruhi proses produksi (jasa ataupun
barang) dan hal ini akan berdampak langsung pada kesinambungan
kehidupan perusahaan.
SDM yang sehat dan kompeten, akan mampu menggunakan dan
mengoperasikan peralatan sesuai dengan prosedur pemakaian, dikaitkan
dengan hasil dan efisiensi tentunya sangat erat.
Man
Machine
Money
Policy
Lingkungan
Standar
Produk
�� SDM yang sehat, dan kompeten
�� Peralatan yang baik, aman dan
tidak berisiko
�� Efesiensi penggunaan biaya
pengadaan, perawatan dan
perbaikan.
�� Kebijakan perusahaan (SOP)
�� Lingkungan kerja yang sehat
SDM yang
sehat, dan
kompeten
Kebi Kebijakan
Perusahaan Lingkungan
kerja yang
sehat
SOP
�� Menekan biaya pengobatan / pesangon karena kecelakaan kerja
�� Menekan biaya pelatihan tenaga baru karena tenaga lama cedera
�� Menekan biaya penggantian dan perbaikan alat
Peralatan yang
baik, aman
Efisiensi
penggunaan
biaya
pengadaan,
perawatan dll.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 93
Sering kali hambatan suatu penanganan dikarenakan pada ketidak
tahuan tentang prosedur yang harus dilakukan, untuk itu prusahaan
seharusnya menentukan SOP pada setiap pekerjaan yang mengacu
pada standar kerja.
Prosedur penanganan kesehatan, keselamatan dan keamanan di
tempat kerja meliputi :
Keadaan darurat, kebakaran dan kecelakaan
Mengidentifikasi dan cara mengatasi kemungkinan
adanya bahaya yang mengancam.
Menggunakan peralatan dan pakaian yang sesuai untuk
perlindungan / kenyamanan pribadi.
Keamanan dan keselamatan diri, dokumen, uang dan
peralatan yang dibawa.
SDM yang sehat, dan kompeten
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 94
A. Mengikuti Prosedur Kesehatan, keamanan dan keselamatan
yang berlaku ditempat kerja
Manfaat yang diperoleh bagi karyawan maupun perusahaan bila
seluruh warga lingkup perusahaan mengikuti standar yang berlaku,
adalah :
1. Penghematan
Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengatasi kerugian
akibat kehilangan, kecelakan kerja dan pengobatan penyakit dapat
ditekan seminimal mungkin.
o Keuangan
Pengeluaran keuangan yang tidak produktif disebabkan
oleh berbagai macam faktor, seperti:
- Perusahaan tidak berproduksi secara maksimal
akibat pencurian atau kerusakan alat kerja, akibat
keamanan yang rawan pencurian dan akibat gejala
alam
- Mesin pabrik mengalami kerusakan karena
digunakan tidak mengikuti standar operasional
prosedur
- Perusahaan kebakaran
- Karyawan mengalami keracunan masal akibat tidak
terjaganya mutu kebersihan / pencemaran makan
siang. (dari catering)
o Biaya konseling
Pembayaran psikolog, untuk mengatasi kesehatan psikis
karyawan akibat kejenuhan kerja atau stress karena
tuntutan kerja yang tinggi.
o Pengeluaran untuk biaya berobat dan penyembuhan.
Biaya berobat ini selain untuk karyawan itu sendiri juga
diperuntukan bagi keluarga karyawan (Isteri/suami dan
anak-anak)
o Pelatihan karyawan baru.
Bila kondisi kerja tidak sesuai dengan kontrak kerja,
karyawan dapat menuntut pemutusan hubungan kerja
dengan risiko perusahaan unttuk memberikan
penggantian sesuai kontrak, Dan akhirnya diperlukan
biaya yang tidak sedikit, untuk mengadakan training bagi
karyawan baru.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 95
o Pesangon,
Bila tidak mengikuti Prosedur Keamanan, Keselamatan,
Dan Kesehatan Kerja, mungkin akan terjadi kecelakan
kerja, sehingga perusahaan harus membayar pesangon
untuk para karyawannya demi nama baik perusahaan
dan memenuhi UU kerja.
2 . Selamat dan Aman
Pentingnya sosialisasi tentang pemberlakuan prosedur
keselamatan, keamanan dan kesehatan kerja harus seringkali
dilakukan, sebagai warning (peringatan) bagi seluruh karyawan.
Sosialisasi harus selalu dilakukan pada setiap saat dimulai
mengerjakan suatu pekerjaan oleh seorang supervisor, untuk
mencegah kelalaian kerja yang berakibat fatal.
Semua karyawan harus menyadari bahwa akibat dari kelalaian, tidak
hanya akan merugikan pemilik perusahaan ,tetapi juga karyawan dan
keluarganya ( kehilangan mata pencarian)
Contoh hal-hal yang berhubungan dengan keamanan dan
keselamatan kerja, yang harus selalu dalam perhatian:
�� Kunci kantor:
- Siapa yang akan mengontrol persoalan tentang kunci?
- Apakah ada sistem registrasi untuk kunci?
- Apakah ada catatan penggunaan dan pada saat
dikembalikan?
- Siapa-siapa yang memegang duplikat kunci.
- Bagaimana kunci itu disimpan?
- Kapan dan bagaimana dikatakan sudah terkunci?
- Apa yang terjadi bila kunci hilang atau dicuri?
�� Alasan dilakukan penguncian:
- Apa yang harus disimpan pada tiap akhir kegiatan sehari-hari?
- Siapa yang bertanggung jawab untuk memeriksa pintu dan
jendela, apakah sudah dalam keadaan terkunci?
- Pencahayaan untuk menjaga keamanan setelah kantor tutup?
- Siapa yang mengaktifkan sistem tanda bahaya?
- Bagian area mana yang harus tertutup rapat?
�� Hal – hal yang diamati dalam mengantisipasi keamanan.
- Siapa yang dapat melakukan transaksi dengan perusahaan?
- Bagaimana tentang waktu beroperasinya transaksi
pembayaran?
- Apa yang harus dilakukan bila anda /tempat kerja dirampok?
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 96
- Siapa atau instansi mana yang biasanya dihubungi segera?
- Dokumen-dokumen apa sajakah yang harus diselamatkan?
- Adakah ketentuan yang menyangkut biaya keamanan?
- Berapa banyak uang yang aman dibawa oleh personal
kantor?
�� Karyawan Pengguna Komputer
- Aturlah pencahayaan pada layar monitor, agar tidak menyakiti
mata
- Letakan layar monitor dengan sudut kemiringan yang tepat.
- Berjarak 40-70 cm dari mata
- Batas atas layar monitor, sejajar dengan garis pandang mata
- Punggung dapat disandarkan dengan nyaman
- Kaki dapat bergerak dengan leluasa dibawah meja.
- Terdapat tempat untuk meletakan dokumen dan peralatan
�� Aliran Listrik
- Jangan memasang pencabangan aliran, ingat ketentuan dari
PLN
- Periksa secara rutin jangan ada kabel-kabel yang rusak/digigit
tikus/aus.
- Kabel tidak berserabutan, mengganggu orang terjerat
- Beri sekring pengaman
- Jauhkan benda-benda yang sangat mudah terbakar dari
sumber listrik.
�� Penggunaan masker
- Bagi pekerja las, kimia/lab dan medis harus senantiasa
menggunakan masker untuk melindungi diri dari akibat-akibat
yang tidak diinginkan.
Pelanggaran-pelanggaran yang sering terjadi:
�� Menghalangi pintu keluar
�� Ketidaksengajaan
�� Kesalahan dalam pemeliharaan
�� Pencahayaan yang kurang
�� Penyimpanan yang tidak tepat, (misalnya dalam hal
penyimpanan barang, yang lebih berat haruslah diletakan di
bagian paling bawah)
�� landasan yang tidak nyaman
�� Penggunaan peralatan yang tidak tepat
�� Kecelakaan pribadi, seperti: kecerobohan atau staff yang tidak
terlatih
�� Ruang kerja yang sempit dan pengap/ tak ada ventilasi
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 97
3. Sehat dalam bekerja
Perlu diketahui kesehatan pekerja berbeda pengertian dengan
kesehatan kerja, walaupun keduanya sangat berkaitan erat.
Kesehatan Kerja yang dimaksud adalah masalah kesehatan yang
ditimbulkan dari kondisi (ruang, alat dan udara ) tempat kerja,
sedangkan kesehatan pekerja mengandung pengertian yang luas,
yaitu yang meyangkut permasalahan kesehatan pekerja secara
umum ( tertular penyakit), atau cara hidup pribadi yang kurang
sehat diluar areal kerja / dijalan / dirumah.
Hal-hal yang menyangkut Kesehatan Kerja :
�� Bila disediakan fasilitas makan siang dan snack harus memenuhi
standar kesehatan, sehingga karyawan diharapkan makan dan
minum yang cukup dan sesuai standar normal dan kebutuhan gizi
pekerja.
�� Udara dalam ruang kerja, letak peralatan kerja
�� Peraturan penggunaan alat-alat kerja dan pengamananya
�� Kebersihan kenyamanan areal gerak .
Hal-hal yang menyangkut Kesehatan Pekerja :
�� Kebiasaan makan yang tidak sehat seperti : mengudap (jajan)
makanan yang kurang bersih dan tidak standar, makan tidak
teratur. kurang gizi.
�� Mengidap penyakit menahun akibat tertular dan tidak segera
diobati
�� Kurang istirahat karena kerja rangkap ditempat lain
�� Hal-hal yang meenyangkut pemeliharaan kesehatan dalam
perjalanan (kehujanan, naik kendaraan terbuka, masuk angin)
B. . Mengantisipasi Keadaan Darurat
Keadaan darurat seringkali terjadi antara lain:
�� Tabiat pelanggan yang tidak stabil
�� Kecelakaan
�� Penjambretan
�� Kebakaran
�� Perampokan bersenjata
�� Banjir, gempa bumi
�� Masalah kesehatan
?
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 98
Mencegah, mengatasi dan mengantisipasi
�� Tamu tak dikenal
- Orang yang bukan termasuk dalam lingkungan kerja
perusahaan/ orang asing bagi perusahaan tersebut
- Orang yang tidak lazim mengunjungi perusahaan, harus
dilaporkan kepada pengawas dan atau pihak keamanan
�� Ancaman bom
- Biasakan mengenal ciri-ciri suara agar dapat memberikan
keterangan laporan bila ada ancaman melalui tilpun
- Ingat-ingatlah dan catat segera / sedetail mungkin
- Lapor ke pengawas / pimpinan
- Mengikuti prosedur evakuasi
�� Kecelakaan kerja
- Gunakan selalu perlengkapan dan pakaian yang sesuai
- Terapkanlah teknik penyimpanan yang tepat
- Jangan menggunakan perlengkapan yang salah
- Penggunaan cahaya / penerangan yang memadai
- Laporkan segala bentuk kerusakan mesin
- Berikan pertolongan pertama bila anda mampu.
�� Penjambretan bila anda tugas keluar kantor.
- Jangan membawa uang dalam jumlah banyak
- Biasakanlah bertransaksi melalui bank
- Buatlah selalu perubahan waktu dan jalan menuju bank /tidak
rutin
- Jangan melawan perampok/penjambret, lebih baik amati
dengan seksama usia, pakaian dan raut wajah/tampang si
perampok.
�� Kebakaran
- Laporkan dengan segera, mengenai:lokasi, ukuran dan
jenisnya
- Perhatikan aba-aba / perintah
- Ingatkanlah yang lain untuk meninggalkan tempat tersebut
- Hubungi sesegera mungkin Pemadam Kebakaran dengan
rasa tanggung jawab.
�� Masalah kesehatan
- Beritahukan pengawas / pimpinan Anda / rekan terdekat untuk
mencari bantuan
- Bila perlu panggilah ambulan
- Seandainya mungkin, cari tahu dari pasien (apa yang terjadi,
apa yang menyebabkan sakit, apakah ia masih dalam
perawatan)
- Carilah bantuan tenaga ahli / orang yang lebih kompeten
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 99
C. Lingkungan Kerja
�� Pencahayaan/penerangan, kepedihan mata akibat kurangnya
penerangan atau cahaya langsung yang bila dipaksakan akan
mengakibatkan pusing dan mual.
�� Kebisingan, kurangnya konsentrasi pada pekerjaan, sehingga
akan timbul perasaan kesal yang akan mengakibatkan kelalaian
kerja.
�� Kualitas udara di dalam ruangan, pusing dan kelesuan akan
timbul dan dapat meningkat pada kondisi pingsan. (AC terlalu
dingin akan menimbulkan bersin-bersin bagi yang alergi udara
dingin)
�� Ruang kantor, kebersihan ruang dan keringnya lantai sangat
diperlukan untuk menghindari terpeleset dan bau yang tidak
sedap.
�� Gudang, harus sering diadakan general cleaning, agar tidak
menimbulkan bau yang tidak sedap dan kerusakan barang yang
disimpan.
Ada 2 inti pokok dalam hal kesehatan, keselamatan dan keamanan:
1. Faktor berbahaya, yang disebabkan oleh penyakit dan sesuatu
yang dapat merugikan.
2. Kemungkinan yang beresiko, yakni segala sesuatu yang
ditimbulkan dari keadaan yang berbahaya.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
�� Tingkatan dan seringnya terjadi keadaan yang berbahaya
�� Pola kejadian itu berlangsung terus-menerus atau ahanya untuk
sementara waktu saja
�� Mekanisme pengawasan harus memadai, sehingga efeknya dapat
dibuat sekecil mungkin atau dikurangi.
Dimana ada kegiatan disitu ada sampah, buang
sampah pada tempatnya
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 100
PENANGANAN KESEHATAN, KESELAMATAN DAN KEAMANAN
BAGI WISTAWAN DALAM PERJALANAN
Penanganan kesehatan, keselamatan dan keamanan di tempat kerja.
untuk seseorang yang bekerja didunia travel , khususnya untuk
seorang pemandu wisata sangat diperlukan. Seorang pemandu
wisata merupakan ujung tombak di dunia pariwisata, yang sering
berhadapan langsung dengan tamu.
Untuk menjadi seorang petugas perjalanan khususnya pemandu
wisata dituntut untuk memiliki kemampuan, seperti tercantum di
bawah ini:
�� Memberikan bantuan untuk dapat meringankan penderitaan
seseorang.
�� Mengupayakan bantuan dari yang berwenang
�� Turut menjaga dan mengingatkan sesuatu yang “biasa” dibawa
oleh tamu yang berkaitan dengan kesehatannya, seperti: (Obat,
vitamin, payung, mantel).
Gangguan kesehatan yang biasa terjadi dalam suatu perjalanan:
�� Mabuk (darat, laut dan udara)
�� Munculnya penyakit yang diidap / penyakit menahun yang
kambuh
�� Merasa lesu dan letih
�� Pingsan
�� Shock
�� Kedinginan / kepanasan.
Hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang petugas
perjalanan pada saat akan membawa tamu untuk berwisata:
�� Pastikan bahwa anda membawa kotak PPPK lengkap dengan
isinya dan dalam keadaan baik (tidak kadaluwarsa).
�� Jiwa manusia dalam bahaya jika ia pingsan, tindakan / bantuan
pertama sangat menentukan keselamatan jiwanya.
Kondisi Darurat Bila Ada Kecelakaan/Sakit Mendadak.
Perlu diingat :
�� Jangan mendekati korban, kecuali aman, perhatikan apakah ada
bahaya untuk anda, orang lain, atau korban.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 101
�� Bertindak dengan cepat, tepat, dan tenang, karena ketenangan
anda juga akan membawa ketenangan bagi korban.
�� Jangan memindahkan korban dari posisi dimana ia mengalami
kecelakaan, kecuali perlu bagi keamanannya.
�� Periksalah apakah korban tersebut pingsan atau dalam keadaan
sadar. dengan cara menepuk dan menanyakan sesuatu kepada
korban. Bila ia masih dapat merespon pertanyaan / sentuhan,
berarti ia masih dalam keadaan sadar.
�� Jangan tinggalkan korban sendirian, cari bantuan orang terdekat
pertama.
�� Beritahukan kepada layanan gawat darurat dengan jelas dan
singkat, tempat dan kondisi korban, agar petugas kesehatan
dapat menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan.
�� Jangan memberikan makanan/minuman bila tidak diperlukan,
kalau terpaksa, berikan air putih layak minum atau air teh hangat
manis secukupnya bila korban kelelahan (kecuali korban
menderita diabetes).
�� Penolong harus menyadari bahwa dirinya bukan juru rawat /
dokter.
�� Jangan sampai ikut jadi korban.
�� Tidak bertindak berlebihan, sadari kemampuan sendiri.
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 102
PRIORITAS TINDAKAN DARURAT
Segera cari
/ telpun ke
bantuan
medis
PERIKSA APAKAH KORBAN PINGSAN /
TIDAK
(Sambil menunggu petugas
medis) Jika pingsan, baringkan
korban ke posisi yang nyaman
dan aman.
(Sambil menunggu petugas medis) Jika
sadar, miringkan korban, periksa
saluran pernafasan dan bersihkan
seperlunya
Jika bernafas, biarkan dalam
posisi miring dan amati terus
pernafasan dan denyut
nadinya
Jika tidak bernafas,
berikan bantuan
pernafasan melalui
mulut
Berikan 5 x bantuan
pernafasan selama 10
detik dan periksa denyut
nadinya
Jika denyut nadi normal,
lanjutkan pernafasan bantuan
dengan mulut sebanyak 15 x
permenit, periksa pernafasan
dan denyut nadi selama 2
menit.
Jika denyut nadi
berhenti, berikan
pernafasan bantuan
melalui tekanan pada
dada dan jantung, dan
periksa pernafasan dan
denyut nadi setiap 2
menit.
�� Cari bantuan medis
�� Amati luka atau sakit si korban dan cari
kotak PPPK, gunakan betadin atau obat
merah untuk luka luar.
�� Hentikan perdarahan (bila terjadi)
Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata
Usaha Jasa Pariwisata - 103
Ingat !
Dilakukan hanya bila anda mampu dan kompeten, setidaknya
anggota PMI !!!!
Kewajiban menjaga kesehatan, keselamatan dan keamanan
�� Pemilik Perusahaan
- Memberi jaminan kesejahteraan, kesehatan, dan keselamatan
bagi karyawan maupun pengunjung.
- Menjaga citra perusahaan
- Harus memberi informasi, pelatihan dan pengawasan
Karyawan
- Harus bekerja sama dengan pemilik perusahaan
- Harus bekerja dan menggunakan peralatan dengan baik dan
benar.
- Menjaga kesehatan, keselamatan dan lainnya di tempat kerja
KEMANA ANDA MELAPORKAN KEJADIAN ?
�� Pemadam Kebakaran, Kantor Polisi, Puskesmas /Rumah sakit /
Petugas Medis terdekat, Satuan pengaman, Keluarga, Pimpinan /
Ketua Lingkungan
Catat dalam notes harian anda :
Nomor-nomor dan Alamat yang harus dihubungi !
C. Rangkuman
Prosedur keamanan, kesehatan dan kenyamanan bekerja untuk tiaptiap
perusahaan berbeda sesuai dengan kebijakan perusahaan,
namun demikian Departemen Tenaga Kerja sudah mengatur standar
pelayanan bagi karyawan. Pentingnya mentaati prosedur tersebut
bukan hanya untuk kepentingan perusahaan tetapi yang utama
adalah untuk kepentingan karyawan itu sendiri.
Pelajari kebijakan yang berlaku pada perusahaan sebelum Anda
menerima pekerjaan di perusahaan.
D. Tugas
1. Jelaskan keuntungan – keuntungan dari adanya prosedur
keamanan, kenyamanan dan kesehatan.
2. Cobalah untuk mendapatkan satu dokumen Prosedur tersebut
dari salah satu perusahaan.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 104
A. Tujuan Khusus
Setelah mempelajari topik ini, peserta didik diharapkan mampu
memahami pengetahuan mengenai reservasi, tiket penerbangan
domestik dan internasionalsesuai dengan tuntutan Standar
Kompetensi yang berlaku.
B. Lingkup Materi
�� Pengetahuan Reservasi
�� Penghitungan dan Penerbitan Tiket Domestik
�� Penghitungan dan Penerbitan Tiket Internasional
C. Persyaratan
Untuk mempelajari bab ini diharuskan telah menyelesaikan topik
mengenai karakteristik sumber daya manusia dalam industri
pariwisata sebagi pengetahun dan keterampilan dasar.
D. Alur Pembelajaran
BAB 2
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 105
Peta Kompetensi Lulusan SMK – UJP
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 106
Kompetensi Lulusan SMK - UJP
Kode Unit Kompetensi
PARUJPPKU01C Bekerja Dengan Kolega dan Pelanggan
PARUJPPKU02C Bekerja di Lingkungan Sosial Yang Berbeda
PARUJPPKU03C Mengikuti Prosedur Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan di
Tempat Kerja
PARUJPPKU04C Menangani Situasi Konflik
PARUJPPKU05C Mengembangkan dan Memperbarui Pengetahuan Industri
Pariwisata
PARUJPUKK03C Mengikuti Prosedur Hygienis di Tempat Kerja
PARUJPUAU01C Berkomunikasi Melalui Telepon
PARUJPFTG01C Bekerja Sebagai Pemandu Wisata
PARUJPFTG02C Memberikan Bantuan Layanan Transfer
Keberangkatan/Kedatangan
PARUJPFTG03C Mengembangkan dan Memelihara Pengetahuan Umum yang
diperlukan oleh pramuwisata
PARUJPFTG04C Mengkoordinasikan dan Mengendalikan Perjalanan Wisata
PARUJPFTG05C Memimpin Rombongan Perjalanan Wisata
PARUJPFTG06C Menyiapkan dan Mempresentasikan Komentar Pemanduan
Pada Perjalanan Wisata
PARUJPFTG09C
Mengelola Perpanjangan Perjalanan Wisata (Extended Tour)
PARUJPFOT01C Mengalokasikan Sumber Daya Perjalanan Wisata
PARUJPFOT02C Melakukan Pengecekan Pra Keberangkatan Tour
PARUJPFPG04C Menerima dan Memproses Reservasi
PARUJPFPG06C Mengoperasikan Sistem Reservasi Komputer
PARUJPFPG08C Menghitung Harga dan menerbitkan Tiket Penerbangan
Domestik
PARUJPFPG09C
Menghitung Harga dan Menerbitkan Tiket Penerbangan Normal
Internasional
PARUJPFPG07C Memproses Dokumen Perjalanan Selain Tiket Penerbangan
PARUJPPPP03C Mencari dan Mengemas Produk dan Jasa Pariwisata
PARUJPFPG05C Memesan dan Mengkoordinasikan Layanan Penyedia Jasa dan
Produk Pariwisata
PARUJPLJP09C Menyiapkan dan Menawarkan Harga Produk
PARUJPFPG03C Menjual Produk dan Jasa Pariwisata
PARUJPFPG01C Mencari dan Menyediakan Informasi Tentang Tujuan Wisata
dan Memberikan Saran
PARUJPFPG02C Mengakses dan Menginterprestasi Informasi Produk Wisata
PARUJPFPG13C Memelihara Inventaris Informasi Produk Wisata
PARUJPFPG14C Mengembangkan dan memperbarui pengetahuan lokal
PARUJPUAU03C Mengumpulkan dan Mempresentasikan Informasi
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 107
Kode / Sandi Dalam Dunia Penerbangan
Untuk memudahkan pengejaan, agar tidak terjadi kesalahan dalam
penulisan nama penumpang, kota tujuan, alamat dan sebagainya. Maka
diperlukan sandi yang berlaku & telah menjadi kesepakatan dikalangan
perusahaan penerbangan, travel agent, juga dunia pariwisata pada
umumnya. Huruf-huruf sandi yang dimaksud adalah:
A Alpha K Kilo U Uniform
B Beta / Bravo L Lima V Victor
C Charlie M Mama X X-ray
D Delta N November Y Yengki
E Echo O Oscar Z Zulu
F Fanta / Foxtrot P Papa
G Golf Q Quebec
H Hotel R Romeo
I India S Siera
J Juliet T Tango
Penulisan bulan pada ticket selalu menggunakan 3 (tiga) huruf dengan
huruf kapital, sesuai dengan ejaan dalam bahasa Inggris. Sebagai
contoh:
JAN January Januari
FEB February Februari
MAR March Maret
APR April April
MAY May Mei
JUN Juny Juni
JUL July Juli
AUG August Agustus
SEP September September
OCT October Oktober
NOV November November
DEC December Desember
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 108
Penulisan nama-nama hari dapat ditulis dengan berbagai versi seperti:
Airline (perusahaan Penerbangan)
Di bawah ini terdapat Nomor & Code Penerbangan dari beberapa
perusahaan penerbangan Domestik maupun Internasional.
No Kode Perusahaan Penerbangan Negara
001 AA American Airlines USA
014 AC Air Canada Canada
057 AF Air France France
098 AI Air India India
086 NZ Air New Zealand New Zealand
055 AZ Alitalia Italy
768 NH All Nippon Airways Japan
125 BA British Airways United Kingdom
160 CX Cathay Pacific Hong Kong
297 CI China Airlines China
126 GA Garuda Indonesia Indonesia
131 JL Japan Airlines Japan
074 KL KLM- Royal Dutch Airlines Neherlands
180 KE Korean Air Korea
220 LH Lufthansa German Airlines Germany
232 MH Malaysia Airlines Malaysia
214 PK Pakistan International Airlines Pakistan
019 6D Pelita Air Indonesia
079 PR Philippine Airlines Philippine
081 QF Qantas Airways Australia
065 SV Saudi Arabian Airlines Saudi Arabia
629 MI Silk Air Singapore
618 SQ Singapore Airlines Singapore
085 SR Swiss Air Swiszerland
217 TG Thai Airways International Thailand
Senin 1 M Mon 1 - - - - - - M- - - - - -
Selasa 2 TU Tue - 2 - - - - - - T - - - - -
Rabu 3 W Wed - - 3 - - - - - - W - - - -
Kamis 4 TH Thu - - - 4 - - - - - - T - - -
Jumat 5 F Fri - - - - 5 - - - - - - F - -
Sabtu 6 S Sat - - - - - 6 - - - - - - S -
Minggu 7 S Sun - - - - - - 7 - - - - - - S
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 109
International Flight Routing
Gambar di atas menunjukan route penerbangan Internasional yang
ditempuh oleh perusahaan penerbangan Garuda Indonesia, sebagai
contoh:
JKT-SYD JKT-RUH JKT-JED
SIN-SUB DPS-BKK JKT-TYO
JKT-SEL JKT-KUL SIN-DPS
JKT-SIN-BKK SIN-DPS-PER JKT-DPS-OSA
JKT-SIN-HKG JKT-DPS-AKL JKT-DPS-MEL
JKT-SIN-FRA JKT-SIN-SHA JKT-DPS-TYO
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 110
Domestic Flight Routing
Gambar di atas menunjukan route penerbangan domestik yang ditempuh
oleh perusahaan penerbangan Lion Air, sebagai contoh:
JKT-BTJ JKT-JOG JKT-UPG-MDC
JKT-MES-BTJ JKT-SUB JKT-UPG-PLW
JKT-PKU JKT-DPS JKT-MDC-TNE
JKTPDG JKT-BPN JKT-SUB-BPN
JKT-BKS JKT-BDJ JKT-DPS-KOE
JKT-PLM JKT-UPG JKT-SUB-AMI
JKT-BTH JKT-MDC JKT-AMQ-SOQ
JKT-SRG JKT-AMQ JKT-UPG-KDI
JKT-SOC JKT-JOG-DPS JKT-UPG-GTO
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 111
Configurasi Tempat duduk
Timetables / Schedules
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 112
(Jadwal Penerbangan)
Di bawah ini terdapat contoh schedule yang diterbitkan oleh Lion Air yang
diambil dari internet. Cara melihat schedule di internet, sangat mudah.
Pertama kali kita buka website dari masing-masing perusahaan
penerbangan yang kita inginkan, pada kesempatan ini kita buka Lion Air.
Setelah masuk dalam website, kita dapat memasukan kota keberangkatan
dan kota tujuan. Serta tanggal keberangkatan yang dikehendaki. Pada
monitor terdapat pilihan kita akan melihat schedule atau fare. Jika kita klik
pada pilihan schedule, maka akan muncul pada layar monitor seperti
tampilan di bawah ini.
Route: CGKJOG
Date Departure: 11NOV
Route: JOGCGK
Date Departure: 15NOV
Route: CGKMES
Date Departure: 04NOV
No FlightNo Route Departure Arrival
1 JT8904 CGKJOG 11:25 12:25
2 JT 550 CGKJOG 15:55 16:55
3 JT8926 CGKJOG 19:15 20:15
No FlightNo Route Departure Arrival
1 JT8901 JOGCGK 08:40 09:40
2 JT8907 JOGCGK 12:55 13:55
3 JT 551 JOGCGK 17:25 18:25
No FlightNo Route Departure Arrival
1 JT 380 CGKMES 06:30 08:50
2 JT 382 CGKMES 08:15 10:35
3 JT 396 CGKMES 13:25 15:45
4 JT 384 CGKMES 15:35 17:55
5 JT 386 CGKMES 19:30 21:50
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 113
Date Departure : 03DEC
Route : CGKUPG
Route : UPGCGK
Date Departure : 16DEC
No FlightNo Route Departure Arrival
1 JT 792 CGKUPG 05:30 08:50
2 JT 778 CGKUPG 08:15 11:35
3 JT8552 CGKUPG 12:25 15:45
4 JT 782 CGKUPG 15:55 19:15
5 JT 788 CGKUPG 18:00 21:20
6 JT 784 CGKUPG 20:00 23:20
-- JT 740 739 S :1 :
7 JT 798 CGKUPG 22:20 01:40
8 JT 790 CGKUPG 21:20 01:45
No FlightNo Route Departure Arrival
1 JT 785 UPGCGK 06:15 07:35
2 JT 789 UPGCGK 08:00 09:20
3 JT 781 UPGCGK 09:05 10:25
4 JT 741 UPGCGK 09:00 11:45
5 JT 795 UPGCGK 11:00 12:20
6 JT 793 UPGCGK 13:10 14:30
7 JT 777 UPGCGK 16:40 18:00
8 JT 783 UPGCGK 19:45 21:05
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 114
Flight Schedule Information
From : Jakarta (CGK)
To : Balikpapan (BPN)
Date : 04 Nov 07
No.
From To Departure
Time
Arrival
Time
Flight
Number
Number
of
Stop(s)
1 Jakarta Balikpapan 06:10 09:15 GA 510 0
2 Jakarta Balikpapan 09:30 12:35 GA 512 0
3 Jakarta Balikpapan 11:50 14:55 GA 514 0
4 Jakarta Balikpapan 14:05 17:10 GA 516 0
5 Jakarta Balikpapan 16:00 19:05 GA 518 0
6 Jakarta Balikpapan 17:30 20:35 GA 520 0
7 Jakarta Jogyakarta 06:05 07:05 GA 202 0
Jogyakarta Balikpapan 08:45 11:45 GA 540 0
Flight Schedule Information
From : Jakarta (CGK)
To : Medan (MES)
Date : 11 Nov 07
No. From To Departure
Time
Arrival
Time
Flight
Number
Number of
Stop(s)
1 Jakarta Medan 06:00 08:15 GA 180 0
2 Jakarta Medan 07:25 09:40 GA 182 0
3 Jakarta Medan 09:20 11:35 GA 142 0
4 Jakarta Medan 10:50 13:05 GA 186 0
5 Jakarta Medan 13:55 16:10 GA 146 0
6 Jakarta Medan 14:30 16:45 GA 188 0
7 Jakarta Medan 15:30 17:45 GA 192 0
8 Jakarta Medan 18:10 20:25 GA 194 0
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 115
Contoh Timetable Yang Diterbitkan Dalam Bentuk Buku
(Garuda Indonesia)
From MEDAN (MES) UTC+0700
To Makassar (UPG) UTC+0800
- - 1234567 0950 1600 GA 183 734 CYM 1200 CGK 1250 GA 630 734 CYM
- - 1234567 1230 2050 GA 191 734 CYM 1440 CGK 1740 GA 632 734 CYM
- - 1-3-5-7 1720 *0010 GA 187 734 CYM 1930 CGK 2100 GA 650 734 CYM
To Pontianak (PNK) UTC+0700
- - 1234567 0730 1205 GA 181 734 CYM 0940 CGK 1040 GA 504 735 CYM
- - 1234567 0950 1615 GA 183 734 CYM 1200 CGK 1450 GA 506 735 CYM
ALIDITY TRANSFER CITY
rom To
Days of
service DEP ARR Flight a/c Cl Arr Airport Dep Flight a/c Cl
rom DENPASAR (DPS) UTC+0800
o Adelaide (ADL) UTC+0930
- 1---4--- 2300 *0830 GA 722 330 CYM VIA MEL
1MAR - -----67 2355 *0605 GA 724 330 CYM NONSTOP
o Medan (MES) UTC+0700
6MAR - 1234567 1240 1730 GA 405 D10 CYM 1320 CGK 1520 GA 186 734 CYM
8MAR - --3-5-7 1310 1730 GA 409 734 CIY 1350 CGK 1520 GA 186 734 CYM
- ---4--- 1400 1730 GA 409 744 CYM 1440 CGK 1520 GA 186 734 CYM
o Palembang (PLM) UTC+0700
6MAR - 1234567 0655 1000 GA 401 D10 CYM 0735 CGK 0900 GA112 734 CYM
6MAR - 1234567 1445 1800 GA 407 D10 CYM 1525 CGK 1700 GA118 734 CYM
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 116
From PONTIANAK (PNK) UTC+0700
To Jakarta (JKT) UTC+0700
- - 1234567 0835 1000 CGK GA 501 735 CYM NONSTOP
- - 1234567 1245 1410 CGK GA505 735 CYM NONSTOP
From SOLO (SOC) UTC+0700
To Batam (BTH) UTC+0700
- - 1234567 0855 1330 GA 221 733 CYM 0955 CGK 1200 GA 154 734 CYM
- - 1234567 1325 1640 GA223 734 CYM 1425 CGK 1510 GA 156 734 CYM
To Jayapura (DJJ) UTC+0900
- - 1-3-5-7 0800 *0645 GA 227 733 CYM 1845 CGK 2100 GA650 CYM
To Taipei (TPE) UTC+0800
- - 1234567 0855 2005 GA 221 733 CYM 0955 CGK 1355 GA678 AB6 Y
From YOGYAKARTA (JOG) UTC+0700
To Balikpapan (BPN) UTC+0800
- - 1234567 1125 1340 GA 205 735 CYM 1230 CGK 1035 GA 512 734 CYM
- - ----567 1255 1925 GA 207 735 CYM 1400 CGK 1620 GA 514 734 CYM
To Frankfurt(FRA) UTC+0200
27MAR - -2-4--7 1245 *0730 GA 242 735 CYM 1455 DPS 2035 GA972 744 CIY
1 APR
-
------7 1255 *0730 GA 207 735 CYM 1400 CGK 1630 GA408 D10 CIY
1910 DPS 2035 GA972 744 CYM
- - ---- 5 -- 1735 *0700 GA 421 735 CYM 1840 CGK 2040 GA976 744 CYM
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 117
Dari berbagai bentuk timetable / jadwal penerbangan yang diterbitkan
oleh perusahaan penerbangan baik yang dapat dilihat melalui internet
maupun dalam bentuk buku. Data-data yang tercantum didalamnya
antara lain:
1. Kota awal keberangkatan maupun kota tujuan. Kota-kota tersebut
disusun berdasarkan urutan abjad, dimulai dari A – Z.
2. Masa berlakunya jadwal, sebagai contoh:
�� 31MAR - yang berarti: jadwal tersebut berlaku mulai
tanggal 31 MAR sampai waktu yang tidak ditentukan.
�� - 14APR yang berarti: jadwal tersebut berlaku mulai dari
tanggal yang tidak ditentukan sampai dengan tanggal 14 APR.
�� - - yang berarti: jadwal tersebut berlaku sepanjang
tahun, tidakada batasan waktu.
�� 27MAR -10APR yang berarti: jadwal tersebut berlaku mulai
tanggal 27 MAR sampai dengan tanggal 10 APR.
3. Hari-hari beroperasinya jadwal tersebut. Mulai hari Senin –
Minggu, yang ditunjukan menggunakan angka 1 sampai dengan
7. Sebagai contoh:
�� 1---5-- berarti: penerbangan dilakukan hanya pada hari
Senin dan Jumat, untuk hari-hari yang lain tidak
beroperasi.
�� ------7 berarti: penerbangan dilakukan hanya pada hari
minggu, untuk hari-hari yang lain tidak beroperasi.
�� Tanda (-------) tidak sembarang garis putus, garis tersebut
berjumlah 7 (tujuh) menunjukan jumlah hari.
4. Perkiraan Waktu keberangkatan, menggunakan angka 0-24.
(Sebagai contoh: 1300 untuk menunjukan pukul 1 siang, 20.00
untuk pukul 8 malam, 09.00 untuk pukul 9 pagi).
5. Perkiraan Waktu kedatangan, menggunakan angka 0-24.
(Sebagai contoh: 21.00 untuk menunjukan pukul 9 malam, 09.00
untuk pukul 9 pagi).
6. Nomor penerbangan yang digunakan, seperti:
�� JT 789 untuk route UPG-JKT yang terbang pada jam 08.00
Lion Air,
�� GA 192 untuk route JKT-MES yang terbang pada jam 15.30
sebagai operatornya adalah Garuda.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 118
Cara melihat fare/harga ticket pesawat di internet, juga sangat mudah.
Pertama kali kita buka website dari masing-masing perusahaan
penerbangan yang kita inginkan, pada kesempatan ini kita buka Lion Air.
Setelah masuk dalam website, kita dapat memasukan kota
keberangkatan dan kota tujuan. Serta tanggal keberangkatan yang
dikehendaki. Pada layar monitor terdapat pilihan kita akan melihat
schedule atau fare. Jika kita klik pada pilihan fare, maka akan muncul
pada layar monitor seperti tampilan yang tertera pada lembar berikut.
CHECK FARE
From
To
Departure Arrival
Check»
Route : CGKJOG
Date Departure : 11NOV
CHECK SCHEDULE
Departure................... Arrival
Departure Arrival
Day Month
Submit Reset
No FlightNo Route Departure Arrival
1 JT8904 CGKJOG 11:25 12:25
2 JT 550 CGKJOG 15:55 16:55
3 JT8926 CGKJOG 19:15 20:15
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 119
Domestic Fares
Dibawah ini terdapat tarif penerbangan untuk route JKT-JOG dari
perusahaan penerbangan Lion Air.
DEP ARR Class Adult Child Infant Kurs Operator
JKT JOG C 979000 979000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG D 879000 879000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG I 779000 779000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG Y 699000 699000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG A 649000 649000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG G 609000 609000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG W 569000 569000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG S 529000 529000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG B 489000 489000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG H 459000 459000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG K 429000 429000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG L 399000 399000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG M 369000 369000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG N 339000 339000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG Q 309000 309000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG T 279000 279000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG V 229000 229000 79000 IDR LION AIR
JKT JOG Y 699000 699000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG A 649000 649000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG G 609000 609000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG W 569000 569000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG S 529000 529000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG B 489000 489000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG H 459000 459000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG K 429000 429000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG L 399000 399000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG M 369000 369000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG N 339000 339000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG Q 309000 309000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG T 279000 279000 79000 IDR WINGS AIR
JKT JOG V 229000 229000 79000 IDR WINGS AIR
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 120
*For Domestic flight Fares is Included tax 10% (PPN),IWJR and Fuel Surcharge
Dibawah ini terdapat tarif penerbangan untuk route JOG - JKT dari
perusahaan penerbangan Lion Air.
DEP ARR Class Adult Child Infant Kurs Operator
JOG JKT C 979000 979000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT D 879000 879000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT I 779000 779000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT Y 699000 699000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT A 649000 649000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT G 609000 609000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT W 569000 569000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT S 529000 529000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT B 489000 489000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT H 459000 459000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT K 429000 429000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT L 399000 399000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT M 369000 369000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT N 339000 339000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT Q 309000 309000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT T 279000 279000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT V 229000 229000 79000 IDR LION AIR
JOG JKT Y 699000 699000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT A 649000 649000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT G 609000 609000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT W 569000 569000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT S 529000 529000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT B 489000 489000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT H 459000 459000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT K 429000 429000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT L 399000 399000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT M 369000 369000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT N 339000 339000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT Q 309000 309000 79000 IDR WINGS AIR
JOG JKT T 279000 279000 79000 IDR WINGS AIR
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 121
Dibawah ini terdapat tarif penerbangan untuk route JKT-UPG dari
perusahaan penerbangan Lion Air.
DEP ARR Class Adult Child Infant Kurs Operator
JKT UPG C 2479000 2479000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG D 2079000 2079000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG I 1779000 1779000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG Y 1479000 1479000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG A 1309000 1309000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG G 1179000 1179000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG W 1079000 1079000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG S 989000 989000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG B 909000 909000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG H 829000 829000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG K 759000 759000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG L 689000 689000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG M 619000 619000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG N 559000 559000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG Q 499000 499000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG T 439000 439000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG V 379000 379000 129000 IDR LION AIR
JKT UPG Y 1479000 1479000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG A 1309000 1309000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG G 1179000 1179000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG W 1079000 1079000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG S 989000 989000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG B 909000 909000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG H 829000 829000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG K 759000 759000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG L 689000 689000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG M 619000 619000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG N 559000 559000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG Q 499000 499000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG T 439000 439000 129000 IDR WINGS AIR
JKT UPG V 379000 379000 129000 IDR WINGS AIR
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 122
Dibawah ini terdapat tarif penerbangan untuk route JKT-BPN dari
perusahaan penerbangan Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia Domestic Fares
No. Fare Name Class of
Service Fare
1 EXECUTIVE NORMAL EXECUTIVE Rp. 2.257.000,00
2 EXECUTIVE FREQUENT FLYER GUARANTEE EXECUTIVE Rp. 2.257.000,00
3 ECONOMY NORMAL ECONOMY Rp. 1.193.000,00
4 ECON. FREQUENT FLYER GUARANTEE ECONOMY Rp. 1.193.000,00
5 ECONOMY MODERATE ECONOMY Rp. 1.111.000,00
6 ECONOMY BUDGET ECONOMY Rp. 963.000,00
7 ECONOMY PROMO ONE ECONOMY Rp. 802.000,00
8 ECONOMY PROMO TWO ECONOMY Rp. 707.000,00
9 SPECIAL ECONOMY PROMO ECONOMY Rp. 579.000,00
Return Trip
No. Fare Name Class of
Service Fare
1 EXECUTIVE NORMAL EXECUTIVE Rp. 4.289.000,00
2 EXECUTIVE FREQUENT FLYER GUARANTEE EXECUTIVE Rp. 4.289.000,00
3 ECONOMY NORMAL ECONOMY Rp. 2.267.000,00
4 ECON. FREQUENT FLYER GUARANTEE ECONOMY Rp. 2.267.000,00
5 ECONOMY MODERATE ECONOMY Rp. 2.111.000,00
6 ECONOMY BUDGET ECONOMY Rp. 1.830.000,00
7 ECONOMY PROMO ONE ECONOMY Rp. 1.524.000,00
8 ECONOMY PROMO TWO ECONOMY Rp. 1.344.000,00
From : Jakarta (CGK) To Balikpapan (BPN)
One Way Trip.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 123
Garuda Indonesia Domestic Fares
One Way Trip.
No. Fare Name Class of
Service Fare
1 EXECUTIVE NORMAL EXECUTIVE Rp. 2.288.000,00
2 EXECUTIVE FREQUENT FLYER GUARANTEE EXECUTIVE Rp. 2.288.000,00
3 ECONOMY NORMAL ECONOMY Rp. 1.271.000,00
4 ECON. FREQUENT FLYER GUARANTEE ECONOMY Rp. 1.271.000,00
5 ECONOMY MODERATE ECONOMY Rp. 1.118.000,00
6 ECONOMY BUDGET ECONOMY Rp. 970.000,00
7 ECONOMY PROMO ONE ECONOMY Rp. 860.000,00
8 ECONOMY PROMO TWO ECONOMY Rp. 741.000,00
9 SPECIAL ECONOMY PROMO ECONOMY Rp. 610.000,00
Return Trip
No. Fare Name Class of
Service Fare
1 EXECUTIVE NORMAL EXECUTIVE Rp. 4.348.000,00
2 EXECUTIVE FREQUENT FLYER GUARANTEE EXECUTIVE Rp. 4.348.000,00
3 ECONOMY NORMAL ECONOMY Rp. 2.415.000,00
4 ECON. FREQUENT FLYER GUARANTEE ECONOMY Rp. 2.415.000,00
5 ECONOMY MODERATE ECONOMY Rp. 2.125.000,00
6 ECONOMY BUDGET ECONOMY Rp. 1.843.000,00
7 ECONOMY PROMO ONE ECONOMY Rp. 1.634.000,00
8 ECONOMY PROMO TWO ECONOMY Rp. 1.408.000,00
From : Jakarta (CGK)
To : Medan (MES)
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 124
Three Letter City Code
(Kode kota yang terdiri dari tiga huruf)
Sedangkan untuk nama-nama kota besar di Indonesia maupun di luar
negeri memiliki sandi tersendiri yang sering disebut dengan Three Letter
City Code. Kode-kode kota yang terdapat di bawah ini yang telah
ditetapkan oleh IATA. Kode kota tidak pernah berubah, walaupun nama
kota nya telah mengalami perubahan. Di bawah ini terdapat contoh,
beberapa kota yang telah mengalami perubahan nama. Sedangkan
sandi kotanya tetap, seperti pertamakali ditetapkan. Contohnya adalah
sebagai berikut:
Internasional Domestik
Dulu Saat ini Sandi
kota Dulu Saat ini Sandi
kota
Bombay Mumbay BOM Jogjakarta Yogyakarta JOG
Canton Guangzhou CAN Ujung Pandang Makassar UPG
Leninrat St. Pittersburg LED
Saigon Ho Chi Minh SGN
Three Letter City Code
(Kode kota)
Area 1
Negara Kota Kode
Argentina Buenos Aires BUE
Belize Belize BZE
Bolivia La Paz LPB
Brazil Sao Paulo SAO
Canada Vancouver YVR
Chile Santiago de Chile SCL
Colombia Bogota BOG
Costa Rica San Jose SJO
Cuba Havana HAV
El Salvador San Salvador SAL
Guatemala Guatemala City GUA
Honduras Tegucigalpa TGU
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 125
Negara Kota Kode
Mexico Mexico City MEX
Nicaragua Managua MGA
Panama Panama City PTY
Paraguay Asuncion ASU
Peru Lima LIM
Puerto Rico San Juan SJU
Suriname Paramaribo PBM
Uruguay Montevideo MVD
USA Washington DC WAS
Venezuela Caracas CCS
Area 2:
Europe
Negara Kota Kode
Austria Vienna VIE
Belgium Brussels BRU
Bulgaria Sofia SOF
Denmark Copenhagen CPH
Germany Frankfurt
Denver
Hamburg
FRA
DEN
HAM
Greece Athen ATH
Hungary Budapest BUD
Ireland, Rep. of Dublin DUB
Italy Roma ROM
Latvia Riga RIX
Luxemburg Luxemburg LUX
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 126
Africa,
Negara Kota Kode
Angola Luanda LAD
Botswana Gaborone GBE
Cameroon Yaounde YAO
Comoros Moroni YVA
Djibouti Djibouti JIB
Ethiopia Adis Ababa ADD
Gabon Libreville LBV
Kenya Nairobi NBO
Demokratic Republik Kongo, Brazaville BZV
Libya Tripoli TIP
Malawi Lilongwe LLW
Morocco Casablanca CAS
Netherlands Amsterdam AMS
Norway Oslo OSL
Poland Warsaw WAW
Portugal Lisbon LIS
Romania Bucharest BUH
Russia in Europe (RU) St. Pittersburg LED
Spain Barcelona
Madrid
BCN
MAD
Sweden Stockhlom STO
Switzerland Zurich ZRH
Tunisia Tunis TUN
Turkey Istanbul IST
Ukraine Kiev IEV
United Kingdom Edinburg
London
Manchester
EDI
LON
MAN
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 127
Negara Kota Kode
Mauritius Mauritius MRU
Mauritania Nouakchot NKC
Mozambique Maputo MPM
Namibia Windhoek WDH
Nigeria Lagos LOS
Rwanda Kigali KGL
Senegal Dakkar DKR
Somalia Mogadishu MGQ
South Africa Cape Town
Durban
Johannesburg
CPT
DUR
JNB
Tanzania Dar Es Salaam
Kilimanjaro
DAR
JRO
Zambia Lusaka LUN
Zimbabwe. Harare HRE
Middle East
Negara Kota Kode
Bahrain Bahrain City BAH
Egypt Cairo CAI
Iran Teheran TEH
Iraq Baghdad BGW
Israel Tel Aviv TLV
Jordan Jordania JOD
Kuwait Kuwait City KWI
Lebanon Beirut BEY
Oman Muscat MCT
Qatar Doha DOH
Saudi Arabia Jeddah
Madinah
Riyadh
JED
MED
RUH
Sudan Khartoum KRT
United Arab Emirates Abu Dhabi AUH
Syrian Arab Republic Damascus DAM
Yemen, Republic of Aden ADE
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 128
Area 3:
3.1. South East Asia (SEA)
Negara Kota Kode
Brunei Darussalam Bandar Seri
Begawan
BWN
Cambodia Phnompenh PNH
China (tidak termasuk Hong
Kong dan Macao)
Beijing
Shanghai
BJS
SHA
ChineseTaipe (Taiwan) Taipe TPE
Hong Kong Special
Administrative Region, China
Hong Kong HKG
Indonesia Jakarta JKT
Laos Vientiane VTE
Malaysia Kuala Lumpur
Kuching
KUL
KCH
Myanmar Yangon RGN
Philippines Davao
Manila
DVO
MNL
Singapore Singapore SIN
Thailand Bangkok
Chiang Mai
BKK
CNX
Timor Leste Dilli DIL
Viet Nam Hanoi
Ho Chi Minh City
HAN
SGN
INDONESIA
No. Propinsi Kota Kode
1. NAD Banda Aceh BTJ
2. Sumatera Utara Medan MES
3. Sumatera Barat Padang PDG
4 Jambi Jambi DJB
5 Bengkulu Bengkulu BKS
6 Riau Kepulauan Tanjung Pinang TNJ
7 Bangka Belitung Batam BTH
8 Sumatera Selatan Palembang PLM
9 Lampung Bandar Lampung TKG
10 Jawa Barat Bandung BDO
11 DKI Jakarta Jakarta JKT
12 Jawa Tengah Semarang
Solo
SRG
SOC
13 DI Yogyakarta Yogyakarta JOG
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 129
No. Propinsi Kota Kode
14 Jawa Timur Surabaya SUB
15 Bali Denpasar DPS
16 NTB Mataram AMI
17 NTT Kupang KOE
18 Papua Jayapura DJJ
19 Maluku Ambon AMQ
20 Maluku Utara Ternate TNE
21 Gorontalo Gorontalo GTO
22 Sulawesi Utara Manado MDC
23 Sulawesi Tengah Palu PLW
24 Sulawesi Selatan Makassar UPG
25 Sulawesi Tenggara Kendari KDI
26 Kalimantan Selatan Banjarmasin BDJ
27 Kalimantan Timur Balikpapan
Samarinda
BPN
SRI
28 Kalimantan Tengah Palangkaraya PKY
29 Kalimantan Barat Pontianak PNK
3.2. South Asian Subcontinent (SASC)
Negara Kota Kode
Afghanistan Kabul KBL
Bangladesh Dhaka DAC
India Delhi
Jaipur
Mumbay
DEL
JAI
BOM
Nepal Kathmandhu KTM
Pakistan Islamabad
Karachi
ISB
KHI
Sri Lanka Colombo CMB
3.3. Japan Korea, terdiri dari:
Negara Kota Kode
Japan Osaka
Tokyo
OSA
TYO
Korea Democratic Republic of (KORSEL), Busan
Seoul
PUS
SEL
Korea Republic of (KORUT). Pyong Yang PNY
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 130
3.4. South West Pacific (SWP)
Negara Kota Kode
Australia Adelaide
Brisbane
Canberra
Darwin
Hobart
Melbourne
Perth
Sydney
ADL
BNE
CBR
DRW
HBA
MEL
PER
SYD
Fiji Suva SUV
Nauru Nauru INU
New Caledonia Noumea NOU
New Zealand Aukland
Christchurc
Wellington
AKL
CHC
WLG
Papua New Guinea Port Moresby POM
Samoa Pago-pago PPG
Solomon Islands Honiara HIR
Tonga Nuku Alofa TBU
Kode SSR
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 131
(Special Service Requirement)
Kode untuk permintaan khusus yang tercantum di bawah ini, merupakan
sebagian dari kode yang sering digunakan dan harus diingat oleh
siapapun yang berkecimpung di dunia penerbangan , seperti Travel
Agent.
Kode Keterangan
AGT
Travel Agent
ARR
Arrival= waktu kedatangan pesawat.
ASAP
As Soon As Possible = Harus dilakukan dengan segera
AVML
Asian Vegetarian Meal = Makanan vegetarian untuk orang
Asia
BSCT Baby Basket = Keranjang untuk bayi = tas untuk membawa
bayi
BLND Blind Passenger = Penumpang tuna netra, biasanya jika
bepergian ditemani oleh anjing peliharaannya.
CBBG
Cabin Baggage = Barang bawaan penumpang yang dapat
dibawa masuk kedalam kabin pesawat bersamaan dengan
penumpang.
CHD Children, kode untuk penumpang pesawat dengan usia
anak-anak.
CHML Child Meal = Kode untuk makanan anak-anak.
DBML Diabetic Meal = Makanan khusus untuk peneumpang
pesawat yang menderita penyakit diabetes.
DEP Departure = Waktu keberangkatan pesawat.
DAPO Do All Possible = Lakukan sepenuhnya.
FRAG Fragile Baggage = Barang bawaan penumpang yang
mudah pecah.
EXST Extra Seat = Bangku ekstra yang harus disediakan oleh
pihak airline.
MEDA Medical Case = Wadah obata-obatan.
NOSH No Show = penumpang yang sudah memiliki ticket pesawat,
tetapi tidak melakukan check-in di bandara.
NSSA No Smoking Aisle Seat = Tempat duduk di gang (tidak
dekat jendela) kabin pesawat di area khusus tidak merokok.
NSSW No Smoking Window Seat = Tempat duduk dekat jendela
kabin pesawat di area khusus tidak merokok.
OSI Other Service Information.
PNR Passenger Name Record
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 132
Minimum Connecting Times (MCT)
Minimum connecting time adalah waktu tersingkat yang diperlukan untuk
melakukan perpindahan dari satu penerbangan ke penerbangan yang
lain dalam rangka melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat
terbang. Perpindahan yang dilakukan dapat terjadi antar perusahaan
penerbangan yang sama ataupun dengan perusahaan yang berbeda.
Sebagai contoh:
Internasional Domestik
Route Airline Route Airline
DPS-MEL QF JKT-DPS GA
JKT-SIN SQ JOG-JKT JI
Domestik Domestik
PDG-JKT Air Asia JKT-UPG JI
JKT-DPS 7P DPS-AMI JI
MCT (Minimum Connecting Time), disusun dan diatur oleh Manager
Passenger Services Development IATA di Geneva sesuai dengan
resolusi IATA 765. Apabila perusahaan penerbangan akan mengadakan
perubahan ataupun menerapkan suatu peraturan baru, mereka harus
menghubungi IATA melalui koordinator MCT dan harus sesuai dengan
procedure yang tercantum dalam bab 7 dari IATA Airline Coding
Directory.
Tabel Minimum connecting time terdapat pada buku Official Airline Guide
sekitar halaman 53. Di tabel tersebut mencantumkan waktu yang
digunakan oleh bandara-bandara seluruh negara di dunia, dalam
menerapkan Minimum Connecting Time. Secara umum, minimum
connectning time yang digunakan untuk transfer antar penerbangan
domestik adalah 20 menit. Sedangkan 1 jam untuk kategori-kategori
yang lain seperti antar penerbangan internasional, antara penerbangan
domestik dan internasional.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 133
Cara membaca/menggunakan Minimum Connecting Times
City Interline Online
Jakarta, Indonesia
HLP (Halim)
DOMESTIC
STANDARD
GA
1:00
:45
CGK(Soekarno-
Hatta)
TERMINAL 1
JI, RI, MZ, SJ, KI
DOMESTIC
STANDARD
TERMINAL 2
AF, AI, BI, BR, CI,
CX, CZ, EK, GA,
GF, JL,KE, KL,KU,
LH,MH, MZ, QF, RJ,
SQ, SU, SV, TG, UL
DOMESTIC
STANDARD
GA
INTERNATIONAL
DOMESTIC TO INT’L
GA TO CX
INT’L TO DOMESTIC
CX TO GA
GA (FROM JED,
RUH,DMM, TO SUB)
GA (OTHERS FLTS)
CX
INT’L TO INT’L
ALL TO/FROM GA
QF
BETWEEN
TERMINALS
DOMESTIC
STANDARD
INTERNATIONAL
DOMESTIC TO INT’L
INT’L TO DOMESTIC
BA TO SG
INT’L TO INT’L
1:00
1:00
1:00
1:30
1:10
1:00
2:00
2:00
2:00
2:00
1:30
2:00
:40
4:00
1:00
:50
3
4
1
2
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 134
Keterangan:
1. Minimum Connecting Times
DOMESTIC STANDARD: transfer antar penerbangan Domestic
DOMESTIC TO INT’L: transfer dari penerbangan Domestic ke
Internasional
INT’L TO INT’L: transfer antar penerbangan Internasional
2. Pada contoh ini, standar minimum connecting time dari
penerbangan domestik ke internasional di Jakarta adalah 1 jam.
Kecuali untuk penerbangan domestik dengan Garuda yang akan
melanjutkan dengan Cathay Pacific, memerlukan waktu minimum 1
jam 30 menit.
3. Waktu yang tercantum pada kolom interline, digunakan bagi
penerbangan lanjutan yang dilakukan dengan perusahaan
penerbangan yang berbeda. Misalkan: PDG-JKT dengan Adam Air
dilanjutkan JKT-UPG dengan Lion Air.
4. Waktu yang tercantum pada kolom online, digunakan bagi
penerbangan lanjutan yang dilakukan antar perusahaan
penerbangan yang sama. Misalkan: AMI-SUB dengan Batavia Air
dilanjutkan SUB-UPG juga dengan Batavia Air.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 135
Contoh Print Out yang dihasilkan Computer Reservation System Lion Air
dan diterbitkan oleh travel agent.
1.1 VIVERAWATI/MRS 2.1TRISULO/ADI MR
1 ARNK
2 JT 551T 17AUG F JOGCGK RR2 1725 1825
TKT/TIME LIMIT
1. T- 990 7774 240 505/523 ISSD AT JT SERPONG
PHONES
1. HDQ 021 5388803 FIMDU TRV CO RINI MS
2. HDQ 08129518132 CO WATI MRS
JT FACTS
1. OSI JT FARE YTOW
REMARKS
1. H-X/V/T CLS NON ** REFUND / UPGRADE / REROUTE /
ENDORSE **/ TQ
2. H-ALDI ISSD TIC AT JT SERPONG BY BUDI
RECEIVED FROM – SE/RINI MS
HDQ. HDQ44SE 2152/ 07AUG07 LDBRBO H
Keterangan:
1. Nama-nama penumpang yang akan melakukan perjalanan dengan
menggunakan perusahaan penerbangan Lion Air. ( Pada
kesempatan kali ini ada 2 orang )
2. Arung, yang berarti pembelian ticket dilakukan di JKT, sedangkan
penumpang akan berangkat dari JOG. Dari JKT-JOG, penumpang
menggunakan alat transportasi lain selain pesawat terbang (misalkan
Kereta Api / mobil ataupun bus).
3. Nomor penerbangannya JT 551 dengan kelas T. Berangkat dari
Yogyakarta pada hari jum’at (Friday) tanggal 17 Agustus 2007 pukul
17.25 tiba di Jakarta pukul 18.25, sudah di rekonform utk 2 orang.
4. Nomor ticket untuk 2 penumpang, masing-masing 990 7774 240 505
dan 990 7774 240 523
5. Nomor telp. Travel Agent & nama petugas travel yang menerima
pesanan penumpang.
6. Nomor telephone pemesan ticket, bisa juga no telp penumpang yang
akan berangkat.
10
1
9
7
8
6
5
4
3
2
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 136
7. Ticket dari Lion Air, dengan ekonomi kelas oneway untuk sub class T.
8. Untuk harga T class:
a. Ticket tidak dapat diuangkan kembali (non refund) apabila ticket
tidak jadi digunakan.
b. Tidak dapat dinaikan ke kelas yang lebih tinggi (non upgrade),
sebagai contoh karena masa berlaku ticket sampai dengan 2(dua)
minggu dari tanggal keberangkatan (DOT). Ticket dapat diubah
tanggal keberangkatannya, bila pada tanggal yang dikehendaki
tersebut tidak memiliki kelas yang sesuai . Maka harga ticket
tidak dapat diberi kembalian uang bila kelas berada di bawahnya,
begitu pula sebaliknya. Kita tidak dapat menambahkan uang bila
kelas yang ada berada di atas kelas yang telah kita miliki.
c. Non reroute, ticket ersebut tidak dapat diubah routenya. Sebagai
contoh: Route awal tertera JOG-CGK, tidak dapat diubah menjadi
CGK-JOG.
d. Non endorse, Ticket tidak dapat dipindah ke perusahaan
penerbangan lain.
9. Nama pegawai travel yang memintakan seat ke airline.
10. Kode booking, & tanggal pemesanan ticket.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 137
Contoh Print Out yang dihasilkan Computer Reservation System Adam
Air dan diterbitkan oleh travel agent.
1.1 VIVERAWATI/MRS 2.1WIDYO/SUCIPTOMR
3.1EMI/INDARYANIMRS
1 KI 0222 D TU 27DEC05 CGKMES RR3 0845 1055 CAB Y
2 KI 0227 N FR 30DEC05 MESCGK HK3 1805 2015 CAB Y
01. CTCT CHARLIE TRAVEL 7430309 C/O ASEP
02. CTCB 08129518132 C/O VERA
01 AFX1-1 TKNO 0009112670580
02 AFX2-1 TKNO 0009112670581
03 AFX1-2 TKNO 0009112670582
04 AFX2-2 TKNO 0009112670583
05 AFX1-3 TKNO 0009112670584
06 AFX2-3 TKNO 0009112670585
FARE QUOTE Auto*IDR1499000/ 1100000.00+0.00/399000.00+(SITI
2332.1200)#D3M.#N3D
01 FQ01 *IDR11100000/1100000.00+0.00#D3M(SITI 2332)
02 FQ02 *IDR399000/399000.00+0.00#N3D (SITI 1200)
FQC1 IDR1499000.00/1100000.00+0.00/399000+0.00
FQC2 IDR1499000.00/1100000.00+0.00/399000+0.00
FQC3 IDR1499000.00/1100000.00+0.00/399000+0.00
TOTAL IDR4497000.00
01 FOP MMM IDR4497000.00 24DEC
TICKET ISSUED 0009112670580/01 PTKT1 VIVERAWATI/MRS
TICKET ISSUED 0009112670581/01 PTKT1 VIVERAWATI/MRS
TICKET ISSUED 0009112670582/01 PTKT2 WIDYO/SUCIPTOMR
TICKET ISSUED 0009112670583/01 PTKT2 WIDYO/SUCIPTOMR
TICKET ISSUED 0009112670584/01 PTKT3 EMI/INDARYANIMRS
TICKET ISSUED 0009112670585/01 PTKT3 EMI/INDARYANIMRS
01 RMKS 1 PAX divided to AC2ZE3
JKTKI AC2PYH/JKT276/JKT/KI///IDR/YT23/12/2005 08:29:24
AC2PYH
1
5
7
3
2
4
6
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 138
Keterangan:
1. Nama-nama penumpang yang akan melakukan perjalanan dengan
menggunakan perusahaan penerbangan AdamAir. ( Pada
kesempatan kali ini ada 3 orang )
2. Nomor penerbangannya KI 0222 dengan kelas D. Pada hari selasa
(TUESDAY) tanggal 27DEC05, dari Jakarta / CGK menuju Medan /
MES ticket sudah di rekonform untuk 3 orang (RR3). Berangkat dari
Jakarta pukul 0845 dan akan tiba di Medan diperkirakan pukul 1055,
di pesawat mendapatkan fasilitas pelayanan kelas ekonomi (CAB Y).
3. Nomor telp. Travel Agent & nama petugas travel yang menerima
pesanan penumpang. Serta nomor telephone pemesan ticket, bisa
juga no telp penumpang yang akan berangkat.
4. Nomor ticket untuk 3 penumpang yang akan berangkat.
5. Rincian dari harga ticket, juga total yang harus dibayar.
6. Nomor ticket berikut nama untuk 3 penumpang yang akan berangkat.
7. Kode booking. Berfungsi pada saat hendak melakukan rekonform,
kita cukup menyebutkan 6 karakter huruf tersebut, maka data
penumpang dapat terlihat pada CRS dari Airline maupun Travel
Agent.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 139
Pada contoh kartu reservasi yang terdapat pada lembar berikut, hal-hal
yang harus diperhatikan untuk pengisian kolom-kolomnya adalah
sebagai berikut:
Name of passenger Diisikan nama-nama orang yang akan
bepergian, dilakukan dalam satu kode booking.
Age Usia orang yang akan berangkat, biasanya
untuk usia bayi, anak-anak, maupun manula
yang memungkinkan untuk mendapatkan harga
khusus.
Ticket Number Diisikan nomor ticket, bila ticket sudah diissued.
Flight Number Nomor penerbangan yang akan digunakan.
Class Kelas yang dipilih oleh penumpang
Travel Date Tanggal keberangkatan
Streches Diisikan kota awal keberangkatan – kota tujuan.
Origin- Destination.
Dep. Departure = Waktu keberangkatan pesawat.
Arr. Arrival = Waktu kedatangan pesawat.
Reserv. Status Reservation Status,
Diisikan status dari bookingan tersebut, seperti:
OK, Waiting list.
PNR Passenger Name Record, pada kolom ini dapat
diisi kode booking.
Date Diisikan Tanggal pada saat proses pemesanan.
Inform to Diisikan nama pemesan tiket. Atau kepada
siapa informasi tentang ticket ini harus
ditujukan.
Phone Diisikan nomor telephone pemesan ticket.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata - 140
CONTOH KARTU RESERVASI:
Ticket No.
Flight No Class Travel Streches Dep. Arr. P.N.R.
Date
Name of Passenger (s) Age
9
10
11
12
1
2
3
4
5
6
7
8
Res. Status
DATE:
INFORM TO:
PHONE:
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -141
I. QUESTION & ANSWER
1. Data apa saja yang harus didapat bila seseorang client anda
akan melakukan pemesanan ticket?
2. Apa fungsi dari Airline Timetable?
3. Hal apa saja yang harus dipersiapkan oleh seorang travel counter
pada saat akan memulai suatu kegiatan pemesanan ticket?
4. Sebutkan kata –kata sopan yang harus diucapkan oleh seorang
travel counter yang akan mulai percakapan pada saat menerima
pesanan ticket?
5. Sebutkan kata –kata sopan yang harus diucapkan oleh orang
yang akan mengakhiri percakapan di telephone dan mengakhiri
transaksi pemesanan ticket?
6. Sebutkan masing-masing 3 negara untuk benua: Asia & Eropa
7. Apa yang kalian ketahui tentang ARGA.
8. Jelaskan, apa dan bagaimana SSR itu dapat digunakan.
9. Apa yang dimaksud dengan APT & OAG, dan jelaskan
kegunaannya.
10. Jelaskan secara jelas, organisasi apakah IATA itu, & apa
peranannya dalam dunia penerbangan?
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -142
II- Give the city name for the following IATA 3 – letter codes
III. Give the ITA 3 – letter codes for the following cities:
Code City Name Code City Name
Kupang Bengkulu
Solo Pontianak
Biak Surabaya
Padang Denpasar
Palu Banjarmasin
IV. Fill in the blank
Code City Name Country Area
JKT
WAS
KUL
MEL
BOS
Code City Name Country Area
AMI
SGN
THR
LON
GTO
No. Country IATA
Area
City City Code
1. Canada Ottawa
2. 2 Paris
3. Indonesia Kendari
4. 3 Samarinda
5. Australia DRW
6. Baghdad
7. 2 CPH
8. Italy Milan
9. 1 New York NYC
10. 3 Palangkaraya
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -143
V. There follows below a listing of terminologies currently used by
travel consultants and airlines when dealing with airline
passengers. In the appropriate spaces provided insert the
definition.
Terminology Definition
Infant
Check-in
No Show
Transit
Reroute
Intermediate Point
Destination Point
Return
ETD
Airline
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -144
VI. Untuk menjawab soal no. 1-5 gunakan extract dari OAG yang
terdapat di bawah ini:
From JAKARTA (JKT)
Osaka (OSA)
- - Dly 0725 CGK 1500 HKG CX 714 777 JCDIY 1
1615 HKG 2100 CX 532 330 JCDIY 0
- 256 1830 CGK 2130 KUL MH 722 772 FACDY 0
0125+1 KUL 0910+1 MH 56 330 FACDY 0
- - 1357 1945 CGK 2225 DPS GA 412 D10 CYMLV 0
0130+1 DPS 0930+1 GA 888 330 CYMLV 0
- - Dly 2030 CGK 2300 SIN SQ 165 310 PFAJD 0
0115+1 SIN 0835+1 SQ 982 772 JDYBQ 0
1. Terdapat di Negara manakah kota Osaka tersebut di atas?….
a. Indonesia
b. Jepang
c. Jerman
d. Korea Selatan
e. Korea Utara
2. Berapa kali penerbangan dari Jakarta ke Osaka yang dilakukan pada
hari rabu? ….
a. Satu
b. Dua
c. Tiga
d. Empat
e. Lima
3. Bila seorang penumpang akan menggunakan Singapore Airline dari
JKT ke OSA pada hari jumat, pada hari apakah ia tiba? ….
a. Senin
b. Rabu
c. Kamis
d. Sabtu
e. Minggu
4. Perusahaan penerbangan apakah yang digunakan oleh seorang
penumpang bila ia menginginkan transit di Hong Kong ….
a. Cathay Pacific
b. Malaysian Air
c. Garuda Indonesian Airways
d. Singapore Airlines
e. Japan Airlines
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -145
5. Pukul berapakah (ETD), bila seorang penumpang akan menuju
Osaka dari Jakarta dengan menggunakan Garuda Indonesian
Airways pada hari senin?
a. 07.25
b. 16.15
c. 18.30
d. 19.45
e. 20.30
*********************
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -146
Berkisar pada awal tahun 2000, Indonesia mengalami kemajuan pesat
dibidang transportasi udara. Kemajuan disini ditandai dengan banyak
maskapai penerbangan domestik bermunculan diantaranya Adam Air, Air
Asia, Batavia Air, Lion Air, Sriwijaya Air walaupun ada juga maskapai
penerbangan domestik yang bertumbangan seperti Bouraq Airline,
Sempati Air juga Star Air. Sedangkan yang masih eksis hingga kini yaitu
Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, Mandala Airlines.
Seiring dengan bermunculannya maskapai penerbangan, maka
penumpang yang bepergian menggunakan pesawat juga bertambah.
Maka berlomba-lombalah maskapai penerbangan tersebut untuk menarik
minat penumpang, dengan menawarkan harga semurah mungkin, serta
memangkas pengeluaran yang dianggap tidak terlalu mempengaruhi
biaya operasional mereka. Seperti penumpang tidak lagi mendapat
permen pada saat pesawat akan take-off, juga penumpang hanya
mendapatkan segelas air mineral. Semoga saja, biaya operasional yang
menyangkut keselamatan penumpang tidak dikurangi, sehingga
kenyamanan penumpang tidak terabaikan.
Sebagai seorang yang kelak akan berkecimpung di dunia yang berurusan
dengan perjalanan udara, sebaiknya mengenal lebih dekat dengan seluk
beluk tiket penerbangan. Seperti; macam dan bentuk dari tiket pesawat
yang dikeluarkan oleh masing-masing perusahaan penerbangan,
komponen-komponen yang harus diperhatikan pada saat melakukan
penghitungan harga tiket penerbangan.
Pada mulanya kita mengenal tiket penerbangan berupa paper ticket yang
berbentuk seperti buku, terdapat kolom-kolom untuk menuliskan nama
penumpang, kota keberangkatan & kota tujuan, waktu keberangkatan,
jumlah barang bawaan yang diperkenankan untuk dibawa, serta harga
ticket yang harus dibayarkan oleh penumpang. Untuk mendapatkan
ticket penerbangan tersebut, kita harus menghubungi travel agent. Saat
ini dunia penerbangan sudah mengalami beberapa kemudahan, seperti
penumpang tidak harus datang ke travel agent untuk mendapatkan tiket
perjalanan udara mereka. Pelanggan cukup menghubungi pihak travel
dengan menggunakan telephone, kalau sudah terjadi kesepakatan harga,
tujuan, maskapai penerbangan yang akan digunakan, maka tiket akan
diantar ke rumah.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -147
Dunia penerbangan selalu mengalami inovasi/perubahan dan
mengedepankan kenyamanan pelanggan. Hingga yang terjadi saat ini,
beberapa perusahaan penerbangan seperti Garuda, Air Asia, Mandala
Airlines dan Batavia Air sudah tidak lagi menggunakan paper tiket.
Mereka menggunakan elektronik tiket, sebagai pengganti paper tiket
yang selama ini digunakannya.
Paper Ticket Adam Air (KI)
Pada contoh paper tiket dari Adam Air yang diissued secara
manual/ditulis tangan, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tiket memiliki 1 (satu) flight Coupon, yang berarti hanya
digunakan untuk satu kali melakukan perjalanan
seperti yang tercantum pada contoh yaitu:
Padang- Jakarta.
1 flight Coupon dapat dilihat dari tanda yang
ditunjukan pada cover ticket, disamping tulisan
“Passenger ticket and baggage check” terdapat
satu garis horizontal putih. Juga pada bagian
dalam ticket ditandai dengan adanya kolom
From – To, hanya ada 1 baris.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -148
Masa Berlaku 21 hari dari tanggal keberangakatan.
Kalau kelas ekonomi normal, masa berlakunya
3 bulan. Makin murah harga ticket, maka masa
berlakunya makin singkat.
Bagasi Cuma-Cuma 25 kg
Kode Booking ABOGHC
Kode booking selalu terdiri dari 6 (enam)
karakter huruf. Tidak selamanya menggunakan
huruf semua, kadang terdapat campuran antara
huruf dan angka. Total nya selalu enam
karakter.
Ticket diissued pada tanggal 17 NOV’05
Tanggal
keberangkatan
22 NOV’05 jam 09.00 (Local Time)
No. Penerbangan KI 263
Kelas Q, merupakan sub classes dari NORMAL
ekonomi kelas (Y).
Pada ekonomi kelas memiliki beberapa sub
classes, diantaranya (L,M,N,Q,T,V) berbeda
antara tiap-tiap perusahaan penerbangan.
Fare Calculation Box -
Komponen harga Fare basis, Tax, & Iuran Wajib (IW)
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -149
Paper Ticket Batavia Air (7P)
Pada contoh paper tiket Batavia Air yang diissued secara manual/ditulis
tangan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tiket memiliki : 1 (satu) flight Coupon, dengan route:
DPS-JKT.
Masa Berlaku : 3 hari dari tanggal keberangakatan.
Bagasi Cuma-Cuma : 25 kg
Kode Booking : -
Ticket diissued : pada tanggal 02 APR’05
Tanggal keberangkatan : 06 APR’05 jam 19.00 (Local Time)
No. Penerbangan : 7P 744
Kelas : N3
Fare Calculation Box : terdapat pada bagian kanan bawah dari
kolom ticket.
Komponen harga : Fare basis, Tax, & Iuran Wajib (IW)
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -150
Computerize Paper Ticket Garuda Indonesi (GA)
(diissued dengan menggunakan komputer)
Pada contoh paper tiket Garuda Indonesia yang diissued dengan
komputer, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tiket memiliki : 4 (empat) flight Coupon, dengan route:
JKT -JOG-JKT.
Bagasi Cuma-Cuma : 20 kg, untuk tiap sektor
Kode Booking : L62BWU
Tiket diissued : pada tanggal 07 OCT’03
No. Penerbangan &
Tanggal keberangkatan
: GA 438 JKT-JOG 08 OCT jam 18.00
(Local Time)
GA 435 JOG- JKT 10 OCT jam 13.00
(Local Time)
Kelas : Y/IT/20 (masa berlaku tiket ini 20 hari)
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -151
Paper Ticket Lion Air (JT)
Pada contoh paper tiket Lion Air yang diissued secara manual/ditulis
tangan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tiket memiliki 1 (satu) flight Coupon, dengan route: JOG-JKT.
Masa Berlaku 3 hari dari tanggal keberangakatan.
Bagasi Cuma-Cuma 35 kg
Kode Booking -
Ticket diissued pada tanggal 04 NOV’02
Tanggal keberangkatan 07 NOV’02 jam 16.40 (Local Time)
No. Penerbangan JT 554
Kelas Y
Fare Calculation Box -
Komponen harga Fare basis, Tax, & Iuran Wajib (IW)
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -152
Paper Ticket Merpati Nusantara Airline (MZ)
Pada contoh paper tiket Merpati, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tiket memiliki 1 (satu) flight Coupon, pada bagian dalam tiket
2 (dua) flight Coupon, pada bagian cover tiket
Nomor Ticket 621 4102 787 …..(Bagian dalam ticket)
621 4228 573 569 (pada bagian cover tiket)
Nomor tiket yang berbeda menunjukan bahwa
contoh di atas terdiri dari 2 lembar ticket yang
berbeda.
Fare Calculation Box terdapat pada bagian kanan bawah dari kolom
tcket.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -153
Paper Ticket Sriwijaya Air (SJ)
Pada contoh paper tiket Sriwijaya Air yang diissued secara manual/ditulis
tangan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tiket memiliki 1 (satu) flight Coupon, dengan route: JKT-BDJ.
Masa Berlaku 7 hari dari tanggal keberangakatan.
Bagasi Cuma-Cuma 25 kg
Kode Booking -
Ticket diissued pada tanggal 02 SEP’05
Tanggal
keberangkatan
11 SEP’05 jam 09.10 (Local Time)
No. Penerbangan SJ 172
Kelas T
Fare Calculation Box terdapat pada bagian kiri dari kolom ticket.
Komponen harga Fare basis, Tax, & Iuran Wajib (IW), Fuel
Surcharge.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -154
Paper Ticket Wings Air (IW)
Pada contoh paper tiket Lion Air yang diissued secara manual/ditulis
tangan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tiket memiliki 1 (satu) flight Coupon, dengan route: JKT-JOG.
Masa Berlaku 14 hari terhitung sejak tanggal keberangakatan.
Bagasi Cuma-Cuma 30 kg
Kode Booking -
Ticket diissued pada tanggal 28 APR’06
Tanggal
keberangkatan
04 MAY’06 jam 15.10 (Local Time)
No. Penerbangan JT 172
Kelas T
Fare Calculation Box -
Komponen harga Fare basis, Tax, & Iuran Wajib (IW).
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -155
Setelah mengamati berbagai bentuk paper ticket yang diterbitkan oleh
berbagai perusahaan penerbangan domestik. Dapat diambil kesimpulan,
bahwa dalam penghitungan tarif penerbangan domestik memiliki
komponen-komponen:
AIR FARE
TAX (10 % X Air fare) = ID
FUEL SURCHARGE (IDR. 100.000,) = YQ
+ INSURANCE (IDR 10.000,-/per Flight Coupon) = IW
TOTAL FARE
Keterangan:
AIR FARE
Tiap-tiap perusahaan penerbangan, memiliki air fare tersendiri yang
ditentukan oleh berbagai faktor seperti biaya operasional penerbangan
dari suatu route, memperluas segmentasi pasar, juga untuk menghindari
kerugian yang diakibatkan adanya bangku kosong pada saat pesawat
lepas landas. Berdasarkan Keputusan Menteri Telekomunikasi No. 49
tahun 2002 tentang penetapan “Tarif Batas Atas”. Menyebabkan
perusahaan penerbangan bebas menentukan “Tarif Batas Bawah”,
dengan catatan tetap memperhatikan faktor keselamatan penumpang.
Sebagai contoh pada perusahaan penerbangan Garuda Indonesia yang
merupakan flag carrier bangsa Indonesia, terhitung mulai tanggal 01 MAY
2002 menetapkan harga sub classes yang digunakan untuk membagi
harga ticket penerbangan domestiknya menjadi:
Business Class Economy Class
�� Business normal fare (C) �� Economy Special excursion
fare (Y)
�� Business excursion fare (D) �� Economy frequent flyer fare
(S)
�� Business frequent flyer fare (I) �� Economy moderate fare (M)
�� Economy budget fare (L)
�� Economy exciting fare (N)
Masing-masing sub classes memiliki ketentuan & keterbatasan, yang
berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut mencakup proses pemesanan
tiket, masa berlaku, cancellation fee pada saat pembatalan &
pengubahan jadwal penerbangan, seperti yang terjadi pada:
Business normal fare (C)
a. Fare Basis: COW/CRT
b. Validity: 3 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -156
c. Penalties
�� Reissue / reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
Maksud down selling disini adalah bila penumpang merubah
route maupun jadwal, dengan harga baru yang lebih kecil dari
harga semula. Selisih harga tidak dikembalikan.
�� Refund (Menguangkan kembali harga tiket yang tidak jadi
digunakan)
Sebagai contoh: Pembatalan yang dilakukan dalam waktu
lebih dari 48 jam sebelum waktu keberangkatan, maka
penumpang tidak dikenakanpotongan biaya apapun. Maka
harga tiket akan dikembalikan utuh sebesar harga yang
tercantum pada ticket. (Full- refund). Sebaliknya akan
dikenakan potongan 25% dari harga tiket yang tidak
digunakan, bila pembatalan dilakukan kurang dari 48 jam
sebelum waktu keberangkatan.
�� Tidak ada cancellation fee untuk pembatalan reservasi.
Business excursion fare (D)
a. Fare Basis: DOW/DE1M
b. Validity: 1 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
c. Penalties
�� Reissue / reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
�� Full-refund.
�� Jika pembatalan reservasi dilakukan kurang dari 24 jam
sebelum keberangkatan, dikenakan cancellation fee sebesar
25% dari uang yang sudah dibayarkan.
Business frequent flyer fare (I)
a. Fare Basis: IOW/IRT
b. Validity: 3 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
c. Berlaku bagi pemegang kartu Garuda Frequent Flyer (GFF). GFF
adalah kartu yang diberikan pada penumpang yang menjadi anggota
& sering bepergian dengan menggunakan penerbangan Garuda.
d. Penalties
�� Reissue / reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
�� Full-refund (hanya dikurangi biaya administrasi).
�� Tidak ada cancellation fee untuk pembatalan reservasi.
Economy Special excursion fare (Y)
a. Fare Basis: YOW/YRT
b. Validity: 3 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -157
c. Penalties
�� Reissue / reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
�� Full-Refund
�� Jika pembatalan dilakukan kurang dari 24 jam sebelum
keberangkatan, dikenakan cancellation fee sebesar 25% dari
uang yang sudah dibayarkan.
�� Tidak ada cancellation fee untuk pembatalan reservasi.
Economy frequent flyer fare (S)
a. Fare Basis: SOW/SRT
b. Validity: 3 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
c. Berlaku bagi pemegang kartu Garuda Frequent Flyer (GFF).
d. Penalties
�� Reissue / reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
�� Full-refund (hanya dikurangi biaya administrasi).
�� Tidak ada cancellation fee untuk pembatalan reservasi
Economy moderate fare (M)
a. Fare Basis: MOW/ME2M
b. Validity: 2 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
c. Penalties
�� Reissue / reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
�� Full-Refund
�� Jika pembatalan dilakukan kurang dari 24 jam sebelum
keberangkatan, dikenakan cancellation fee sebesar 25% dari
uang yang sudah dibayarkan.
Economy budget fare (L)
a. Fare Basis: LOW/LE1M
b. Validity: 1 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
c. Penalties
�� Reissue / reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
�� Full-Refund
�� Jika pembatalan dilakukan kurang dari 48 jam sebelum
keberangkatan, dikenakan cancellation fee sebesar 50% dari
uang yang sudah dibayarkan.
Economy exciting fare (N)
a. Fare Basis: NOW/NE7D
b. Validity: 7 hari dari tanggal keberangkatan pertama.
c. Penalties
�� Reissue / reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
�� Full-Refund
�� Jika pembatalan dilakukan kurang dari 48 jam sebelum
keberangkatan, dikenakan cancellation fee sebesar 50% dari
uang yang sudah dibayarkan.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -158
TAX (10 % X Air fare) = ID
Tax, atau sering disebut juga pajak yang besarnya 10 % dari harga dasar
ticket. Jumlah ini nantinya harus disetor ke pemerintah. Tax / pajak ini
pada ticket ditulis dengan kode (ID).
FUEL SURCHARGE (IDR. 100.000,) = YQ
Biaya tambahan untuk bahan bakar, terhitung sejak akhir tahun 2005,
setiap tiket dikenakan biaya tambahan untuk bahan bakar. Biaya
tambahan ini berubah-ubah sesuai harga minyak dunia yang terus
mangalami kenaikan. Pada awalnya Fuel Surcharge sebesar
IDR. 20.000,- berubah menjadi IDR. 40.000,- berubah lagi menjadi
IDR. 80.000,-. Saat ini, mulai tanggal 01 NOV’07 telah mencapai
IDR. 100.000,/flight coupon. Perubahan terjadi karena disesuaikan
dengan harga minyak dunia. Tambahan biaya untuk bahan bakar, jika
pada paper ticket dituliskan dengan kode FS, sedangkan pada elektronik
tiket tertera denagn kode YQ.
INSURANCE (IDR 10.000,-/per Flight Coupon) = IW
Iuran Wajib (IW) dikenakan kepada setiap penumpang (mulai dari bayi
hingga manula) yang akan bepergian dengan menggunakan pesawat
terbang. Besarnya Iuran wajib saat ini IDR.10.000,- untuk tiap flight
coupon terhitung mulai tanggal 01 NOV 2007.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -159
TIKET ELEKTRONIK
Untuk mendapatkan Electronic Ticket yang diterbitkan oleh Air Asia atau
AWAIR, melalui proses sebagai berikut:
Tarif dan jadwal penerbangan dapat dilihat di internet atau dapat kontak
langsung ke call center Air Asia atau AWAIR. Perlu diingat, Air Asia tidak
terbang ke semua kota yang ada di Indonesia. Hanya kota-kota tertentu
yang disinggahi oleh Air Asia. Route maupun kota-kota tersebut adalah:
JKT-DPS-JKT JKT-SOC-JKT JKT-PLM-JKT
JKT-MES-JKT JKT-BPN-JKT
JKT-PDG-JKT JKT-SUB-JKT
Setelah kita sepakat dengan jadwal dan harga, penumpang/pemesan
ticket diminta untuk menyebutkan alamat emailnya. Travel itinerary akan
dikirim melalui email, sedangkan untuk pembayarannya menggunakan
kartu kredit visa. Dapat juga kita membayarnya di Bank, dengan
membawa nomor/kode booking yang telah dibuat oleh pihak Air Asia.
Pemesan harus melunasi pembayaran sesegera mungkin, pihak Air Asia
memberi batasan waktu pembayaran. Bila kita tidak segera membayar,
maka pemesanan tiket kita dianggap batal.
Dalam satu lembar travel itinerary/ electronic ticket yang diterbitkan Air
Asia, dapat memuat lebih dari satu nama penumpang. Pada saat checkin,
penumpang diminta untuk menunjukan kartu identitas dan membawa
print-out dari electronic ticket yang sudah dikirim melalui email. Apabila
kita melakukan pemesanan ticket jauh-jauh hari sebelum waktu
keberangkatan, maka kita akan mendapatkan harga yang lebih murah.
Ticket dapat dipesan 3 (tiga) bulan sebelum waktu keberangkatan,
dengan catatan kita harus rajin menelepone pihak Air Asia agar kita tahu
bila terjadi perubahan jadwal. Harga tidak berubah, karena kita sudah
membayarnya jauh hari sebelumnya. Pada halaman berikut, terdapat
contoh elektronik ticket yang diterbitkan oleh Air Asia.
Hal-hal penting yang harus diperhatikan pada lembar ticket tersebut
antara lain:
�� Kode booking : IIE4EN
�� Nama penumpang yang akan berangkat.
�� Nomor penerbangan QZ7524 dengan route Jakarta –
Padang.
�� Tanggal & waktu keberangkatan: hari minggu 20 NOV 2005
jam 1505.
�� Kelas yang digunakan, karena dapat mempengaruhi harga,
pembatalan,maupun perubahan route.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -160
�� Pada kesempatan kali ini, kelas yang digunakan adalah kelas
”A”, yang memiliki ketentuan: perubahan hanya dapat
dilakukan minimal 48 jam sebelum waktu keberangkatan
dengan membayar sebesar Rp. 135.000,- per sektor per
orang. Juga harus menambah selisih harga tiket, bila kelas
yang sama dengan yang kita miliki sebelumnya tidak tersedia.
Pada dasarnya tidak dapat melakukan penarikan uang yang
telah kita setorkan. Karena tiket dengan kelas ”A” memiliki
jumlah tempat duduk yang terbatas.
Perlu diketahui pula, bila kita bepergian menggunakan Air Asia:
�� Ticket yang sudah kita bayar jauh-jauh hari, akan tidak
berguna jika kita tidak melakukan check-in sesuai waktu yang
tercantum dalam elektronik ticket. Karena ticket akan hangus.
�� Check-in counter telah dibuka 2 jam sebelum waktu
keberangkatan, dan akan ditutup 45 menit sebelum waktu
keberangkatan.
�� Jumlah bagasi Cuma-Cuma yang diperkenankan untuk
dibawa sebesar 15 Kg/penumpang.
�� Pada saat Check-in, kita mendapatkan boarding pass tanpa
nomor tempat duduk.
�� Pada saat boarding, para manula dan anak-anak yang
diperkenankan untuk memasuki cabin pesawat terlebih dulu.
�� Tidak mendapatkan komplimentari berupa minuman ataupun
makanan di atas pesawat.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -161
Contoh Electronic- Ticket Air Asia
VIVERAWATI-travel itinerary
Booking number : IIE4EN
Reservation date : Mon 14 Nov 2005
Guest name(s) : 1. VIVERAWATI 2. ULFA EKO, WARDHANI
Address : PPPG KEJURUAN
SAWANGAN
BOGOR Indonesia
Contact : 628129518132 (tel) 62217407793 (mobile)
Fax : 0251-618252
Email : vivera65@yahoo.com
Flight (s) CGK (ID) – PDG (ID)
Note All times are local
Fare Rules
A FARE :
�� Reservation made with this fare may only be changed 48 hours prior to schedule depature for a
fee of RM50 / THB500 / Rp. 135.000 / MOP110 / RMB 115 / S$30/ PHP760 per guest per
sector, plus any applicable difference in airfare
�� This fare is capacity controlled. Seats offered at this fare are limited and may not be available
on all flights
�� All fares are subject to change until purchased
-------------- MUST KNOW (Harus Diketahui) ------------
�� Check-in and deadlines: Our Check-in counters are open two (2) hours before the scheduled
flight departure time. The counters close forty -five (45) minutes before the scheduled flight
departure time. Check-in deadlines may vary at different airports and for particular flights. It is
your responsibility to ensure that you comply with these deadlines particulars of which will be
available at the time you make your booking.
�� Identity: We will provide carriage only to the Passenger named in the itinerary or Electronic
Ticket. You will be required to produce appropriate identification at check-in.
�� Free baggage Allowance: You may transport free of charge Baggage up to a maximum weight of
15 kg subject to the conditions and limitations contained in our Terms & conditions.
�� No complimentary food & drinks are served onboard.
�� It is important to read all the term & conditions delivered with this travel itinerary including travel
requirements.
flight departure arrival
QZ7524 Jakarta(ID) Padang(ID)
A FARE 1505 Sun 20 Nov 2005 1640 Sun 20 Nov 200
Pricing Payment
fare price Rp 426,880 payment date Mon 14 Nov 2005
taxes Rp 77,000 payment type visa
VAT Rp 46,400 payment amount Rp 550,280
total fare Rp 550,280
total paid Rp 550,280
balance Rp 0
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -162
Contoh Electronic-Ticket Mandala Airlines
M A N D A L A A I R L I N E S
Jl. Tomang Raya Kav. 33-37 Jakarta 11440
Hubungi Call Center 021-567 1555
- INFORMASI ITINERARY -
Tgl. Pemesanan : Thursday, October 04, 2007
Status : Confirmed
Kode Pemesanan : XD8I3U
- PENERBANGAN -
No. Penerbangan : RI-597
Tanggal : Tuesday, October 16, 2007
Berangkat : DPS pada 14:10
Tiba : CGK pada 15:10
Kelas Tarif : P
- KONTAK PENUMPANG -
Dipesan Oleh : Sinta
Alamat : 5388803 Fimdu Tour-Merry
Telepon : -
Hp : -
e-mail : -
- PEMBAYARAN -
Total : 2,358,000 IDR
Belum dibayar : 0 IDR
- PENUMPANG -
Nama : 1. MR. Monang Pasaribu, (Male, Adult)
2, Mrs. Catarina Sinaga (Female, Adult)
3. Miss. Essiana Pasaribu (Female, Adult)
4. Mstr. Christian R Pasaribu (MSTR, CHD-08)
- PERATURAN UMUM MANDALA -
1. Penumpang dapat memulai check-in 2 (dua) jam sebelum keberangkatan sampai
dengan 30 (tiga puluh) menit sebelum keberangkatan.
2. Penumpang harus dapat menunjukan tanda pengenal berfoto
(KTP/SIM/PASSPORT/KIMS/KITAS dll)yang sesuai dengan nama dalam dokumen
pemesanan (Itinerary).
3. Masa berlaku ticket tergantung dari kelas tarif yang dipilih (bervariatif sampai dengan
180 hari).
4. Perubahan atau pembatalan atas permintaan penumpang akan dikenakan biaya
tertentu sesuai dengan kelas ticket yang dimiliki. Pengembalian atau refund, bila ada,
akan dikembalikan dalam bentuk Credit Shell, bukan tunai, yang dapat digunakan
untuk pemesanan berikutnya.
5. Bagasi maksimum yang boleh dibawa tanpa dikenai biaya tergantung dari kelas tarif
yang dipilih.
6. Harga & jadwal penerbangan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan terlebih
dahulu.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -163
Pada contoh electronic ticket yang diterbitkan oleh Mandala Airlines,
secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut:
Dalam satu lembar electronic ticket tersebut dapat mencantumkan
beberapa nama penumpang. Dilakukan untuk satu kali proses
pembookingan.
Sebagai contoh: Seorang sekretaris yang melakukan proses pemesanan
ticket untuk keluarga pimpinan perusahaannya yang akan ke Jakarta
dengan anggota keluarga yang terdiri Ayah, ibu dan dua orang anak
mereka. Jadi dalam satu elektronic ticket mencantumkan nama 4
(empat) orang anggota keluarga tersebut. Seperti contoh di atas.
Hal seperti ini juga berlaku pada electronic ticket yang diterbitkan oleh Air
Asia.
Sedangkan dalam satu lembar elektonik ticket yang dikeluarkan oleh
Garuda Indonesia, hanya dapat mencantumkan 1 (satu) nama
penumpang.
Seperti contoh pada E-Ticket yang terdapat pada lembar berikut, yang
harus kita perhatikan hal-hal seperti:
Kode Booking : QS6ZS4
Nama penumpang : -
No. Tiket : 126 5655284745
Route, Flight Number & waktu
Tanggal keberangkatan : JKT-BPN GA514 30OCT1150
BPN-JKT GA513 04NOV 0850
Bagasi Cuma-Cuma : 20 Kg
Fare Basis & masa berlaku: Y RT dengan masa berlaku ticket = 3 bulan.
Total harga & Komponen : IDR. 2673700
(IDR2267000 + IDR 226700ID (Tax 10 %) + IDR20000( IW) + IDR160000 (FS)
Ketentuan-ketentuan :
�� Pada saat check-in, penumpang diwajibkan untuk memperlihatkan
Kartu identitas yang sesuai dengan nama yang tercantum dalam ETicket.
�� Counter Check-in akan ditutup 45 menit sebelum waktu
keberangkatan. Penumpang sudah ada di ruang tunggu minimal 30
menit sebelum waktu keberangkatan.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -164
Contoh Electronic –Ticket Garuda Indonesia Airways
(E-Ticket Return dengan harga normal untuk orang dewasa)
E-TICKET RECIPT/ ITINERARY
THANK YOU FOR USING GARUDA INDONESIA ELECTRONIC TICKET
THE NAME ON THE IDENTITY CARD MUST MATCH THE NAME OF THE PASSENGER SHOWN
BELOW
PASSENGER NAME : VIVERAWATI/MRS
BOOKING REFERENCE : QS6ZS4/GA A
ELECTRONIC TICKET NUMBER : 126 5655284745
ISSUED BY : 25 OCT07 IDX71XY AGENT: 15063440
KALSTAR NUSANTARA
JAKARTA INDONESIA
30OCT07 1150 JAKARTA CGK GA 514 OK 30OCT-30JAN
1455 BALIKPAPAN BPN ECONOMY 20K
Y RT
04NOV07 0850 BALIKPAPAN BPN GA 513 OK 04NOV-30 JAN
0950 JAKARTA CGK ECONOMY 20K
Y RT
ENDORSEMENT : -
FARE CALC. : JKT GA BPN GA JKT2267000IDR2267000
FARE : IDR2267000
TAXES : IDR 226700ID IDR20000IW IDR160000YQ
TOTAL : IDR2673700
PAYMENT : CASH
YOUR ELECTRONIC TICKET IS STORED IN GARUDA INDONESIA COMPUTER RESERVATIONS
SYSTEM. THIS ELECTRONIC TICKET RECIPT / ITINERARY IS YOURS RECORDS OF YOUR
ELECTRONIC TICKET
YOU SHOULD BE NEED TO SHOW THIS RECEIPT AND IDENTITY CARD AT CHECK- IN
COUNTER AND TO ENTER THE AIRPORT AND/OR TO PROVE RETURN OR ONWARD TRAVEL
TO CUSTOMS AND IMMIGRATION OFFICIALS
NOTICE :
CARRIAGE AND OTHER SERVICES PROVIDED BY THE CARRIER ARE SUBJECT TO THE
CONDITIONS OF CARRIAGE / CONTRACT WHICH ARE HEREBY INCORPORATED BY
REFERENCE, THESE CONDITIONS MAY BE OBTAINED FROM THE ISSUING CARRIER
FARES ARE ISSUED SUBJECT TO CONDITIONS APPLY
CHECK- IN COUNTERS WILL BE CLOSE 45 MINUTES PRIOR TO DEPARTURE
PLEASE BE AT THE BOARDING GATE AT LEAST 30 MINUTES BEFORE YOUR FLIGHT
DEPARTS OR WE WILL LEAVE WITHOUT YOU TO AVOID UNNECESSARY DELAYS
DANGEROUS GOODS
FOR SAFETY REASON. DANGEROUS ARTICLES SUCH AS COMPRESSED GASSES/
FLAMABLE/ NON FLAMABLE/ POISONOUS/ CORROSIVES/ ACIDS/ ALKALIS AND WET CELL
BATTERIES/ ETILOGIC AGENTS/ BACTERIA/ VIRUSES ETC/ EXPLOSIVES
MUNITIONS/FIREWORKS/ FLARES/ RADIO ACTIVE/ OXIDIZING MATERIALS OR OTHER
DANGEROUS GOODS ARTICLE MUST NOT BE CARRIED IN PASSENGERS BAGGAGE.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -165
Contoh Electronic –Ticket Garuda Indonesia Airways
(E-Ticket Return dengan harga promo untuk orang dewasa)
E-TICKET RECIPT/ITINERARY
THANK YOU FOR USING GARUDA INDONESIA ELECTRONIC TICKET THE NAME ON THE
IDENTITY CARD MUST MATCH THE NAME OF THE PASSENGER SHOWN BELOW
PASSENGER NAME : HARUN/ALROSYIDMR
BOOKING REFERENCE : RCKPLQ/GA I
ELECTRONIC TICKET NUMBER : 126 5677382691
ISSUED BY : 31 OCT07 KTKXWXY AGENT: 15062412
AVIA-TOUR JAKARTA INDONESIA
03NOV07 1600 JAKARTA CGK GA0518 OK -10NOV
1905 BALIKPAPAN BPN ECONOMY 20K BE7DPR
04NOV07 0950 BALIKPAPAN BPN GA 515 OK -10NOV
1050 JAKARTA CGK ECONOMY 20K BE7DPR
ENDORSEMENT :NONENDORSE/REROUTEFEEIDR50000/REBOOKING IDR50000
FARE CALC. : JKT GA BPN672000 GA JKT672000IDR1344000
FARE : IDR1344000
TAXES : IDR 134400ID IDR20000IW IDR160000YQ
TOTAL : IDR1658400
PAYMENT : CASH
Dari cuplikan contoh E-Ticket Garuda dengan harga promo di atas dapat
dipahami dengan memperhatikan hal-hal:
Kode Booking : RCKPLQ
Nama penumpang : HARUN/ALROSYIDMR
No. Tiket : 126 5677382691
Route, Flight Number & waktu
Tanggal keberangkatan : JKT-BPN GA518 03NOV 1600
BPN-JKT GA515 04NOV 0950
Bagasi Cuma-Cuma : 20 Kg untuk tiap sektor.
Fare Basis & masa berlaku: BE7DPR= Sub class B promo, masa berlaku 7 hari.
Total harga & Komponen : IDR1658400
(IDR1344000 + IDR 134400ID (Tax 10 %) + IDR20000 (IW) + IDR160000 (FS)
Fuel Surchage masih ditulis IDR 160000 untuk harga return, dikarenakan
penumpang sudah melakukan pelunasan pembayaran pada tanggal 31 OCT07
di AVIA-TOUR JAKARTA.
Pada Sub Class B promo memiliki ketentuan:
NON ENDORSE = Tidak dapat digunakan untuk menggunakan penerbangan
lain.
REROUTE FEE IDR50000 = Dikenakan biaya Rp. 50.000,- bila melakukan
reroute atau perubahan route.
REBOOKING IDR50000 = Dikenakan biaya Rp. 50.000,- bila melakukan
pembookingan ulang, seperti perubahan jadwal.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -166
Contoh Electronic –Ticket Garuda Indonesia Airways
(E-Ticket One-Way dengan harga promo untuk orang dewasa)
E-TICKET RECIPT/ITINERARY
THANK YOU FOR USING GARUDA INDONESIA ELECTRONIC TICKET
THE NAME ON THE IDENTITY CARD MUST MATCH THE NAME OF THE
PASSENGER SHOWN BELOW
PASSENGER NAME : ALI/BINSIKATIMR
BOOKING REFERENCE : RG4X8D/GA M
ELECTRONIC TICKET NUMBER : 126 5677346646
ISSUED BY : 01NOV07 TRX5UXY AGENT: 15061550
GELORA-EQUATORIAL
BALIKPAPAN INDONESIA
04NOV07 0950 BALIKPAPAN BPN GA 515 OK -17NOV
1050 JAKARTA CGK ECONOMY 20K
QEOWPR
ENDORSEMENT : -
FARE CALC. : BPN GA CGK802000IDR802000
FARE : IDR802000
TAXES : IDR 80200ID IDR10000IW IDR100000YQ
TOTAL : IDR992200
PAYMENT : CASH
Dari contoh E-Ticket di atas, dapat kita pahami hal-hal sebagai berikut:
Fuel Surcharge sudah menggunakan Harga Rp. 100.000,- karena ticket
diissued dan dibayarkan pada tanggal 01 NOV 2007.
Iuran wajib dengan harga Rp. 10.000,-
Menggunakan sub class Q promo untuk satu kali perjalanan (One-Way),
dengan masa berlaku 14 hari dari tanggal keberangkatan. Dapat dilihat
dari kode dalam tiket (-17 NOV). Makin lama masa berlaku sebuah ticket,
maka harga yang digunakan semakin mahal.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -167
Contoh Electronic –Ticket Garuda Indonesia Airways
(E-Ticket One-Way dengan harga promo untuk anak-anak usia 8
tahun)
E-TICKET RECIPT/ITINERARY
THANK YOU FOR USING GARUDA INDONESIA ELECTRONIC TICKET
THE NAME ON THE IDENTITY CARD MUST MATCH THE NAME OF THE
PASSENGER SHOWN BELOW
PASSENGER NAME : DHANI/R CHANDRAMSTR-PD01 CH08
BOOKING REFERENCE : RKLMU8/GA I
ELECTRONIC TICKET NUMBER : 126 2103052920
ISSUED BY : 03 NOV07 RHBPNGA AGENT: 95840000
GARUDA INDONESIA
BALIKPAPAN APT INDONESIA
03NOV07 1940 BALIKPAPAN BPN GA 541OK 03NOV-03NOV
2025 JOGJAKARTA JOG ECONOMY 20K
VEOWPR
ENDORSEMENT : NONENDORS /FIXED DATE/ FIXED FLIGHT/NON REFUND
FARE CALC. : BPN GA J0G330000IDR2330000
FARE : IDR330000
TAXES : IDR 33000ID IDR10000IW IDR100000YQ
TOTAL : IDR473000
PAYMENT : CASH
Dari contoh E-Ticket di atas, dapat kita pahami hal-hal sebagai berikut:
Ticket atas nama Dani Chandra, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun.
Dapat dilihat dari kode (DHANI/R CHANDRAMSTR-PD01 CH08)
Ticket diterbitkan di counter sales bandara Sepinggan Airport Balikpapan.
Sub class yang digunakan V class excursion One-Way = Harga Promo.
Sehingga memiliki ketentuan yang sangat ketat, seperti:
NON
ENDORSE
Tidak dapat digunakan untuk menggunakan
penerbangan lain.
FIXED DATE Tanggal keberangkatan yang digunakan adalah tanggal
yang tercantum pada ticket. Tiket dinyatakan hangus,
bila tidak digunakan pada tanggal tersebut.
FIXED
FLIGHT
No. penerbangan yang digunakan harus sesuai seperti
yang tercantum pada ticket.
NON
REFUND
Tidak dapat diuangkan kembali dari harga tiket yang
tidak jadi digunakan pada saat yang sudah ditentukan.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -168
Contoh Invoice
I N V O I C E
NO. : 000654
RO. Date : 25 OCT 2007
Jl. Raya Serpong KM 6 No. 52 Serpong
Payment Methode : CASH
Name No. of Ticket Route Price
MRS. VIVERAWATI
MR. M. YAMIN
QS6ZS4*126 5655284745
QS6ZS4*126 5655284746
JKT BPN JKT/YRT GA
JKT BPN JKT/YRT GA
Rp. 2.673.700
Rp. 2.673.700
Jumlah Rp. 5.357.400
�� Bila pembayaran dalam rupiah, harap menggunakan kurs yang
berlaku pada saat pembayaran
�� Pembayaran denga cheque/giro dianggap sah setelah uang diterima
di rekening kami
�� Semua pembayaran cheque/giro harap atas nama CV. Grafimdu
Jaya
Sinta
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -169
Contoh Invoice Dari Travel Berbeda
IATA ASITA
NPWP : 02.446.515.5/411.000
CH Tour
PT CHARLIE TOUR & TRAVEL
Jl. RE. Martadinata No. 50 Cipayung Ciputat 15411
Telp. (62-21) 7430309 Fax: (62-21) 74703632
e-mail: charlie_travelagent@yahoo.com
To : MRS VERA
Phone: 08129518132
INV. NO : CH-0002243
INV. DATE : 24-12-2005
DUE DATE : 24-12-2005
NAME STRETCH FULL FARE
(IDR) SELLING AMOUNT
MRS. VIVERAWATI
KI – 0009112670580
MRS. VIVERAWATI
KI – 0009112670581
JKT-MES
MES-JKT
1.100.000.00
399.000.00
1.100.000.00
399.000.00
1.100.000.00
399.000.00
#One Million Four Hundred Ninety Nine Thousand Rupiah#
Bank Account a.n :
PT CHARLIE TOUR & TRAVEL
A/C IDR BCA CAB. PONDOK CABE
MUTIARA 88-000-1478-7
* Putih Customer, Merah Akunting,
Kuning Kasir
RECEIVED
( )
TOTAL. 1.499.000.00
PREPARED
( Asep )
Asep
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -170
A. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
Untuk menjawab soal no. 1-3 gunakan extract dari Timetable yang
terdapat di bawah ini:
From MEDAN (MES) UTC+0700
To Jakarta (JKT) UTC+0700
To Makassar (UPG) UTC+0800
--
1234567 0800 CGK 1110 JT 602 737 CDKN NONSTOP
--
1234567 1300 CGK 1610 JT 632 737 CDKN NONSTOP
--
1234567 1800 CGK 2110 JT 634 737 CDKN NONSTOP
--
1 3 5 7 2140 CGK *0050 JT 650 737 CDKN NONSTOP
To Padang (PDG) UTC+0700
--
1234567 0615 CGK 0745 JT 160 737 CDKN NONSTOP
--
1234567 1000 CGK 1130 JT 162 737 CDKN NONSTOP
From MANADO (MDC) UTC+0800
To Jakarta (JKT) UTC+0700
--
1234567 0825 CGK 1000 JT 161 737 CDKN NONSTOP
--
1234567 1210 CGK 1345 JT 163 737 CDKN NONSTOP
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -171
1. Berapakah selisih waktu antara Medan dengan Makassar? …..
a. Satu Jam
b. Dua Jam
c. Tiga Jam
d. Empat Jam
e. Lima Jam
2. Pada hari apakah tidak ada penerbangan dari MES - UPG yang
berangkat pukul 21.40 …..
a. Senin, Selasa, Rabu
b. Selasa, Kamis, Sabtu
c. Rabu, Kamis, Jum’at
d. Jum’at, Sabtu, Minggu
e. Minggu, Senin, Selasa
3. Kode penerbangan yang digunakan untuk rute MES-PDG pada pukul
10.00, adalah…..
a. GA 414
b. GA 428
c. GA 432
d. GA 160
e. GA 162
4. Seluruh perusahaan penerbangan di dunia menjadi anggota dari ...
dengan menggunakan pelayanan yang terstandar untuk jenis
pelayanan di bandara, pesawat, juga untuk kode kota dan perusahaan
penerbangan.
a. Airport International Associate
b. Airline Terminal Group
c. Inter Airline Traffic Area
d. International Air Transport Association
e. Civil Aeronautics Board
5. SJ (Sriwijaya Air) merupakan perusahaan penerbangan domestik dari
negara?
a. Thailand
b. USA
c. Malaysia
d. Singapore
e. Indonesia
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -172
6. Mata uang apakah yang digunakan oleh penumpang untuk
pembayaran ticket BTH-JKT? ….
a. AUD
b. USD
c. IDR
d. MYR
e. SGD
7. Apa nama bandar udara untuk kota Yogyakarta? ….
a. Adi Sumarmo
b. Adi Sucipto
c. Juanda
d. Husein Sastranegara
e. Halim Perdana Kusuma
8. Komponen apa sajakah yang diperlukan untuk penghitungan tarif
penerbangan domestik? ….
a. Fare + PPn + IW + FS
b. Fare + PPn + IW
c. Fare + IW + FS
d. Fare + PPn + FS
e. Fare + PPn
9. Menguangkan kembali harga ticket yang tidak digunakan, disebut? ….
a. PTA
b. Endorsment
c. Re-booking
d. Reroute
e. Refund
10. Berapakah berat bagasi yang diperkenan untuk dibawa penumpang
pada kelas ekonomi sektor domestik dengan garuda ….
a. 10 Kg
b. 20 Kg
c. 30 Kg
d. 40 Kg
e. 50 Kg
11. Apakah kepanjangan dari PNR ….
a. Passenger Name Record
b. Passenger Number of Reservation
c. Passenger Number Record
d. Passenger Name of Reservation
e. Personal Name Record
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -173
12. Penulisan nama bayi pada ticket Sriwijaya Air untuk rute domestik
diletakan pada kolom? ….
a. Remarks
b. Endorsment box
c. Airline Designator
d. Name of Passenger
e. Fare Basis
13. Kupon apa pada airline ticket yang digunakan penumpang untuk
terbang ….
a. Audit Coupon
b. Agent Coupon
c. Flight Coupon
d. Passenger Coupon
e. Cover Coupon
14. Kupon apa pada airline ticket untuk dilaporkan ke BSP ….
a. Audit Coupon
b. Agent Coupon
c. Flight Coupon
d. Passenger Coupon
e. Cover Coupon
15. Merubah route penerbangan sehingga tidak sesuai dengan
kesepakatan awal yang sudah tertera pada ticket, disebut? ….
a. PTA
b. Endorsment
c. Re-booking
d. Reroute
e. Refund
Calculate the lowest fare, for the following Journey:
Use the extract of timetable and domestic fare bellow.
Itinerary: Jakarta– JT- Denpasar – JT – Mataram
Date : JKT – DPS : 25 JUN
DPS-AMI : 29 JUN
Class: Y
Name of Passenger:Yours Name
Ticket: issued and paid for in JKT
Stopovers: At all ticketed points
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -174
ISSUED BY ORIGIN DESTINATION 990 8885 885 504 6
CONJUNCTION TICKET NAME OF PASSENGER DATE AND PLACE OF ISSUE
ORIGINAL
ISSUED
PLACE DATE
VALID UNTIL TICKET
DESIGNATOR
TOUR CODE
X/
O
NOT GOOD FOR PASSAGE FARE
BASIS
ALLOW
KG
CARRIE
R
FLIGHT DATE TIME STATUS
AGENT
FROM
FROM
TO
FARE CALCULATION
TO
TO
FARE EQUIV
TAX
INS TOTAL FARE
FROM OF PAYMENT
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -175
A. Sumber informasi dalam perhitungan tarif ticket penerbangan
Internasional
Adapun sumber-sumber informasi yang berguna dalam penghitungan
tarif penerbangan dikelompokan dalam bentuk:
1. Buku referensi
�� PAT (Passenger Air Tarif)
�� OAG (Official Airline Guide)
2. Asosiasi Industri dan organisasi
�� Airlines / perusahaan penerbangan
�� Travel Agent / Biro perjalanan
�� IATA ( International Air Transport Association)
�� UFTA ( Universal Federation of Travel Agent’s Associations)
�� ASITA (Associations of The Indonesian Tour & Travel
Agencies)
3. Jurnal Industri
�� Daftar tarif penerbangan dari masing-masing perusahaan
penerbangan.
4. Computer Reservation System (CRS)
�� Abacus
�� ARGA
�� Galileo
�� Gabriel
�� INFINI
�� Sabre
Dalam unit ini akan dijabarkan, apa itu buku passenger air tariff (PAT)
dan bagaimana cara membaca dan menggunakannya. Dengan
menggunakan buku PAT kita dapat menghitung tariff secara cepat dan
akurat sesuai keinginan dari klien / penumpang yang akan mengadakan
perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang dari suatu
perusahaan penerbangan reguler dan terjadwal.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -176
Menetapkan harga yang diperoleh dari penghitungan tarif merupakan
suatu hal yang harus dilakukan dengan serius dan teliti disetiap proses
penjualan ticket, pada kesempatan ini adalah penjualan ticket
penerbangan. Kesalahan yang dilakukan pada saat penghitungan harga
akan menyebabkan ticket tidak dapat dipergunakan dan diproses oleh
perusahaan penerbangan. Sehingga menimbulkan ketidak nyamanan
penumpang, dan pada akhirnya denda yang tidak sedikit akan dikenakan
kepada orang yang melakukan proses penghitungan harga.
Melalui pengenalan terhadap isi yang ada pada buku Passenger Air
Tariff, menjadikan anda dapat dengan mudah memahami cara
penggunaannya serta mempermudah proses melengkapi formula
penghitungan tarif penerbangan Internasional langkah demi langkah.
Buku Passenger Air Tariff, merupakan alat & sumber informasi mengenai
peraturan yang digunakan untuk menghitung tarif penerbangan
internasional diterbitkan oleh IATA. Informasi yang terdapat di buku PAT
dibagi menjadi 4 volume, antara lain:
�� Maximum Permitted Mileages
�� General Rule
�� Worldwide Fares
�� Worldwide Fare Rules
Seluruh buku tersebut di atas diterbitkan setiap 4 bulan sekali, kecuali
buku MPM diterbitkan setiap bulan April. Juga buku fare diterbitkan 8 kali
tiap tahunnya, yakni pada bulan: Februari, Maret, Mei, Juni, Agustus,
September, November dan Desember. Buku Passenger Air Tariff (PAT),
General Rules kini tersedia secara on-line pada PAT Website, yaitu:
www.pat.aero
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -177
Hal-hal yang selalu dicantumkan dalam keempat volume buku di atas,
adalah:
1. Daftar perusahaan penerbangan yang berpartisipasi dan
menggunakan PAT pada saat penghitungan tariff penerbangan
internasional secara manual. (Terdapat di sampul muka bagian
dalam). Ketika tarif pada buku PAT ini, digunakan oleh masingmasing
perusahaan penerbangan. Berbagai kondisi yang terjadi
dispesifikasikan oleh perusahaan yang bersangkutan.
2. Daftar isi ( terdapat pada halaman iii sampai dengan vii)
3. Editorial, berisikan informasi umum dan petunjuk / cara
penggunaan buku PAT. Serta perubahan-perubahan / peraturan
terakhir yang terjadi. Sebagai contoh, informasi tentang status
resmi dari suatu tarif yang belum mendapat persetujuan dari
pemerintah. Bagian editorial ini harus dibaca dengan teliti,
sebelum menggunakan bagian utama dari setiap buku.
4. Stop Press, berisikan informasi terkini mengenai perubahan yang
berkaitan dengan penghitungan tarif dan peraturan untuk
diterapkan pada proses penghitungan tarif penerbangan
internasional. Perubahan tersebut diterima penerbit dan
terlambat untuk dimasukan bersamaan dengan edisi normal yang
telah diterbitkan terdahulu. Check terlebih dahulu, ada perubahan
apa di dalam stop press ini. Sebelum menggunakan buku PAT.
5. Tabel Surcharge. (Terdapat pada halaman terakhir dari buku
PAT)
Digunakan untuk menghitung EMS (Excess Mileage Surcharge),
Anda juga bisa mengambil surcharge yang akan digunakan
dengan menerapkan alternative formula yang terdapat dalam box
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -178
disudut kanan paling bawah dari halaman tersebut. Alternative
Formula pada halaman tersebut berbunyi:
ALTERNATIVE FORMULA
Divide the sum of Ticketed Point Mileages by the Maximum Permitted
Mileage. Take the result to 5 decimal places and compare with the table
below to establish surcharge.
If result is: Surcharge fare by:
Over 1.00 but not higher than 1.05 5%
1.05 but not higher than 1.05 10%
1.10 but not higher than 1.15 15%
1.15 but not higher than 1.20 20%
1.20 but not higher than 1.25 25%
1.25 Lowest combination
Sedangkan dalam buku Worldwide Fares, berisikan:
1. Currency Conversion Rates
2. Cara penggunaan buku fares
3. Bagian Fares
4. Add-ons
Dalam buku Worldwide Rules, berisikan:
1. Index tentang peraturan tarif (terdapat pada bagian yang
berwarna orange)
2. WH Fares Rules
Pada buku General Rules, terdapat:
1. Index sesuai urutan abjad
2. Kode Negara
3. Kode nama kota
4. Rules section
5. Carrier’s Special Regulation
6. Ticketed Point Mileages
7. Tarif untuk Round the World
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -179
Buku Maximum Permitted Mileage, berisikan:
1. Cara menggunakan buku MPM
2. Bagian MPM itu sendiri
Di bawah ini terdapat bagian dari Passenger Air Tariff - Worldwide Fares,
yang menggambarkan fares /tarif penerbangan dengan route London /
UK – Seoul / Korea Selatan.
FARE
TYPE
CAR
CDE
HEADLINE
CITY
CURRENCY
NUC RULES
GI MPM &
ROUTING
LONDON (LON)
United Kingdom POUND STERLING (GBP)
To LAS VEGAS (LAS) AT 6351
WX1 UA 929 1431.85 N0650 AT 0007
J2R UA 6729 9596.58 N0611 AT 0007
To SEOUL (SEL)
AP 11748
EH 8944
TS 8352
YYY
Y2
CCFFF
YEE6M
KE
BA
1839
3347
2029
683
2376
4324
3802
6920
4109
1605
2988.18
5438.52
3296.91
1109.80
3860.75
7026.05
6177.85
11244.28
6676.69
2607.95
E032
Y077
EH TS
EH TS
AP
EH TS
EH TS
EH TS
EH TS
EH TS
AP
EH TS
Keterangan:
1 Dari Kota asal (London di United Kingdom) dan ke kota tujuan
Seoul di Korea Selatan (From /To)
2 Jenis kelas Y, C, F, Y2 (Ekonomi kelas secondary normal fare),
YEE6M (Ekonomi kelas dengan Excursion fare berlaku untuk 6
bulan). Ada huruf / angka yang cetak tipis (untuk harga sekali
jalan – oneway, & cetak tebal memiliki arti harga pulang pergi –
return).
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -180
3 Kode penerbangan/ carrier code (KE untuk Korean Air,
sedangkan BA untuk British Airways, UA untuk United Air)
4 Mata uang negara asal keberangkatan. Mata uang negara United
Kingdom / Inggris adalah POUND STERLING (dengan kode mata
uangnya: GBP).
5 NUC / Neutral Unit of Construction. Mata uang netral yang
berlaku di semua negara. Mata uang ini akan dikonversikan ke
mata uang negara keberangkatan sesuai nilai mata uang yang
berlaku saat itu. Biasanya route yang dilalui pada saat
perjalanan, melewati kota dibeberapa negara. Untuk
mempermudah dalam melakukan penghitungan, IATA
menerbitkan harga dalam mata uang yang netral.
6 Rules/Aturan/ketentuan. Rules ini dapat dilihat pada buku
Worldwide Rules yang seluruh halamannya berwarna oranye,
berisikan tentang Fares rules disusun secara alfabetical dari C255
– Z038. Pada kolom di atas terdapat rules dengan kode :
E032 yang berisikan: First, Business Class fares antara Area 3
dan Solomon Islands. Tentang aplikasi, harga discount untuk bayi
dan anak-anak, serta bagaimana cara penghitungan harga dan
mengkombinasikannya.
Y077 yang berisikan: Excursion Fares from Europe to Japan,
Korea via EH, FE, RU, TS. Tentang Aplikasi, Minimum stay,
maximum stay, stopover, Transfer serta harga diskon untuk bayi
dan anak.
7 Route reference adalah Nomor referensi dari suatu route yang
diterbitkan IATA dalam Routing Section.
8 MPM / Maximum Permitted Mileage. Merupakan jarak yang
diperkenankan untuk ditempuh dari kota keberangkatan sampai
kota tujuan, sesuai dengan Global Indicatornya.
9 Global Indicator. Dua (2) huruf yang dijadikan indikasi (tanda)
Arah Perjalanan, juga untuk menentukan jenis tariff yang
digunakan.
10 Fares sesuai mata uang negara asal keberangkatan
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -181
MPM (Maximum Permitted Mileage) Book
MPM book terbit tiap tahun pada bulan April. Pada buku
MPM,mencantumkan MPM (Jarak maksimum) yang tidak
terdapat pada buku Passenger Air Tariff
CONTOH Tabel dari MPM Book.
Keterangan:
1. Kota awal keberangkatan (Origin) & Kota Tujuan (Destination),
kota-kota tersebut dituliskan berurutan sesuai urutan abjad.
2. Kode negara dari kota origin dan kode negara kota tujuan
BETWEEN / AND MPM GI BETWEEN / AND MPM GI
Amsterdam NL Jakarta ID
Brasillia BR 6825 AT Kuching MY 703 EH
Denver US 5817 AT Las Vegas US 15549 AT
Chiang Mai TH 14251 AP Las Vegas US 10988 PA
Chiang Mai TH 7947 EH Leeds GB 15811 AP
Chiang Mai TH 1597 TS Leeds GB 9316 EH
Jayapura ID 17276 AP Leeds GB 11888 TS
Jayapura ID 11628 EH Miami US 14422 AT
Jayapura ID 13118 TS Miami US 13210 PA
Banjarmasin ID London GB
Barcelona ES 16131 AP Aberdeen GB 399 EH
Barcelona ES 9385 EH Singapore SG 6748 EH
Barcelona ES 11848 TS Washington
DC
US 3672 AT
Venice IT 9078 EH
Venice IT 11158 TS Nagasaki JP
Venice IT 16023 AP Venice
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -182
Cara membacanya dimulai dari kota yang memiliki cetak tebal (bold) juga
merupakan kota keberangkatan menuju ke kota lain yang merupakan
kota tujuan (destination point). Untuk menentukan MPM, yang harus
diperhatikan juga adalah Global Indicatornya.
Contoh: LON-AMS- WAS
Untuk route di atas MPM nya adalah LON-WAS = 3672, dengan kata lain
untuk menempuh route London – Washington jarak yang diperkenankan
adalah 3672. Route ini menggunakan Global Indicator AT, karena
menyeberangi lautan Atlantik.
OAG (Official Airline Guide)
Salah satu buku referensi yang digunakan untuk melakukan
penghitungan tariff Penerbangan Internasional adalah OAG (Official
Airline Guide). Kegunaan OAG sama dengan timetable dalam
penerbangan domestik, yakni untuk mengetahui waktu kedatangan dan
keberangkatan dari masing-masing maskapai penerbangan. Yang
membedakan pada buku OAG dengan timetable yang dikeluarkan oleh
masing-masing perusahaan penerbangan adalah terdapatnya seluruh
jadwal penerbangan bagi maskapai penerbangan yang menjadi anggota
IATA, sebagian besar perusahaan penerbangan yang menjadi anggota
IATA memasang jadwal penerbangan mereka pada buku OAG.
Official Airline Guide berisikan:
A. Merencanakan Penerbangan Anda (Planning Your Flight).
�� Bagaimana cara memahami/ menggunakan jadwal penerbangan
yang tercantum dalam OAG.
�� Jadwal Penerbangan dari satu kota ke kota lain di dunia.
�� Airline Feature section
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -183
B. Informasi-informasi yang diperlukan pada saat anda memilih
penerbangan (Information to help you choose your flight).
�� Kode Penerbangan ( contoh: Japan Airlines = JL, Garuda
Indonesia = GA, Singapore Airlines = SQ)
�� Kode penerbangan untuk perusahaan penerbangan yang
melakukan kerjasama dengan sesamanya dalam jalur
penerbangan.
�� Nomor kode penerbangan (Contoh: Garuda Indonesia = 126,
Singapore Airlines = 618, Japan Airlines = 131)
�� Country Code ( kode negara)
�� City/airport code (kode kota)
�� Minimum Connecting Time (Waktu terpendek yang diperlukan
untuk melakukan penerbangan lanjutan).
�� Flight Routing (Route penerbangan yang ditempuh oleh
masing-masing perusahaan penerbangan).
C. Referensi (Reference).
�� Nama & alamat Perusahaan penerbangan di dunia.
�� Nomer telephone bebas pulsa untuk perusahaan penerbangan di
Amerika
�� Kalender
�� International Time Calculator
�� Kantor OAG dan General Sales Agentnya.
�� Customer services & bagaimana cara memasang iklan di OAG.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -184
Cara memahami OAG:
freq Validity Depart Arrive flight Stop Equip Cabin
Singapore SIN 9524 mls/ 15324km GMT +8
SIN- Changi
������������S 2Apr – 3 May 0900 LGA 2355+1 SIN1 UA881 2 �� FCY
UA 881 Equipment 319-ORD-744
MTWTFS�� From 12 Dec 0900 LGA 2355+1 SIN1 UA881 2 �� FCY
UA 881 Equipment 320-ORD-744
M��W��F��S Until 8 Dec 2120 JFK1 0635+2 SIN2 SQ23 1 744 FCY
Connections Depart Arrive flight
MTWTFSS 1145 JFK7 1550+1 NRT1 ��NH7001 0 D10 FCY
1735+1 NRT1 2355+1 SIN1 ��NH7051 0 744 FCY
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -185
Nomor Keterangan
1 Waktu keberangkatan & Kedatangan (waktu yang tercantum
merupakan waktu di kota setempat)
2 Hari-hari beroperasinya suatu penerbangan,
Pada kesempatan kali ini, nama-nama hari menggunakan huruf
awal, contoh: M untuk Monday = senin.
3 Masa berlakunya jadwal tersebut.
Untuk contoh di atas:
�� Hanya beroperasi pada hari minggu berlangsung dari
tanggal 2 APR – 3 MAY.
�� Jadwal tidak beroperasi pada hari minggu, mulai tanggal
12 DEC.
�� Jadwal hanya beroperasi pada hari Senin, Rabu, jumat
& minggu sampai tanggal 08 DEC.
4 Penerbangan yang dilakukan mengalami transfer connection,
yang berarti penumpang mengalami pindah dari satu nomor
penerbangan ke nomor penerbangan yang lain.
5 Direct Flight. Penerbangan langsung dari kota keberangkatan
menuju kota tujuan. Pada penerbangan ini penumpang tidak
mengalami pindah ke nomor penerbangan lain.
6 Menandakan bahwa waktu yang tertera tersebut, merupakan
satu hari berikutnya dari waktu keberangkatan.
7 Kode bandara keberangkatan,
LGA, bandara La Guardia di New York US
JFK 1 berarti pesawat berangkat dari Jhon F Kennedy Airport di
New York, US pada terminal 1.
NRT, Bandara Narita di Tokyo Japan.
8 Penjelasan dari type aircraft yang digunakan, pada contoh di
atas United Airline menggunakan Airbus 320, ataupun jenis
Boing 747 seri 400.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -186
9 Nomor penerbangan Singapore Airline (SQ 23)
10 Kode sharing pesawat untuk route Penerbangan ini.
11 Memiliki 1 X stopover
12 Type / jenis pesawat yang digunakan, pada contoh kali ini jenis
pesawatnya adalah Mc Donald Douglass untuk DC 10 serta
744 untuk Boing 747 seri 400.
13 SuatuSimbole yang penjelasannya terdapat pada no. 8
14 Kelas yang ada pada penerbangan ini adalah First Class (F),
Business Class, serta Economy Class (Y)
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -187
Beberapa contoh IATA terminology yang diambil dari general rules
(Abbreviations and Definitions) pada buku Passenger Air Tariff:
Istilah Definisi
Accompanied Ketika menggunakan harga anak & bayi, harus
ditemani oleh orang dewasa yang membayar
penuh sesuai tarif yang berlaku.
Add-on Sejumlah harga yang hanya digunakan untuk
menghitung tarif pada route langsung dari kota di
Internasional ke kota domestik suatu negara.
Juga untuk menghitung MPM nya.
Adult Seseorang yang telah berusia di atas 12 tahun.
Allowance,
free baggage
Jumlah tertentu dari bawaan penumpang yang
tidak dipungut biaya oleh suatu airline, tiap-tiap
airline memiliki kebijakan sendiri dalam
menentukan besaran untuk bagasi cumacumanya.
Applicable
Fare
The normal or special fare to be applied by taking
into account all conditions relating to the
passenger and his/her travel.
Baggage Tag Sebuah dokumen yang diterbitkan oleh suatu
perusahaan penerbangan untuk memberi tanda
dari bagasi penumpang. Juga untuk memberi
tanda tertentu (apakah benda tersebut termasuk
dalam kategori benda pecah belah) dari bagasi
tersebut. Diberi nomor, sesuai dengan nomor
yang ditempelkan pada ticket penumpang.
Boarding
pass
Kartu yang diberikan kepada penumpang sebelum
naik pesawat, Penumpang yang memegang
boarding pass berarti proses check –in telah
selesai dilakukan dan siap untuk naik pesawat
sesuai dengan kelas, kompartemen dan nomor
tempat duduk.
Child Seseorang yang telah berusia dua tahun sampai
dengan dua belas tahun.
Circle T rip Suatu bentuk perjalanan pulang-pergi yang
memiliki 2 fare component, dimana harga
berangkat dan harga pulang memiliki nominal
yang berbeda.
Conjuction
Ticket
Dua tiket atau lebih antar keduanya saling
berhubungan dan merupakan satu kontrak
pengangkutan bagi penumpang.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -188
Destination Kota terakhir, biasanya yang paling jauh yang
dikunjungi oleh penumpang.
Direct Flight Penerbangan antara dua kota yang akan
dikunjungi, tanpa harus melakukan suatu
pemberhentian diantara kedua kota tersebut.
Fare Jumlah biaya yang dibebankan oleh pengangkut
bagi penumpang dan barang bawaannya yang
diterbitkan secara umum kepada publik
berdasrkan jenis kelas yang tertera.
Flight coupon Kupon atau bagian ticket yang berisi semua
informasi reservasi dan nama penumpang.
Dengan kupon ini seorang penumpang dapat
diterima untuk terbang.
Fare
Construction
Points
Kota yang digunakan sebagai dasar penghitungan
harga. Biasa disebut juga fare break point.
Global
Indicator
Kode yang terdiri dari dua huruf yang dipakai
untuk menentukan arah perjalanan dan sekaligus
menentukan tariff perjalanan.
Go-show Penumpang yang belum memiliki pembukuan
sebelumnya dan bermaksud untuk pergi
menggunakan pesawat dengan datang langsung
ke bandara.
Infant Seseorang yang berusia 0-24 bulan
IATA ROE
(Rate Of
Exchange)
Nilai tukar mata uang setiap negara yang
dikeluarkan IATA empat kali dalam setahun:
Januari, April, Juli, Oktober
Maximum
Permitted
Mileage
(MPM)
Batas jarak mil tertinggi/terjauh yang dapat
diterbangi penumpang dengan harga yang
ditentukan/dia pilih sesuai dengan kelas yang
ditentukan.
No-show Penupang yang telah memiliki pembukuan dalam
sebuah penerbangan yang tidak menggunakan
pelayanan yang telah dipesannya atau kehilangan
penerbangan lanjutannya
Passenger Setiap orang kecuali krew penerbangan yang
diangkut dalam sebuah penerbangan
Passenger
Name Record
Catatan bagi penumpang sesuai dengan
penerbangan yang diinginkannya yang
didalamnya berisi informasi yang memungkinkan
untuk diolah menjadi sebuah pembukuan.
Ticketing
time limit
Batas waktu dimana penumpang harus
mengkonfirmasikan pemesanan ticketnya pada
airline yang bersangkutan.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -189
IATA membagi wilayah dunia menjadi 3 wilayah, yaitu: Area 1, Area2 dan
Area 3 dan sering disebut juga dengan TC 1, TC 2, dan TC 3.
Pembagian wilayah tersebut berdasarkan penerapan dari airfare dan
ketentuan-ketentuan IATA.
Area 1 (TC1) meliputi:
�� Seluruh negara di Utara dan Selatan benua Amerika serta
pulau-pulau yang berdekatan dengan benua Amerika.
�� Central Amerika
�� Greenland
�� Bermuda
�� West Indies dan pulau-pulau di laut karibia.
�� Kepulauan Hawaii termasuk Midway dan Palmyra.
Area 2 (TC2) meliputi:
�� Seluruh negara yang terdapat di benua Eropa serta pulaupulau
yang berdekatan dengan benua Eropa.
�� Sebagian dari negara-negara Federasi Rusia di sebelah barat
pegunungan Ural.
�� Islandia
�� Azores
�� Seluruh negara di Afrika dan kepulauan yang berdekatan
dengan benua Afrika.
�� Sebagian negara-negara di Asia yang terdapat di sebelah
barat pegunungan Ural. Termasuk juga Iran.
Area 3 (TC3) meliputi:
�� Seluruh negara-negara di Asia termasuk pulau-pulau yang
berdekatan dengan benua Asia, kecuali negara yang termasuk
pada area 2 (dua).
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -190
�� Sebagian negara-negara federasi Rusia di sebelah timur
pegunungan Ural.
�� Sreluruh kepulauan di India Selatan, Australia dan Selandia
Baru.
�� Kepulauan di lautan Pacific, kecuali yang sudah termasuk
dalam Area 1.
Pada pembagian wilayah dunia, kita juga sering mengenal dengan istilah
Western Hemisphere (WH), serta Eastern Hemisphere (EH). Negaranegara
yang termasuk dalam wilayah tersebut adalah:
Western Hemisphere (WH) Eastern Hemisphere (EH)
Seluruh negara di Area 1 (TC1),
meliputi:
�� Amerika Utara
�� Central America
�� Amerika Selatan
Seluruh negara di Area 2 dan
Area 3 (TC2) dan TC 3, meliputi:
�� Negara-negara di Eropa,
Afrika, Asia, Australia
dan Selandia Baru.
Sub-Area
Area 1
1.1. North America (Canada, USA, Mexico,)
1.2. Central America (Belize, Costa Rica, El Salvador, Guatemala,
Honduras, Nicaragua)
1.3. Caribbean Area (Bahamas, Bermuda, Caribbean Islands*, Guyana,
French Guiana, Suriname)
1.4. South America ( Argentina, Bolivia, Brazil, Chile, Colombia,
Ecuador, French Guiana, Guyana, Panama, Paraguay, Peru,
Suriname, Uruguay, Venezuela)
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -191
Yang termasuk dalam *Caribbean Island antara lain: (Anguilla, Antigua
dan Barbuda, Aruba, Barbados, Cayman Islands, Cuba, Dominica,
Dominican Republik, Grenada, Guadeloupe, Haiti, Jamaica, Martinique,
Montserrat, Netherlands Antilles, St Kitts dan Nevis, St. Lucia, St. Vincent
, Trinidad dan Tobago, Virgin Islands.
By Atlantic Subdevisions:
a. North Atlantic (Canada, Greenland, Mexico, USA termasuk
Alaska, Hawaii, Puerto Rico, dan US Virgin Islands)
b. Mid Atlantic ( Caribbean Area, Central America, South America
kecuali Argentina, Brazil, Chile, Paraguay, Uruguay)
c. South Atlantic, hanya negara-negara ABCPU ( Argentina, Brazil,
Chile, Paraguay dan Uruguay)
Area 2:
2.1. Europe
Albania
Algeriua
Andorra
Armenia
Austria
Azerbaijan
Belarus
Belgium
Bosnia Herzegovina
Bulgaria
Croatia
Cyprus
Czech Republik
Denmark
Georgia
Germany
Gibraltar
Greece
Hungary
Iceland
Ireland, Rep. of
Italy
Latvia
Liechtenstein
Lithuania
Luxemburg
Macedonia
Malta
Norway
Poland
Portugal
Madeira
Romania
Russia in Europe (RU)
San Marino
Serbia & Montenegro
Slovakia
Slovenia
Spain
Sweden
Switzerland
Tunisia
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -192
Estonia
Faroe Islands
Finland
France
Moldova, Rep. of
Monaco
Morocco
Netherlands
Turkey
Ukraine
United Kingdom
Di Eropa juga terkenal dengan sub groupenya seperti, Scandinavia
yang terdiri dari negara: (Denmark, Norway dan Sweden)
2.2. Africa, terbagi lagi dalam:
�� Central Africa, terdiri dari: Malawi, Zambia, Zimbabwe.
�� Eastern Africa, terdiri dari: Burundi, Djibouti, Eritrea,
Ethiopia, Kenya, Rwanda, Somalia, Tanzania, Uganda.
�� Southern Africa, terdiri dari: Botswana, Lesotho,
Mozambique, South Africa, Namibia, Swaziland.
�� Libya, hanya terdiri dari: Libyan Arab Jamahiriya.
�� Indian Ocean Islands, terdiri dari: Comoros, Madagascar,
Mauritius, Mayotte, Reunion, Seychelles.
�� Western Africa, terdiri dari: Angola, Benin, Burkina Faso,
Cameroon, Cape Verde, Central African Republic, Chad,
Cote d’ Ivoire (Pantai gading), Demokratic Republik Kongo,
Gabon, Gambia, Ghana, Gunea, Bissau, Liberia, Mali,
Mauritania, Niger, Nigeria, Senegal, Sierra Leone, Togo.
2.3. Middle East
Bahrain
Egypt
Iran
Iraq
Israel
Jordan
Kuwait
Lebanon
Oman
Qatar
Saudi Arabia
Sudan
United Arab Emirates
Syrian Arab Republic
Yemen, Republic of
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -193
Area 3:
3.1. South East Asia (SEA)
Brunei Darussalam
Cambodia
China (tidak termasuk Hong Kong
dan Macao)
ChineseTaipe (Taiwan)
Christmas Island
Cocos Islands
Guam
Hong Kong Special Administrative
Region, China
Indonesia
Kazakhstan
Kyrgyzstan
Laos
Macao Special Administrative Region,
China
Malaysia
Marshall Islands
Micronesia
Mongolia
Myanmar
Northern Mariana Islands
Palau
Philippines
Rusia in Asia (XU)
Singapore
Tajikistan
Thailand
Timor Leste
Turkmenistan
Uzbekistan
Viet Nam
3.2. South Asian Subcontinent (SASC)
Afghanistan
Bangladesh
Bhutan
India
Maldives
Nepal
Pakistan
Sri Lanka
3.3. Japan Korea, terdiri dari: Japan, Korea Democratic Republic of
(KORSEL), Korea Republic of (KORUT).
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -194
3.4. South West Pacific (SWP)
American Samoa
Australia
Cook Islands
Fiji
French Polinesia
Kiribati
Nauru
New Caledonia
New Zealand
Niue
Papua New Guinea
Samoa
Solomon Islands
Tonga
Tuvalu
Vanuatu
Wallis & Futuna Islands
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -195
PEMBAGIAN WILAYAH DUNIA BERDASARKAN IATA
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -196
Area 1
Seluruh benua Amerika
mulai dari utara sampai
selatan.
Greenland, Bermuda,
pulau di caribbean serta
kepulauan Hawaii,
termasuk juga Midway
dan Palmyra
Area 2
Seluruh negara yang
terdapat di benua Eropa
termasuk juga negara
Rusia yang terdapat di
Eropa.
Juga seluruh negara yang
terdapat di benua Afrika.
Termasuk sebagian negara
yang terdapat di benua
Asia, sebelah barat
pegunungan Ural.
Area 3
Seluruh negara di benua
Asia, diluar wilayah yang
sudah termasuk pada
Area 2.
Seluruh kepulauan di
lautan pacific, selain
wilayah yang sudah
termasuk pada Area 1.
Kota-kota di benua
Australia serta New
Zealand.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -197
ialah dua (2) huruf yang dijadikan indikasi (tanda) Arah Perjalanan, juga
untuk menentukan jenis tariff yang digunakan. Global Indicator antara
lain: AT, PA, AP, FE, TS, RU, WH, EH.PN, SA
Global Indicator diterapkan, selain menggunakan jarak terpendek
tergantung pula dari perusahaan penerbangan yang dipilih oleh
penumpang, sebagai contoh: Perusahaan Penerbangan dari negara di
Eropa, seperti Air France (AF)merupakan perusahaan penerbangan
Perancis. Bila akan ke Amerika ia selalu singgah terlebih dahulu disalah
satu kota negaranya seperti Paris.
Global Indicator yang tertera di bawah ini, bila perjalanan yang dilakukan
melalui lautan Atlantic, Pacific.
Perjalanan yang dilakukan antara kota-kota di Area 1 dan kota-kota
di area 2 dan 3 melalui samudra / lautan Atlantic.
Contoh : LON-BOS (London Area 2 , Boston Area 1)
RIO-DKR (Rio de Janeiro TC1, Dakar Area2)
Perjalanan yang dilakukan, melalui lautan Atlantic maupun lautan
Pacific (Via Area 1)
Contoh : MNL-SFO-AMS (Area 3 – Area 1 – Area 2)
JKT-LAX-LON (Area 3 – Area 1 – Area 2)
Perjalanan antara kota-kota di Area 1 dan kota-kota yang terletak di
Area 2 dan 3 (tetapi tidak melaui Siberia).
Contoh: HKG-LAX (HongKong Area 3 , Los Angles Area 1)
SIN-YMQ (Singapore Area3 , Montreal Area 1)
Route TransPacific. Antara Amerika Selatan dan South West Pacific
melalui America Utara
Contoh: SYD-LAX-MEX-SCL (Sidney di SWP, Santiago de Chile di
Amerika Selatan, melewati Los Angeles & Mexico di Amerika Utara.)
Route Atlantic Selatan (ABCPU)
Perjalanan antara kota-kota yang terdapat di Atlantic Selatan
(Argentina, Brazil, Chile, Paraguay & Uruguay) dan kota-kota yang
terletak di SEA melalui/ langsung ke satu point atau lebih kota-kota
yang terdapat di Central Afrika, Afrika selatan.
Contoh: RIO-HKG (HongKong di SEA , RIO di ABCPU)
SIN-MRU-JNB-SAO (Singapore di SEA , Mauritius,
Johannesburg di Afrika Selatan, Sao Paolo di ABCPU )
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -198
Perjalanan di dalam Area 2 / 3 saja, atau antara kota di
Area 3 dan kota-kota di Area 2.
Contoh: JKT-BNE-SYD-SIN
AMS-BKK-SIN
Perjalanan antara kota di negera-negara
pada wilayah Federasi Rusia
menuju kota-kota di Area 3 / EH kecuali JAPKOR .
Perjalanan ini tidak via Siberia.
Contoh: KHI-LED
JKT-MOW
Apabila route penerbangan yang dilalui
secara langsung antara JAPKOR (Jepang, Korea)
menuju negara-negara di Rusia (Throught Flight).
Contoh: MOW – TYO
HKG-SEL-LED-MOW
Apabila route penerbangan yang dilalui
secara langsung antara JAPKOR (Jepang, Korea)
menuju negara-negara di Eropa (Throught Flight).
Contoh: JKT – TYO – AMS - BKK
Perjalanan yang terjadi hanya di dalam Area 1 saja.
Contoh:
YTO-NYC-MEX
SCL-BUE-BOG
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -199
Di bawah ini & pada halaman selanjutnya, terdapat beberapa contoh
penerapan Global Indicator sesuai dengan perjalanan yang dilakukan per
Area serta sesuai dengan Trafic Conference.
Traffic
Conference
GI Route Keterangan
TC1 WH RIO-MIA
Rio de Janeiro terdapat di
Brazil, sedangkan Miami
terdapat di USA. Kedua
negara tersebut terletak di
benua Amerika.
TC2 EH GVA-JNB
Geneva terdapat di
Switzerland Eropa,
sedangkan Johannesburg di
Afrika selatan. Benua
Eropa & Afrika terdapat di
Area 1.
TC3 EH SIN-KBL Singapore terdapat di
negara Singapore,
sedangkan Kabul berada di
Afghanistan. Kedua negara
tersebut terdapat di Benua
Asia.
TC 1-2 AT ZRH-NYC-RIO Zurich terdapat di negara
Switzerland Eropa,
sedangkan New York (US)
serta Rio de Janeiro (Brazil)
di benua Amerika. Antara
Eropa & Amerika melintasi
lautan Atlantik.
BJS-HNL-SFO Beijing China di Asia ,
sedangkan Honolulu di
lautan Pacific serta San
Francisco (US) di benua
Amerika. Antara Benua
Asia & Amerika melintasi
lautan Pacific.
TC 3-1 PA
SEA-TPE Seatle (US) di benua
Amerika, sedangkan Taipeh
(CN) di Asia. Antara Benua
Asia & Amerika melintasi
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -200
Traffic
Conference
GI Route Keterangan
lautan Pacific.
BOG-SFO-MNL Bogota Colombia di Amerika
Selatan & San Francisco
(US), kedua negara tersebut
terdapat dibenua Amerika.
Sedangkan Manila di
Philippine Asia. Antara Asia
& Amerika melintasi lautan
Pacific.
PN SYD-LAX-MEXSCL
Sidney di Australia,
Santiago de Chile di
Amerika Selatan, melewati
Los Angeles & Mexico di
Amerika Utara. Perjalanan
yang dilakukan antara
Amerika Selatan dan South
West Pacific melalui
America Utara disebut
Transpacific (PN).
HKG-LON-YTO Hong Kong di Asia serta
London (UK) di Eropa.
Sedangkan Toronto (CA) di
benua Amerika. Antara
Eropa & Amerika melintasi
lautan Atlantik.
TC 1-2-3 AT
RIO-FRA-BKK Antara Rio de Janeiro (BR)
di benua Amerika &
Frankfurt Germany di benua
Eropa melintasi lautan
Atlantic. Sementara
Bangkok Thailand di Asia.
Sedangkan antara Asia &
Eropa melintasi laut yang
tidak seluas samudera
atlantic & Pacific.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -201
Traffic
Conference
GI Route Keterangan
KHI-KWI-NYC Karachi Pakistan di Asia
Selatan, Kuwait di middle
East Afrika. Serta New York
di benua Amerika. Yang
melintasi samudera atlantik
adalah antara Kuwait & New
York.
DAC-X/DELX/
BRU-NYC
Untuk route ini, pesawat
hanya transit di Delhi India,
serta Brussel Belgium di
Eropa. Sedangkan
routenya adalah antara
Dhaka Bangladesh di Asia
Selatan dan New York di
Amerika. Jadi yang
melintasi samudera
Atalantic adalah antara BRU
& NYC.
RIO-JNB-HKG Antara Rio de Janeiro Brazil
dan Hong Kong di SEA
melalui/ langsung ke
Johannesburg. Perjalanan
ini dinamakan South Atlantic
Routing.
SA
SIN-MRU-JNB-SAO Singapore salah satu
negara di SEA , Mauritius,
Johannesburg di Afrika
Selatan, Sao Paolo di Brazil
yang merupakan salah satu
negara ABCPU
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -202
Traffic
Conference
GI Route Keterangan
AP HKG-YVR-LON Perjalanan antara Hong
Kong & Vancouver melintasi
samudera Pacific,
sedangkan antara
Vancouver melintasi
samudra Atlantic. Sehingga
ada 2 samudera yang
dilintasi yaitu Atlantic &
Pacific.
MOW-TYO Penerbangan langsung dari
kota di Rusia dengan Tokyo,
salah satu kota di JAPKOR.
RU
HKG-SEL-MOWLED
Penerbangan langsungnya
antara Seoul, Korea &
Moscow Rusia. Untuk Hong
Kong & St. Piettersburg
merupakan kota Origin &
Destination dari perjalanan
ini.
STO-TYO Penerbangan langsung dari
Stockhlom kota di Sweden
Europe, selain kota-kota
Rusia dengan Tokyo Japan.
BKK-TYO-FRA Penerbangan langsung
antara Tokyo Japan dan
Frankfurt Germany Europe.
Sementara Bangkok
Thailand adalah salah satu
kota di Asia.
TC 2-3
TS
MOW-PAR-OSA Penerbangan langsungn
antara Osaka Japan dan
Paris France di Europe.
Sedangkan Moscow Rusia
tidak terbang langsung ke
Asia, tapi singgah di Paris.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -203
Traffic
Conference
GI Route Keterangan
MOW-SIN Penerbangan langsung
antara Kota Moscow di
Rusia dengan Singapore
kota di Asia selain Japkor.
FE
IEV-MOW-BJSTYO
Penerbangan langsungnya
antara Moscow dengan
Beijing. Kiev Ukraine di
Europe sebagai kota Origin.
Sedangkan Tokyo biarpun
merupakan salah satu kota
di JAPKOR, tapi tidak
melakukan terbang
langsung.
HKG-DXB-MOW Hong Kong di Area 3,
sedangkan Dubai di Arab
Emirates serta Moscow
Rusia kedua kota tersebut
berada di Area 2.
MOW-PAR-SIN Moscow & Paris kedua kota
tersebut berada di Europe
area 2, sedangkan
Singapore di Asia
merupakan Area 3.
EH
JNB-KUL-SYD Johannesburg di afrika
merupakan area 2,
sedangkan Kualalumpur di
Malaysia & Sydney di
Australia termasuk dalam
area 3.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -204
�� Cara penghitungan ticket didasarkan pada indicator penjualan ticket
tersebut.
�� Akan tercantum dalam kolom kanan atas pada ticket penerbangan,
kolom (Origin-Destination) setelah city code.
�� CANADA dan USA dimasukan dalam 1 negara / merupakan 1 COC,
begitu juga dengan Denmark, Norway & Sweden yang lebih sering
dikenal dengan Scandinavia. Juga untuk Bosnia
Harzegovina/Croatia/Slovenia/Yugoslavia, ke empat negara itu masuk
dalam 1 COC.
�� C.O.C = Country of Commencement
(merupakan negara pertama kali dimana suatu perjalanan
dimulai)
�� SITI = Sold Inside Ticketed Inside, maksudnya: Ticket
diterbitkan & dijual di negara yang sama di negara asal
keberangkatan. Dalam 1 COC.
�� Terhitung mulai tahun 2005, Pembelian & Penerbitan ticket dapat
dilakukan dimana saja. Tapi tarif tetap dihitung dari kota
keberangkatan.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -205
Ketentuan mengenai Tempat Pembelian dan Penerbitan Tiket:
NO. PAYMENT ISSUE ROUTE CODE
1. Inside C.O.C
London
Inside C.O.C
London
LON-PAR S I T I
2. Outside C.O.C
Taipeh
Inside C.O.C
Vancouver
SEA-TPE SOTI
3. Inside C.O.C
Auckland
Outside
C.O.C
Sydeny
AKL-LAX SITO
4. Outside C.O.C
Nairobi
Outside
C.O.C
Nairobi
JNB-SIN SOTO
Dari tabel yang tertera di atas, dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Point of Origin adalah London, ticket dibayar & diterbitkan di
London.
2. Point of Origin adalah Seatle (US), Ticket dibayar di Taipeh (CN)
& diterbitkan di Vancouver (CA) yang merupakan 1 COC dengan
Seatle (US).
3. Point of Origin adalah Auckland (NZ), Ticket dibayar di Auckland
(NZ) & diterbitkan di Sydney (AU). Sydney adalah salah satu kota
yang terdapat di Australia yang merupakan outside dari negara
keberangkatannya (New Zealand).
4. Point of Origin adalah Johanesburg (ZA), Ticket dibayar di Nairobi
(KE) & diterbitkan di Nairobi (KE). Sedangkan Nairobi adalah
salah satu kota yang terdapat di Kenya yang merupakan outside
dari negara keberangkatannya (South Africa).
Catatan:
Cara penghitungan harga ticket tetap dihitung dari kota/negara
keberangkatannya.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -206
B. Menghitung tariff penerbangan Internasional
1. MACAM-MACAM BENTUK PERJALANAN
Yang harus diingat bila kita menentukan suatu bentuk perjalanan,
antara lain:
�� International Sales Indicator
�� Macam / bentuk perjalanan
Contoh bentuk perjalanan:
�� One way
�� Round trips
�� Circle trip
�� Open Jaw
�� Round the world trips
Area II
Area I
Area III
Area III
C
atau
A
B
A B
A
B D
F E
A
B
C
D
A B C
A
B C
E D
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -207
Langkah-langkah dalam penghitungan tarif One-Way untuk
penerbangan Internasional
No. Langkah-langkah Penerapannya dalam penghitungan tarif
1. FCP Fare Construction Point
Tetapkan fare construction point dari fare
komponen yang ada. (Kota asal
keberangkatan/Origin-kota tujuan/Destination)
2. NUC Neutral Unit of Construction
Carilah berapa NUC yang harus diterapkan
dari Origin-Destination berdasarkan Global
Indicator, kelas dan penerbangan apa yang
akan digunakan.
3. RULE Peraturan apa saja yang harus diterapkan,
atas penggunaan NUC yang telah dipilih.
4. MPM Maximum Permitted Mileage
Jarak maksimum yang diperkenankan untuk
ditempuh pada suatu route tertentu.
5. TPM Ticketed Point Mileage
Merupakan jarak per sektor yang ditempuh
dalam suatu route penerbangan.
6. EMA Extra Mileage Allowance
Pengurangan total TPM, dicari bila total TPM
melebihi MPM
7. EMS Excess Mileage Surcharge
Kelebihan jarak yang harus dibayar oleh
penumpang
8. HIP Higher Intermediate Point
Dicari adakah harga: Origin-Intermediate
Intermediate-
Intermediate
Intermediate -
Destination
yang melebihi harga Origin - Destination
RULE Berdasarkan harga HIP, adakah peraturan
baru yang harus diterapkan
9. AF Applicable Fare
Hasil dari penghitungan Tarif dituliskan dalam
NUC
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -208
No. Langkah-langkah Penerapannya dalam penghitungan tarif
10 CHECK BHC Backhaul Check apa bila ada.
(Bila harga Origin-Intermediate = dari Origin -
Destination)
11 TOTAL Hasil akhir yang diperoleh setelah semua
langkah di atas dilakukan. Hasil akhir dalam
bentuk NUC
12 IROE IATA Rate Of Exchange
13 LCF Local Currency Fare
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -209
Langkah 1: Menentukan Fare Construction Point (FCP)
One-way journey dengan 1 fare component
Langkah 2: Tentukan Fare Type, Journey Type, Carrier code dan
Global Indicator
Contoh:
�� Kelas yang digunakan: F, C, Y dan Premier atau secondary
class
�� Jenis perjalanan: (OW, RT, Circle Trip)
�� Carrier code: GA, CX, JL, KL, UA
�� Global Indicator: AT,WH,EH, PA,AP, TS, RU, FE, SA, PN
Di bawah ini terdapat contoh dari dua langkah pertama yang telah
dijelaskan:
JKT – BKK – AMS – LON in Y Class
Jakarta terdapat di Indonesia Amsterdam di Netherlands
Bangkok terdapat di Thailand London di United Kingdom
Area 3 Area 2
Origin
Destination
Intermediate
points
(Transfer Points)
Perjalanan dengan Global
Indicator EH
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -210
Steps Komponen Keterangan
FCP JKT LON Route di atas memiliki 1 fare komponen,
dengan Origin point di Jakarta serta Destination
Pointnya di London
Fare
types
Y OW EH Class of service yang digunakan Ekonomi
normal
Bentuk perjalanannya One Way (karena Origin
& destinationnya dengan kota yang berbeda)
Global Indicator yang digunakan EH, karena
kota-kota yang dilaluinya berada di Area 3 dan
Area 2.
Langkah 3- 4- 5, Tentukan:
�� NUC (sesuai dengan kelas, jenis perjalanan dan Global Indicator)
�� Rules ( dapat dilihat dalam buku Passenger Air Tariff )
�� MPM
Di bawah ini terdapat contoh penggabungan antara dua langkah pertama
dan tiga langkah berikutnya:
JKT – BKK – AMS- LON in Y Class OW
Steps Komponen
1. FCP JKT LON
2. Fare types Y OW
3. NUC 2380,00
4. Rules Y 146
5. MPM EH 9116
Data-data di atas diambil dari cuplikan PAT, untuk buku Worldwide Fare
ini:
FARE
TYPE
CAR
CDE
HEADLINE
CITY
CURRENCY
NUC RULES
GI MPM
ROUTING
JAKARTA (JKT)
INDONESIA US DOLLAR (USD)
To LONDON (LON)
EH 9116
TS 11797
AP 15606
YYYYYY
2380
4327
3767
6850
4056
7393
2380,00
4327,00
3767,00
6850,00
4056,00
7393,00
Y146
Y146
Y146
Y146
Y146
Y146
EH
EH
TS
TS
AP
AP
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -211
Mileages system digunakan, bila kota antaranya (intermediate point) yang
digunakan lebih dari satu point. Sebagai contoh, untuk route/itinerary:
JKT- BKK –AMS-LON
Pada route / itenerary di atas memiliki 2 kota antara, yaitu: Bangkok dan
Amsterdam.
Dalam mileages system terdapat :
A. Unsur dasar (terdiri dari 4 unsur dasar), seperti MPM, TPM, EMA dan
EMS
B. Faktor pelengkap, terdiri dari: Specified routings, Stopovers, Side
trips, Indirect travel limitations, Higher Intermediate fares, Minimum
fare checks, Special provision (Ticket taxes and Fees Charges).
MPM / Maximum Permitted Mileage merupakan jarak maximum yang
diperbolehkan untuk ditempuh dalam suatu route penerbangan.
Sebagai contoh:
�� JKT-LON, MPM nya dengan Global Indicator EH = 9116
(Bila route yang dilaluinya berkisar di Area 2, berkisar di Area 3 saja
atau antara area 2 & 3 juga kebalikannya. Tapi tidak melewati kotakota
yang berada diJAPKOR).
Contoh untuk route: JKT- BKK –AMS-LON
�� JKT-LON, MPMnya dengan Global Indicator AP = 15606
( Bila route yang dilaluinya melewati lautan Atlantic & lautan Pacific).
Contoh: JKT-SYD-HNL- NYC-LON
�� JKT-LON, MPMnya dengan Global Indicator TS = 11797
(Bila route yang dilaluidari Area 2 di Europe ke Area 3 di Asia atau
sebaliknya melewati salah satu kota di JAPKOR). Contoh route:
JKT- BKK –TYO-LON
TPM / Ticketed Points Mileage,
Merupakan jarak per sektor yang ditempuh dalam suatu route
penerbangan.
Tabel TPM terdapat dalam buku General Rules Passenger Air Tariff di
bagian halaman putih setelah halaman yang berwarna hijau, biasanya
terletak pada beberapa halaman terakhir.
Cara membacanya dimulai dari kota yang memiliki cetak tebal
(bold)yang merupakan kota keberangkatan menuju ke kota lain yang
merupakan kota singgah/kota antara (intermediate point) sampai akhirnya
di kota tujuan (destination point).
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -212
Contoh tabel TPM:
BETWEEN / AND TPM GI BETWEEN / AND TPM GI
Amsterdam NL Jakarta ID
Bangkok TH 5703 EH Abu Dhabi AE 4133 EH
Dubai AE 3210 EH Bangkok TH 1452 EH
London GB 606 EH Kuwait KW 4638 EH
Sydney AU 3408 EH
Bangkok TH London GB
Abu Dhabi AE 3084 EH Aberdeen GB 399 EH
Amman JO 4235 EH Singapore SG 6748 EH
Amsterdam NL 5703 EH Washington DC US 3672 AT
Tokyo JP 2868 EH
Dari beberapa route di bawah ini memiliki Origin & Destination yang sama, yang membedakannya adalah MPM, Global
Indicator dan jumlah TPM.
Route MPM Global Indicator Total TPM
JKT- BKK –AMS-LON 9116 EH 7761
JKT-SYD-HNL- NYC-LON 15606 AP 16919
JKT- BKK –TYO-LON 11797 TS 10540
Kode Negara
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -213
Dari beberapa route di bawah ini memiliki Origin & Destination yang
sama, yang membedakannya adalah MPM, Global Indicator dan jumlah
TPM.
Route MPM Global Indicator Total TPM
JKT- BKK –AMS-LON 9116 EH 7761
JKT-SYD-HNL- NYC-LON 15606 AP 16919
JKT- BKK –TYO-LON 11797 TS 10540
Cara menghitung Total TPM
JKT – SYD - HNL - NYC - LON
3408 5087 4966 3458 TPM
Total TPM = 16919 (3408 + 5087 + 4966 + 3458)
JKT - BKK - TYO - LON
1452 2868 6220 TPM
Total TPM = 10540 (1452 + 2868 + 6220)
Setelah kita mempelajari Mileage System, sampailah kita pada
Langkah ke 6:
Sebagai contoh :
JKT - BKK - AMS - LON
TPM 1452 5703 606
Total TPM = 7761 (1452 + 5703 + 606)
JKT -GA- BKK -KL - AMS- BA-LON in Y OW
Steps Komponen
1. FCP JKT LON
2. Fare types Y OW EH
3. NUC 2380,00
4. Rules Y 146
5. MPM EH 9116
6. Total TPM 7761
Dalam formula tersebut di atas, MPM > TPM, maka NUC yang ada dapat
diterapkan.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -214
Langkah 7:
Hanya dipakai jika total TPM melebihi dari MPM, hal ini dikarenakan
penumpang memiliki kelebihan jarak dari ketentuan yang telah
ditetapkan.
Route MPM Global Indicator Total TPM
JKT- BKK –AMS-LON 9116 EH 7761
JKT-SYD-HNL-NYC-LON 15606 AP 16919
JKT- BKK –TYO-LON 11797 TS 10540
Dari ketiga route di atas, yang memiliki kelebihan jarak adalah untuk
route:
JKT-SYD-HNL- NYC-LON
Jarak yang diperbolehkan hanya 15606, tapi jarak yang ditempuh 16919.
Sehingga penumpang dikenakan surcharge. Agar surcharge yang
dibayar penumpang tidak terlalu besar, check lah terlebih dahulu apakah
adaTPM deduction (EMA) untuk mengurangi jarak pada total TPM.
Catatan, pada saat check EMA (TPM deduction) dalam Passenger Air
tariff:
�� TPM deduction (EMA) dapat diketahui setelah adanya total TPM
�� TPM deduction hanya bisa diterapkan untuk route yang sesuai
dalam table.
�� Dalam satu fare component, hanya bisa dipakai satu TPM
deduction.
Berikut ini cara membaca table TPM Deduction / EMA. Tabel EMA
terdapat pada buku General Rule, pada section Aplication Tariff. Pada
tabel EMA terdapat 4 (empat) kolom yang terdiri dari: kolom between,
and, VIA dan kolom TPM Deduction.
Untuk melihat cara pemakaiannya, hendaklah diketahui terlebih dahulu
kota-kota yang tertera dalam kolom “between” serta “and”, yang berarti
berlaku bolak-balik. Angka dalam kolom TPM Deduction adalah jumlah
pengurangan yang dapat diterapkan untuk mengurangi total TPM.
Sedangkan kota-kota yang terdapat pada kolom via adalah kota-kota
yang dilaluinya, bila tidak melewati kota-kota seperti yang tertera pada
kolom via maka pengurangannya tidak dapat digunakan. Walaupun kota
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -215
origin dan destinationnya dari route yang dilaluinya sama seperti yang
terdapat pada kolom Between & And.
Untuk route: JKT-SYD-HNL- NYC-LON (Kota-kota yang dilaluinya
berada pada area 1dan 3, sebagai contoh Jakarta di Area 3 sedangkan
New York di Area 1, kota yang dilaluinya salah satunya melewati
Honolulu) oleh karena itu table yang harus kita lihat:
Perjalanan antara Areas 1 dan 3 melintasi samudera Pacific.
Between And Via TPM Deduction
USA/Canada Area 3 Hawaii – for North /
Central Pacific fares
only
800
Total TPM yang ada 16919 – 800 = 16119.
16119 masih lebih besar dari jarak yang diperbolehkan yaitu 15606.
Karena TPM yang baru masih lebih besar dari MPM, penumpang tetap
harus membayar surcharge. Tapi tidak sebesar sebelum total TPM
dikurangi EMA.
Di bawah ini cuplikan dari tabel EMA yang terdapat pada buku Passenger
Air Tariff, berdasarkan Area-area yang ada. Dapat menggunakan semua
penerbangan.
1. Perjalanan yang dilalui berkisar pada Area 1
Between And Via
TPM
Deduction
Buenos
Aires/Montevideo
Canada/Mexico/USA RIO/SAO
with no
stopover at
either point
510
Buenos
Aires/Montevideo
Caracas Wholly
within South
America
400
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -216
2. Perjalanan yang dilakukan berkisar pada Area 2 lebih khusus lagi,
route yang dilewati hanya berada di Europe.
Between And Via TPM Deduction
Amsterdam Bergen any routing 150
Barcelona Geneva Basle (no stopover) 35
Bergen Geneva any routing 43
Bilbao Zurich Barcelona (no stopover) 66
Stavanger Paris any routing 123
3. Perjalanan yang dilalui antara kota-kota di Europe dengan Middle
East
Between And Via TPM Deduction
Europe Iran (Except Tehran) Tehran 100
Budapest Middle East A point in Europe
other than in
Hungary
100
4. Perjalanan yang dilalui berkisar pada Area 3
Between And Via TPM Deduction
Osaka/Tokyo Denpasar Bali Via Jakarta with no
stopover, no
additional
intermediate points
between JKT - DPS
70
Area 3 (except when
travel is wholly
within Afghanistan,
Bangladesh,
Bhutan, Maldives,
Pakistan, India,
Nepal and Sri
Lanka)
A point in Area 3 Via both BOM &
DEL, or to/from
BOM via DEL, or
to/from DEL via
BOM, or Via both
ISB & KHI, or
to/from ISB via KHI,
or to/from KHI via
ISB
700
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -217
5. Perjalanan yang dilalui antara Area 1 dan area 2 melintasi lautan
Atlantic
Between And Via TPM Deduction
Canada/Mexico/USA South Africa Tel Aviv 660
6. Perjalanan yang dilalui antara Area 2 dan area 3
Between And Via TPM Deduction
Europe Australia Harare - Johannesburg 518
Middle East TC3 (except
South West
Pacific
Via both BOM & DEL, or to/from
BOM via DEL, or to/from DEL via
BOM, or Via both ISB & KHI, or
to/from ISB via KHI, or to/from KHI
via ISB
700
Tabel EMA yang tertera di bawah ini, merupakan pengurangan jarak
apabila menggunakan penerbangan tertentu.
1. Perjalanan yang dilalui berkisar pada Area 1, dengan menggunakan
penerbangan tertentu.
Between And Via
TPM
Deduction
Canada/USA Colombia (except Bogota) AA via Bogota 650
Florida Bermuda AA via Miami (Note 1) 500
NOTES:
1. All travel in Canada/USA must be via AA
2. All travel within Area 1 must be via AA
2. Perjalanan antara Areas 1 dan 3 melintasi samudera Pacific,dengan
menggunakan penerbangan tertentu.
Between And Via
TPM
Deduction
Brazil (except RIO/SAO) Area 3 (except SWP) AA via RIO/SAO (note 2) 1600
Canada Seoul CX via HKG (note 3) 390
NOTES:
1. All travel must be via the services of AA
2. All travel within Canada/Caribbean/USA and Mexico area and
between Brazil and USA must be via AA
3. Transpacific carrier must be CX
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -218
Contoh penerapan EMA dalam penghitungan tarif penerbangan
internasional:
JKT-GA- BKK-TG-MNL-PH-SEL-KE-HNL-UA-LAX
Total TPM = MPM
11547 = 10874, dalam kasus ini maka EMA dapat diterapkan:
Total TPM – EMA = 11547 – 800 = 10747 (New TPM)
From/To
JKT TPM
BKK 1452
MNL 1368
SEL 1631
HNL 4543
LAX 2553
Total TPM 11547
Steps Komponen
1. FBP JKT LAX
2. Fare types Y OW PA
3. NUC 1272,00
4. Rules None
5. MPM PA 10874
6. TPM 11547
7. EMA 800 E/HNL
New TPM 10747
From/To
JKT Carr Fare Calc.
BKK GA
MNL TG
SEL PH E/HNL
HNL KE M
LAX UA 1272,00
Total fare
calc
FARE
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -219
Langkah 8: Bila total TPM melebihi dari MPM meskipun
Mileage Allowance telah digunakan, penumpang
masih memiliki kelebihan jarak.
EMS / Extra Mileage Surcharge, merupakan biaya tambahan yang
dikenakan bila total TPM melebihi MPM.
Air Tariff menunjukan ada lima tingkatan dari tambahan biaya, berdasar
dari jumlah kelebihan.
Formula:
Hasil pembagian Surcharge
1,0000 – 1,0500
1,0500 – 1,1000
1,1000 – 1,1500
1,1500 – 1,2000
1,2000 – 1,2500
Lebih dari 1,2500
5%
10%
15%
20%
25%
Lowest Combination
EMS pada ticket dituliskan dengan kode “M”
Di bawah ini terdapat beberapa contoh penghitungan surcharge:
Contoh 1:
MPM TPM Hasil pembagian EMS / Surcharge
8975
6610
11300
15400
8900
91176
7460
12354
18635
10288
1,0158
1,1285
1,0932
1, 2100
1,1559
5%
15%
10%
25%
20%
5M
15M
10M
25M
20M
Total TPM = EMS
MPM
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -220
Contoh 2:
JKT - SYD - HNL - NYC - LON
3408 5087 4966 3458 TPM
Total TPM = 16919 (3408 + 5087 + 4966 + 3458)
Sedangkan MPM untuk JKT-LON = 15606 AP.
Total TPM = 16919 EMA = 800
New TPM = 16919 – 800 = 16119. Walaupun sesudah dikurangi EMA,
Total TPM barunya masih lebih besar dari MPM (15606). Oleh
karenanya perjalanan ini memiliki surcharge 5% .
~
Contoh 3:
JKT -GA - BKK -KL - AMS- BA-LON in Y OW
JKT - BKK - AMS - LON
TPM 1452 5703 606
Total TPM = 7761 (1452 + 5703 + 606)
Steps Komponen
FCP JKT LON
Fare types Y OW EH
NUC 2380,00
Rules Y 146
MPM EH 9116
Total TPM 7761
Dalam formula tersebut di atas, MPM = 9116 > TPM=7761 , maka
NUC yang ada dapat diterapkan. Sehingga pelanggan tidak dikenakan
tambahan biaya, karena masih masuk pada jarak yang diperkenankan.
Total TPM = EMS
MPM
16119 = 1.0328 = 5% = 5M
15606
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -221
Cara penulisannya bila pelanggan tidak dikenakan surcharge/ tambahan
biaya. Dimunculkan dalam kolom tiket (fare Calculation box), hanya
dituliskan dengan kode huruf “M” seperti tertera di bawah ini:
From/To
JKT Carr Fare Calc.
BKK GA
AMS KL M
LON BA 2380,00
Total fare
calc
FARE
Kode huruf “M” dapat diterapkan pada saat penulisan di fare calculation
box, bila terdapat intermediate point walaupun hanya terdiri dari satu
kota.
JKT - GA - BKK - KL - AMS- BA- LON
JKT - GA - BKK - KL - AMS- BA- LON
Pada itinerary ini:
JKT = Origin Point (Kota asal keberangkatan)
BKK = Intermediate Point (Kota antara Origin dan destination
point)
AMS = Intermediate Point (Kota antara Origin dan destination
point)
LON = Destination Point (Kota tujuan)
Airline code
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -222
Contoh 4:
JKT-CX- HKG-CX-DXB-OA-ATH-AZ-ROM
Hitungannya:
EMS = 5% = 5 M
Applicable Fare = 1648.00 X 5% = 82.40
Total fare Calculation = NUC. 1648.00 + 82.40 = NUC. 1730.40
Cara lain:
EMS = 5% = 5 M
Applicable Fare = 1648.00 X 1.05 = 1730.40
Total fare Calculation = NUC. 1730.40
Total TPM = EMS
MPM
8433 = 1.0181 = 5% = 5M
8283
From/To
JKT TPM
HKG 2035
DXB 3698
ATH 2043
ROM 657
Total TPM 8433
Steps Komponen
FCP JKT ROM
Fare types Y OW EH
NUC 1648,00
Rules None
MPM EH 8283
TPM 8433
EMA Nil
EMS 5%
From/To
JKT Carr Fare Calc.
HKG CX
DXB CX
ATH OA 5M
ROM AZ 1730,40
Total fare
calc NUC. 1730.40
FARE
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -223
Contoh 5:
JKT-GA-SYD- QF-HNL- AA-NYC-BA-LON
New TPM = 16919 – 800 = 16119
TPM Deduction / EMA = 800 E/HNL
EMS = 5% = 5 M
Applicable Fare = 3807.00 X 1.05 = NUC. 3997.35
Total fare Calculation = NUC. 3997.35
From/To
JKT TPM
SYD 3408
HNL 5087
NYC 4966
LON 3458
Total TPM 16919
Steps Komponen
FCP JKT LON
Fare types Y OW AP
NUC 3807,00
Rules Y146
MPM AP15606
TPM 16919
EMA 800
EMS 5%
From/To
JKT Carr Fare Calc.
SYD GA
HNL QF E/HNL
NYC AA 5M
LON BA 3997.35
Total fare
calc NUC. 1730.40
FARE
Total TPM = EMS
MPM
16119 = 1.0328 = 5% = 5M
15606
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -224
Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:
�� Menyebutkan unsur-unsur Currency System
�� Menjelaskan pengertian dari: NUC, ROE, RU, LCF
�� Menggunakan Prosedur Rumus: LCF = NUC X ROE
�� Membulatkan ke atas untuk LCF (Prosedur pembulatan berdasarkan
ketentuan IATA).
Di bawah ini terdapat cuplikan dari tabel Currency Conversion,alam tabel
ini kita akan dapati IROE (IATA Rate of Exchange). Tabel ini dapat
dijumpai pada buku Passenger Air Tariff (General Rule dan Worldwide
Fares)
CURRENCY CONVERSION RATES
Country Currency
Name
Curr
Code
From NUC Local
Curr
Fares
Other
Charge
Decimal
Unit
Notes
Germany Euro EUR 1.015056 1 0.01 2 8
Hong Kong Hong Kong
Dollar
HKD 7.80000 10 1 0 8
Indonesia Rupiah IDR 8870.000 100 100 0 1,2,8
Indonesia US Dollar USD 1.00000 1 0.1 0 5
Japan Yen JPY 118.200019 100 10 0 7,8
Korea(Rep.of) Won KRW 1196.65000 100 100 0 8
Lesotho Loti LSL 10.577899 10 0.1 2
Thailand Baht THB 42.258374 5 5 0 8
United
Kingdom
Pound
Sterling
GBP 0.640810 1 0.1 2 5,8
CATATAN:
1. Untuk informasi penggunaannya kontak kantor terdekat dari perusahaan
penerbangan bersangkutan
2. Harga internasional, harga berhubungan dengan biaya dan pembebanan biaya
bagasi yang akan dihitung dalam US Dollar. Daftar konversi menunjukkan nilai
konversi mata uang lokal terhadap US Dollar untuk kombinasi tiket domestik dan tiket
internasional pada satu tiket yang sama
3. Pembulatan atas harga dan biaya lainnya harus dihitung pada pembulatan terdekat.
Sebagai contoh pembulatan 1:
Antara: 0.01 sampai 0.49 bulatkan ke bawah
0.50 sampai 0.99 bulatkan ke atas
4. Biaya untuk harga promosi dalam mata uang Jepang YEN harus dihitung ke dalam nilai
bulat JPY 1 and pembulatan katas ke JPY 1.000.
5. Lihat peraturan pada buku PAT General Rule book bagian 11.10 sebagai bahan
sumber untuk harga tukar bank
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -225
Penjabaran dari kolom-kolom yang terdapat pada tabel Currency
Conversion:
�� Neutral Unit of Construction
�� Adalah mata uang fiktif (tidak sebenarnya) yang digunakan dalam
perhitungan tariff penerbangan International.
�� NUC, digunakan karena dalam penerbangan International melibatkan
bermacam-macam mata uang.
�� Selalu digunakan 2 (dua) angka di belakang koma, tanpa pembulatan.
Contoh:
�� Rate of Exchange
�� Merubah Local Currency Fare (LCF) menjadi
NUC.
(LCF: ROE = NUC)
�� Merubah nilai NUC, di dalam perhitungan
ticket International menjadi LCF, berdasarkan COC. (NUCX
ROE = LCF)
�� Tidak ada pembulatan untuk nilai ROE
�� Daftar IROE (IATA Rates of Exchange dapat dilihat pada tabel
Currency Conversion Rates, di dalam setiap buku PAT Fares.
�� Diterbitkan oleh IATA Clearing House 4 x dalam setahun:
Bulan Efektif berlaku
FEB
MAY
AUG
NOV
01 APR – 30 JUN
01 JUL – 30 SEP
01 OCT – 31 DEC
01 JAN – 31 MAR
Angka 7 dan 6 dihilangkan tanpa
pembulatan
NUC. 5678,98 76
NUC. 5678,98
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -226
�� Merupakan hasil akhir harga ticket dari suatu perjalanan
�� Mata uang sebenarnya, dari negara dimana perjalanan mulai
dilaksanakan
Country NUC Currency ROE Rounding
Unit (RU)
Note
Ref.
LSF
1. Tunisia
2. Canada
3. Thailand
4. Luxemburg
5. Mauritania
6. Spain
7. Portugal
8. Italy
1934,67
1934,67
1934,67
1934,67
1934,67
1934,67
1934,67
1934,67
TND
CAD
THB
LUF
MRO
ESP
PTE
ITL
0,97896
1,40128
25,06023
31,31354
123,03640
130,88602
156,93616
1612,79936
0,5
1
5
10
20
50
100
1000
-
3 ,
11
-
-
-
-
-
1.894
4.995
48.485
60.590
238.040
253.250
303.700
3.121.000
�� Prosedur pembulatan hanya berlaku untuk perhitungan LCF
�� Hal yang harus diperhatikan selain RU ( Rounding Unit), adalah
keterangan dari Note Referensinya yang terdapat pada akhir dari
tabel Currency Regulation dibuku Worldwide Fares
�� Pembulatan yang sering digunakan: 0,5 * 1 * 5 * 10 *20 * 50 * 100
*1000
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -227
Penjabaran dari contoh Prosedur Pembulatan
1. Tunisia, dengan RU (Rounding Unit) = 0,5
LSF = NUC x ROE
= 1934,67 x 0,97896
= 1893,9645
= 1894
Keterangan:
3,9645 dibulatkan ke atas menjadi 4, karena RU nya 0,5
dibulatkan dengan kelipatannya. Dibulatkan ke atas
karena 3,9645 = 0,9 lebih besar dari 0,1 dan pada RU nya
tidak terdapat note.
2. Canada, dengan RU (Rounding Unit) = 1 (note. 3 ,11)
LSF = NUC x ROE
= 1934,67 x 1,40128
= 2711,0143
= 2711
Keterangan:
……,0143 lebih kecil dari 0,49 jadi angka tersebut
diabaikan. Karena ada not 3 yang menyatakan bahwa
angka yang berada di bawah 0,49 diabaikan saja.
3. Thailand, dengan RU (Rounding Unit) = 5
LSF = NUC x ROE
= 1934,67 x 25,06023
= 48483,2751
= 48485
Keterangan:
3,2751 dibulatkan ke atas menjadi 5, karena RU nya 5
dibulatkan dengan kelipatannya. Dibulatkan ke atas
karena 3,2751 = 0,2 lebih besar dari 0,1 dan pada RU nya
tidak terdapat note.
4. Mauritania, dengan RU (Rounding Unit) = 20
LSF = NUC x ROE
= 1934,67 x 123,03640
= 238034.831
= 238040
Keterangan:
34.831 dibulatkan ke atas menjadi 40, karena RU nya 20
dibulatkan dengan kelipatannya. Dibulatkan ke atas
karena 34.831 = 0,8 lebih besar dari 0,1 dan pada RU nya
tidak terdapat note.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -228
5. Luxemburg, dengan RU (Rounding Unit) = 10
LSF = NUC x ROE
= 1934,67 x 31,31354
= 60581,3664
= 60590
Keterangan:
81,3664 dibulatkan ke atas menjadi 90, karena RU nya 10
dibulatkan dengan kelipatannya. Dibulatkan ke atas
karena 81,3664 = 0,3 lebih besar dari 0,1 dan pada RU
nya tidak terdapat note.
6. Spain, dengan RU (Rounding Unit) = 50
LSF = NUC x ROE
= 1934,67 x 130,88602
= 253221.25
= 253250
Keterangan:
21.25 dibulatkan ke atas menjadi 50, karena RU nya 50
dibulatkan dengan kelipatannya. Dibulatkan ke atas
karena 21.25 = 0,2 lebih besar dari 0,1 dan pada RU nya
tidak terdapat note.
7. Portugal, dengan RU (Rounding Unit) = 100
LSF = NUC x ROE
= 1934,67 x 156,93616
= 303619.680
= 303700
Keterangan:
619.680 dibulatkan ke atas menjadi 700, karena RU nya
100 dibulatkan dengan kelipatannya. Dibulatkan ke atas
karena 619.680 = 0,6 lebih besar dari 0,1 dan pada RU
nya tidak terdapat note.
8. Italy, dengan RU (Rounding Unit) = 1000
LSF = NUC x ROE
= 1934,67 x 1612,79936
= 3120234.5378
= 3121000
Keterangan:
20,234.537 dibulatkan ke atas menjadi 121,000, karena
RU nya 1000 dibulatkan dengan kelipatannya. Dibulatkan
ke atas karena 234.537 = 0,5 lebih besar dari 0,1 dan
pada RU nya tidak terdapat note.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -229
�� Termasuk dalam Mileage System.
�� Terdapat dalam satu fare komponen.
�� Dalam satu fare komponen, ada harga yang lebih besar dari harga
Origin – Destination. Dengan catatan pada kota Intermediate harus
stopover (S/O).
Origin – Intermediate
Intermediate – Intermediate lebih besar dari O – D
Intermediate – Destination
Contoh:
Harga Intermediate – Destination lebih besar dari Origin – Destination
Itinerary: MAD-IB-AMS-KL- X/TYO-JL-HKG
TPM : MAD- AMS= 909 AMS-TYO = 6007 TYO-HKG = 1822
Terdapat 2 harga yang lebih besar dari MAD-HKG = 3014.17, yakni:
�� MS-TYO 3322.11
�� AMS-HKG 3375.43
Dari dua harga yang lebih besar dari harga O-D, dipilihlah yang terbesar:
AMS-HKG = 3375.43
(O - D) MPM NUC
MAD-HKG TS 10340 3014.17
(O - I S/O) MPM NUC
MAD- AMS EH 1090 633.35
MAD-TYO TS 8154 2908.46
(I S/O - I S/O) MPM NUC
AMS-TYO TS 7208 3322.11
(I S/O – D) MPM NUC
AMS-HKG TS 9394 3375.43
TYO-HKG EH 2186 862.38
MAD-HKG = 3014.17
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -230
Untuk itinerary: MAD-IB-AMS-KL- X/TYO-JL-HKG
Fare Type : Y ISI: SITI Dibayar di Spain.
Fare Construction:
FCP MAD-HKG
NUC 3014.17
RULE Y 146
MPM TS 10340
TPMs 8738
EMA(*) NA
EMS(*) M
HIP(*) AMS-HKG = 3375.43
RULE Y 146
AF(*) 3375.43
CHECK BHC NIL
TOTAL NUC. 3375.43
IROE 1.08786
LCF = NUC x IROE
= 3375.43 x 1.08786
EUR 3672.00
Catatan:
Tanda (*) adalah bagian yang harus dimasukan dalam fare calculation
box.
FROM/TO
MAD CARR FARE CALC
AMS IB M
X/TYO KL AMSHKG
HKG JL 3375.43
ROE 1.08786
TOTAL FARE
CALC NUC. 3375.43
FARE
EUR 3672.00
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -231
�� Pengisian Fare constructionnya sama pengerjaannya dengan mileage
system.
�� Merupakan perjalanan Oneway yang memiliki satu fare komponet.
�� HIP nya harus Origin – Intermediate stopover lebih besar dari O-D,
seandainya kota intermediate hanya transit diabaikan saja walaupun
harga lebih besar.
�� Formula yang digunakan pada BHC Check:
OI (……………)…………………….
OD (……………)…………………._(-)
Different ………………….
OI (……………)…………………. (+)
OW Min. Fare ………………………
AF ………………… (-)
Backhaul Check
Adjustment …………………
Contoh: Fare Type F
TPM Journey: Carriers:
1104
3378
897
MRU
X/SEZ
SIN
BKK
MK
HM
TG
Check adakah harga yang lebih besar dari harga O-D:
(O - D) MPM NUC
MRU-BKK EH 5247 1086.37
(O - I S/O) MPM NUC
MRU-SIN EH 4171 1230.87
(I S/O - I S/O) MPM NUC
- - -
(I S/O – D) MPM NUC
SIN-BKK - -
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -232
SEZ-SIN, diabaikan karena di Mahe Island (SEZ) hanya transit / tidak
stopover.
SIN-BKK, tidak dicari karena routenya dekat.
Fare Construction
FCP MRU BKK
NUC F OW 1086.37
RULE Y010A
MPM EH 5247
TPMs 5379
EMA NIL
EMS(*) 5M
5379 = 1.0251 = 5% = 5M
5247
HIP(*) MRU-SIN 1230.87
AF(*) 1230.87 X 1.05 = 1292.41
CHECK BHC
(*)OI (MRU-SIN) 1230.87
(*)OD (MRU BKK) 1086.37 (-)
Different 144.50
OI (MRU-SIN) 1230.87 (+)
OW Min. Fare 1375.37
AF 1292.41 (-)
Backhaul Check
Adjustment (P) 82.96
TOTAL NUC1375.37
IROE 27.9923
LCF= NUC X ROE
1375.37 X 27.9923
MUR 38499.7~ (RU=5) MUR 38500
FROM/TO
MRU CARR FARE CALC
X/SEZ MK 5M
SIN HM MRU-SIN
BKK TG 1292.41
MRU-SIN
MRU BKK
P 82.96
ROE 27.9923
TOTAL FARE
CALC NUC1375.37
FARE MUR 38500
If the result is:
1, 0001 – 1, 0500 = 5 M
1, 0501 – 1, 1000 = 10 M
1, 1000 – 1, 1500 = 15 M
1, 1500 – 1, 2000 = 20 M
1, 2000 – 1, 2500 = 25 M
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -233
�� Pengisian Fare constructionnya sama pengerjaannya dengan mileage
system.
�� Merupakan perjalanan RETURN yang memiliki dua fare komponet.
�� Tentukan terlebih dahulu Fare Break Pointnya, diambil dari jarak
terjauh ( MPM terbesar) dari route yang ada. Untuk mendapatkan turn
arroud point.
�� Cara menetapkan Fare Break Point, untuk mendapatkan O-D.
Contoh route: GVA-STO-VNO-VIE-GVA
Jarak terjauhnya = VNO (Vilnius)
Sehingga O-D =GVA-VNO
�� Untuk perjalanan return antara perjalanan berangkat & pulang
memiliki harga (Applicable Fare) sama serta route kota-kota yang
dilaluinya sama.
�� Sedangkan pada Circle Trip, antara perjalanan berangkat & pulang
memiliki harga (Applicable Fare) berbeda serta route kota-kota yang
dilaluinya pun beda.
�� Setelah diketahui FBP, Check adakah harga yang lebih besar dari
harga O-D. Bila route yang dilaluinya memiliki intermediate point
lebih dari 1, setelah O-D diketahui.
�� Formula yang digunakan pada CTM Check:
(O-I RETURN) =……………….
Sub TOTAL = {AF 1 (Outbound) + AF 2 (Inbound)}
=………………. (-)
CTM Adjustment (P) =……………….
(O - I S/O) MPM NUC Y ½ RT
GVA-STO EH1245 965.33
GVA-VNO EH1238* 724.75
GVA-VIE EH 609 647.84
(O - I S/O)
(I S/O - I S/O)
(I S/O – D)
O-D
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -234
Fare Type: Y
TPM Journey: Carriers:
1038
435
587
508
GVA
STO
VNO
VIE
GVA
SK
BT
TE
NG
TOTAL NUC1930.66
IROE 1.670919
LCF= NUC X ROE
1930.66 X 1.670919
CHF 3225.97~ (RU=1) MUR 3226.00
Fare Construction 1
Out Bond (O/B)
FCP GVA-VNO
NUC 647.84 (Y½ RT)
RULE Z001
MPM EH1238
TPMs 1473 (1038+435)
EMA NIL
EMS 20M
1473 = 1.1898 = 20% = 20M
1238
HIP GVA-STO 965.33 (Y½ RT)
RULE Z001
AF1 1158.39
965.33 X 1.20 = 1158.39
Fare Construction 2
In Bond (I/B)
FCP GVA-VNO
NUC 647.84 (Y½ RT)
RULE Z001
MPM EH1238
TPMs 1095 (587+508)
EMA NIL
EMS M
HIP NIL
RULE Z001
AF2 647.84
O/B
I/B
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -235
Fare calculaton Box, untuk manual ticket.
FROM/TO
GVA CARR FARE CALC
STO SK 20M
/ / / / / GVASTO
VNO BT 1158.39
VIE TE M
GVA NG 647.84
GVASTO
P 124.43
ROE 1.670919
TOTAL FARE
CALC NUC1930.66
FARE MUR 3226.00
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -236
Contoh Paper Ticket Internasional yang dikeluarkan oleh perusahaan penerbangan Internasional Qantas Airways (QF)
.
Ticket tersebut di atas merupakan ticket FOC (Free of Charge), sehingga harga tidak dicantumkan dalam ticket. Ticket
tersebut di issued pada tanggal 20 DEC, untuk keberangkatan pada tanggal 24 DEC.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -237
Contoh Electronic-Ticket Singapore Airlines
ELECTRONIC TICKET
PASSENGER ITINERARY/ RECIPT
NAME: ANTASARI/AZHAR MR ETKT NBR: 618 5855412574
ISSUING AIRLINE: SINGAPORE AIRLINES
ISSUING AGENT: SHILLA TOUR JAKARTA ID 70208AEM
DATE OF ISSUED: 19SEP07 IATA: 15-305428
BOOKING REFERENCE: MWOETS7IB BOOKING AGENT:
7MB8AYD
TOUR CODE: JKT030703
DATE AIRLINE FLT CLASS FARE BASIS STATUS
14OCT SINGAPORE AIRLINES
LV : JAKARTA
AR : SINGAPORE
BAGG: 20K
951
CGK
ECONOMY/Y
AT: 0620
AT: 0855
VALID: UNTIL
YHRT
DEPART:
TERMINAL
ARRIVE:
TERMINAL
140CT
CONFIRMED
TWO
2
14OCT SINGAPORE AIRLINES
LV : SINGAPORE
AR:BANGKOK
SUVARNASH
BAGG: 20K
972 ECONOMY/Y
AT: 1040
AT: 1205
VALID: UNTIL
YHRT
DEPART:
TERMINAL
ARRIVE:
TERMINAL
140CT
CONFIRMED
2
18OCT SINGAPORE AIRLINES
LV:BANGKOK
SUVARNASH
AR: SINGAPORE
BAGG: 20K
973 ECONOMY/Y
AT: 1115
AT: 1440
VALID: UNTIL
YHRT
ARRIVE:
TERMINAL
140CT
CONFIRMED
2
18OCT SINGAPORE AIRLINES
LV : SINGAPORE
AR : JAKARTA
BAGG: 20K
960
CGK
ECONOMY/Y
AT: 1530
AT: 1805
VALID: UNTIL
YHRT
DEPART:
TERMINAL
ARRIVE:
TERMINAL
140CT
CONFIRMED
2
TWO
ENDORSEMENTS: NON ENDORSE 1-2 NVA 31AUG08
FARE CALC: JKT SQ X/SIN SQ BKK M562.50SQ X/SIN SQ JKT M562.50NUC1125.00END ROE1.00
FORM OF PAYMENT: AGT/INV QS/SEB
FARE: USD1125.00 T/F/C: 21.80TS T/F/C: 108.00YD
SQ-SINGAPORE AIRLINE REF: LYRE0D
POSITIVE IDENTIVICATION REQUIRED FOR AIRPORT CHECK- IN
TRANSACTION AND OTHER SERVICES PROVIDED BY THE CARRIER ARE SUBJECT TO
CONDITIONS OF CONTRACT AND OTHER IMPORTANT NOTICES. PLEASE ENSURE THAT YOU
HAVE RECEIVED THESE NOTICES, AND IF NOT, CONTACT THE TRAVEL AGENT OR ISSUING
CARRIER TO OBTAIN A COPY PRIOR TO THE COMMENCEMENT OF YOUR TRIP.
NOTICE
IF THE PASSENGER JOURNEY INVOLVES AN ULTIMATE DESTINATION OR STOP IN A COUNTRY
OTHER THAN THE COUNTRY OF DEPARTURE, THE WARSAW CONVENTION MAY BE APPLICABLE
AND THIS CONVENTION GOVERNS AND ON MOST CASES LIMITS THR LIABILITY OF CARRIERS
FOR DEATH OR PERSONAL INJURY AND IN RESPECT OF LOSS OF OR DAMAGE TO BAGGAGE.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -238
LAMPIRAN PETA AREA 1, 2 DAN 3
SECARA TERPISAH
Silahkan Foto Copy PETA ini untuk dipakai sebagai bahan latihan bagi Anda
menentukan Nama Kota, Kode Kota, Nama Bandara dan Kode Bandara
penting yang sering anda pergunakan dalam latihan penghitungan anda.
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -239
PETA AMERICA dan GREENLAND
AREA 1
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -240
PETA EROPA DAN AFRIKA
AREA 2
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -241
PETA ASIA DAN AUSTRALIA
AREA 3
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -242
Tugas dan latihan yang diberikan pada bagian ini
merupakan tugas dan latihan sesuai dengan kriteria unjuk kerja
pada standar kompetensi
Dengan menyelesaikan setiap tugas
dari setiap kriteria unjuk kerja membantu peserta diklat dalam memenuhi
tuntutan pada setiap kriteria unjuk kerja
pada standar kompetensi
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -243
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar!
Tugas 1
Sumber Informasi untuk Tarif penerbangan Internasional –PAT
(Passenger Air Tariff)
Pada PAT (Passenger Air Tariff), volume manakah dapat anda temukan
informasi yang sesuai dengan pertanyaan di bawah ini? (Carilah
pasangannya dari kedua kolom tersebut)
1 2 3 4 5 6 7 9
D
Informasi yang dikehendaki PAT Volume
1. Kode Negara A General Rules: Bagian 1
tentang Abbreviations and
Definitions
2 IATA Rate Of Exchange B Buku MPM dan semua buku
Fares
3 Maximum jarak yang
diperkenankan untuk
ditempuh antara dua kota
pada route penerbangan
Internasional.
C General Rules: Bagian 1
tentang Abbreviations and
Definitions
Pada bagian bagaimana
cara menggunakan
halaman pada buku MPM.
4 Daftar Global Indicator D General Rules: Country
Code
5 Daftar nama kode
perusahaan penerbangan
dunia
E General Rules: Bagian 7
tentang Interline Carriers
6 Pengurangan harga ticket
bagi anak-anak yang
bepergian tanpa didampingi
orang tua
F Stop Press pada seluruh
buku PAT
7 Perubahan harga publish
yang terjadi.
G General Rules: Bagian 6
tentang Discount
8 Daftar dari IATA Area H Seluruh buku fares:
Currency Conversion Rates
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -244
Tugas 2
Informasi tariff penerbangan internasional sesuai dengan daerah
wilayah I.A.T.A
A. Sub – Area mana saja yang termasuk dalam:
1. Area 1:
1.1………………………………………..
1.2………………………………………..
1.3 ……………………………………….
1.4………………………………………..
Sub devisi mana saja, bila dibagi menurut atlantik:
a…………………………………………..
b…………………………………………..
c……………………………………………
2. Area 2:
1.1………………………………………..
1.2………………………………………..
1.3 ……………………………………….
3. Area 3:
1.1………………………………………..
1.2………………………………………..
1.3 ……………………………………….
1.4………………………………………..
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -245
Tugas 3
Informasi tariff penerbangan internasional sesuai dengan Global
Indicator.
Tentukanlah Global Indicator yang terdapat pada wilayah:
1. TC 1: ………………………………………….
2. TC2 : ………………………………………….
3. TC3 : ………………………………………….
4. TC 12: ………………………………………….
5. TC 31: ……………………………………….....
Tugas 4
Informasi tariff penerbangan internasional sesuai dengan
terminologi penerbangan.
Gunakan kata-kata anda untuk menjelaskan hal-hal berikut:
Istilah Definisi
Applicable Fare ………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
Fare Construction Point ………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
Fare Component ………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
Intermediate Points ………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -246
Other Charges ………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
Stopover ………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
Trough Fare ………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
Transfer ………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -247
Tugas 5
Informasi tariff penerbangan internasional sesuai dengan peraturan
dan larangan tariff penerbangan secara umum.
Gunakan Air Tarif /Air Passenger Tariff untuk menjawab pertanyaanpertanyaan
di bawah ini dengan route Jakarta –Tokyo - Paris.
�� City of origin and code
�� Currency code
�� Headline city currency
�� Fare types
�� Global Indicator
�� Maximum Permitted Mileage
Dengan menggunakan Air Tarif / Passenger Air Tariff dan route yang
sama, jelaskan NUC dari:
�� Economy round-trip
�� First class one-way
�� Economy one-way
Tugas 6
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk juga mileage system.
Tentukan jenis perjalanan di bawah ini One-way atau return & gambarlah
arah perjalanannya.
�� JKT-SIN-TYO ……………….
�� MOM-MIA-CCS ……………….
�� JKT-TYO-PAR-SIN ……………….
�� AKL-TYO-BNE ……………….
�� ROM-TYO-SYD-JNB-ROM ……………….
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -248
Tugas 7
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk juga Excess Milleage Alowance.
No If the following routing have a TPM
total higher than the MPM
Is
there
an
EMA?
If yes, what
is the
manual
ticketing
code?
TPM
dedu
ction
1. PRG – AMS – X/YTO – YMQ – YHZ
2. DEN- YYC – SFO – HNL – TPE
3. KWI – DXB – ISB – KHI – BKK – KUL
4. KLU – VIE – ZRH – VNO
5. DUS - CPH - OSL – SVG
Tugas 8
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk juga Ticketed Point Milleage
Gunakan calculator untuk menentukan nilai EMS di bawah ini:
MPM TPM Calculator Amount EMS
10087 11207
15948 16457
7975 9876
6279 6754
11587 13805
No.
MPM TPM RESULT EMS ENTRY
1. 7943 8673
2. 4400 5181
3. 6951 7300
4. 12840 15809
5. 8871 10051
6. 2965 2899
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -249
Tugas 9
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk juga Higher Intermediate Point.
Gunakan Air Tarif /Air Passenger Tariff untuk menghitung tariff berikut ini
dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:
Sold in SEL Ticketed in SEL
ISI : ______ Fare Type : Normal Economy
TPM Journey
SEL
759 TYO NH
6078 X/MIL AZ
1013 OSL BU
Fare Construction
FCP …………..
NUC …………..
RULE …………..
MPM …………..
TPMs …………..
EMA …………..
EMS …………..
HIP …………..
RULE ...............
AF …………..
CHECK ………...
TOTAL ………….
IROE ……………
LCF ……………..
FROM/TO
CARR FARE CALC
TOTAL FARE
CALC
FARE
(O - I S/O)
(I S/O - I S/O)
(I S/O – D)
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -250
Tugas 10
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk juga One way backhaul check.
Sold in CAI Ticketed in CAI
ISI : ______ Fare Type : Business Class
TPM Journey
CAI
353 LCA CY
2028 LON CY
217 AMS U2
Fare Construction
FCP …………..
NUC …………..
RULE …………..
MPM …………..
TPMs …………..
EMA …………..
EMS …………..
HIP …………..
RULE ...............
AF …………..
CHECK BHC
OI (……………)………………….
OD (……………)………………._(-)
Different …………………….
OI (……………)………………. (+)
OW Min. Fare ………………………
AF ……………………… (-)
Backhaul Check
Adjustment …………………
Tugas 11
TOTAL ………….
IROE ……………
LCF ……………..
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -251
(O - I S/O) MPM NUC
.................. .......... .......
.................. .......... ........
(I S/O - I S/O)
.................. .......... .......
.................. .......... ........
(I S/O – D)
.................. .......... .......
.................. .......... ........
FROM/TO
CARR FARE CALC
TOTAL FARE
CALC
FARE
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -252
Tugas 11
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk circle trip minimum fare.
Calculate the lowest applicable normal fare for the following journey:
Itinerary:
Fare basis:
Stopovers:
TPM:
Auckland-NZ- x/Singapore-SQ-Mumbay-AIMauritius-
MK-x/Perth-QF- Auckland
C
No stopover In Singapore and Perth
AKL-SIN 5231, SIN-BOM 2432, BOM-MRU 2919,
MRU-PER 3659, PER-AKL 3317
Fare Construction 1
Out Bond (O/B)
FCP …………..
NUC …………..
RULE …………..
MPM …………..
TPMs …………..
EMA …………..
EMS …………..
HIP …………..
RULE …………..
AF1 …………..
Fare Construction 2
In Bond (I/B)
FCP …………..
NUC …………..
RULE …………..
MPM …………..
TPMs …………..
EMA …………..
EMS …………..
HIP …………..
RULE …………..
AF2 …………..
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -253
CHECK CTM
Sub Total CT (AF1 + AF2)= NUC...........................
CTM Adjustment (P) ………………… (+)
Total ( ) x 2 = RT NUC………………….
IROE
LCF
FROM/TO
CARR FARE CALC
TOTAL FARE
CALC
FARE
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -254
Tugas 12
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk circle trip minimum fare.
Calculate the lowest applicable normal fare for the following journey:
F C1
(O/B)
FCP …………..
NUC …………..
RULE …………..
MPM …………..
TPMs …………..
EMA …………..
EMS …………..
HIP …………..
RULE …………..
AF1 …………..
F C2
(I/B)
FCP …………..
NUC …………..
RULE …………..
MPM …………..
TPMs …………..
EMA …………..
EMS …………..
HIP …………..
RULE …………..
AF2 …………..
CHECK CTM
Sub Total CT (AF1 + AF2) = NUC............
CTM Adjustment (P) ……… (+)
Total (……….. …....) x 2 = RT NUC………………….
IROE …………..
LCF ……………
Itinerary:
Fare basis:
Stopovers:
TPM:
Tokyo-JL- x/Singapore-SQ-Frankfurt-LH-Paris-AFMadrid-
TG-x/Bangkok-TG-Tokyo
Y
No stopover In Singapore and Bangkok
TYO-SIN 3313, SIN-FRA 6382, FRA-PAR 286,
PAR-MAD 652, MAD-BKK 6322, BKK-TYO 2868
FROM/TO
CARR FARE CALC
TOTAL FARE
CALC
FARE
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -255
Tugas 13
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk juga currency regulation dan NUC principles..
Lengkapilah daftar ROE berikut ini, sesuai dengan Air Tariff:
Total NUC C.O.C ROE Currency
1504,65 Australia
115,04 Mexico
1905,92 Japan
2702,91 Germany
1612,99 Indonesia
Tugas 14
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA.
Sold in SEL Ticketed in SEL
ISI : ______ Fare Type : Normal First class
TPM Journey
SEL
759 TYO NH
6078 LON AZ
1013 OSL BU
Fare Construction
FCP …………..
NUC …………..
RULE …………..
MPM …………..
TPMs …………..
EMA …………..
EMS …………..
HIP …………..
RULE ...............
AF …………..
CHECK ………...
TOTAL ………….
IROE ……………
LCF ……………..
FROM/TO
CARR FARE CALC
TOTAL FARE
CALC
FARE
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -256
Tugas 15
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk juga currency regulation dan NUC principles.
Itinerary: Jakarta - GA - Singapore - SQ – Bangkok –TG -London
TPM: JKT-SIN 557 SIN-BKK 897 BKK-LON 5919
Class: Y
Ticket:issued and paid for in Jakarta
Stopovers: At all ticketed points
Fare Construction
FCP …………..
NUC …………..
RULE …………..
MPM …………..
TPMs …………..
EMA …………..
EMS …………..
HIP …………..
RULE ...............
AF …………..
CHECK ………...
TOTAL ………….
IROE ……………
LCF ……………..
FROM/TO
CARR FARE CALC
TOTAL FARE
CALC
(O - I S/O) MPM NUC
................. ........... ..........
................. ........... ..........
(I S/O - I S/O) MPM NUC
................. ........... ..........
................. ........... ..........
(I S/O – D) MPM NUC
................. ........... ..........
................. ........... ..........
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -257
Tugas 16
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk juga perhitungan jarak Mileage system
Sold in BRU Ticketed in BRU
ISI : ______ Fare Type : Normal Economy
TPM Journey
BRU
469 CPH SN
423 BGO BU
Fare Construction
FCP …………..
NUC …………..
RULE …………..
MPM …………..
TPMs …………..
EMA …………..
EMS …………..
HIP …………..
RULE ...............
AF …………..
CHECK ………...
TOTAL ………….
IROE ……………
LCF ……………..
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -258
FROM/TO
CARR FARE CALC
TOTAL FARE
CALC
FARE
(O - I S/O)
(I S/O - I S/O)
(I S/O – D)
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -259
Tugas 17
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk juga perhitungan jarak Mileage system
Sold in BUD Ticketed in BUD
Fare Type : Economy Normal
TPM Journey: Carrier
BUD
515 EH ROM MA
714 EH BUH AZ
2127EH DXB GF
Fare Construction:
FCP BUD BXB
NUC Y OW 959.34
RULE Y118
MPM EH 3024
TPMs 3356 new TPM 3256
EMA 100 E/XXX
EMS 10M
HIP Y OW 1251.00 BUH DXB
AF (1251.00 X 1.10) 1376.10
CHECK BHC NIL
TOTAL NUC 1376.10
IROE X 286.9667
LCF HUF 394894.8~ (H100) HUF 394900
FROM/TO
BUD CARR FARE CALC
ROM MA E/XXX
BUH AZ 10M
/ / / / / BUHDXB
DXB GF 1376.10
ROE 286.9667
TOTAL FARE
CALC NUC1376.10
FARE HUF 394900
Reservasi dan Tiket Penerbangan
Usaha Jasa Pariwisata -260
Dari data di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan
benar!
1. Kota mana sajakah yang menjadi origin & destination point?
2. Berapakah MPM & apa Global Indicator untuk route di atas?
3. Berapakah total TPM untuk route di atas?
4. Adakah TPM deduction (EMA) untuk route di atas? Jika ada
berapa besarnya?
5. Sebutkan alasan terjadinya EMA!
6. Apakah arti dari E/XXX ?
7. Berapa surcharge (EMS) untuk route di atas? Jelaskan, dari mana
surcharge 10 % itu berasal?
8. Di kota mana sajakah, terdapat HIP untuk route tersebut di atas?
& berapa NUC nya?
9. Berapakah Aplicable Fare (AF) untuk route tersebut di atas?
10. Apakah arti dari (///) & (//) pada fare calculation box? & mengapa
tanda tersebut harus diletakan pada kolom seperti yang tertera di
atas.
Tugas 18
Tarif penerbangan internasional yang digunakan untuk jenis
perjalanan One-way dan Return sesuai dengan peraturan IATA
termasuk juga perhitungan jarak Mileage system
Gambarkan lokasi dari route perjalanan seperti tertera di bawah ini, &
sebutkanlah bentuk perjalanannya OW atau Return.
a. MOW
MIA
CCS
b. AKL
MEL
DPS
JKT
TYO
AKL
c. JKT
SIN
KUL
MNL
Lampiran A
A- 1
DAFTAR PUSTAKA
ABACUS. 2001. Reference Guide to Basic Fare and Ticketing,
Amex dan Budpar. 2003, Pesona Indonesia, Budpar. Jakarta
Cook dan Steve Macaulay. 1997. Customer Service. Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta.
Damarjati. 1992. Istilah-Istilah Dunia Pariwisata. Pradnya Paramitha.
Jakarta
Depdiknas &IAPSD. 2002. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
Usaha Jasa Pariwisata. Jakarta
Depdiknas &IAPSD. 2002. Standar Learning Material and Assessment
Usaha Jasa Pariwisata. Jakarta
Ditjen Imigrasi. Keimigrasian, Imigrasi.
Foster. 2000. An Introduction to Travel and Tourism. Mc Graw Hill
Garuda Indonesia. 2001. Timetable Garuda Indonesia
Garuda Indonesia, 2005. Garuda Meluncurkan Kembali Program
Frequent Flyer. Garuda, Jakarta.
Harjana. 2003. Komunikasi Intra dan Interpersonal. Kanisius, Jakarta
IATA. 2005. Air Fares & Ticketing 1 Workbook Edisi 5.6, IATA Training &
Development Int.
Irianto. 1999. Pengantar Airline Reservation, Grasindo. Jakarta
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. 2006. Kenali Negrimu, Jakarta
Kodhyat dan Ramaini. 1992. Kamus Pariwisata dan Perhotelan.Grasindo.
Jakarta.
Mancini. 2001. Conducting Tours. Third Edition. Delmar. 2001. United
States
Musanef. 1999. Manajemen Usaha Pariwisata Indonesia, Jakarta
Lampiran A
A- 2
Nuriata. 1995. Pemanduan Wisata. Depdikbud. Jakarta
Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Kejuruan Bisnis dan
Pariwisata, 2002, Tour Guiding, Wardhani UE, .
PPPPTK Bisnis dan Pariwisata. 2005. Layanan Transfer,, Purwanto Joko,
Thomas. 1998. How to icrease your Travel Sales, , Hospitaity Press.
Melbourne
Tjiptono. 2000. Prinsip-prinsip Total Quality Service. Andy. Jogyakarta
Yale. 1999. The Busines of Tour Operations. Longman Group. England
www.wikimedia.com
www.wisatamakassar.cjb.net
www.hpionline.org
www.wftga.com
www.tourismwestjava.com/
www.eastjava.com/tourism/surabaya
www.yogyes.com\
www.geocities.com/wisatamakassar/makassar1.html
www.pariwisata.denpasarkota.go.id/
www.manado-tourism.info
Lampiran B
B - 1
GLOSERI
A
----
B
---
C
⇒ Check-in adalah proses pelaporan untuk mendapatkan
pelayanan berupa akomodasi, fasilitas di penerbangan dan
pelayanan lainnya. Contohnya check-in di hotel atau di
bandara
⇒ Check-out adalah proses pelaporan setelahselesai
menggunakan fasilitas. Contohnya check-out dari hotel
⇒ City Guide adalah Pramuwisata yang memberikan informasi
mengenai hal-hal penting dalam sebuah kota, biasanya dalam
pelaksanaan pekerjaannya menggunakan bis wisata, minibus
atau kendaraan jenis van namun adapula di beberapa kota
pelaksanaannya dengan berjalan kaki
⇒ Closing adalah bagian akhir dalam pemberian informasi yang
disampaikan oleh seorang pramuwisata/pemandu wisata
kepada wisatawan
⇒ Commentary adalah bagian inti dalam pemberian informasi
yang disampaikan oleh seorang pramuwisata/pemandu
wisata kepada wisatawannya
D
⇒ Daya Tarik Wisaita adalah sifat yang dimiliki oleh suatu obyek
berupa keunikan, keaslian, kelangkaan, lain dari pada yang
lain memiliki sifat yang menumbuhkan semangat dan nilai
bagi wisatawan.
⇒ Docent adalah Pramuwisata yang mengabdikan dirinya dalam
memberikan informasi
⇒ Driver guide adalah pramuwisata yang terkadang memiliki
dua fungsi baik sebagai pramuwisata terkadang pula sebagai
pengemudi
Lampiran B
B - 2
E
---
F
---
G
---
H
��High Season adalah musim dimana pelaku perjalanan baik umum
maupun wisata pada tingkat volume tinggi, biasanya pada saat
liburan panjang atau hari-hari besar seperti Idul Fitri, Natal, Tahun
Baru dan Libur Panjang Sekolah.
��HPI I= Himpunan Pramuwisata Indonesia
I
---
J
��Jasa agen perjalanan wisata adalah badan usaha yang
menyelenggarakan usaha perjalanan yang bertindak sebagai
perantara di dalam menjual dan atau mengurus jasa untuk
melakukan perjalanan;
��Jasa biro perjalanan wisata adalah kegiatan usaha yang bersifat
komersial yang mengatur, menyediakan dan menyelenggarakan
pelayanan bagi seseorang, atau sekelompok orang untuk
melakukan perjalanan dengan tujuan utama untuk berwisata;
��Jasa informasi pariwisata adalah usaha penyediaan informasi,
penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan.
��Jasa impresariat adalah kegiatan pengurusan penyelenggaraan
hiburan baik yang mendatangkan, mengirimkan maupun
mengembalikannya serta menentukan tempat, waktu dan jenis
hiburan
��Jasa konsultasi pariwisata adalah jasa berupa saran dan nasehat
yang diberikan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul
Lampiran B
B - 3
mulai dan penciptaan gagasan, pelaksanaan operasinya dan
disusun secara sistematis berdasarkan disiplin ilmu yang diakui
serta disampaikan secara lisan, tertulis maupun gambar oleh
tenaga ahli profesional;
K
⇒ Kepariwisataan (Ingg: Tourism), adalah hal-hal utama yang
berhubungan dengan perjalanan/wisata dan pariwisata,
seperti : Transportasi, Akomodasi / Perhotelan , Resraurant.
L
�� Low Season kebalikan dari high season dimana pelaku
perjalanan baik umum maupun wisata pada tingkat volume
rendah.
M
---
N
---
O
⇒ Obyek Wisata adalah tempat atau keadaan alam yang
memiliki sumber daya wisata, yang dibangun dan
dikembangkan, sehingga mempunyai daya tarik dan
diusahakan sebagai tempat yang dikunjungi wisatawan.
⇒ On-site guide adalah peandu wisata pada obyek wisata
khusus
P
⇒ Pariwisata , (Ingg: Tour) perjalanan yang ditempuh untuk
sementara waktu, lebih dari 24 jam yang diselenggarakan
tidak untuk bisnis tetapi semata-mata untuk menikmati
perjalanan dengan bersenang-senang dan dan hiburan lain
dan mencari kesan/memori yang menyenangkan.
⇒ Pax adalah istilah yang digunakan sebagai pengganti
passenger atau peserta tour
Lampiran B
B - 4
⇒ Perjalanan (Ingg: Travel), pergerakan dari satu tempat ke
tempat lain yang bertujuan untuk melakukan suatu kegiatan
seperti bekerja/dinas , berdagang, berobat, ziarah, melihat
sesuatu obyek/tempat yang menarik ataupun mengunjungi
sanak keluarga.
⇒ Pramuwisata adalah “ seseorang yang bertugas memberikan
bimbingan, penjelasan dan petunjuk tentang obyek wisata
serta membantu keperluan wisatawan lainnya “
⇒ Produk Wisata adalah seluruh unsur kepariwisataan baik
berupa jasa pelayanan dan fasilitas-fasilitas wisata serta
kemudahan-kemudahan maupun atraksi wisata, yang
dinikmati wiasatawan selama dia berwisata, sejak mulai
meninggalkan tempat tinggalnya sampai ia kembali lagi.
Q
---
R
---
S
⇒ Special Guide adalah pramuwisata yang mempunyai keahlian
atau keterampilan yang unik atau spesial
⇒ Sumber Daya Wisata adalah unsur lingkungan hidup yang
terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya buatan dan
sumber daya alam yang dapat dikembangkan dan
dimanfaatkan sebagai obyek wisata.
T
⇒ Transfer-in adalah pelayanan kedatangan wisatawan di
bandara/pelabuhan/terminal/stasiun dimana wisatawan
pertama kali tiba atau ditangani oleh seorang pemandu
wisata.
⇒ Transfer out adalah pelayanan keberangkatan wisatawan di
bandara/pelabuhan/terminal/stasiun dimana wisatawan
terakhir kali berada di wilayah pelaksanaan perjalanan
wisatanya yang diberikan oleh seorang pemandu wisata.
Lampiran B
B - 5
U
��Usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran adalah
usaha dengan kegiatan pokok memberikan jasa pelayanan bagi
satu pertemuan sekelompok orang (misalnya negarawan,
usahawan, cendekiawan) untuk membahas masalah-masalah
yang berkaitan dengan kepentingan bersama;
��Usaha jasa pramuwisata adalah kegiatan usaha bersifat komersial
yang mengatur, mengkoordinir dan menyediakan tenaga
pramuwisata untuk memberikan pelayanan bagi seseorang atau
kelompok orang yang melakukan perjalanan wisata;
V
---
W
⇒ WFTGA= World Federation of Tourist Guide
⇒ Wisata ( Ingg : Tour) perjalanan/kunjungan kedaerah yang
memiliki daya tarik dan dilakukan untuk tujuan santai dan
bersenang-senang.
⇒ Wisatawan (Ingg : Tourist), Orang yang melakukan perjalanan
wisata Definisi wisatawan ini ditetapkan berdasarkan
rekomendasi International Union of Office Travel Organization
(IUOTO) dan World Tourism Organization (WTO). Wisatawan
adalah seseorang atau sekelompok orang yang melakukan
perjalanan ke sebuah atau beberapa negara di luar tempat
tinggal biasanya atau keluar dari lingkungan tempat
tinggalnya untuk periode kurang dari 12 (dua belas) bulan dan
memiliki tujuan untuk melakukan berbagai aktivitas wisata.
Terminologi ini mencakup penumpang kapal pesiar (cruise
ship passenger) yang datang dari negara lain dan kembali
dengan catatan bermalam.
⇒ Wisata Agro adalah suatu bentuk kegiatan pariwisata yang
memanfaatkan usaha agro sebagai obyek wisata dengan
tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi
dan hubungan usaha dibidang agro.
X ---
Y ---
Z ---

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Woah! I'm really digging the template/theme of this website. It's simple, yet effective. A lot of times it's very hard to get that "perfect balance" between user friendliness and visual appearance. I must say you've done a awesome job with this. Also, the blog loads super quick for me on Firefox. Outstanding Blog!
my site > stoppen met roken